dibimbing.id - Langkah Optimasi anggaran Iklan di Google Ads, Biar Gak Boncos!

Langkah Optimasi anggaran Iklan di Google Ads, Biar Gak Boncos!

Nadia L Kamila

•

10 October 2023

•

1160

Image Banner

Jika Sobat MinDi adalah pemula yang ingin mengiklankan bisnis di Google Ads, maka artikel ini MinDi buat sebagai panduan untuk mengetahui bagaimana cara beriklan dan optimasi anggaran iklan di Google Ads.

Dalam artikel ini, kamu akan mempelajari sistem iklan di Google Ads, apa saja jenis biaya di Google Ads dan cara optimalisasi anggaran iklan di Google Ads.


Mengenal Sistem Bidding Google Ads


Google Ads memiliki prinsip bidding untuk menawarkan posisi iklan yang tersedia kepada para pengklan mereka. Proses bidding ini mirip seperti proses pelelangan dimana orang akan mengajukan harga terbaik untuk mendapatkan barang tersebut. 

Sebagai pengiklan, kamu akan mengajukan berapa banyak yang bisa kamu bayar untuk setiap iklan yang tayang. Nantinya Google Ads akan memilih iklan mana yang berhasil mendapatkan posisi yang diajukan.

Kriteria pemilihan iklan Google Ads berdasarkan penawaran bid tertinggi dan juga iklan yang paling menarik atau paling relevan dengan produk yang ditawarkan.

Sehingga Google Ads tidak hanya memperhatikan harga, namun juga kualitas dan kreativitas iklan yang relevan dengan produk yang diiklankan.


Mengenal Jenis Biaya Google Ads


Saat beriklan, tentu kamu harus mengeluarkan modal atau biaya untuk dapat mencapai tujuan iklan. Berdasarkan sistem bidding, ada empat jenis biaya Google Ads yang perlu kamu ketahui:


1. Biaya Berdasarkan Click (CPC atau PPC)


PPC (Pay Per Click) atau CPC (Cost Per Click) adalah model periklanan di mana pengiklan membayar setiap kali iklan mereka diklik oleh pengguna. 

Singkatnya, bukannya membeli tampilan iklan, melainkan kamu baru akan membayar saat seseorang benar-benar mengklik iklanmu untuk mengunjungi situs web atau landing page kamu.

Jenis bid PPC atau CPC ini cocok untuk digunakan jika kamu bertujuan untuk mendapatkan konsumen dengan higher intent atau konsumen yang peluang konversinya cukup tinggi. 


2. Biaya Berdasarkan Impressions (CPM)


CPM (Cost Per Mille) merujuk pada biaya yang harus dibayar untuk setiap seribu tampilan iklan. Dalam model ini, pengiklan membayar berdasarkan jumlah tayangan iklan, bukan berdasarkan klik.

Misalnya kamu membeli iklan dengan CPM Rp 50.000, berarti kamu membayar Rp 50.000 untuk setiap 1.000 tampilan iklanmu. Jenis bid ini cocok untuk iklan yang tujuannya adalah Brand Awareness.


3. Biaya Berdasarkan Aksi atau Konversi


CPA (Cost Per Acquisition) adalah biaya yang dikenakan kepada pengiklan setiap kali tindakan spesifik, seperti pendaftaran atau pembelian, terjadi sebagai hasil dari iklan. 

Dengan kata lain, kamu hanya membayar saat iklanmu menghasilkan konversi atau aksi tertentu yang kamu inginkan, bukan hanya klik atau tampilan.


4. Biaya Berdasarkan Tayangan Video (CPV)


CPV (Cost Per View) adalah model biaya periklanan di mana pengiklan membayar berdasarkan jumlah tayangan video. Jenis biaya ini biasanya digunakan di platform seperti YouTube. 

Dalam CPV, kamu membayar saat seseorang menonton video iklan kamu atau berinteraksi dengan iklan tersebut, bukan berdasarkan klik atau tampilan saja.

Kamu bisa memilih akan melakukan bidding menggunakan sistem yang mana dari keempat biaya di atas. Tipsnya tentukan dulu jenis dan tujuan dari iklanmu, baru kamu bisa menentukan jenis biaya mana yang cocok untuk bisnismu.

Jika masih bingung dengan jenis biaya untuk melakukan bidding di Google Ads, kamu bisa belajar lebih lanjut bareng MinDi di Bootcamp Digital Marketing. Ada banyak real case project untuk membantu kamu lebih familiar dengan Google Ads.


Langkah Optimasi Anggaran Iklan di Google Ads


Kini saatnya membahas bagaimana langkah tepat untuk optimasi anggaran iklan di Google Ads. Tentunya kamu nggak ingin boncos saat beriklan di Google Ads kan.


1. Menentukan Target Audiens dan Tujuan Beriklan


Sebelum memulai kampanye, petakan tujuan spesifik yang ingin dicapai. Kamu bisa menggunakan funnel marketing untuk menentukan apakah iklanmu bertujuan untuk awareness, interest, consideration, atau untuk conversion.


2. Lakukan Riset Kata Kunci


Gunakan Google Keyword Planner untuk menemukan kata kunci yang relevan dan memiliki volume pencarian yang baik. Fokus pada kata kunci dengan intensi pembelian tinggi dan hindari kata kunci yang terlalu umum atau tidak relevan.

