dibimbing.id - Apa Itu Sertifikasi CISA? Manfaat, Syarat, dan Cara

Apa Itu Sertifikasi CISA? Manfaat, Syarat, dan Cara

Irhan Hisyam Dwi Nugroho

15 April 2026

59

Image Banner

Sertifikasi CISA sering disebut sebagai salah satu standar global di bidang audit sistem informasi. Buat warga bimbingan yang tertarik ke dunia IT audit, risk management, atau governance, sertifikasi ini bisa jadi langkah awal yang penting.

Namun, tidak sedikit yang masih bingung soal apa itu CISA dan bagaimana cara mendapatkannya. Mulai dari manfaat, syarat, sampai proses ujiannya sering jadi pertanyaan sebelum memutuskan untuk mengambil sertifikasi ini.

Di artikel ini, kita akan bahas semuanya secara ringkas dan mudah dipahami. Yuk simak penjelasannya supaya kamu punya gambaran jelas sebelum memulai perjalanan sertifikasi CISA.


Apa Itu Sertifikasi CISA?

Sertifikasi CISA adalah sertifikasi global dari ISACA untuk profesional yang mengaudit, memantau, mengendalikan, dan menilai sistem teknologi informasi serta sistem bisnis perusahaan. 

Sertifikasi ini banyak dikenal di bidang IT audit karena menegaskan bahwa pemegangnya punya pemahaman tentang proses audit sistem informasi, tata kelola TI, pengembangan sistem, operasional, hingga perlindungan aset informasi. 

Untuk mendapatkan CISA, peserta harus lulus ujian, memenuhi persyaratan pengalaman kerja yang relevan, lalu mengajukan sertifikasi ke ISACA. 

Karena itu, CISA sering dipilih oleh profesional yang ingin membangun karier di area audit TI, risk, control, dan governance.

Baca juga: Panduan Memilih Bootcamp Audit untuk Karier di 2026


Manfaat Sertifikasi CISA

Sumber: Canva

CISA bisa jadi nilai tambah untuk profesional yang ingin berkembang di bidang audit sistem informasi, risk, dan governance. 

Sertifikasi ini juga diakui secara global dan relevan untuk kebutuhan karier di area IS/IT. 


1. Meningkatkan Kredibilitas Profesional

CISA diakui secara global untuk profesi audit, kontrol, monitoring, dan penilaian sistem TI serta sistem bisnis. 

Pengakuan ini membantu menunjukkan bahwa kamu punya kompetensi yang relevan di bidang tersebut. Hal ini bisa membuat profil profesionalmu terlihat lebih kuat di mata perusahaan. 


2. Membuka Peluang Karier

Sertifikasi ini bisa memperkuat profil saat melamar posisi di bidang IT audit, risk, compliance, atau governance. 

CISA juga menunjukkan bahwa kamu punya pemahaman yang sesuai dengan kebutuhan enterprise modern. Karena itu, peluang untuk berkembang ke posisi yang lebih strategis bisa ikut terbuka. 


3. Memperkuat Pengetahuan Teknis

Materi ujian CISA mencakup 5 domain utama yang berkaitan dengan audit sistem informasi. Cakupan ini membantu peserta memahami proses audit, tata kelola TI, pengembangan sistem, operasional, dan perlindungan aset informasi. 

Jadi, manfaatnya tidak hanya untuk lulus ujian, tetapi juga untuk memperkuat pemahaman kerja sehari-hari. 


4. Membantu Tetap Relevan

Pemegang CISA perlu menjaga sertifikasinya melalui continuing professional education atau CPE. 

ISACA mensyaratkan minimal 20 CPE per tahun dan 120 CPE dalam 3 tahun agar pengetahuan tetap terbarui. Ini membuat sertifikasi CISA tetap relevan untuk perkembangan profesional jangka panjang.

​​Baca juga: Panduan Menjawab 12 Pertanyaan Interview Internal Audit


Syarat Mengikuti Sertifikasi CISA

Sebelum mengajukan sertifikasi CISA, ada beberapa syarat utama yang perlu dipenuhi. Berikut poin-poin penting yang perlu kamu pahami.


1. Lulus Ujian CISA

Ujian CISA terdiri dari 150 soal pilihan ganda dengan durasi 4 jam. Skor kelulusan minimalnya adalah 450. Ujian bisa diambil lebih dulu, tetapi sertifikat baru diberikan setelah syarat lainnya terpenuhi.


2. Memiliki Pengalaman Kerja Relevan

Kamu perlu memiliki minimal 5 tahun pengalaman kerja di bidang audit, kontrol, atau keamanan sistem informasi. 

Pengalaman ini harus diperoleh dalam 10 tahun sebelum pengajuan atau 5 tahun setelah lulus ujian. Pengalaman tersebut juga harus mencakup setidaknya satu domain praktik kerja CISA.


