Sering Dianggap Sama, Kenali Perbedaan Stress dan Depresi
Nadia L Kamila
•
15 Oktober 2023
•
380
Perbedaan stress dan depresi adalah hal yang jarang diketahui. Sebab, kebanyakan orang menganggap bahwa stress dan depresi adalah sama. Hal tersebut wajar, mengingat mereka memiliki kesamaan sebagai kondisi yang menyerang mental. Tapi, hati-hati! Beda situasi, beda pengobatannya. Maka dari itu, penting untuk mengenalnya lebih lanjut.
Melalui artikel ini, Anda akan mengenal apa saja perbedaannya. Supaya kedepannya, Anda bisa menangani diri atau membantu orang lain yang berada dalam situasi tersebut.
Pengertian Stress dan Depresi
Sebelum kita mendalami lebih jauh, penting bagi kita untuk memahami definisi dasar dari kedua istilah ini. Stress dan depresi mungkin terdengar familiar, tetapi keduanya memiliki arti yang berbeda dalam konteks kesehatan mental. Berikut pengertiannya:
Pengertian Stress
Stress adalah reaksi tubuh yang secara alami muncul, pada saat menghadapi situasi yang belum pernah ditemukan jalan keluarnya. Reaksi ini bisa muncul dari berbagai sumber, baik itu tantangan sehari-hari seperti kesibukan di tempat kerja, kemacetan lalu lintas atau masalah yang lebih kompleks seperti konflik keluarga atau tekanan keuangan.
Pengertian Depresi
Depresi merupakan suatu gangguan mood atau suasana hati yang ditandai dengan hadirnya perasaan sedih, kehilangan minat atau kesenangan dalam berbagai aktivitas, dan rendahnya rasa harga diri.
Depresi bukan hanya sekedar rasa sedih yang sesaat atau respons sesaat terhadap situasi kehidupan yang sulit. Melainkan, perasaan yang dapat bertahan dan berlangsung lama, sehingga kondisi tersebut dapat mempengaruhi fisik, perilaku, serta pemikiran seseorang.
Seperti yang disebutkan sebelumnya, stress dan depresi merupakan dua kata yang menggambarkan suatu kondisi yang dapat mempengaruhi mental. Sehingga, tidak heran bila banyak orang yang mengatakan bahwa dua kata itu bersifat sama. Padahal, ada perbedaan stress dan depresi yang membutuhkan penanganan yang beda juga.
Perbedaan Stress dan Depresi
Jika suatu definisi dirasa tidak cukup untuk menggambarkan perbedaan stress dan depresi, maka MinDi akan berikan langsung apa saja perbedaannya sebagai berikut:
1. Penyebab dan Durasi
Stress adalah respons tubuh kita terhadap tekanan dari suatu situasi atau kejadian. Stress sendiri bisa dipicu oleh berbagai hal, seperti tuntutan pekerjaan, perselisihan interpersonal, kesibukan sehari-hari, atau perubahan besar dalam hidup seperti pindah rumah atau kehilangan pekerjaan.
Ciri khas dari stress adalah memiliki sumber permasalahan yang jelas dan dapat diidentifikasi. Sebagai contoh, jika Anda merasa tertekan karena tenggat waktu yang mendekat, maka Anda bisa menunjuk pada tenggat waktu tersebut sebagai sumber stress Anda.
Umumnya, setelah sumber tekanan atau ancaman tersebut hilang atau terselesaikan, gejala stress akan berkurang atau hilang.
Sementara itu, depresi adalah gangguan mood yang lebih kompleks dan tidak selalu memiliki sumber yang jelas atau langsung. Meskipun ada situasi atau kejadian yang dapat memicu depresi (seperti kematian orang yang dicintai, pengalaman traumatis, atau masalah kesehatan serius), banyak individu dengan depresi yang tidak dapat menunjuk satu penyebab spesifik.
Depresi bisa berlangsung dalam jangka waktu yang lama, bahkan ketika penyebab awalnya telah hilang. Ini berbeda dengan stress, yang cenderung bersifat sementara dan responsif terhadap perubahan situasi.
2. Gejala yang Timbul
Gejala stress dapat bervariasi dari satu individu ke individu lain, tapi ada beberapa gejala yang cukup umum dan sering dirasakan oleh kebanyakan orang. Yaitu, sakit kepala, sakit perut, mudah marah atau cemas, kesulitan tidur, intensitas makan tidak seperti biasa, dan penurunan konsentrasi.
Sementara gejala yang ditimbulkan pada saat orang depresi adalah merasa kosong, kehilangan minat untuk melakukan apapun, merasa tidak berharga, cepat lelah walaupun baru bangun tidur sekalipun, sulit berkonsentrasi, banyak tidur, tidak nafsu makan, dan terus memikirkan tentang kematian.
3. Pengaruh Dalam Menjalani Rutinitas
Ketika seseorang mengalami stress, respons tubuh biasanya terjadi dalam bentuk respons "lawan atau lari". Ini berarti tubuh mempersiapkan diri untuk menghadapi ancaman, meskipun ancaman tersebut mungkin bersifat psikologis dan bukan fisik.
