Apa Itu Rasio Solvabilitas? Fungsi dan Rumusnya
DITULIS OLEH
Irhan Hisyam Dwi Nugroho
Dibuat pada 29 Jun 2026
Diubah pada 10 Jul 2026
37
Pernah melihat perusahaan yang terlihat untung, tapi ternyata punya beban utang besar, Warga Bimbingan? Kondisi seperti ini bisa dianalisis menggunakan rasio solvabilitas.
Rasio solvabilitas membantu menilai kemampuan perusahaan dalam membayar kewajiban jangka panjang. Menurut MinDi, rasio ini penting untuk melihat apakah struktur keuangan perusahaan masih sehat atau terlalu bergantung pada utang.
Dengan memahami rasio solvabilitas, kamu bisa membaca kondisi keuangan perusahaan dengan lebih objektif. Yuk, simak penjelasan lengkap tentang apa itu rasio solvabilitas, fungsi, dan rumusnya berikut ini!
Baca Juga: Rekomendasi Bootcamp Finance Accounting Online Bersertifikat
Apa Itu Rasio Solvabilitas?
Rasio solvabilitas adalah rasio keuangan yang digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban jangka panjangnya.
Rasio ini membantu melihat apakah perusahaan memiliki aset dan modal yang cukup untuk membayar utang, baik kepada bank, investor, maupun pihak lain.
Dalam analisis keuangan, rasio solvabilitas sering dipakai untuk menilai tingkat kesehatan struktur keuangan perusahaan.
Semakin tinggi ketergantungan perusahaan pada utang, semakin besar pula risiko keuangan yang perlu diperhatikan oleh manajemen, investor, dan kreditur.
Baca Juga: 16 Pertanyaan Interview Admin Finance dan Jawabannya
Fungsi Rasio Solvabilitas bagi Perusahaan
Rasio solvabilitas membantu perusahaan menilai kondisi keuangan dari sisi utang dan kemampuan membayarnya. Berikut ini beberapa fungsi rasio solvabilitas yang perlu dipahami.
1. Menilai Kemampuan Membayar Utang
Rasio solvabilitas digunakan untuk melihat kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban jangka panjang.
Dari rasio ini, perusahaan bisa mengetahui apakah aset dan modalnya cukup untuk menutup utang. Jika hasilnya kurang sehat, manajemen dapat segera mengambil langkah perbaikan.
2. Mengukur Risiko Keuangan
Rasio solvabilitas membantu perusahaan memahami seberapa besar ketergantungan bisnis terhadap utang.
Semakin tinggi utang yang digunakan, semakin besar pula risiko keuangan yang perlu dikelola. Karena itu, rasio ini penting untuk menjaga struktur keuangan tetap aman.
3. Membantu Pengambilan Keputusan
Rasio solvabilitas bisa menjadi dasar dalam mengambil keputusan keuangan perusahaan. Misalnya, saat ingin menambah pinjaman, ekspansi bisnis, atau mengevaluasi struktur modal. Dengan data yang jelas, keputusan bisnis bisa dibuat lebih terukur.
4. Meningkatkan Kepercayaan Investor dan Kreditur
Investor dan kreditur dapat menggunakan rasio solvabilitas untuk menilai kesehatan keuangan perusahaan.
Jika hasilnya stabil, perusahaan akan terlihat lebih mampu mengelola utang. Hal ini bisa meningkatkan kepercayaan pihak eksternal untuk berinvestasi atau memberikan pinjaman.
Baca Juga: 4 Contoh CV Finance Accounting (Gratis Template)
Jenis-Jenis Rasio Solvabilitas
Sumber: Desain oleh Dibimbing
Untuk memahami kondisi utang perusahaan secara lebih detail, analis biasanya tidak hanya memakai satu rasio saja.
Beberapa jenis rasio solvabilitas digunakan agar penilaian struktur keuangan perusahaan bisa lebih lengkap dan akurat.
1. Debt to Asset Ratio
Debt to Asset Ratio adalah rasio yang membandingkan total utang dengan total aset perusahaan.
Rasio ini menunjukkan seberapa besar aset perusahaan dibiayai oleh utang. Semakin tinggi nilainya, semakin besar pula ketergantungan perusahaan terhadap pinjaman.
2. Debt to Equity Ratio
Debt to Equity Ratio digunakan untuk membandingkan total utang dengan total ekuitas perusahaan.
Rasio ini membantu melihat seberapa besar utang perusahaan dibandingkan modal sendiri. Jika nilainya terlalu tinggi, perusahaan bisa dianggap memiliki risiko keuangan yang lebih besar.
3. Times Interest Earned Ratio
Times Interest Earned Ratio digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam membayar beban bunga dari laba operasional.
Rasio ini menunjukkan apakah laba perusahaan cukup untuk menutup biaya bunga pinjaman. Semakin tinggi nilainya, semakin baik kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban bunga.
4. Equity Ratio
Equity Ratio adalah rasio yang membandingkan total ekuitas dengan total aset perusahaan. Rasio ini menunjukkan seberapa besar aset perusahaan dibiayai oleh modal sendiri.
Semakin tinggi equity ratio, semakin kuat struktur modal perusahaan karena tidak terlalu bergantung pada utang.
