dibimbing.id - Dulu Anak Hukum, Sekarang Jadi Product Manager

Dulu Anak Hukum, Sekarang Jadi Product Manager

Irhan Hisyam Dwi Nugroho

27 January 2026

105

Image Banner

Lagi ngerasa karier kamu jalan di tempat dan banyak pertanyaan yang pengin dijawab, Warga Bimbingan? Tenang, rasa ragu dan bingung soal arah hidup itu wajar banget, apalagi kalau kamu sebenarnya pengin berkembang lebih jauh.

Nah, kali ini MinDi mau kenalin alumni yang ceritanya relate dan bisa jadi penyemangat, yaitu Kak Rifqi Rafialdi Dwijaya. Kak Rifqi adalah alumni Product & Project Management Batch 14 di dibimbing.id.

Meski sempat kerja jauh-jauh di Australia, Kak Rifqi justru merasa belum puas sama kariernya waktu itu. Kak Rifqi sering kepikiran kenapa keputusan bisnis diambil, tapi karena bukan bagian dari role-nya, ia nggak bisa ikut terlibat lebih dalam.

Akhirnya, Kak Rifqi memutuskan banting setir ke bidang yang lebih fokus pada proses berpikir dan problem solving. Sekarang, Kak Rifqi sudah bekerja sebagai Junior Project Coordinator di The One Retail, dan kisah lengkapnya bakal kita bahas di sini!

Baca Juga: Panduan Switch Career ke UI/UX Design dengan Cepat


Kurang Yakin dengan Arah Karier

Meski sudah lulus S1 Hukum dan sempat kerja di Australia, Kak Rifqi tetap merasa belum yakin dengan arah karier yang sedang dijalani. Kak Rifqi pun mulai mempertanyakan, apakah pekerjaan ini benar-benar sesuai dengan tujuan jangka panjangnya.

“Aku masih nggak yakin arah karierku ke mana, aku jadi sadar kalau aku pengen pindah ke bidang yang ngutamain proses berpikir, bukan eksekusi doang.” — Kak Rifqi

Dari situ, Kak Rifqi memutuskan untuk mencari bidang yang lebih cocok dengan cara berpikir dan minatnya. Kini, Kak Rifqi adalah Alumni Product & Project Management Batch 14 yang berhasil mengambil langkah besar untuk switch career.

Baca juga: Memilih Kursus Product Management Online Terbaik


Bootcamp Dibimbing.id Mengasah Cara Berpikir

Di bootcamp dibimbing.id, Kak Rifqi ngerasa proses belajarnya nggak cuma soal materi, tapi juga soal cara berpikir yang dilatih pelan-pelan sampai lebih terstruktur. Dari situ, ia makin yakin kalau skill seperti problem framing dan agile mindset memang kepake banget di dunia kerja.

“Aku paling berkesan sama lingkungannya. Dari debat di kelas sampe kritik dari mentor, meski menantang, bikin aku lebih matang dan siap,” kata Kak Rifqi, Alumni Product & Project Management Batch 14.

Menurut Kak Rifqi, pengalaman belajar tersebut bikin ia lebih siap menghadapi tantangan kerja yang dinamis dan penuh perubahan. 

“Of course, materinya juga membantu banget, kayak PRD, problem framing, dan agile mindset yang kepake di kerjaanku sekarang!” kata Kak Rifqi.

Baca juga: Panduan Memilih Bootcamp Product Management Terbaik 2026


Dapat Kerja sebagai Junior Project Coordinator

Setelah lewat proses belajar dan eksplorasi karier, akhirnya Kak Rifqi berhasil mendapatkan pekerjaan baru sebagai Junior Project Coordinator di The One Retail. Momen ini jadi titik balik karena ia merasa pindah jalur kariernya benar-benar mengarah ke bidang yang lebih pas.

“Finally aku bisa berkarier di bidang yang jauh lebih cocok buat aku, sebagai orang yang overthinker dan suka nyari pola,” kata Kak Rifqi, Alumni Product & Project Management Batch 14. 

Peran Junior Project Coordinator ini bikin ia lebih sering terlibat dalam proses berpikir, bukan sekadar menjalankan tugas teknis.

Menurut Kak Rifqi, hal yang paling ia suka dari dunia project management adalah fokusnya memahami masalah dan kebutuhan orang lain. Dari situ, ia bisa ikut mencari solusi terbaik meski sering dihadapkan dengan berbagai keterbatasan.


Berani Hadapi Tantangan

Impian besar memang nggak datang begitu saja, apalagi kalau kita masih takut mencoba hal baru. Kak Rifqi menyadari bahwa perubahan karier butuh keberanian untuk keluar dari zona nyaman dan menghadapi tantangan yang ada di depan.

“Impian gak bakal terwujud kalo tantangan gak dihadapin,” ujar Kak Rifqi, Alumni Product & Project Management Batch 14. Buatnya, langkah kecil seperti mulai belajar skill baru saja sudah jadi bentuk keberanian yang penting.

Kak Rifqi juga percaya kalau tanpa nekat belajar hal baru dan berani ditantang oleh mentor maupun teman, mungkin ia masih stuck di pekerjaan lamanya. Proses itu memang nggak selalu mulus, tapi justru dari situ mental dan arah kariernya mulai terbentuk lebih jelas.

Dan yang paling relatable, Kak Rifqi bilang bingung soal arah hidup itu wajar banget. Asal mau terus maju dan nggak berhenti mencoba, biasanya jalan keluarnya pelan-pelan bakal kebuka sendiri.


Pengen Switch Career Kayak Kak Rifqi?

Warga Bimbingan, kisah Kak Rifqi Rafialdi Dwijaya membuktikan kalau pindah jalur karier itu bukan hal mustahil, bahkan meski background awalnya bukan dari bidang bisnis atau produk.

Kalau kamu juga pengen berkembang di role strategis seperti Business Analyst atau Product Manager, kamu bisa mulai langkahnya lewat Bootcamp Business Analyst & Product Manager dibimbing.id.

Di sini kamu bakal belajar skill yang real dipakai di industri, latihan studi kasus, dan dibimbing sampai siap kerja.

Jangan biarkan skill gap bikin kamu stuck di tempat yang sama! Yuk,kamu bisa hubungi MinDi disini, pilih program yang paling cocok, dan mulai perjalanan career switch kamu sekarang. Saatnya #BimbingSampeJadi bareng dibimbing.id!

Share

Author Image

Irhan Hisyam Dwi Nugroho

Irhan Hisyam Dwi Nugroho is an SEO Specialist and Content Writer with 4 years of experience in optimizing websites and writing relevant content for various brands and industries. Currently, I also work as a Content Writer at Dibimbing.id and actively share content about technology, SEO, and digital marketing through various platforms.

Hi!👋
Kalau kamu butuh bantuan,
hubungi kami via WhatsApp ya!