Copywriting VS UX Writing, Berikut 7 Pembedanya - dibimbing.id

Kezia Margaretha

28 October 2022

4895

Image Banner

Halo Sobat MinDi, kalian pasti udah ga asing kan sama jenis tulisan yang berkaitan dengan dunia digital? Misalnya sendiri adalah copywriting dan User Experience writing. Kedua jenis tulisan tersebut merupakan salah satu yang banyak diminati oleh kalangan muda saat ini. Meskipun demikian, masih banyak lho orang yang ga bisa membedakan keduanya. Nah, buat kalian yang masih belum bisa membedakan, yuk simak artikel di bawah ini! 


  1. Pengertian Copywriting dan UX Writing


Mendengar kata copywriting, kalian pasti udah ga asih banget nih sama jenis tulisan satu ini. Copywriting sendiri merupakan sebuah tulisan yang bertujuan untuk menjual sebuah produk baik itu secara langsung melalui iklan ataupun yang secara tidak langsung melalui blog sebuah bisnis. Copywriting sendiri memiliki sangat banyak jenis dimulai dari unggahan blog, unggahan di sosial media, slogan, dan bahkan sampai dengan deskripsi produk. Untuk itu, setiap penulisan copywriting penuh dengan pertimbangan berdasarkan dengan jenisnya.


Nah, sementara UX Writing sendiri mungkin kurang asing terdengar kiprahnya. Namun, UX Writing tidak kalah penting, dimana UX Writing bertujuan untuk memberikan pengguna pengalaman yang hebat. UX Writer sendiri menulis untuk memandu pengguna menggunakan produk tersebut. Biasanya kita dapat melihat karya dari UX Writing di tulisan notifikasi, instruksi, chatbots, dan lainnya. 


  1. Tujuan Penulisan


Keduanya memiliki tujuan utama yang sangat berbeda. Copywriting sendiri memiliki tujuan utama untuk menggaet pengguna atau pelanggan baru dengan cara yang persuasif agar orang tersebut membeli sebuah produk. Untuk itu, tujuannya sendiri sebenarnya cukup luas dan tergantung dari produk yang ingin dipromosikan. Misalnya, bisa saja untuk meningkatkan engagement sebuah brand atau juga meningkatkan penjualan. 


Sedangkan, tujuan dari penulisan UX Writing adalah untuk memfasilitasi User Experience (UX) terhadap suatu produk atau jasa digital. Dengan demikian, tujuan UX Writing sangat berbeda dengan copywriting dimana mereka tidak bertujuan untuk membujuk dan menjual ke para pelanggan. Mereka lebih berfokus dalam membantu pengguna agar lebih jelas dalam menggunakan sebuah produk digital. 


  1. UX Writing dan Copywriting Ditemukan di Tempat yang Berbeda 


Ketika membahas perbedaan UX Writing dan Copywriting, pembeda yang dapat dengan mudah dirasakan adalah dengan melihat dimana kamu menemukan tulisan tersebut. Apabila kamu menemukan tulisan tersebut di artikel blog, email pemasaran, iklan cetak, atau pun situs-situs sebuah perusahaan, artinya kamu sedang membaca hasil kerja keras dari Copywriting. 


Apabila kamu melihat sebuah tulisan di produk-produk digital seperti tulisan di aplikasi yang membantu memandumu. Hal tersebut menandakan kamu sedang membaca contoh hasil dari UX Writing. 


  1. Bentuk Penulisan 


Ketika kamu menemukan tulisan-tulisan seperti “Well, our World Sleep Days bundle is about to make your dreams a reality! Rp. 150.000.” Hal tersebut merupakan hasil dari Copywriting. Tulisan yang merupakan Copywriting biasanya terdengar persuasif dan juga informatif. Hal tersebut bertujuan agar kamu pun tertarik untuk membeli produk yang mereka tulis. Copywriting sendiri terkadang juga berbentuk lebih panjang dan deskriptif untuk menarik emosi dari pengguna. 


Nah, cukup berbeda, hasil dari UX Writing yang mungkin sering kali lihat adalah “Check Availability” di aplikasi-aplikasi jualan online. Melihat dari contoh tersebut, penulisan UX Writing biasanya bersifat lebih jelas, ringkas, dan to the point. Hal tersebut agar user tidak merasa kewalahan dan terintimidasi dalam membaca tulisan tersebut.  


