8 Prosedur Keselamatan dan Kesehatan Kerja serta Contohnya
Farijihan Putri
•
26 January 2026
•
16
Memulai karier di HSE/K3 berarti bertanggung jawab penuh atas keamanan orang lain. Tanpa paham prosedur keselamatan dan kesehatan kerja, kamu rentan melewatkan potensi bahaya di tempat kerja.
MinDi ulas delapan prosedur inti beserta contoh praktisnya untuk kamu. Mulai dari identifikasi risiko hingga tanggap darurat, semuanya akan dibahas langsung. Pengetahuan ini membuat langkahmu sebagai calon profesional HSE lebih matang dan terarah.
Dapatkan pemahaman menyeluruh dengan mengikuti Bootcamp HSE/K3 Dibimbing, Warga Bimbingan. Di sana, kita bahas tuntas cara menerapkan setiap prosedur secara nyata.
Baca Juga: Panduan Sukses Switch Career ke K3: Skill & Materi Terupdate
Apa Itu Prosedur Keselamatan dan Kesehatan Kerja?
Sederhananya, prosedur K3 adalah panduan langkah demi langkah untuk mencegah kecelakaan dan penyakit akibat kerja. Panduan ini dibuat agar setiap pekerja bisa pulang dengan selamat ke keluarganya.
Isinya nggak cuma teori, tapi langkah praktis yang harus diikuti di lapangan. Misalnya, cara pakai alat dengan benar atau langkah evakuasi saat keadaan darurat.
Intinya, prosedur keselamatan dan kesehatan kerja adalah fondasi untuk menciptakan lingkungan kerja yang aman dan sehat untuk semua orang, Warga Bimbingan! Makanya, penting banget kamu pelajari kalau mau berkarier di bidang K3.
8 Prosedur Keselamatan dan Kesehatan Kerja
Sumber: Freepik
Setelah paham definisinya, yuk kita bedah satu per satu prosedur K3 yang utama dan wajib kamu kuasai.
1. Identifikasi Bahaya & Penilaian Risiko
Langkah pertama adalah aktif mencari sumber bahaya di area kerja. Bahaya ini bisa fisik seperti lantai licin, kimia seperti uap pelarut, atau biologis.
Setelah ditemukan, nilai seberapa besar risiko yang mungkin terjadi. Proses ini membantu menentukan prioritas tindakan pencegahan yang paling mendesak.
2. Pengendalian Bahaya
Setelah risiko diketahui, langkah selanjutnya adalah mengendalikannya. Cara terbaik adalah menghilangkan bahaya tersebut sepenuhnya dari tempat kerja.
Kalau tidak memungkinkan, gunakan langkah pengurangan seperti memasang pelindung mesin atau mengganti bahan kimia berbahaya dengan yang lebih aman.
3. Penyediaan & Penggunaan APD
Alat Pelindung Diri (APD) adalah pertahanan terakhir. Prosedur keselamatan dan kesehatan kerja mewajibkan penyediaan APD yang sesuai, seperti helm untuk area konstruksi.
Selain itu, pastikan semua pekerja terlatih memakainya dengan benar dan APD diperiksa rutin agar fungsinya tetap optimal.
4. Pelatihan & Edukasi Karyawan
Pengetahuan adalah alat pencegahan yang utama. Berikan pelatihan rutin tentang semua prosedur kerja aman yang berlaku.
Materinya harus mudah dicerna, mulai dari cara mengenali bahaya hingga respons pertama saat terjadi insiden. Upaya ini memastikan setiap orang punya bekal yang sama.
5. Inspeksi & Audit Rutin
Jangan tunggu sampai ada masalah untuk mengecek kondisi kerja. Lakukan inspeksi terjadwal untuk memeriksa keamanan peralatan dan kebersihan area.
Prosedur keselamatan dan kesehatan kerja juga mencakup audit untuk menilai kepatuhan tim terhadap semua aturan yang sudah ditetapkan.
6. Pemeriksaan Kesehatan Berkala
Kesehatan pekerja adalah indikator penting lingkungan kerja. Adakan pemeriksaan kesehatan rutin, baik sebelum penempatan kerja maupun secara berkala.
Pemeriksaan tersebut membantu mendeteksi dini penyakit yang berhubungan dengan pekerjaan. Dengan begitu, intervensi bisa dilakukan lebih cepat.
