Pembagian Dividen: Pengertian, Jadwal, dan Contoh
DITULIS OLEH
Irhan Hisyam Dwi Nugroho
Dibuat pada 29 Jun 2026
Diubah pada 10 Jul 2026
266
Pembagian dividen menjadi salah satu keuntungan yang dinantikan investor selain kenaikan harga saham. Namun, sudahkah Warga Bimbingan memahami bagaimana dividen dibagikan kepada pemegang saham?
Dividen merupakan pembagian laba perusahaan kepada pemegang saham sesuai jumlah saham yang dimiliki. Besarnya dividen yang diterima bergantung pada kebijakan perusahaan dan kinerja bisnisnya.
Agar tidak melewatkan hak sebagai investor, penting untuk memahami jadwal dan mekanisme pembagian dividen. Yuk, simak pengertian, jadwal, dan contoh perhitungan dividen pada artikel berikut!
Apa Itu Pembagian Dividen?
Pembagian dividen adalah proses pembagian sebagian laba perusahaan kepada para pemegang saham sebagai bentuk imbal hasil atas investasi yang telah mereka lakukan.
Dividen biasanya dibagikan setelah perusahaan memperoleh keuntungan dan mendapatkan persetujuan dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).
Besarnya dividen yang diterima investor bergantung pada jumlah saham yang dimiliki serta nilai dividen per saham yang ditetapkan perusahaan.
Bagi banyak investor, pembagian dividen menjadi salah satu indikator kesehatan keuangan perusahaan sekaligus sumber pendapatan pasif dari investasi saham.
Baca Juga: Rekomendasi Bootcamp Finance Accounting Online Bersertifikat
Bagaimana Mekanisme Pembagian Dividen?
Setelah memahami pengertian dividen, Warga Bimbingan juga perlu mengetahui bagaimana proses pembagian dividen dilakukan.
Secara umum, terdapat beberapa tahapan yang harus dilalui perusahaan sebelum dividen diterima oleh investor.
1. Penetapan Dividen Melalui RUPS
Proses pembagian dividen biasanya dimulai melalui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS). Dalam rapat ini, manajemen perusahaan mengusulkan besaran laba yang akan dibagikan kepada pemegang saham.
Keputusan akhir mengenai jumlah dividen akan disetujui oleh para pemegang saham yang hadir dalam RUPS.
2. Pengumuman Dividen kepada Investor
Setelah memperoleh persetujuan, perusahaan akan mengumumkan besaran dividen yang akan dibagikan.
Informasi ini biasanya mencakup nilai dividen per saham serta jadwal pembayarannya. Pengumuman tersebut membantu investor mengetahui potensi pendapatan yang akan diterima.
3. Penentuan Pemegang Saham yang Berhak
Perusahaan kemudian menentukan daftar pemegang saham yang berhak menerima dividen berdasarkan tanggal pencatatan (recording date).
Investor yang tercatat sebagai pemegang saham pada tanggal tersebut akan memperoleh hak atas dividen. Oleh karena itu, memahami jadwal dividen menjadi hal yang penting bagi investor.
4. Pembayaran Dividen
Pada tahap akhir, perusahaan akan menyalurkan dividen kepada pemegang saham yang memenuhi syarat.
Dividen tunai biasanya dikirim langsung ke rekening dana nasabah (RDN) investor. Setelah pembayaran selesai, investor dapat menggunakan dana tersebut untuk ditarik atau diinvestasikan kembali.
Baca Juga: 4 Contoh CV Finance Accounting (Gratis Template)
Jenis-Jenis Dividen yang Perlu Diketahui
Selain memahami mekanismenya, Warga Bimbingan juga perlu mengetahui bahwa dividen tidak hanya berbentuk uang tunai.
Dalam praktiknya, perusahaan dapat membagikan dividen dalam beberapa jenis sesuai kebijakan dan kondisi keuangan perusahaan.
1. Dividen Tunai
Dividen tunai adalah jenis dividen yang dibagikan dalam bentuk uang kepada pemegang saham. Jenis dividen ini paling umum ditemukan karena langsung masuk ke rekening dana nasabah investor.
Besarnya dividen tunai biasanya dihitung berdasarkan jumlah saham yang dimiliki dikalikan nilai dividen per saham.
2. Dividen Saham
Dividen saham adalah pembagian dividen dalam bentuk tambahan saham kepada pemegang saham.
Jadi, investor tidak menerima uang tunai, melainkan memperoleh tambahan jumlah kepemilikan saham. Jenis dividen ini biasanya dilakukan ketika perusahaan ingin tetap memberi imbal hasil, tetapi tetap menjaga kas perusahaan.
3. Dividen Properti
Dividen properti adalah dividen yang dibagikan dalam bentuk aset selain uang tunai atau saham.
Aset tersebut bisa berupa barang, surat berharga, atau bentuk kekayaan lain yang dimiliki perusahaan. Meski tidak seumum dividen tunai, jenis dividen ini tetap bisa digunakan dalam kondisi tertentu sesuai kebijakan perusahaan.
4. Dividen Interim
Dividen interim adalah dividen yang dibagikan sebelum tahun buku perusahaan berakhir. Biasanya, dividen ini diberikan ketika perusahaan sudah mencatatkan kinerja keuangan yang baik dalam periode berjalan.
Namun, pembagian dividen interim tetap harus mempertimbangkan kemampuan perusahaan agar tidak mengganggu operasional bisnis.
5. Dividen Final
Dividen final adalah dividen yang dibagikan setelah laporan keuangan tahunan perusahaan selesai dan disetujui dalam RUPS.
