7 Problem Solving Framework, Atasi Berbagai Masalah Bisnis

Farijihan Putri
•
24 February 2025
•
445

Problem solving framework adalah rahasia di balik suksesnya berbagai bisnis ternama dalam menghadapi tantangan. Bayangkan jika setiap kali menghadapi masalah bisnis, tim Anda selalu bisa mengambil langkah yang tepat, cepat, dan efektif.
Dalam artikel ini, Anda akan menemukan 7 problem solving framework yang terbukti mampu mengurai masalah kompleks menjadi solusi konkret.
Setelah membaca artikel ini, Anda akan memiliki strategi praktis untuk membantu bisnis Anda berkembang, lebih kompetitif, dan siap menghadapi tantangan apapun. Yuk, simak sampai selesai!
Apa itu Problem Solving Framework?
Problem solving framework adalah serangkaian langkah atau metode sistematis yang digunakan untuk mengidentifikasi, menganalisis, dan menyelesaikan suatu masalah secara efektif.
Framework ini membantu individu atau tim dalam memahami akar masalah, mengeksplorasi berbagai solusi, dan menentukan tindakan yang paling tepat untuk mengatasi tantangan yang dihadapi.
Dengan menerapkan problem solving framework, proses pemecahan masalah menjadi lebih terstruktur, terukur, dan efisien. Hasilnya, keputusan yang Anda ambil pun semakin akurat dan optimal.
Framework ini banyak digunakan dalam bisnis maupun organisasi untuk meningkatkan produktivitas kerja, kreativitas, dan efektivitas tim dalam menghadapi berbagai masalah.
Baca Juga: 15 Cara Meningkatkan Skill Problem Solving, Paling Ampuh!
7 Problem Solving Framework
Setelah mengetahui pengertiannya, pastinya Anda penasaran dong apa saja problem solving framework? Berikut ini adalah 7 framework terbaik yang bisa Anda gunakan untuk menyelesaikan berbagai masalah bisnis secara efektif.
1. Problem Solving Framework Menurut McKinsey
Sumber: Freepik
Framework dari McKinsey adalah salah satu metode pemecahan masalah paling terkenal yang digunakan oleh perusahaan global.
Metode ini membantu mengurai masalah kompleks menjadi langkah-langkah yang lebih sederhana dan mudah dianalisis. Melalui pendekatan ini, pengambilan keputusan menjadi lebih cepat dan berbasis data.
- Definisikan Masalah: Tetapkan masalah utama secara jelas.
- Uraikan Masalah: Bagi masalah menjadi beberapa bagian kecil agar mudah dipahami.
- Prioritaskan Isu: Tentukan isu mana yang paling penting untuk diselesaikan lebih dulu.
- Kembangkan Hipotesis: Rumuskan solusi sementara untuk diuji.
- Analisis Data: Kumpulkan data yang relevan untuk menguji hipotesis.
- Sintesis Temuan: Simpulkan hasil analisis data menjadi wawasan utama.
- Komunikasikan: Sampaikan rekomendasi solusi secara jelas kepada tim.
2. Teknik Root Cause Analysis
Root Cause Analysis (RCA) adalah metode yang berfokus pada mengidentifikasi akar penyebab suatu masalah, bukan hanya gejalanya.
Jika sudah memahami akar permasalahan, solusi yang diterapkan akan lebih efektif dan mencegah masalah yang sama terulang. Teknik ini sering digunakan dalam manajemen proyek, produksi, dan layanan pelanggan.
- Definisikan Masalah: Kenali masalah secara spesifik.
- Kumpulkan Data: Dapatkan informasi yang relevan terkait masalah.
- Identifikasi Faktor Penyebab: Kenali faktor-faktor yang berkontribusi terhadap masalah.
- Identifikasi Akar Penyebab: Temukan penyebab dasar menggunakan metode seperti "5 Whys".
- Rekomendasikan dan Implementasikan Solusi: Tetapkan langkah perbaikan dan jalankan solusi yang paling tepat.
3. Metode CIRCLES untuk Pemecahan Masalah
Metode CIRCLES sering digunakan dalam desain produk dan pengambilan keputusan berbasis pengguna. Framework ini membantu tim memahami perspektif pelanggan dan memastikan bahwa solusi yang diterapkan benar-benar menyelesaikan masalah yang ada.
Dengan metode ini, perusahaan dapat meningkatkan kepuasan pelanggan sekaligus mengoptimalkan inovasi produk.
- Pahami Situasi: Pelajari konteks permasalahan secara menyeluruh.
- Laporkan Kebutuhan Pelanggan: Tentukan kebutuhan dan masalah pelanggan secara jelas.
- Prioritaskan: Pilih masalah yang perlu dipecahkan terlebih dahulu.
- Daftar Solusi: Kumpulkan berbagai opsi solusi.
- Evaluasi Trade-off: Pertimbangkan kelebihan dan kekurangan setiap solusi.
- Ringkas Rekomendasi: Pilih solusi terbaik berdasarkan evaluasi.
