Dibimbing - Layoff Adalah: Penyebab, Dampak, dan Cara Menghadapinya
Blog
Bootcamp

Layoff Adalah: Penyebab, Dampak, dan Cara Menghadapinya

Author

DITULIS OLEH 

Farijihan Putri

Reviewer

DIREVIEW OLEH 

dibimbing.id

Dibuat pada 14 Jul 2026

Diubah pada 25 Agt 2026

135

Image Thumbnail

Dilansir dari Kompas.com, sebanyak 23.470 pekerja mengalami PHK pada 2026. Tentunya MinDi tidak akan mendoakan kamu mengalami kondisi tersebut, tetapi layoff adalah situasi yang bisa terjadi di berbagai perusahaan akibat perubahan bisnis maupun kondisi ekonomi.

Warga Bimbingan, memahami penyebab dan cara menyikapi layoff akan membantumu lebih siap menghadapi perubahan karier apabila sewaktu-waktu terjadi. 

Nah, supaya peluangmu tetap terbuka, kamu juga bisa mulai meningkatkan kompetensi melalui Program Bootcamp Dibimbing yang dirancang sesuai kebutuhan industri saat ini.


Apa Itu Layoff?

Layoff adalah keputusan perusahaan untuk menghentikan hubungan kerja dengan karyawan karena alasan tertentu, seperti efisiensi, restrukturisasi, atau kondisi bisnis. Berbeda dengan resign, layoff bukan terjadi atas keinginan karyawan, melainkan keputusan dari perusahaan.

Kondisi tersebut dapat bersifat sementara maupun permanen, tergantung kebijakan perusahaan. Makanya nih, memahami layoff penting agar kamu mengetahui hak sekaligus langkah yang perlu dipersiapkan setelahnya.

Baca Juga: Switch Career Secepat Kilat, Kak Sri Sukses Jadi Data Scientist


Apa Penyebab Perusahaan Melakukan Layoff?

Setiap perusahaan memiliki alasan yang berbeda, tetapi beberapa faktor berikut menjadi penyebab yang paling sering terjadi.


1. Penurunan Kondisi Keuangan

Salah satu penyebab layoff yang paling umum adalah kondisi keuangan perusahaan yang memburuk sehingga biaya operasional perlu ditekan. Akibatnya, perusahaan melakukan pengurangan jumlah karyawan agar bisnis tetap dapat berjalan.


2. Efisiensi Operasional

Selain masalah finansial, perusahaan juga dapat melakukan efisiensi untuk meningkatkan produktivitas. Langkah tersebut biasanya dilakukan dengan menyederhanakan struktur organisasi atau menggabungkan beberapa divisi.


3. Restrukturisasi Organisasi

Penyebab layoff berikutnya adalah restrukturisasi organisasi akibat perubahan strategi bisnis atau arah perusahaan. Nah, proses tersebut sering membuat beberapa posisi tidak lagi dibutuhkan sehingga jumlah karyawan harus disesuaikan.


4. Perkembangan Teknologi

Penggunaan teknologi dan otomatisasi membuat beberapa pekerjaan dapat diselesaikan dengan lebih cepat dan efisien. Alhasil, kebutuhan tenaga kerja pada posisi tertentu pun bisa berkurang.


5. Perubahan Kondisi Pasar

Permintaan pelanggan yang menurun atau persaingan bisnis yang semakin ketat juga dapat mempengaruhi keputusan perusahaan. Oleh karena itu, sebagian perusahaan memilih melakukan penyesuaian jumlah karyawan agar tetap mampu bertahan.


Bagaimana Dampak Layoff bagi Karyawan?

Sumber: Pexels

Layoff bukan hanya memengaruhi kondisi finansial, tetapi juga dapat berdampak pada kehidupan pribadi dan rencana karier seseorang. Berikut dampak layoff yang paling sering dirasakan karyawan.

  1. Kehilangan sumber pendapatan utama sehingga perlu menyesuaikan kondisi keuangan.
  2. Muncul tekanan psikologis, seperti stres, cemas, atau kehilangan rasa percaya diri.
  3. Membutuhkan waktu untuk mencari pekerjaan baru yang sesuai dengan pengalaman dan kemampuan.
  4. Perubahan rencana karier sehingga perlu mempertimbangkan reskilling atau upskilling.
  5. Berkurangnya berbagai fasilitas kerja, seperti asuransi kesehatan atau tunjangan dari perusahaan.
  6. Muncul kesempatan untuk mengevaluasi tujuan karier dan mempelajari skill baru yang lebih relevan dengan kebutuhan industri.