Jenis dividen ini biasanya menjadi pembagian resmi berdasarkan laba bersih perusahaan selama satu tahun buku. Bagi investor, dividen final sering menjadi salah satu momen penting untuk menilai konsistensi perusahaan dalam membagikan keuntungan.
Baca Juga: 16 Pertanyaan Interview Admin Finance dan Jawabannya
Jadwal Penting dalam Pembagian Dividen
Sumber: Desain oleh Dibimbing
Dalam pembagian dividen, jadwal menjadi hal penting yang perlu diperhatikan investor. Sebab, hak untuk menerima dividen ditentukan berdasarkan tanggal-tanggal tertentu yang sudah ditetapkan oleh perusahaan.
1. Cum Date
Cum date adalah tanggal terakhir bagi investor untuk membeli saham agar tetap berhak menerima dividen.
Jika investor membeli saham sebelum atau pada tanggal cum date, namanya masih akan masuk dalam daftar penerima dividen. Karena itu, tanggal ini sering diperhatikan oleh investor yang sedang mengincar pembagian dividen.
2. Ex Date
Ex date adalah tanggal ketika investor yang baru membeli saham sudah tidak lagi berhak menerima dividen. Biasanya, ex date jatuh setelah cum date.
Jika investor membeli saham pada tanggal ex date atau setelahnya, dividen akan menjadi hak investor yang sebelumnya sudah tercatat.
3. Recording Date
Recording date adalah tanggal pencatatan pemegang saham yang berhak menerima dividen.
Pada tanggal ini, perusahaan akan melihat daftar investor yang masih tercatat sebagai pemilik saham. Investor yang namanya masuk dalam daftar tersebut akan memperoleh dividen sesuai jumlah saham yang dimiliki.
4. Payment Date
Payment date adalah tanggal pembayaran dividen kepada pemegang saham yang berhak. Pada tanggal ini, dividen tunai biasanya akan masuk ke rekening dana nasabah investor.
Setelah dana diterima, investor bisa menariknya atau menggunakannya kembali untuk membeli saham lain.
5. Declaration Date
Declaration date adalah tanggal ketika perusahaan mengumumkan rencana pembagian dividen.
Informasi yang diumumkan biasanya mencakup nilai dividen per saham, cum date, ex date, recording date, dan payment date. Tanggal ini penting diperhatikan agar investor bisa menyusun strategi sebelum jadwal pembagian dividen berlangsung.
Contoh Perhitungan Pembagian Dividen
Agar lebih mudah dipahami, Warga Bimbingan bisa melihat simulasi menggunakan saham BBRI. Berdasarkan contoh data, dividen BBRI tercatat sebesar Rp346 per saham dengan dividend yield sekitar 12,01%.
Misalnya, seorang investor memiliki 100 lot saham BBRI. Karena 1 lot saham sama dengan 100 lembar, maka 100 lot setara dengan 10.000 lembar saham.
Rumusnya:
Total Dividen = Jumlah Saham x Dividen per Saham
Total Dividen = 10.000 x Rp346 = Rp3.460.000
Artinya, investor dengan kepemilikan 100 lot saham BBRI berpotensi menerima dividen kotor sebesar Rp3.460.000. Namun, jumlah yang masuk ke rekening dana nasabah bisa lebih kecil karena adanya potongan pajak sesuai ketentuan yang berlaku.
Dari contoh ini, semakin besar jumlah lot saham yang dimiliki, semakin besar pula potensi dividen yang diterima. Selain itu, investor juga bisa memperhatikan dividend yield untuk melihat seberapa besar imbal hasil dividen dibandingkan harga sahamnya.
Ingin Berkarier di Bidang Finance & Accounting?
Memahami pembagian dividen bisa menjadi langkah awal untuk mengenal dunia keuangan, investasi, dan analisis bisnis. Dari sini, kamu bisa mulai membangun skill untuk membaca laporan keuangan dan memahami kondisi perusahaan dengan lebih tepat.
Yuk, ikuti Bootcamp Finance & Accounting di Dibimbing! Kamu akan belajar materi praktis seperti financial statement, budgeting, taxation, audit, hingga financial analysis bersama mentor berpengalaman.
Dengan 1.100+ hiring partner dan tingkat keberhasilan alumni 96%, peluangmu untuk membangun karier di bidang finance dan accounting semakin terbuka lebar.
Jadi, tunggu apa lagi? Hubungi di sini dan daftar sekarang di Dibimbing. #BimbingSampeJadi!
FAQ
1. Apakah harus punya background finance & accounting?
Tidak harus. Bootcamp ini bisa diikuti pemula, fresh graduate, maupun career switcher yang ingin belajar finance dan accounting dari dasar.
2. Apa saja yang dipelajari di bootcamp ini?
Peserta akan belajar financial statement, budgeting, taxation, audit, financial analysis, hingga tools yang relevan di industri.
3. Apakah peserta dibantu untuk persiapan karier?
Ya, peserta akan mendapatkan pembelajaran praktis, portofolio, dan fasilitas Job Connect untuk mendukung persiapan karier.
4. Apakah bisa diskusi di luar jadwal kelas?
Bisa. Peserta dapat berdiskusi dan bertanya melalui fasilitas belajar yang disediakan oleh Dibimbing.
Kategori:
Penulis
Irhan Hisyam Dwi Nugroho is an SEO Specialist and Content Writer with 4 years of experience in optimizing websites and writing relevant content for various brands and industries. Currently, I also work as a Content Writer at Dibimbing.id and actively share content about technology, SEO, and digital marketing through various platforms.