7. Pelaporan & Investigasi Insiden
Setiap kejadian, baik kecelakaan kecil maupun hampir celaka, harus segera dilaporkan. Tujuan utamanya bukan untuk menyalahkan, tapi untuk menyelidiki akar penyebabnya.
Investigasi yang baik akan menemukan sistem yang gagal sehingga bisa diperbaiki agar insiden serupa tidak terulang.
8. Komitmen & Partisipasi Aktif
Keselamatan kerja adalah tanggung jawab bersama, dari level manajemen hingga staf lapangan. Prosedur keselamatan dan kesehatan kerja hanya efektif jika ada komitmen kuat untuk menerapkannya.
Kamu bisa nih melibatkan karyawan dalam diskusi, mendengarkan masukan mereka, dan bangun budaya saling mengingatkan.
Baca Juga: Berapa Harga Bootcamp HSE/K3 di Indonesia? dan Faktornya
5 Contoh Implementasi Prosedur Keselamatan dan Kesehatan Kerja
Teori saja tidak cukup, mari lihat contoh nyata penerapan prosedur-prosedur tadi dalam berbagai situasi kerja.
1. Di Area Konstruksi
Semua pekerja wajib memakai helm, sepatu safety, dan harness di ketinggian. Area bahaya ditandai dengan papan peringatan dan pembatas.
Selain itu, dilakukan briefing pagi untuk mengingatkan risiko hari itu. Inspeksi harian juga dilakukan terhadap perancah dan alat berat sebelum digunakan.
2. Di Laboratorium Kimia
Setiap peneliti harus menggunakan jas lab, kacamata pelindung, dan sarung tangan nitril. Sistem penyimpanan bahan kimia diatur berdasarkan kompatibilitas untuk hindari reaksi berbahaya. Prosedur keselamatan dan kesehatan kerja di lab juga wajib mencakup lokasi dan cara menggunakan shower mata serta lemari asam.
3. Pada Pekerjaan Administrasi/Kantor
Lingkungan kerja ergonomis adalah kuncinya. Atur ketinggian kursi, monitor, dan meja agar postur tubuh netral.
Lakukan peregangan ringan setiap beberapa jam untuk hindari nyeri punggung dan leher. Selain itu, pastikan jalur evakuasi dan alat pemadam api tidak terhalang oleh perabotan kantor.
4. Saat Menangani Beban Berat (Manual Handling)
Latih pekerja teknik mengangkat yang benar, yaitu dengan menekuk lutut bukan pinggang. Gunakan alat bantu seperti trolley untuk memindahkan barang yang berat.
Pastikan kondisi lantai selalu bersih dan tidak licin. Istirahat yang cukup juga disediakan untuk mencegah kelelahan berlebihan.
5. Dalam Menghadapi Situasi Darurat
Pasang denah jalur evakuasi dan titik kumpul di tempat yang mudah terlihat. Lakukan gladi evakuasi kebakaran minimal dua kali setahun.
Tunjuk petugas P3K yang terlatih dan pastikan kotak P3K selalu lengkap. Proses pelaporan insiden juga harus sederhana dan mudah diakses oleh semua karyawan.
Baca Juga: Pelatihan K3 Online Terbaik: Materi dan Keuntungannya
Siap Terapkan Ilmu K3 di Dunia Kerja?
Memahami prosedur keselamatan dan kesehatan kerja adalah langkah pertama. Untuk benar-benar siap berkarier, kamu butuh bekal komprehensif dan pengalaman praktis. Dapatkan semua itu di Bootcamp HSE/K3 Dibimbing.
Kamu bisa gratis mengulang kelas dan akan dibekali Sertifikat Calon Ahli K3 Umum resmi dari Kemnaker yang diakui industri. Kamu akan melalui 38+ Live Classes Interaktif & 3 Sesi Praktik Langsung, menguasai 15 Kompetensi Materi Tambahan, serta mengerjakan Weekly Assignment & Real Study Case untuk Portfolio Building.
Dibimbing juga menyediakan konsultasi karir 1 on 1 dan penyaluran kerja eksklusif ke 840+ hiring partners. Fakta membuktikan, 96% alumni berhasil dapat kerja.
Ada pertanyaan seperti, "Bagaimana alur pembelajaran dari nol hingga siap kerja?" atau "Apa saja bentuk dukungan penyaluran kerjanya?". Jangan ragu untuk konsultasi gratis di sini! dibimbing.id siap #BimbingSampeJadi karier HSE/K3-mu!
Tags
