Keyword Research: Apa Itu, Manfaat, dan Cara Melakukannya
DITULIS OLEH
Irhan Hisyam Dwi Nugroho
DIREVIEW OLEH
Sudah Direview Oleh Expert
Dibuat pada 16 Okt 2026
Diubah pada 16 Okt 2026
2
Keyword research adalah langkah penting dalam SEO untuk menemukan kata kunci yang sesuai dengan kebutuhan audiens.
Melalui riset yang tepat, kamu bisa mengetahui topik yang dicari pengguna, memahami persaingan, dan menyusun konten yang berpotensi mendatangkan trafik organik.
Namun, Warga Bimbingan perlu tahu kalau riset keyword nggak hanya soal mencari kata kunci dengan volume tinggi, lho!
Nah, kali ini MinDi bakal membahas manfaat, jenis, dan 9 cara melakukan keyword research lengkap dengan contoh menggunakan Ahrefs. Yuk, baca sampai akhir!
Baca Juga: 8 Cara Melakukan Keyword Research untuk Tembus Top 10 SERP
Apa Itu Keyword Research?
Keyword research adalah proses menemukan, menganalisis, dan memilih kata kunci yang digunakan pengguna saat mencari informasi, produk, atau layanan melalui mesin pencari seperti Google.
Proses ini menjadi bagian penting dari Search Engine Optimization (SEO) karena membantu pemilik website memahami kebutuhan audiens. Dengan begitu, konten yang dibuat bisa lebih relevan dengan pencarian pengguna dan tujuan bisnis.
Contohnya, sebuah toko sepatu olahraga bisa menargetkan keyword "sepatu lari", "cara memilih sepatu lari", atau "sepatu lari untuk pemula". Meskipun membahas produk serupa, setiap keyword memiliki kebutuhan pencarian yang berbeda.
Baca Juga: Apa itu Semantik SEO? Sebuah Strategi Ampuh Naikin Traffic!
Apa Manfaat Keyword Research untuk SEO?
Melakukan keyword research membantu kamu membuat strategi konten berdasarkan data, bukan sekadar menebak topik yang menarik. Riset yang tepat juga mempermudah penentuan prioritas optimasi website.
Berikut lima manfaat utama keyword research:
- Memahami kebutuhan audiens: Mengetahui informasi, produk, atau layanan yang sedang dicari pengguna.
- Menemukan peluang trafik: Mengidentifikasi kata kunci yang berpotensi mendatangkan pengunjung organik.
- Menganalisis kompetitor: Mengetahui keyword yang ditargetkan website pesaing dan mencari peluang konten.
- Meningkatkan relevansi konten: Membantu menyusun artikel yang sesuai dengan tujuan pencarian pengguna.
- Mendukung konversi bisnis: Menemukan keyword yang berhubungan dengan kebutuhan calon pelanggan.
Misalnya, keyword "cara memilih sepatu lari" cocok untuk artikel edukasi. Sementara itu, keyword "beli sepatu lari online" lebih relevan untuk halaman produk atau kategori toko.
Baca Juga: 15 Tools Riset Keyword Terbaik untuk Optimasi SEO Maksimal
Apa Saja Jenis Keyword dalam SEO?
Sumber: Desain oleh Dibimbing
Sebelum melakukan riset, kamu perlu memahami beberapa jenis keyword yang umum digunakan dalam strategi SEO. Pengelompokan ini membantu menentukan kata kunci berdasarkan panjang, tujuan pencarian, dan target audiens.
1. Short-Tail Keyword
Short-tail keyword merupakan kata kunci yang biasanya terdiri dari satu atau dua kata dengan cakupan topik luas.
Contohnya adalah "sepatu lari" atau "digital marketing". Keyword seperti ini sering memiliki banyak variasi kebutuhan pencarian sehingga persaingannya perlu dianalisis lebih lanjut.
2. Long-Tail Keyword
Long-tail keyword adalah kata kunci yang lebih spesifik dan biasanya mencerminkan kebutuhan pencarian yang lebih jelas.
