Dibimbing - SPSS Adalah: Fungsi, Fitur, dan Cara Menggunakannya
Blog
Data Science & Data Analyst

SPSS Adalah: Fungsi, Fitur, dan Cara Menggunakannya

Author

DITULIS OLEH 

Irhan Hisyam Dwi Nugroho

Reviewer

DIREVIEW OLEH 

Sudah Direview Oleh Expert

Dibuat pada 20 Agt 2026

Diubah pada 20 Agt 2026

17

Image Thumbnail

SPSS adalah software yang digunakan untuk mengolah dan menganalisis data statistik. Aplikasi ini banyak digunakan dalam penelitian karena relatif mudah dipahami dan memiliki berbagai fitur analisis.

Dengan SPSS, kamu dapat melakukan analisis seperti statistik deskriptif, korelasi, regresi, hingga uji hipotesis. Hasilnya juga dapat ditampilkan dalam bentuk tabel dan grafik.

Kemampuan analisis data ini penting bagi kamu yang ingin berkarier di bidang data. Kamu bisa mempelajarinya lebih lanjut melalui Bootcamp Data Science & Data Analyst.

Lalu, apa itu SPSS, apa saja fungsi dan fiturnya, serta bagaimana cara menggunakannya? Yuk, simak pembahasan lengkapnya berikut ini.

Baca Juga: 12 Rekomendasi Tools Data Analyst, Ngulik Data Jadi Asik


Apa Itu SPSS?

SPSS adalah software yang digunakan untuk mengolah dan menganalisis data statistik. Aplikasi ini banyak digunakan oleh mahasiswa, peneliti, dan profesional untuk membantu proses analisis data.

SPSS merupakan singkatan dari Statistical Package for the Social Sciences. Awalnya, perangkat lunak ini dikembangkan untuk kebutuhan penelitian sosial, tetapi kini penggunaannya sudah meluas ke berbagai bidang.

Dengan SPSS, kamu dapat melakukan berbagai analisis, seperti statistik deskriptif, korelasi, regresi, hingga uji hipotesis. Proses tersebut dapat dilakukan melalui menu yang tersedia sehingga relatif mudah digunakan, termasuk oleh pemula.

Selain menggunakan menu, SPSS juga menyediakan fitur syntax untuk menjalankan perintah analisis secara lebih terstruktur. Hasil analisis kemudian ditampilkan dalam bentuk tabel, grafik, dan output statistik yang dapat digunakan untuk membantu pengambilan kesimpulan.


Apa Fungsi SPSS?

SPSS memiliki berbagai fungsi untuk membantu proses pengolahan dan analisis data. Berikut beberapa fungsi utamanya.


1. Mengelola Data

SPSS membantu pengguna memasukkan, mengelompokkan, membersihkan, dan mengubah data. 

Pengguna juga dapat menentukan tipe serta skala setiap variabel. Misalnya, data usia dapat dibuat dalam bentuk numerik, sedangkan tingkat kepuasan menggunakan skala ordinal.


2. Menjalankan Statistik Deskriptif

Statistik deskriptif digunakan untuk memberikan gambaran awal mengenai suatu kumpulan data. Melalui SPSS, kamu dapat menghitung rata-rata, median, modus, persentase, dan standar deviasi. Hasilnya membantu pengguna memahami pola dasar sebelum melakukan analisis lanjutan.


3. Melakukan Uji Statistik

SPSS dapat digunakan untuk menjalankan uji normalitas, uji-t, ANOVA, korelasi, dan regresi.

 Setiap pengujian memiliki tujuan serta asumsi yang berbeda. Oleh sebab itu, pengguna perlu memilih metode yang sesuai dengan karakteristik data.


4. Menguji Hipotesis

Pengujian hipotesis dilakukan untuk menilai apakah bukti dalam sampel mendukung dugaan penelitian. 

SPSS membantu menghitung nilai statistik dan tingkat signifikansinya. Namun, keputusan akhir tetap perlu mempertimbangkan metode, asumsi, dan konteks penelitian.


5. Menyajikan Hasil Analisis

SPSS dapat menghasilkan tabel, grafik, dan ringkasan statistik secara otomatis. Hasil tersebut ditampilkan melalui jendela Output Viewer. Pengguna kemudian dapat menyalinnya ke laporan penelitian atau bahan presentasi.