Baca Juga: Cara Mudah Switch Karir lewat Bootcamp agar Sukses


Mengapa Layoff Perlu Disikapi Secara Strategis?

mengapa-layoff-perlu-disikapi-secara-strategis

Sumber: Pexels

Layoff memang berarti kehilangan pekerjaan, tetapi dampaknya tidak berhenti sampai di situ. Nah, berikut dua alasan yang perlu Warga Bimbingan ketahui ya!


1. Kesehatan Mental Berperan dalam Risiko Terkena Layoff

Tekanan kerja yang tinggi dan kondisi mental yang kurang baik dapat mempengaruhi performa seseorang di tempat kerja. Oleh sebab itu, menjaga kesehatan mental sama pentingnya dengan mengembangkan kemampuan teknis agar kamu tetap dapat bekerja secara optimal.


2. Layoff Berdampak pada Kondisi Psikologis Pekerja

Kehilangan pekerjaan sering memunculkan rasa cemas, stres, hingga kehilangan rasa percaya diri. Meski begitu, kondisi tersebut bisa dihadapi secara bertahap dengan membangun rutinitas baru, memperluas jaringan, dan mulai meningkatkan kompetensi yang dibutuhkan industri.


Apa yang Harus Dilakukan Setelah Terkena Layoff?

Meski situasinya tidak mudah, memahami hak karyawan saat layoff sekaligus menyusun langkah berikutnya dapat membantumu lebih siap menghadapi proses transisi karier.


1. Pahami Hak sebagai Karyawan

Pastikan kamu mengetahui hak yang diberikan perusahaan, seperti pesangon, uang penggantian hak, atau manfaat lain sesuai peraturan yang berlaku. Dengan begitu, proses transisi setelah layoff dapat berjalan lebih tenang.


2. Evaluasi Kemampuan yang Dimiliki

Selanjutnya, coba identifikasi kembali pengalaman dan skill yang sudah kamu kuasai. Cara tersebut membantu menentukan posisi kerja yang paling sesuai atau kemampuan baru yang perlu dipelajari.


3. Perbarui CV dan LinkedIn

Perbarui informasi pengalaman kerja, pencapaian, maupun portofolio agar lebih relevan dengan posisi yang kamu incar. Selain itu, optimalkan profil LinkedIn supaya recruiter lebih mudah menemukanmu.


4. Tingkatkan Skill yang Relevan

Dunia kerja terus berkembang, sehingga kemampuan yang relevan akan meningkatkan daya saing. Nah, mengikuti pelatihan atau bootcamp bisa menjadi salah satu cara untuk mempersiapkan diri menghadapi peluang kerja berikutnya.


5. Bangun Networking

Jangan ragu kembali terhubung dengan teman, mantan rekan kerja, atau komunitas profesional. Siapa tahu, informasi lowongan atau peluang kolaborasi berikutnya datang dari jaringan yang sudah kamu bangun.

Baca Juga: Kursus Online Weekend vs Kursus Online Weekday, Mana yang Lebih Cocok untukmu?


Bagaimana Meningkatkan Peluang Kerja Setelah Layoff?

Menghadapi layoff bukan hanya tentang mencari pekerjaan baru, tetapi juga mempersiapkan diri agar tetap relevan dengan kebutuhan industri. 

Memperbarui skill, memperkuat portofolio, dan memahami tren pekerjaan terbaru menjadi langkah penting, terutama bagi kamu yang ingin kembali berkarier di bidang seperti teknologi, marketing, bisnis, maupun bidang profesional lainnya.

Nah, salah satu cara yang bisa dilakukan adalah mengikuti program pembelajaran yang terstruktur agar proses upskilling dan reskilling berjalan lebih terarah. Melalui Bootcamp Dibimbing, kamu bisa belajar skill sesuai kebutuhan industri dengan pilihan kelas online maupun offline yang fleksibel.