Contohnya, "cara memilih sepatu lari untuk pemula". Keyword seperti ini dapat membantu website menjangkau audiens dengan kebutuhan tertentu, meskipun tidak selalu memiliki tingkat persaingan rendah.
3. Branded Keyword
Branded keyword merupakan kata kunci yang mengandung nama merek, perusahaan, atau produk tertentu.
Contohnya, "Nike running shoes" atau "Adidas Ultraboost". Keyword ini biasanya digunakan ketika pengguna sudah mengenal merek yang ingin dicari.
4. Non-Branded Keyword
Non-branded keyword merupakan kata kunci yang tidak menyebutkan nama merek tertentu. Contohnya, "sepatu lari terbaik untuk pemula". Keyword ini dapat membantu bisnis menjangkau pengguna yang masih membandingkan berbagai pilihan produk.
Baca Juga: Cara Menggunakan Google Keyword Planner (Panduan Lengkap)
Apa Saja Jenis Search Intent dalam Keyword Research?
Selain memahami jenis keyword, kamu perlu mengetahui search intent atau tujuan pengguna ketika melakukan pencarian.
Berikut empat jenis search intent yang umum ditemukan:
Search Intent | Tujuan Pengguna | Contoh Keyword |
Informational | Mencari informasi | cara memilih sepatu lari |
Navigational | Mencari website tertentu | Nike official website |
Commercial | Membandingkan pilihan | rekomendasi sepatu lari terbaik |
Transactional | Melakukan pembelian | beli sepatu lari online |
Satu keyword bisa memiliki lebih dari satu tujuan pencarian, lho! Karena itu, kamu perlu memeriksa hasil pencarian Google sebelum menentukan format konten yang akan dibuat.
Baca Juga: Cara Riset Keyword di Ahrefs untuk SEO yang Optimal
Apa Saja Metrik Penting dalam Keyword Research?
Saat menggunakan tools seperti Ahrefs, kamu akan menemukan berbagai metrik yang membantu mengevaluasi potensi keyword.
Berikut beberapa metrik yang perlu dipahami:
- Search Volume (SV): Estimasi rata-rata jumlah pencarian sebuah keyword setiap bulan.
- Keyword Difficulty (KD): Estimasi tingkat kesulitan masuk 10 besar hasil organik Google, dengan skala 0–100 pada Ahrefs.
- Traffic Potential (TP): Estimasi trafik organik yang diperoleh halaman peringkat pertama dari seluruh keyword yang dirankingnya.
- Cost Per Click (CPC): Estimasi biaya rata-rata per klik iklan untuk suatu keyword.
- Parent Topic: Topik utama yang berkaitan dengan keyword berdasarkan analisis halaman peringkat teratas.
- Search Intent: Tujuan pengguna saat mencari informasi atau melakukan tindakan melalui mesin pencari.
Perlu diingat, keyword dengan volume besar belum tentu paling sesuai untuk website kamu. Relevansi bisnis, tujuan pencarian, dan kualitas kompetitor tetap menjadi pertimbangan penting.
Sumber: Dokumentasi Dibimbing, diambil dari Ahrefs.
Baca Juga: Cara Analisis Kompetitor di Ahrefs
9 Cara Melakukan Keyword Research untuk Pemula
Setelah memahami konsep dasarnya, sekarang saatnya mempraktikkan proses keyword research secara bertahap.
Dalam contoh ini, MinDi menggunakan bisnis sepatu olahraga dan Ahrefs sebagai alat riset. Namun, prinsip yang sama juga bisa diterapkan menggunakan tools lain seperti Semrush atau Google Keyword Planner.
1. Tentukan Tujuan Bisnis dan Target Audiens
Langkah pertama adalah menentukan tujuan website dan siapa audiens yang ingin dijangkau.
Misalnya, sebuah toko sepatu olahraga ingin meningkatkan kunjungan organik sekaligus penjualan produk sepatu lari. Target audiensnya adalah pelari pemula yang sedang mencari informasi dan membandingkan pilihan sepatu.
Dengan mengetahui tujuan tersebut, kamu bisa memprioritaskan keyword yang relevan dengan kebutuhan calon pelanggan.