Baca Juga: Cost Accounting: Definisi, Jenis, Manfaat & Implementasi
Rumus Rasio Solvabilitas
Setelah memahami jenis-jenisnya, Warga Bimbingan juga perlu mengetahui rumus rasio solvabilitas agar bisa menghitungnya dari laporan keuangan.
Berikut ini beberapa rumus rasio solvabilitas yang umum digunakan dalam analisis perusahaan.
1. Debt to Asset Ratio
Debt to Asset Ratio digunakan untuk mengukur seberapa besar aset perusahaan yang dibiayai oleh utang.
Jika rasio ini tinggi, artinya sebagian besar aset perusahaan berasal dari dana pinjaman. Rasio ini penting untuk melihat tingkat ketergantungan perusahaan terhadap utang.
Rumus Debt to Asset Ratio:
Total Utang / Total Aset x 100%
2. Debt to Equity Ratio
Debt to Equity Ratio digunakan untuk membandingkan total utang perusahaan dengan total ekuitas atau modal sendiri.
Rasio ini membantu menilai apakah perusahaan lebih banyak dibiayai oleh utang atau modal pemilik. Semakin tinggi nilainya, semakin besar risiko keuangan perusahaan.
Rumus Debt to Equity Ratio:
Total Utang / Total Ekuitas x 100%
3. Times Interest Earned Ratio
Times Interest Earned Ratio digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan membayar beban bunga dari laba operasional.
Rasio ini menunjukkan seberapa kuat laba perusahaan dalam menutup biaya bunga pinjaman. Semakin tinggi hasilnya, semakin baik kemampuan perusahaan membayar bunga utang.
Rumus Times Interest Earned Ratio:
Laba Sebelum Bunga dan Pajak / Beban Bunga
4. Equity Ratio
Equity Ratio digunakan untuk melihat seberapa besar aset perusahaan yang dibiayai oleh modal sendiri.
Rasio ini membantu menilai kekuatan struktur modal perusahaan tanpa terlalu bergantung pada utang. Semakin tinggi equity ratio, semakin besar porsi aset yang berasal dari ekuitas.
Rumus Equity Ratio:
Total Ekuitas / Total Aset x 100%
Baca Juga: Jadwal Kelas Akuntansi dibimbing untuk Pemula
Contoh Perhitungan Rasio Solvabilitas
Agar lebih mudah dipahami, rasio solvabilitas bisa dihitung menggunakan data sederhana dari laporan keuangan perusahaan.
Berikut ini beberapa contoh perhitungan rasio solvabilitas berdasarkan jenis rasionya.
1. Contoh Debt to Asset Ratio
Misalnya, perusahaan memiliki total utang sebesar Rp500 juta dan total aset sebesar Rp1 miliar.
Maka, perhitungannya adalah Rp500 juta / Rp1 miliar x 100% = 50%. Artinya, 50% aset perusahaan dibiayai oleh utang.
2. Contoh Debt to Equity Ratio
Misalnya, perusahaan memiliki total utang sebesar Rp600 juta dan total ekuitas sebesar Rp400 juta.
Maka, perhitungannya adalah Rp600 juta / Rp400 juta x 100% = 150%. Artinya, jumlah utang perusahaan lebih besar 1,5 kali dibandingkan modal sendiri.
3. Contoh Times Interest Earned Ratio
Misalnya, perusahaan memiliki laba sebelum bunga dan pajak sebesar Rp300 juta, serta beban bunga sebesar Rp50 juta.
Maka, perhitungannya adalah Rp300 juta / Rp50 juta = 6 kali. Artinya, perusahaan memiliki kemampuan membayar beban bunga sebanyak 6 kali dari laba operasionalnya.
4. Contoh Equity Ratio
Misalnya, perusahaan memiliki total ekuitas sebesar Rp700 juta dan total aset sebesar Rp1 miliar.
Maka, perhitungannya adalah Rp700 juta / Rp1 miliar x 100% = 70%. Artinya, 70% aset perusahaan dibiayai oleh modal sendiri.
Ingin Berkarier di Dunia Finance & Accounting?
Sudah paham tentang rasio solvabilitas, fungsi, rumus, dan contoh perhitungannya? Sekarang, waktunya kamu mengembangkan skill keuangan dan akuntansi secara lebih terarah.
Yuk, ikuti Bootcamp Finance & Accounting di Dibimbing! Di sini, kamu akan mempelajari dasar-dasar akuntansi, analisis laporan keuangan, budgeting, perpajakan, hingga financial modeling yang relevan dengan kebutuhan industri.
Belajar langsung dari mentor berpengalaman dengan kurikulum aplikatif dan praktis, sehingga kamu bisa memahami konsep finance dan accounting bukan hanya secara teori, tetapi juga lewat studi kasus nyata.
Dengan lebih dari 1.100+ hiring partner dan tingkat keberhasilan alumni 96%, peluang kariermu di bidang finance dan accounting semakin terbuka lebar!
Jadi, tunggu apa lagi? Hubungi di sini dan daftar sekarang di Dibimbing untuk mulai perjalananmu menjadi talent profesional di dunia Finance & Accounting. #BimbingSampeJadi!
Kategori:
Penulis
Irhan Hisyam Dwi Nugroho is an SEO Specialist and Content Writer with 4 years of experience in optimizing websites and writing relevant content for various brands and industries. Currently, I also work as a Content Writer at Dibimbing.id and actively share content about technology, SEO, and digital marketing through various platforms.