3. Memanfaatkan Pengurangan Pengalaman

ISACA memperbolehkan pengurangan syarat pengalaman kerja melalui jalur pendidikan atau kualifikasi tertentu. 

Potongannya bisa sampai 3 tahun, tergantung latar belakang pendidikan atau sertifikasi yang dimiliki. Ini bisa membantu kandidat yang belum memiliki pengalaman penuh 5 tahun.


4. Mematuhi Etika dan Standar Profesi

Peserta harus setuju untuk mematuhi Code of Professional Ethics dari ISACA. Selain itu, pemegang sertifikasi juga wajib mengikuti standar audit sistem informasi yang berlaku. 

Syarat ini menunjukkan bahwa CISA tidak hanya menilai kemampuan teknis, tetapi juga integritas profesional.


5. Mengajukan Aplikasi Sertifikasi

Setelah lulus ujian, kamu punya waktu 5 tahun untuk mengajukan sertifikasi resmi. Proses ini juga memerlukan biaya aplikasi sebesar US$50. 

Bukti pengalaman kerja harus diverifikasi dan ditandatangani oleh atasan atau klien secara independen.

Baca juga: Kursus Audit Laporan Keuangan: Praktek Magang Biar Siap Kerja!


Materi Ujian Sertifikasi CISA

Materi ujian CISA dibagi ke dalam lima kelompok pembahasan utama yang menggambarkan praktik kerja auditor sistem informasi. 

Secara umum, materi ini mencakup audit, tata kelola TI, pengembangan sistem, operasional, hingga perlindungan aset informasi.


1. Proses Audit Sistem Informasi

Bagian ini membahas dasar-dasar audit sistem informasi, mulai dari cara merencanakan audit sampai menyampaikan hasil temuannya. Fokusnya ada pada bagaimana audit dilakukan secara terstruktur, berbasis risiko, dan sesuai standar profesi.

Materi yang dipelajari mencakup perencanaan audit berdasarkan risiko bisnis, teknik pengumpulan bukti, wawancara, observasi, hingga proses pelaporan temuan dan rekomendasi kepada manajemen.


2. Tata Kelola dan Manajemen TI

Bagian ini menilai pemahaman tentang bagaimana teknologi informasi dikelola agar tetap sejalan dengan tujuan bisnis organisasi. Materinya juga membahas peran manajemen, strategi TI, dan pengelolaan risiko di level perusahaan.

Topik yang dibahas meliputi struktur organisasi, tanggung jawab manajemen, penyelarasan strategi TI dengan bisnis, serta kebijakan dan mitigasi risiko teknologi informasi.


3. Akuisisi, Pengembangan, dan Implementasi Sistem

Bagian ini berfokus pada bagaimana sistem informasi direncanakan, dikembangkan, lalu diterapkan dalam organisasi. Kamu perlu memahami siklus pengembangan sistem, metode kerja tim proyek, dan proses implementasi yang aman.

Materinya mencakup manajemen proyek, studi kelayakan, metodologi pengembangan seperti Agile dan Waterfall, serta proses implementasi dan evaluasi sistem.


4. Operasi, Pemeliharaan, dan Ketahanan Sistem

Bagian ini membahas operasional harian sistem informasi agar tetap stabil, andal, dan siap digunakan. Selain itu, materi ini juga menyinggung kesiapan organisasi dalam menghadapi gangguan, insiden, atau bencana.

Topik yang dipelajari meliputi pengelolaan layanan TI, infrastruktur, business continuity plan, disaster recovery plan, serta pemeliharaan jaringan dan database.


5. Perlindungan Aset Informasi

Bagian ini berfokus pada keamanan informasi dan cara melindungi data serta sistem dari berbagai ancaman. Topiknya mencakup kontrol akses, keamanan jaringan, sampai respons terhadap insiden keamanan.

Materinya meliputi keamanan logis dan fisik, enkripsi, pengelolaan akses pengguna, perlindungan jaringan, serta penanganan insiden dan kebocoran data.

Baca juga: Sertifikasi Internal Audit: Jenis & Tips Lolos (Lengkap)


Cara Mendapatkan Sertifikasi CISA

Sumber: Canva

Untuk mendapatkan sertifikasi CISA, ada beberapa tahapan yang perlu kamu lalui secara bertahap. 

Prosesnya tidak hanya berhenti di ujian, tetapi juga mencakup pengalaman kerja dan pengajuan sertifikasi resmi, yuk simak langkah-langkahnya berikut ini.


1. Mendaftar dan Mengikuti Ujian CISA

Langkah pertama yang perlu dilakukan adalah membuat akun di situs resmi ISACA lalu mendaftar ujian CISA sesuai jadwal yang tersedia. 

Setelah itu, kamu perlu membayar biaya ujian sesuai status keanggotaan dan memilih lokasi atau metode tes. Ujian dilakukan berbasis komputer dan kamu harus mencapai skor minimal 450 untuk dinyatakan lulus.