2. Buat Daftar Seed Keyword
Seed keyword merupakan kata kunci dasar yang digunakan untuk menemukan berbagai ide pencarian terkait suatu topik.
Untuk bisnis sepatu olahraga, beberapa contoh seed keyword adalah:
- Sepatu lari.
- Sepatu olahraga.
- Sepatu lari wanita.
- Sepatu running.
Daftar tersebut menjadi titik awal sebelum mencari variasi keyword yang lebih spesifik menggunakan tools SEO.
3. Gunakan Ahrefs Keywords Explorer
Selanjutnya, buka Ahrefs dan masuk ke fitur Keywords Explorer.
Masukkan keyword "sepatu lari", pilih mesin pencari Google, kemudian atur lokasi pencarian menjadi Indonesia. Ahrefs akan menampilkan data awal terkait volume pencarian, persaingan, dan berbagai metrik lainnya.
Sumber: Dokumentasi Dibimbing, diambil dari Ahrefs.
4. Temukan Keyword Turunan melalui Matching Terms
Setelah mendapatkan hasil keyword utama, buka bagian Matching terms untuk menemukan berbagai variasi kata kunci.
Kamu juga bisa menggunakan filter Questions untuk menemukan pencarian berbentuk pertanyaan. Misalnya, pengguna mungkin mencari informasi tentang cara memilih sepatu, ukuran yang sesuai, atau jenis sepatu untuk kebutuhan tertentu.
Sumber: Dokumentasi Dibimbing, diambil dari Ahrefs.
5. Analisis Search Volume dan Keyword Difficulty
Berikutnya, bandingkan volume pencarian dan tingkat persaingan untuk mengetahui karakteristik setiap keyword.
Sebagai contoh, berikut estimasi volume pencarian Ahrefs untuk Indonesia yang diperiksa pada Oktober 2026:
Keyword | Search Volume/Bulan |
sepatu lari | 19.000 |
sepatu lari wanita | 2.700 |
sepatu lari untuk pemula | 250 |
cara memilih sepatu lari | 50 |
Data tersebut menunjukkan bahwa keyword dengan cakupan lebih luas dapat memiliki volume lebih besar. Namun, keyword yang spesifik juga layak dipertimbangkan karena dapat menjangkau pengguna dengan kebutuhan lebih jelas.
Sumber: Dokumentasi Dibimbing, diambil dari Ahrefs.
6. Periksa Search Intent melalui SERP Overview
Setelah mengetahui volume dan KD, gunakan fitur SERP overview untuk memeriksa halaman yang memperoleh peringkat pada keyword tertentu.
Perhatikan apakah hasil pencarian didominasi artikel edukasi, halaman kategori produk, atau rekomendasi produk. Jenis halaman tersebut dapat membantu kamu memahami format konten yang sesuai dengan kebutuhan pengguna.
Sumber: Dokumentasi Dibimbing, diambil dari Ahrefs.
7. Analisis Keyword Kompetitor dengan Content Gap
Selain mencari ide baru, kamu juga bisa memanfaatkan website kompetitor untuk menemukan peluang keyword.
Gunakan fitur Site Explorer dan Competitive Analysis di Ahrefs untuk melihat keyword yang memperoleh peringkat pada website pesaing. Bandingkan dengan website sendiri untuk menemukan topik yang belum ditargetkan atau belum memiliki peringkat yang baik.
Sumber: Dokumentasi Dibimbing, diambil dari Ahrefs.
8. Kelompokkan Keyword Berdasarkan Topik
Setelah mendapatkan daftar keyword, kelompokkan kata kunci yang memiliki topik dan tujuan pencarian serupa.
Proses ini disebut keyword clustering dan membantu menentukan apakah beberapa keyword bisa ditargetkan dalam satu halaman. Kamu bisa memanfaatkan Parent Topic di Ahrefs, tetapi keputusan pengelompokan tetap perlu mempertimbangkan hasil SERP.
Sumber: Dokumentasi Dibimbing, diambil dari Ahrefs.