MinDi menyediakan berbagai program untuk membantu kamu mempersiapkan karier, mulai dari bidang teknologi, bisnis, kreatif, hingga manajemen, seperti:

  1. Bootcamp Front-End Web Development
  2. Bootcamp Finance & Accounting
  3. Bootcamp Investment & Banking
  4. Bootcamp Supply Chain Management
  5. Bootcamp Graphic Design & UI/UX
  6. Bootcamp Quality Assurance
  7. Bootcamp Back-End Development
  8. Bootcamp Risk Management
  9. Bootcamp Legal & Policy
  10. Bootcamp Data Science & AI Machine Learning
  11. Bootcamp DevOps Engineering
  12. Bootcamp Business Analyst & Product Strategy
  13. Bootcamp Audit
  14. Bootcamp Data Engineering
  15. Bootcamp ESG & Sustainability Management
  16. Bootcamp Data Analytics (online & offline)
  17. Bootcamp Digital Marketing (online & offline)
  18. Bootcamp Human Resources
  19. Bootcamp Cyber Security
  20. Bootcamp Full-Stack Web Development (online & offline)

Melalui pembelajaran berbasis praktik, project, dan kebutuhan industri, kamu bisa membangun kompetensi baru sekaligus meningkatkan kesiapan saat kembali mencari peluang kerja setelah layoff.

Baca Juga: 19 Bootcamp dengan Magang untuk Karier Lebih Siap


Kesimpulan

Layoff adalah kondisi yang bisa terjadi akibat berbagai perubahan dalam perusahaan maupun industri. Memahami penyebabnya dan terus meningkatkan skill akan membantumu lebih siap menghadapi perubahan karier.


Bootcamp Terbaik untuk Upgrade Skill dan Siap Kerja

Mengembangkan skill menjadi salah satu langkah penting agar kamu tetap kompetitif di dunia kerja yang terus berubah. Melalui Bootcamp Dibimbing, kamu bisa belajar kemampuan baru secara lebih terarah dengan materi yang relevan, mentor berpengalaman, serta pembelajaran berbasis praktik untuk membantu mempersiapkan karier.

Kamu bisa memilih bootcamp online maupun offline yang bisa disesuaikan dengan tujuan karier. Benefit yang bisa kamu dapatkan, yaitu:

  1. Belajar online & offline tanpa hambatan
  2. Dukungan Learning Management System (LMS)
  3. Penyaluran Kerja ke 1.100+ hiring partner setelah lulus
  4. Terbukti 96% alumni sudah kerja
  5. Mentor dan networking yang berkelas
  6. Mendapatkan pengalaman melalui project dan studi kasus nyata untuk portofolio.

Kalau kamu masih bingung memilih bootcamp yang sesuai dengan minat dan tujuan kariermu atau ingin tahu skill apa yang paling dibutuhkan industri saat ini, konsultasi gratis sekarang bersama tim Dibimbing yang pasti #BimbingSampeJadi impianmu!


FAQ

1. Apakah mengikuti bootcamp bisa membantu mendapatkan pekerjaan?

Bisa. Bootcamp membantu kamu meningkatkan skill, membangun portofolio, dan mempersiapkan diri menghadapi proses rekrutmen sesuai kebutuhan industri.

2. Apakah pemula tanpa pengalaman kerja bisa mengikuti Bootcamp Dibimbing?

Bisa. Program Dibimbing tersedia untuk berbagai level, termasuk pemula yang ingin memulai atau berpindah karier (switch career).

3. Bagaimana memilih bootcamp yang sesuai dengan tujuan karier?

Pilih program berdasarkan minat, latar belakang, serta bidang pekerjaan yang ingin kamu tuju. Jika masih bingung, kamu bisa berkonsultasi dengan tim Dibimbing untuk mendapatkan rekomendasi yang sesuai.


Referensi

  1. 23.470 Pekerja Kena PHK pada 2026, Ini Sebaran Kasusnya di 34 Provinsi [Buka]

Kategori:

Share:

Penulis

Penulis Image

Farijihan Putri

Farijihan is a passionate Content Writer with 3 years of experience in crafting compelling content, optimizing for SEO, and developing creative strategies for various brands and industries.

Reviewer

Reviewer Image

dibimbing.id

Ditulis oleh tim diimbing.id, platform pembelajaran dan persiapan karir digital terkemuka di Indonesia. Mendapatkan penghargaan Startup Terpilih oleh Kominfo tahun 2021 dan telah mendapat akreditasi oleh KemdikbudRistek sebagai penyelenggara pendidikan. Beberapa referensi terpercaya: Media Indonesia, Dailysocial, Suara.com, Liputan6, Times Indonesia, Tribunnews, dan sebagainya.

Hi!👋
Kalau kamu butuh bantuan,
hubungi kami via WhatsApp ya!