Pada tingkatan yang ringan hingga sedang, stress bisa mempengaruhi produktivitas sehari-hari. Misalnya, seseorang mungkin merasa sulit berkonsentrasi, cepat marah, atau bahkan lupa dengan tugas-tugas rutin. Hal tersebut merupakan bentuk stress yang berusaha untuk bertahan pada saat berinteraksi dengan penyebab stress.
Di sisi lain, depresi memiliki dampak negatif yang lebih dalam. Depresi tidak hanya mempengaruhi mood seseorang, tetapi juga cara mereka berpikir tentang diri sendiri, situasi yang mereka hadapi, dan masa depan mereka.
Orang dengan depresi sering kali merasa tidak bersemangat atau tidak memiliki motivasi untuk melakukan apa pun, bahkan untuk mengikuti kegiatan yang sebelumnya mereka sukai.
Mereka juga bisa menarik diri dari interaksi sosial dan menghindari pertemuan atau kegiatan sosial. Jika kasusnya sudah parah, mereka mungkin kesulitan bangun dari tempat tidur atau bahkan merawat diri sendiri.
Baca Juga: 5 Bentuk Metode Pengembangan Karyawan Terbaik
Bagaimana, Sobat MinDi? Sudah mulai paham kah perbedaan stress dan depresi? Jika sebelumnya Anda mengira keduanya sama, tak perlu khawatir atau merasa salah, Sobat MinDi! Dengan memahami kedua kondisi ini lebih dalam, Anda telah berkontribusi dalam meningkatkan pemahaman diri tentang kesehatan mental.
Jika informasi yang disampaikan di sini masih belum memadai bagi Anda atau Anda merasa butuh berdiskusi lebih lanjut dengan para ahli, Anda dapat mempertimbangkan untuk mengikuti kelas Corporate Training dari dibimbing.id.
Di sana, Anda dapat mendapatkan wawasan yang lebih mendalam dan praktis mengenai topik ini dari mentor yang sudah berpengalaman lebih dari tiga tahun. Bahkan, Anda juga bisa menyusun silabus sendiri, lho! Sehingga, tidak hanya mengenal tentang stress dan depresi saja, tapi Anda bisa mengenal hal lainnya terkait kesehatan mental.
Apakah pembahasan kita berakhir sampai sini? Tentu tidak, Sobat MinDi. Kali ini, MinDi akan ajak Anda untuk mengetahui cara mengatasi stress dan depresi yang bisa dilakukan secara mandiri sebagai pertolongan pertama.
Cara Mengatasi Stress dan Depresi
Sebagai pertolongan pertama dalam mengatasi stress dan depresi, beberapa langkah sederhana tapi efektif dapat dicoba:
1. Pertolongan Pertama Mengatasi Stress
Bernafas Dalam-dalam: Saat merasa tertekan, teknik pernapasan dalam bisa membantu menenangkan sistem saraf. Tarik nafas panjang, tahan, lalu hembuskan perlahan.
Pengalihan Perhatian: Lakukan aktivitas yang Anda sukai untuk mengalihkan pikiran dari sumber tekanan, seperti mendengarkan musik atau berkebun.
Olahraga Ringan: Aktivitas fisik, seperti berjalan kaki atau bersepeda, dapat membantu melepaskan endorfin yang meningkatkan mood.
Hindari Kafein dan Alkohol: Keduanya dapat memperburuk kecemasan dan membuat Anda mudah marah.
Komunikasi: Berbagi perasaan dengan orang dekat atau teman dapat memberikan rasa lega.
2. Pertolongan Pertama Mengatasi Depresi
Hindari Isolasi: Meskipun Anda ingin menyendiri, coba habiskan waktu dengan orang terdekat atau teman, bahkan untuk sekedar duduk bersama.
Tetapkan Rutinitas: Cobalah untuk mempertahankan rutinitas sehari-hari, termasuk bangun di waktu yang sama setiap hari dan makan dengan teratur.
Hindari Alkohol dan Narkoba: Keduanya dapat memperdalam depresi dan mengganggu efek obat-obatan antidepresan.
Jauhi Pikiran Negatif: Cobalah teknik mengalihkan pikiran atau meditasi untuk mengurangi pikiran-pikiran negatif.
Pencarian Bantuan: Jika merasa depresi memburuk, bicarakan dengan profesional kesehatan mental atau cari bantuan darurat.
Baca Juga: 9 Jenis Pelatihan dan Pengembangan Karyawan
Kesehatan mental merupakan hal yang perlu kita perhatikan dan pelajari lebih lanjut, sebab kesehatan mental yang menurun dapat memberi efek negatif yang luar biasa membahayakan. Dengan mengenal perbedaan stress dan depresi, Anda sudah membuat satu langkah untuk lebih sadar akan pentingnya kesehatan mental.
Jika Anda ingin mengenal lebih lanjut mengenai materi-materi seperti ini, mengikuti kelas Corporate Training dari dibimbing.id bisa menjadi opsi yang baik. Tapi, jika Anda merasakan gejala stress atau depresi yang mengganggu, segera untuk hubungi bantuan ke psikolog atau psikiater.
Tags