9. Tentukan Prioritas dan Buat Keyword Mapping
Langkah terakhir adalah memilih keyword yang paling sesuai, kemudian menghubungkannya dengan halaman website.
Proses ini disebut keyword mapping. Kamu dapat membuat tabel berisi keyword utama, search intent, URL target, dan prioritas konten menggunakan Google Sheets atau Excel.
(Gunakan screenshot Google Sheets berisi hasil export keyword Ahrefs yang telah disusun menjadi keyword mapping dengan kolom Keyword, Search Intent, Target Page, dan Priority.)
Baca Juga: 10+ Cara Menulis Artikel SEO Friendly Biar Ranking 1 di Google
Contoh Keyword Mapping dari Hasil Riset
Setelah melakukan sembilan langkah sebelumnya, kamu seharusnya memiliki daftar keyword yang lebih terstruktur.
Berikut contoh pemetaan keyword untuk bisnis sepatu olahraga:
Keyword | Search Intent | Rekomendasi Halaman |
sepatu lari | Commercial/Transactional | Kategori produk |
cara memilih sepatu lari | Informational | Artikel panduan |
sepatu lari wanita | Commercial/Transactional | Kategori produk |
sepatu lari untuk pemula | Informational/Commercial | Artikel rekomendasi |
Pengelompokan tersebut merupakan rekomendasi awal yang perlu disesuaikan dengan hasil SERP. Jika dua keyword memiliki kebutuhan pencarian yang sangat mirip, kamu bisa mempertimbangkan satu halaman yang menjawab keduanya.
Dengan keyword mapping, strategi konten akan lebih terarah dan risiko beberapa halaman menargetkan kebutuhan pencarian yang sama dapat dikurangi.
Apa Kesalahan yang Harus Dihindari Saat Keyword Research?
Melakukan keyword research bukan sekadar mengumpulkan sebanyak mungkin kata kunci. Kamu perlu memastikan setiap keyword memiliki potensi yang relevan dengan website dan tujuan bisnis.
Berikut lima kesalahan yang perlu dihindari:
- Hanya memilih keyword dengan volume tinggi: Volume besar belum tentu menghasilkan trafik yang relevan atau konversi.
- Mengabaikan search intent: Konten yang tidak sesuai dengan tujuan pencarian berisiko sulit memenuhi kebutuhan pengguna.
- Tidak memeriksa kompetitor: Kamu bisa melewatkan informasi tentang jenis konten dan kualitas halaman yang bersaing.
- Membuat halaman untuk setiap variasi keyword: Kata kunci dengan tujuan pencarian serupa belum tentu membutuhkan halaman berbeda.
- Tidak mengevaluasi hasil: Tanpa pemantauan, kamu sulit mengetahui keyword mana yang efektif mendukung performa website.
Untuk menghindarinya, lakukan evaluasi secara berkala menggunakan Google Search Console atau Ahrefs Rank Tracker. Perhatikan perkembangan impresi, klik, CTR, posisi, dan konversi agar strategi SEO bisa terus diperbaiki.
Baca Juga: Testimoni Alumni Dibimbing Bootcamp Digital Marketing
Apakah Keyword Research Harus Menggunakan Ahrefs?
Tidak harus karena keyword research bisa dilakukan menggunakan berbagai tools, baik gratis maupun berbayar.
Ahrefs menawarkan fitur analisis keyword, kompetitor, dan SERP yang cukup mendalam. Namun, kamu juga bisa menggunakan Google Keyword Planner, Google Search Console, atau Semrush sesuai kebutuhan dan akses yang tersedia.
Bagi pemula, memahami konsep riset keyword jauh lebih penting daripada sekadar menguasai satu aplikasi. Setelah memahami prosesnya, kamu bisa menyesuaikan penggunaan tools berdasarkan kebutuhan pekerjaan.
Baca Juga: Kisah Sukses Ulya: Dalam 3 Bulan Udah Jadi Fulltime Digital Marketer!