2. Memenuhi Syarat Pengalaman Kerja

Setelah lulus ujian, kamu tetap perlu memenuhi syarat pengalaman kerja profesional yang relevan di bidang audit, kontrol, atau keamanan sistem informasi. 

Pengalaman ini bisa dikumpulkan sebelum atau setelah ujian dalam batas waktu yang sudah ditentukan oleh ISACA. Jika memiliki latar belakang pendidikan tertentu, kamu juga bisa mendapatkan pengurangan masa pengalaman.


3. Mengajukan Aplikasi Sertifikasi

Setelah syarat ujian dan pengalaman kerja terpenuhi, tahap berikutnya adalah mengajukan aplikasi sertifikasi resmi ke ISACA. 

Proses ini mencakup pengisian formulir, pembayaran biaya aplikasi, dan verifikasi pengalaman kerja oleh pihak yang berwenang. Pengajuan harus dilakukan maksimal 5 tahun setelah lulus ujian.


4. Mematuhi Kode Etik dan Standar

Sebagai pemegang sertifikasi CISA, kamu wajib menyetujui dan mematuhi kode etik profesional yang ditetapkan oleh ISACA. 

Selain itu, kamu juga harus mengikuti standar audit sistem informasi yang berlaku. Hal ini penting untuk menjaga integritas dan kualitas profesional di bidang audit TI.


5. Menjaga Sertifikasi Tetap Aktif

Setelah berhasil mendapatkan sertifikasi CISA, ada tanggung jawab lanjutan yang tetap harus dijaga agar statusnya tetap aktif. 

Caranya dengan mengumpulkan minimal 20 jam CPE setiap tahun dan total 120 jam dalam 3 tahun. Selain itu, ada biaya tahunan yang perlu dibayarkan untuk mempertahankan status sertifikasi.


Ingin Berkarier di Bidang Audit?

Setelah memahami sertifikasi CISA, sekarang saatnya kamu mulai menyiapkan skill yang benar-benar dibutuhkan di dunia audit. Bekal yang tepat bisa membantu kamu lebih siap masuk ke bidang IT audit, risk, compliance, maupun governance.

Yuk, ikuti Bootcamp Audit di dibimbing! Di sini, kamu akan belajar materi yang relevan dengan kebutuhan industri dan dibimbing langsung oleh mentor berpengalaman.

Yang akan kamu dapatkan di bootcamp ini

  1. 58+ live class bersama ahli dengan sesi presentasi dan role play
  2. 12 minggu magang sebagai auditor di perusahaan nyata
  3. pendampingan fasilitator dan mentor berdedikasi yang tersedia 24/7
  4. program graduation dan penyaluran kerja ke 840+ perusahaan
  5. 15+ project dan studi kasus nyata untuk portfolio building
  6. assessment dan sertifikasi untuk membuktikan kemampuanmu

Dengan lebih dari 840+ hiring partner dan tingkat keberhasilan alumni 95%, peluang kariermu di bidang audit juga semakin terbuka lebar.

Jadi, tunggu apa lagi? Hubungi di sini dan daftar sekarang di dibimbing.id untuk mulai perjalananmu menjadi profesional di bidang audit. #BimbingSampeJadi!


FAQ 

1. Apa itu sertifikasi CISA?

Sertifikasi CISA adalah sertifikasi global dari ISACA untuk profesional di bidang audit sistem informasi. Sertifikasi ini menunjukkan kemampuan dalam audit, kontrol, dan keamanan sistem TI.

2. Apa manfaat sertifikasi CISA?

CISA membantu meningkatkan kredibilitas profesional dan membuka peluang karier di bidang IT audit, risk, dan compliance. Sertifikasi ini juga diakui secara global oleh banyak perusahaan.

3. Apa saja syarat mengikuti sertifikasi CISA?

Syaratnya meliputi lulus ujian CISA dan memiliki pengalaman kerja relevan di bidang audit atau keamanan TI. Selain itu, peserta juga harus mematuhi kode etik dan standar dari ISACA.

4. Bagaimana cara mendapatkan sertifikasi CISA?

Prosesnya dimulai dari mendaftar dan lulus ujian, lalu memenuhi pengalaman kerja yang dibutuhkan. Setelah itu, kamu perlu mengajukan aplikasi sertifikasi resmi ke ISACA.

Share

Author Image

Irhan Hisyam Dwi Nugroho

Irhan Hisyam Dwi Nugroho is an SEO Specialist and Content Writer with 4 years of experience in optimizing websites and writing relevant content for various brands and industries. Currently, I also work as a Content Writer at Dibimbing.id and actively share content about technology, SEO, and digital marketing through various platforms.

Hi!👋
Kalau kamu butuh bantuan,
hubungi kami via WhatsApp ya!