Baca Juga: Analisis Data Eksploratif: Pengertian, Manfaat & Jenisnya


Apa Saja Fitur SPSS?

apa-saja-fitur-spss

Sumber: Desain oleh Dibimbing

IBM SPSS Statistics menyediakan sejumlah fitur yang mendukung setiap tahap analisis. Berikut fitur-fitur yang paling sering digunakan.


1. Data View

Data View merupakan halaman untuk memasukkan dan melihat data. Setiap baris biasanya mewakili responden atau objek pengamatan. Sementara itu, setiap kolom menunjukkan variabel yang akan dianalisis.


2. Variable View

Variable View digunakan untuk mengatur karakteristik setiap variabel. Pengguna dapat menentukan nama, tipe data, label, kategori, dan skala pengukuran. Pengaturan yang tepat membantu mencegah kesalahan ketika analisis dijalankan.


3. Transform

Menu Transform digunakan untuk mengubah data sebelum memasuki tahap analisis. Kamu dapat membuat variabel baru, mengelompokkan nilai, atau mengubah kode jawaban. Misalnya, data usia dapat dikelompokkan menjadi kategori remaja, dewasa, dan lansia.


4. Analyze

Menu Analyze berisi berbagai prosedur analisis statistik. Pengguna dapat memilih statistik deskriptif, korelasi, regresi, uji perbedaan, hingga metode nonparametrik. Pilihannya perlu disesuaikan dengan tujuan penelitian dan jenis data.


5. Chart Builder

Chart Builder membantu pengguna membuat visualisasi data. Beberapa pilihan yang tersedia adalah diagram batang, histogram, diagram garis, dan scatter plot. Visualisasi tersebut dapat memperjelas distribusi, perbandingan, serta hubungan antarvariabel.


6. Syntax Editor

Syntax Editor memungkinkan pengguna menjalankan analisis melalui perintah teks. Setiap perintah dapat disimpan dan digunakan kembali pada data lain. Fitur ini berguna untuk menjaga konsistensi sekaligus mendokumentasikan proses analisis.


7. Output Viewer

Output Viewer menjadi tempat ditampilkannya hasil analisis. Pengguna dapat menemukan tabel statistik, grafik, peringatan, dan informasi model di dalamnya. Hasil tersebut kemudian perlu dibaca dan diinterpretasikan sesuai konteks penelitian.


Bagaimana Cara Kerja SPSS?

Cara kerja SPSS dimulai dari proses memasukkan atau mengimpor data. Data dapat berasal dari pengisian manual maupun berkas seperti Excel dan CSV.

Setelah itu, pengguna mengatur nama, tipe, serta skala setiap variabel melalui Variable View. Pengaturan tersebut membantu SPSS mengenali bentuk data dan prosedur analisis yang akan digunakan.

Pengguna kemudian memilih pengujian melalui menu Analyze. SPSS akan memproses data dan menampilkan hasilnya melalui Output Viewer.

Meski perhitungannya dilakukan secara otomatis, hasil analisis tetap perlu diinterpretasikan oleh pengguna. SPSS hanya mengolah angka, sedangkan kesimpulannya harus mempertimbangkan kualitas data dan konteks penelitian.


Bagaimana Cara Menggunakan SPSS untuk Pemula?

Kamu nggak perlu langsung mencoba analisis yang rumit, kok. Mulailah dengan beberapa tahapan dasar berikut.


1. Siapkan Data

Pastikan data sudah disusun secara konsisten sebelum dimasukkan ke SPSS. Setiap baris sebaiknya mewakili satu responden, sedangkan kolom menunjukkan variabel. Hindari sel gabungan dan nama variabel yang membingungkan.


2. Masukkan atau Impor Data

Data dapat dimasukkan secara langsung melalui Data View. Kalau datanya tersimpan dalam Excel, gunakan menu File dan pilih Open. Periksa kembali apakah seluruh kolom dan baris sudah terbaca dengan benar.


3. Atur Variabel

Buka Variable View untuk mengatur nama, tipe, label, dan skala variabel. Kamu juga dapat memberikan kode pada jawaban yang berbentuk kategori. Sebagai contoh, angka 1 digunakan untuk “Ya” dan angka 2 untuk “Tidak”.


4. Periksa Kebersihan Data

Periksa apakah terdapat data kosong, salah ketik, nilai ekstrem, atau kode yang tidak sesuai. 

Kesalahan kecil dapat memengaruhi perhitungan dan kesimpulan analisis. Karena itu, tahapan pembersihan data sebaiknya tidak dilewatkan.