  1. Skills yang Dibutuhkan 


Bisa dibilang kedua profesi tersebut membutuhkan skill penulisan yang baik dan adaptif berdasarkan audiens dan brand. Meskipun demikian, terdapat skill-skill lain yang dibutuhkan baik dalam Copywriting maupun UX Writing. 


Untuk mendalami Copywriting, maka dibutuhkan skill yang ahli dalam bidang marketing. Kamu harus memahami adanya perbedaan cara menggaet pengguna berdasarkan jenis konten serta hal-hal apa saja yang perlu dilibatkan untuk menarik perhatian pengguna. Kamu juga perlu untuk memiliki kreativitas sehingga hasil Copywriting milikmu dapat terlihat menarik. 


Dalam UX Writing, terdapat juga skill-skill lain yang dibutuhkan seperti pemahaman mengenai UX yang meliputi proses-proses serta prinsip dasar. Kamu perlu mengerti akan konsep-konsep yang ada di dalam dunia UX seperti kegunaan, aksesibilitas, arus pengguna, dan lainnya.  


  1. Keduanya Berada di dalam Cakupan yang Berbeda 


Membahas mengenai cakupan, keduanya berada di dalam cakupan yang sangat berbeda di dalam dunia digital. Copywriting sendiri termasuk ke dalam cakupan Digital Marketing. Untuk itu, kamu akan lebih berfokus dalam membuat konten-konten yang berguna untuk memasarkan dan tidak terlibat dalam pembuatan desain-desain sebuah produk. Seorang Copywriter juga biasanya bekerja dengan anggota tim seperti email marketers, social media manager, dan performance marketers


Sementara, UX Writing merupakan bagian dari bidang UX Design. Biasanya UX Writing berkaitan erat dengan dunia UX Design. Selain itu, seorang UX Writer sendiri juga bekerja dengan Product Manager dan UX/UI Designer untuk memastikan user akan memperoleh pengalaman yang berharga. 


  1. Copywriting Dapat Dikerjakan Sendiri, UX Writing Perlu Bekerja Bersama Tim 


Ketika membahas cara kerjanya, Copywriter biasanya dapat bekerja secara secara mandiri. Namun, hal tersebut tidak direkomendasikan karena untuk menghasilkan tulisan yang baik untuk sebuah produk, maka diperlukan strategi dan tujuan dari produk yang ditulis. Untuk memahami tersebut, interaksi dengan anggota tim atau departemen lain tentunya sangat berguna. 


Sedangkan UX Writer biasanya lebih berkaitan erat dengan anggota timnya. Mereka biasanya bekerja dengan anggota tim lainnya seperti UX Designer karena menghasilkan produk yang merupakan satu kesatuan. 


Nah, itu dia enam perbedaan antara Copywriting dan juga UX Writing. Meskipun keduanya terlihat sama-sama sebagai sebuah bentuk tulisan, ternyata keduanya memiliki perbedaan yang cukup kompleks ya, Sobat MinDi! 


Tidak familiarnya orang-orang terhadap perbedaan keduanya juga mungkin disebabkan oleh profesi User Experience Writing yang masih kurang mendapat perhatian oleh masyarakat pada umumnya. Nah, namun bagi kamu yang ingin berkecimpung di dunia tersebut, kamu dapat mengikuti bootcamp UI/UX dari Dibimbing.id.


Kenapa harus Dibimbing.id? 


Melalui Dibimbing.id kamu akan mendapatkan materi secara lengkap mengenai UX Writing dari awal sampai akhir. Gak cuman disitu, kamu juga bisa melakukan konsultasi bersama dengan mentor-mentor yang sangat berpengalaman. Kalian nantinya juga akan mengerjakan sebuah proyek yang dapat dimasukkan ke dalam portofolio UX kalian di akhir bootcamp.


Bagian paling menariknya adalah kamu bisa aja mendapatkan kesempatan penyaluran kerja apabila kamu memiliki record yang baik. Yuk jangan berlama-lama lagi, segera daftarkan dirimu di sini!


Share

Author Image

Kezia Margaretha

Content writer yang (masih) banyak pengen tau ini itu.

dibimbing

PT. Dibimbing Digital Indonesia

Plaza CityView Lantai 2
Jl. Kemang Timur No.1, RT.14/RW.8, Pejaten Bar., Ps. Minggu, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12510

Subscribe Email

Get the best new products in your inbox, every day. Get the latest content first.

Copyright © 2024. PT Dibimbing Digital Indonesia. All Rights Reserved