Rekomendasi Bootcamp Digital Marketing Terbaik untuk Tingkatkan Skill SEO
Menguasai keyword research merupakan langkah awal untuk menjalankan strategi SEO yang lebih efektif. Namun, kamu juga perlu memahami optimasi konten, technical SEO, content marketing, hingga analisis performa website agar strategi digital marketing dapat diterapkan secara menyeluruh.
Kamu bisa mengembangkan kemampuan tersebut melalui Bootcamp Digital Marketing Dibimbing dengan kurikulum berbasis kebutuhan industri, pembelajaran interaktif bersama mentor, serta berbagai proyek untuk membangun portofolio profesional.
Program Bootcamp Digital Marketing Dibimbing:
- 63+ Live Class Interaktif: Pelajari strategi digital marketing langsung bersama mentor ahli dan praktisi berpengalaman.
- 26+ Assignment: Asah kemampuan melalui tugas dan proyek praktis untuk membangun portofolio.
- Materi Digital Marketing: Pelajari SEO, Content Marketing, Social Media Marketing, Digital Advertising, hingga analisis performa kampanye.
- Praktik Campaign Ads: Dapatkan kesempatan melakukan praktik iklan dengan dukungan pendanaan hingga Rp1 juta sesuai ketentuan program.
- Pendampingan Mentor: Dapatkan bimbingan dari mentor dan fasilitator selama proses pembelajaran.
- Career Preparation: Persiapkan diri menghadapi rekrutmen melalui latihan studi kasus dan pengembangan portofolio.
- Program Penyaluran Kerja: Dapatkan akses dukungan penyaluran kerja melalui jaringan 1.100+ perusahaan mitra sesuai ketentuan program.
- Komunitas Profesional: Perluas relasi dengan sesama peserta dan praktisi digital marketing.
Siap Mengembangkan Karier di Bidang Digital Marketing?
Memahami keyword research bisa menjadi fondasi untuk menyusun strategi SEO berbasis data. Dengan mengembangkan kemampuan optimasi website, pembuatan konten, dan analisis pemasaran, kamu bisa mempersiapkan diri menghadapi kebutuhan industri digital.
Yuk, mulai perjalanan belajarmu melalui Bootcamp Digital Marketing Dibimbing untuk meningkatkan skill, membangun portofolio, dan mengembangkan karier di bidang digital marketing!
FAQ
1. Apa itu keyword research dalam SEO?
Keyword research adalah proses menemukan, menganalisis, dan memilih kata kunci yang digunakan pengguna saat mencari informasi melalui mesin pencari. Proses ini membantu menentukan strategi konten sesuai kebutuhan audiens.
2. Bagaimana cara melakukan keyword research untuk pemula?
Mulailah dengan menentukan target audiens, membuat daftar seed keyword, dan menggunakan tools untuk menemukan variasi kata kunci. Setelah itu, analisis volume pencarian, tingkat persaingan, serta search intent sebelum menentukan keyword utama.
3. Apa perbedaan keyword research dan keyword mapping?
Keyword research merupakan proses menemukan dan menganalisis kata kunci potensial. Sementara itu, keyword mapping adalah proses menentukan halaman website yang akan menargetkan masing-masing keyword berdasarkan kebutuhan pencarian.
4. Apakah keyword research bisa dilakukan secara gratis?
Bisa. Kamu dapat menggunakan Google Keyword Planner, Google Trends, maupun Google Search Console untuk mengumpulkan informasi terkait keyword. Namun, masing-masing tools memiliki fitur dan keterbatasan berbeda.
5. Berapa banyak keyword yang sebaiknya digunakan dalam satu artikel?
Tidak ada jumlah keyword yang wajib digunakan dalam sebuah artikel SEO. Sebaiknya, gunakan satu keyword utama dan variasi yang relevan secara natural agar konten tetap mudah dipahami serta menjawab kebutuhan pembaca.
Kategori:
Penulis
Irhan Hisyam Dwi Nugroho is an SEO Specialist and Content Writer with 4 years of experience in optimizing websites and writing relevant content for various brands and industries. Currently, I also work as a Content Writer at Dibimbing.id and actively share content about technology, SEO, and digital marketing through various platforms.
