Gagal Jadi Guru, Sukses Jadi HR: Kisah Puspita Berkarir di Human Resources
Farijihan Putri
•
22 December 2025
•
271
Siapa sangka, kegagalan dalam mengejar satu profesi justru bisa membuka pintu menuju karier yang jauh lebih cocok dan gemilang? Inilah yang dialami oleh Puspita Peni Palupi.
Berasal dari latar belakang Pendidikan Kimia, Kak Puspita sempat merasa "gabut" setelah lulus dan gagal menjadi guru honorer karena program Pendidikan Profesi Guru yang tak kunjung dibuka. Namun, alih-alih menyerah, ia nekat melakukan switch career ke dunia Human Resources (HR).
Keputusan besar ini membawanya ke Bootcamp Human Resources Batch 8 dibimbing.id. Hasilnya? Hanya dalam waktu dua bulan setelah bergabung, ia berhasil mendapatkan pekerjaan di bidang HR, bahkan sebelum lulus bootcamp! Kini, Kak Puspita menjabat sebagai Talent Management Officer di Btech.
Kisah Kak Puspita membuktikan satu hal: “It’s okay kalau kadang jalan hidup nggak sesuai rencana”. Hal yang terpenting adalah konsistensi, kerja keras, dan dukungan lingkungan yang tepat untuk mencapai karier yang disukai. Yuk, kita simak perjalanannya!
Baca Juga: Review Lengkap Bootcamp Dibimbing: Worth It atau Tidak?
Mengubah Rasa "Gabut" Menjadi Aksi Career Switch
Latar belakang Kak Puspita adalah Pendidikan Kimia. Setelah lulus, ia tidak bisa langsung menjadi guru honorer karena ketiadaan program Pendidikan Profesi Guru. Kondisi ini memicu rasa "gabut". Namun, ia mengingat pengalaman organisasinya yang cukup selaras dengan HR, ditambah skill mendengarkan yang baik, sehingga ia berani switch career ke HR.
Menyadari bahwa latar belakang akademisnya tidak linear dengan HR, Kak Puspita memutuskan untuk mencari cara belajar yang lebih fokus dan intensif. Ia memilih dibimbing.id sebagai langkah pertamanya.
"Aku sadar justru ini cara dibimbing.id biar aku bisa belajar dan adaptasi sama bidang HR lebih fokus dan intensif," ungkap Kak Puspita.
Keputusannya ini didasari oleh kesadaran bahwa untuk beradaptasi cepat dengan bidang baru, ia butuh panduan terstruktur dan materi yang aplikatif.
Belajar Intensif dari Nol dan Skill yang Terpakai
Meskipun memiliki tekad kuat, Kak Puspita mengakui bahwa belajar skill baru dari nol itu tidak mudah. Ia sempat shock dengan banyaknya tugas dan praktik, apalagi ia belum memiliki pengalaman profesional di bidang HR.
Namun, kesulitan ini ia hadapi dengan mulai belajar, mengaplikasikan ilmu yang didapat, dan mendaftar kerja.
Materi yang didapatkan Kak Puspita di bootcamp HR dibimbing.id sangat komprehensif, mencakup proses HR yang umum digunakan di banyak industri:
- Business Strategy
- HR Strategy
- Organizational Design
- Job & Team Design
- HR Planning
- Vision & Culture
- Recruitment & Selection
- Onboarding & Introduction
- Assessment & Appraisal
- Training & Development
- Employee Relations
- Compensation & Benefit
- Career Management
Ia merasa terbantu oleh materi yang "daging banget" dari mentor expert dan alur kelas yang terstruktur, yang membuatnya menguasai skill HR yang real terpakai di dunia kerja.
Baca Juga: Berapa Biaya Bootcamp Human Resource Dibimbing? Rincian & Benefit
Mendapatkan Pekerjaan Sebelum Lulus Bootcamp
Usaha memang tidak akan mengkhianati hasil. Berkat kerja keras, konsistensi, dan lingkungan suportif di bootcamp, Kak Puspita berhasil mendapatkan pekerjaan sebagai Talent Management Officer di Btech.