5. Pilih Metode Analisis

Metode analisis perlu disesuaikan dengan pertanyaan penelitian. Statistik deskriptif digunakan untuk merangkum data, sedangkan korelasi mempelajari hubungan antarvariabel. 

Jika ingin mengukur pengaruh atau membuat prediksi, kamu dapat mempertimbangkan regresi.


6. Jalankan Analisis

Pilih menu Analyze, tentukan prosedur, lalu masukkan variabel ke kolom yang tersedia. Atur opsi tambahan sesuai kebutuhan penelitian. Setelah itu, klik “OK” untuk menjalankan analisis.


7. Interpretasikan Hasil

Perhatikan nilai statistik, tingkat signifikansi, dan ukuran pengaruh yang dihasilkan. Jangan hanya mengambil kesimpulan berdasarkan satu angka. Pastikan pula asumsi pengujian sudah terpenuhi agar interpretasinya lebih akurat.

Untuk memahami proses pengujian lebih dalam, kamu dapat membaca artikel tentang pengertian dan langkah uji hipotesis.


Apa Contoh Penggunaan SPSS?

Misalnya, sebuah perusahaan ingin mengetahui hubungan antara anggaran promosi dan jumlah penjualan. Data anggaran serta penjualan setiap bulan dapat dimasukkan sebagai dua variabel dalam SPSS.

Pengguna dapat menjalankan analisis korelasi untuk mengetahui kekuatan hubungan kedua variabel. Jika ingin memperkirakan perubahan penjualan berdasarkan anggaran promosi, analisis dapat dilanjutkan menggunakan regresi.

Dalam bidang pendidikan, SPSS bisa digunakan untuk membandingkan nilai dua kelompok siswa. Peneliti pemasaran juga dapat memakainya untuk menganalisis kepuasan dan perilaku pelanggan.


Apa Kelebihan dan Kekurangan SPSS?

Setiap perangkat analisis memiliki kelebihan dan keterbatasan, termasuk SPSS. Memahami keduanya dapat membantu kamu menentukan apakah SPSS sesuai dengan kebutuhan analisis data.


1. Kelebihan SPSS

SPSS banyak digunakan karena relatif mudah dipelajari dan menyediakan berbagai fitur analisis statistik. Beberapa kelebihannya yaitu:

  1. Mudah digunakan: Memiliki antarmuka berbasis menu yang ramah bagi pemula.
  2. Fitur statistik lengkap: Mendukung analisis deskriptif, korelasi, regresi, hingga uji hipotesis.
  3. Output otomatis: Hasil analisis dapat ditampilkan dalam bentuk tabel secara langsung.
  4. Mendukung syntax: Membantu menjalankan analisis secara lebih konsisten dan berulang.


2. Kekurangan SPSS

Di balik kemudahannya, SPSS juga memiliki beberapa keterbatasan yang perlu diperhatikan, yaitu:

  1. Lisensi berbayar: Penggunaan fitur lengkap membutuhkan biaya lisensi.
  2. Fleksibilitas terbatas: Tidak sefleksibel R atau Python untuk analisis yang lebih kompleks.
  3. Tetap membutuhkan pemahaman statistik: Pengguna perlu memahami metode dan cara membaca hasil analisis.
  4. Kurang cocok untuk pemrograman kompleks: Kustomisasi dan otomatisasinya relatif lebih terbatas dibandingkan bahasa pemrograman.

Baca Juga: Python untuk Data Analyst: Arti, Manfaat, Library, dan Tips


Apa Perbedaan SPSS dan Excel?

SPSS dan Microsoft Excel sama-sama dapat digunakan untuk mengolah data. Namun, keduanya memiliki fokus penggunaan yang berbeda.

Aspek

SPSS

Microsoft Excel

Fokus

Analisis statistik

Pengolahan data umum

Penggunaan

Menu analisis dan syntax

Rumus dan fungsi

Uji statistik

Tersedia secara terstruktur

Memerlukan pengaturan tambahan

Hasil

Tabel statistik dan grafik

Lembar kerja dan visualisasi

Pengguna

Peneliti dan analis

Pengguna umum dan profesional


Excel cocok untuk menyusun data dan menjalankan perhitungan sederhana. Sementara itu, SPSS lebih praktis untuk prosedur statistik yang terstruktur.


Kesimpulan

SPSS adalah software yang membantu mengolah dan menganalisis data statistik secara lebih praktis. Fitur seperti korelasi, regresi, dan uji hipotesis membuatnya banyak digunakan dalam penelitian dan analisis data.