Kamu bisa mendapatkan perkiraan tentang CPC (Cost Per Click) untuk kata kunci tertentu. Namun, angka yang ditampilkan merupakan perkiraan dan bukan harga pasti iklan.

Harga aktual yang kamu bayar akan sangat bergantung pada banyak faktor seperti termasuk kompetisi dengan pengiklan lain, kualitas iklan, landing page, dan masih banyak lagi faktor lainnya.


3. Riset Benchmark dari Tiap Cost yang Dikeluarkan


Riset benchmark tiap cost adalah proses membandingkan biaya pemasaranmu dengan standar industri atau pesaing untuk menilai efisiensi dan efektivitas anggaran iklan. 

Kamu bisa membandingkan untuk tiap jenis biaya yang dikeluarkan seperti:

  1. CPC (Cost Per Click)

Bandingkan biaya rata-rata per klik iklanmu dengan standar industri untuk mengetahui apakah kamu membayar terlalu tinggi atau rendah per klik.

  1. CPM (Cost Per Mille)

Lihat berapa biaya rata-rata untuk 1.000 tampilan iklan dan bandingkan dengan pesaing atau industri serupa.

  1. CPA (Cost Per Acquisition)

Analisis biaya yang kamu keluarkan untuk mendapatkan satu konversi (misalnya, pembelian atau pendaftaran) dan bandingkan dengan standar.

  1. CPV (Cost Per View)

Untuk iklan video, bandingkan biaya rata-rata per tayangan dengan benchmark industri.

Dengan riset benchmark, kamu bisa menilai kinerja anggaran iklan dan membuat keputusan yang lebih tepat untuk optimasi biaya yang dikeluarkan.


4. Hitung Forecast dari Google Ads


Melakukan perhitungan forecast untuk biaya Google Ads membantu memahami potensi hasil dan biaya yang akan kamu keluarkan. Berikut cara singkat dan contoh rumus yang bisa kamu pakai.

  1. Menghitung Estimasi Clicks

Rumus: (Anggaran / Estimasi CPC) = Estimasi Clicks

Misalnya, jika anggaranmu adalah Rp1.000.000 dan CPC rata-rata yang diestimasi adalah Rp5.000, maka kamu bisa mendapatkan sekitar 200 klik.

  1. Menghitung Estimasi Impressions

Rumus: Estimasi Clicks / CTR (Click Through Rate) = Estimasi Impression

Jika kamu memperkirakan CTR sebesar 2% atau 0,02, dengan estimasi 200 klik, maka Impressions diperkirakan sekitar 10.000.

  1. Menghitung Perkiraan Views (untuk video ads dengan model CPV)

Rumus: (Anggaran / Estimasi CPV) = Perkiraan Views

Jika anggaran untuk iklan video adalah Rp1.000.000 dengan CPV sekitar Rp1.000, maka kamu diperkirakan mendapatkan 1.000 views.

  1. Rumus Menghitung Estimasi Biaya

Untuk CPC: Estimasi Clicks x CPC rata-rata

Untuk CPM: (Estimasi Impressions / 1.000) x CPM rata-rata

Untuk CPV: Perkiraan Views x CPV rata-rata

Namun perlu diingat bahwa angka ini hanyalah estimasi dan hasil sesungguhnya bisa berbeda tergantung banyak faktor seperti kualitas iklan, pesaing, perubahan tren pencarian, dan masih banyak lagi. 


5. Memasang Setting Maksimum untuk CPC, CPV, CPA, dan CPM


Ada beberapa hal yang bisa kamu dapatkan saat menyetting batas maksimum pada setiap tayangan iklan.

  1. Kontrol Anggaran

Dengan menentukan batas maksimum, kamu bisa memastikan tidak menghabiskan budget yang telah dianggarkan untuk setiap tayangan, klik, tontonan, atau konversi.

  1. Efisiensi

Dengan menyetel batas maksimum, kamu bisa mendapatkan hasil yang diinginkan tanpa membayar terlalu tinggi. Ini membantu dalam mengoptimalkan ROI (Return on Investment) dari kampanye iklan.

  1. Menghindari Persaingan Harga

Google Ads sangatlah kompetitif, kamu perlu menetapkan batas untuk mencegah kamu terjebak dalam "peperangan bidding" dengan pesaing.

  1. Prediksi Biaya

Dengan adanya batasan, akan lebih mudah untuk mengestimasi berapa total pengeluaran dan merencanakan anggaran lebih baik ke depannya.

Nah, itulah pembahasan menyeluruh tentang anggaran iklan dan bagaimana cara optimasi anggaran iklan di Google Ads untuk kelangsungan bisnismu.

Kalau Sobat MinDi masih bingung, jangan khawatir karena Dibimbing menyediakan Bootcamp Digital Marketing dimana kamu bisa memperdalam ilmu pemasaran digital khususnya Google Ads.

Tak hanya berkutat pada teori, namun para mentor juga akan membimbing kamu dalam berbagai real case project yang ada. Kamu juga bisa menjadikan real case project ini sebagai portofolio saat ingin melamar pekerjaan juga lho!

Share

Author Image

Nadia L Kamila

Nadia adalah seorang penulis yang berfokus pada pengembangan dan peningkatan keterampilan di tempat kerja. Ia punya passion yang tinggi dalam memberikan konten-konten edukatif terutama di topik-topik seperti carreer preparation dan digital marketing.

Hi!👋
Kalau kamu butuh bantuan,
hubungi kami via WhatsApp ya!