4. Checklist Phoenix
Sumber: Freepik
Metode Checklist Phoenix dikembangkan oleh CIA sebagai teknik berpikir kritis untuk mengeksplorasi berbagai sudut pandang masalah.
Metode ini menggunakan daftar pertanyaan yang dirancang untuk membantu individu atau tim berpikir lebih dalam terhadap suatu masalah. Jika Anda mempertanyakan setiap aspek permasalahan, perusahaan bisa menemukan solusi yang lebih inovatif dan tidak terpikirkan sebelumnya.
Misalnya, pertanyaan seperti:
- "Apa yang sebenarnya sedang terjadi?"
- "Bagaimana jika masalah ini terjadi di departemen lain?"
- "Apa konsekuensi jangka panjang dari setiap solusi yang dipilih?"
Dengan cara ini, tim dapat menemukan akar masalah yang mungkin terlewat dan mengeksplorasi berbagai solusi yang lebih efektif.
5. Lightning Decision Jam (LDJ)
Jika Anda mencari cara pemecahan masalah yang cepat dan efisien, Lightning Decision Jam (LDJ) bisa menjadi solusinya.
Framework ini dirancang untuk menyelesaikan masalah dalam waktu singkat dengan pendekatan kolaboratif. Teknik ini sering digunakan dalam sesi brainstorming agar tim dapat menghasilkan solusi tanpa terjebak dalam diskusi panjang yang tidak efektif.
LDJ bekerja dalam 9 langkah sederhana yang dimulai dengan mengidentifikasi masalah, kemudian brainstorming solusi, dan akhirnya memilih solusi terbaik dalam waktu terbatas.
Tim tidak hanya fokus pada masalah, tetapi langsung diarahkan untuk mencari jalan keluar yang konkret dan dapat dieksekusi. Metode ini sangat efektif untuk bisnis yang bergerak cepat dan membutuhkan keputusan yang gesit.
6. DMAIC (Define, Measure, Analyze, Improve, Control)
DMAIC adalah problem solving framework yang berasal dari metodologi Six Sigma dan sering digunakan dalam peningkatan kualitas bisnis.
Framework ini sangat cocok untuk perusahaan yang ingin meningkatkan efisiensi proses dan mengurangi kesalahan operasional. Pendekatannya yang berbasis data, membuat DMAIC membantu bisnis mengidentifikasi titik lemah dan melakukan perbaikan secara berkelanjutan.
- Define (Tentukan): Identifikasi masalah yang perlu dipecahkan.
- Measure (Ukur): Kumpulkan data untuk memahami sejauh mana dampak masalah.
- Analyze (Analisis): Cari tahu akar penyebab utama dengan analisis data.
- Improve (Perbaiki): Implementasikan solusi berdasarkan analisis yang dilakukan.
- Control (Kendalikan): Monitor hasil dan pastikan solusi tetap efektif dalam jangka panjang.
7. Diagram Fishbone (Ishikawa)
Diagram Fishbone atau dikenal sebagai Ishikawa Diagram adalah alat visual yang membantu mengidentifikasi berbagai faktor penyebab masalah.
Disebut "fishbone" karena tampilannya menyerupai tulang ikan dengan cabang-cabang yang menunjukkan berbagai kategori penyebab.
Metode ini sangat berguna untuk mengeksplorasi berbagai aspek masalah yang mungkin tidak langsung terlihat.
Misalnya, dalam masalah penurunan penjualan, diagram ini bisa menunjukkan bahwa penyebabnya mungkin berasal dari strategi pemasaran yang kurang efektif, masalah operasional, atau perubahan tren pasar.
Dengan memvisualisasikan semua faktor penyebab secara sistematis, tim dapat lebih mudah memahami akar masalah dan mengambil langkah yang lebih tepat.
Baca Juga: 5 Metode Problem Solving untuk Mengoptimalkan Solusi Bisnis
Sudah Menemukan Problem Solving Framework yang Cocok?
Setelah mempelajari berbagai problem solving framework, kini saatnya menerapkannya untuk membawa bisnis Anda selangkah lebih maju. Jadikan perusahaan Anda tak hanya unggul secara kompetitif, tetapi juga berdampak positif bagi masyarakat luas.
Bergabunglah dalam program Build Your Socially Responsible Company dibimbing.id yang menghadirkan pilihan program edukasi seperti Mentor Talks dan Digital Skill Fair. Program ini dirancang khusus untuk membantu perusahaan Anda menciptakan perubahan sosial nyata, sekaligus meningkatkan kualitas SDM secara efektif.
Dengan dukungan lebih dari 338 mentor profesional & berkualitas, serta pengalaman bekerja sama dengan lebih dari 58 perusahaan terkemuka di Indonesia, dibimbing.id siap mendampingi bisnis Anda menjadi lebih strategis dan bermakna.
Jika Anda punya pertanyaan, “Bagaimana cara mengintegrasikan program CSR dengan strategi bisnis menggunakan problem solving framework?” atau “Program edukasi mana yang cocok untuk kebutuhan dan karakteristik tim kami?”, langsung konsultasi gratis melalui link ini. dibimbing.id pasti #BimbingSampeJadi!
Referensi
Tags