Yang menakjubkan, ia sudah mendapatkan pekerjaan sebelum resmi lulus bootcamp! Keberhasilan ini juga didukung oleh bantuan Class Manager dan Talent Support dari Dibimbing.id yang siap membantu persiapan karier dan mengatasi kendala.
Kini, Kak Puspita menjalani kariernya di HR, membuktikan nekat switch career karena gagal di bidang lama justru membawanya ke posisi yang lebih baik. Pencapaiannya ini makin membuatnya yakin dibimbing.id adalah pilihan terbaik di antara bootcamp lainnya.
Tips Sukses Career Switch ke Bidang HR (Human Resources)
Melakukan perubahan karier, terutama ke bidang yang tidak linear dengan latar belakang akademis, memerlukan strategi yang tepat. Berikut 5 tips praktikal yang bisa kamu terapkan agar career switch kamu berjalan mulus seperti Kak Puspita.
1. Fokus pada Skill Inti yang Diperlukan HR
Alih-alih terbebani oleh latar belakang jurusan, fokuslah menguasai skill krusial seperti talent acquisition, manajemen kinerja, atau hubungan karyawan. Ikuti pelatihan atau bootcamp yang materinya terstruktur dan langsung aplikatif di dunia kerja.
2. Manfaatkan Pengalaman Non-Akademis yang Relevan
Tinjau kembali pengalaman organisasi, kepanitiaan, atau bahkan pengalaman sukarela yang melibatkan negosiasi, mediasi, atau people management. Jelaskan pengalaman tersebut dalam CV dan wawancara untuk menyoroti kemampuan interpersonal dan kepemimpinan yang kamu miliki.
3. Bangun Portofolio Praktikal dengan Proyek Sederhana
HR bukan hanya teori; mulailah membuat simulasi job analysis, employee handbook, atau kerangka kerja penilaian kinerja. Portofolio ini akan membuktikan kepada perekrut bahwa kamu punya pemahaman praktis, meskipun kamu baru dalam bidang ini.
4. Tingkatkan Networking dengan Profesional HR Aktif
Hadiri webinar, seminar, atau event komunitas yang berfokus pada HR untuk menambah wawasan dan koneksi. Jaringan profesional dapat memberikanmu insight berharga tentang tren industri dan bahkan peluang kerja tersembunyi.
5. Tunjukkan Kemauan Belajar (Growth Mindset) dalam Wawancara
Perekrut HR akan menghargai kandidat yang menunjukkan semangat dan ketahanan untuk beradaptasi dengan cepat. Selalu tekankan bagaimana kamu mengatasi tantangan skill gap dan bagaimana kamu berencana terus belajar setelah diterima bekerja.
Baca Juga: HR Intern: Pelajari Tugas & Dapatkan Magang Lewat Bootcamp Dibimbing
Pengen Switch Career Kayak Kak Puspita?
Warga Bimbingan, kisah inspiratif Kak Puspita Peni Palupi, yang berani switch career dari Pendidikan Kimia ke HR, menunjukkan bahwa pintu kesempatan selalu terbuka bagi mereka yang mau berinvestasi pada skill.
Jika kamu bermimpi untuk berkarier di dunia Human Resources seperti Kak Puspita, jangan ragu untuk bergabung di Bootcamp Human Resources dibimbing.id. Kamu akan belajar skill yang real terpakai dan didukung penuh hingga mendapatkan pekerjaan.
Namun, jika passion kamu ada di bidang lain baik itu yang sangat teknikal seperti Data, Web Development, Design, atau bidang strategis seperti Digital Marketing, K3, atau ESG, dibimbing.id siap menjadi partner career switch-mu.
Jangan biarkan skill gap menghalangimu! Kunjungi segera halaman Bootcamp Dibimbing untuk memilih dari beragam pilihan program karier yang sesuai dengan minat dan impianmu. Ikuti jejak ribuan alumni lainnya. dibimbing.id siap #BimbingSampeJadi karier impianmu!
Tags