Meski mudah digunakan, kamu tetap perlu memahami dasar statistik agar hasil analisis tidak salah ditafsirkan. Dengan memahami fungsi dan cara penggunaannya, SPSS dapat membantu proses analisis data menjadi lebih efektif.


Rekomendasi Bootcamp Data Science & Data Analyst Terbaik di Indonesia

Kalau kamu ingin berkarier di bidang data, memahami penggunaan SPSS saja belum cukup. Kamu juga perlu menguasai proses analisis data, pengolahan data, hingga penerapannya melalui praktik dan proyek nyata.

Bootcamp Data Science & Data Analyst Dibimbing membantu kamu membangun skill yang relevan melalui live class, sesi praktik, proyek, dan pendampingan mentor. Program ini cocok untuk mahasiswa, fresh graduate, maupun profesional yang ingin upskill atau beralih karier ke bidang data.


Program Bootcamp Data Science & Data Analyst Dibimbing:

  1. Live Class dan Praktik: Ikuti 55+ live class dan 45+ sesi praktik bersama mentor ahli.
  2. Portofolio: Bangun portofolio melalui 20+ proyek dan real case.
  3. Magang: Dapatkan kesempatan magang selama 2,5 bulan, khusus program Job Connect Plus.
  4. Pendampingan: Akses dukungan fasilitator dan mentor selama 24/7.
  5. Mentoring: Ikuti sesi mentoring 1-on-1 tanpa batas bersama instruktur ahli.
  6. Penyaluran Kerja: Dapatkan akses job placement program ke 1.100+ perusahaan.
  7. Komunitas: Bergabung dengan komunitas Data Science & AI untuk memperluas koneksi.
  8. Extra Live Class: Perdalam skill melalui tambahan 10 live class, khusus program Job Connect Plus.


Siap Memulai Karier di Bidang Data?

Kalau kamu ingin meningkatkan kemampuan analisis data sekaligus membangun portofolio yang relevan, Bootcamp Data Science & Data Analyst Dibimbing bisa menjadi pilihan. Yuk, mulai persiapkan kariermu di bidang data bersama Dibimbing!


FAQ

1. Apa yang dimaksud dengan SPSS?

Pengertian SPSS adalah software yang digunakan untuk melakukan pengolahan data dan analisis statistik. Saat ini, perangkat tersebut dikenal sebagai IBM SPSS Statistics dan banyak digunakan untuk kebutuhan penelitian maupun analisis data.

2. Apa fungsi utama SPSS?

Fungsi SPSS adalah membantu pengguna melakukan berbagai uji statistik dengan lebih praktis. Beberapa analisis yang dapat dilakukan meliputi statistik deskriptif, uji hipotesis, regresi, dan korelasi.

3. Apa saja fitur SPSS yang sering digunakan?

Beberapa fitur SPSS yang sering digunakan adalah Data View, Variable View, menu analisis, serta syntax. Data View digunakan untuk memasukkan data, sedangkan Variable View digunakan untuk mengatur karakteristik setiap variabel.

4. Bagaimana cara menggunakan SPSS untuk pemula?

Cara menggunakan SPSS dimulai dengan membuat variabel pada Variable View, kemudian memasukkan data pada Data View. Setelah itu, kamu dapat memilih metode analisis statistik sesuai kebutuhan melalui menu yang tersedia.

5. Apakah SPSS bisa digunakan untuk uji hipotesis?

Ya, IBM SPSS Statistics dapat digunakan untuk berbagai jenis uji hipotesis. Pengguna juga dapat melakukan korelasi, regresi, hingga analisis statistik lainnya sesuai jenis dan tujuan penelitian.

Share:

Penulis

Penulis Image

Irhan Hisyam Dwi Nugroho

Irhan Hisyam Dwi Nugroho is an SEO Specialist and Content Writer with 4 years of experience in optimizing websites and writing relevant content for various brands and industries. Currently, I also work as a Content Writer at Dibimbing.id and actively share content about technology, SEO, and digital marketing through various platforms.

Reviewer

Reviewer Image

Sudah Direview Oleh Expert

Setiap artikel yang berlabel "Sudah Direview Oleh Expert" telah melalui proses peninjauan oleh praktisi atau mentor yang berpengalaman di bidangnya untuk memastikan informasi yang disajikan berkualitas, akurat, dan relevan bagi pembaca.

Hi!👋
Kalau kamu butuh bantuan,
hubungi kami via WhatsApp ya!