Apa Itu Internal Rate of Return (IRR)? Panduannya
DITULIS OLEH
Irhan Hisyam Dwi Nugroho
Dibuat pada 26 Jun 2026
Diubah pada 10 Jul 2026
151
Saat mengevaluasi sebuah investasi, bagaimana cara mengetahui apakah proyek tersebut layak dijalankan atau tidak? Warga Bimbingan, salah satu indikator yang sering digunakan untuk menjawab pertanyaan tersebut adalah Internal Rate of Return (IRR).
IRR adalah metode yang digunakan untuk mengukur tingkat keuntungan suatu investasi berdasarkan proyeksi arus kas yang akan diterima di masa mendatang.
Semakin tinggi nilai IRR dibandingkan target pengembalian yang ditetapkan, semakin menarik investasi tersebut untuk dipertimbangkan.
Karena itu, IRR banyak digunakan dalam dunia bisnis, keuangan, dan investasi untuk membantu proses pengambilan keputusan. Yuk, pelajari pengertian Internal Rate of Return (IRR), cara menghitungnya, serta contoh penerapannya pada artikel berikut!
Apa Itu Internal Rate of Return (IRR)?
Internal Rate of Return (IRR) adalah metode yang digunakan untuk mengukur tingkat pengembalian atau profitabilitas suatu investasi berdasarkan arus kas yang dihasilkan selama periode tertentu.
Secara sederhana, IRR menunjukkan persentase keuntungan tahunan yang diperkirakan akan diperoleh dari sebuah proyek atau investasi.
Dalam analisis keuangan, IRR sering digunakan untuk membandingkan beberapa pilihan investasi dan menentukan mana yang paling layak untuk dipilih.
Semakin tinggi nilai IRR dibandingkan tingkat pengembalian minimum yang diharapkan, semakin besar peluang investasi tersebut memberikan keuntungan yang menarik.
Baca Juga: Rekomendasi Bootcamp Finance Accounting Online Bersertifikat
Mengapa IRR Penting dalam Investasi?
IRR menjadi salah satu indikator yang paling sering digunakan dalam analisis investasi karena mampu membantu investor menilai potensi keuntungan suatu proyek. Berikut beberapa alasan mengapa IRR penting dalam investasi:
1. Membantu Menilai Kelayakan Investasi
IRR memberikan gambaran mengenai tingkat pengembalian yang berpotensi diperoleh dari suatu investasi dalam bentuk persentase. Dengan melihat nilai IRR, investor dapat menilai apakah suatu proyek layak dijalankan atau tidak. Semakin tinggi nilai IRR, semakin menarik investasi tersebut untuk dipertimbangkan.
2. Memudahkan Perbandingan Antar Investasi
IRR memungkinkan investor membandingkan beberapa pilihan investasi menggunakan ukuran yang sama, yaitu tingkat pengembalian.
Hal ini membuat proses pengambilan keputusan menjadi lebih objektif dan terukur. Investor dapat memilih proyek yang menawarkan potensi keuntungan lebih baik sesuai target investasinya.
3. Mendukung Pengambilan Keputusan Bisnis
Perusahaan sering menggunakan IRR untuk mengevaluasi proyek baru, ekspansi bisnis, atau pembelian aset jangka panjang.
Nilai IRR membantu manajemen menentukan apakah dana perusahaan sebaiknya dialokasikan pada proyek tertentu. Dengan begitu, keputusan investasi dapat dilakukan secara lebih efektif.
4. Memperhitungkan Nilai Waktu Uang
Salah satu keunggulan IRR adalah kemampuannya mempertimbangkan konsep time value of money atau nilai waktu uang.
Uang yang diterima saat ini dianggap lebih bernilai dibandingkan uang yang diterima di masa depan. Oleh karena itu, IRR dapat memberikan hasil analisis yang lebih realistis dibandingkan metode yang tidak mempertimbangkan faktor waktu.
Baca Juga: 16 Pertanyaan Interview Admin Finance dan Jawabannya
Rumus Internal Rate of Return (IRR)
Menghitung IRR bertujuan untuk mengetahui tingkat pengembalian yang dihasilkan suatu investasi berdasarkan arus kas yang diterima selama periode tertentu. Berikut rumus dan langkah perhitungannya.
Rumus IRR
IRR merupakan tingkat diskonto yang membuat nilai Net Present Value (NPV) sama dengan nol.
IRR = r saat NPV = 0
Keterangan:
- IRR = Internal Rate of Return
- NPV = Net Present Value
- r = Tingkat diskonto atau tingkat pengembalian investasi
- CF = Cash Flow (arus kas)
- t = Periode waktu
Baca Juga: 4 Contoh CV Finance Accounting (Gratis Template)
Kelebihan dan Keterbatasan IRR
Setiap metode analisis investasi memiliki kelebihan dan keterbatasan, termasuk Internal Rate of Return (IRR).
Dengan memahami keduanya, investor dapat menggunakan IRR secara lebih bijak dalam mengevaluasi peluang investasi.
Kelebihan IRR
IRR memiliki beberapa keunggulan yang membuatnya menjadi salah satu metode paling populer dalam analisis investasi. Berikut beberapa kelebihan IRR yang perlu Anda ketahui:
1. Mudah Digunakan untuk Membandingkan Investasi
IRR menghasilkan nilai dalam bentuk persentase sehingga lebih mudah dipahami dan dibandingkan.
Investor dapat mengevaluasi beberapa proyek menggunakan ukuran yang sama. Hal ini membantu proses pengambilan keputusan menjadi lebih cepat dan objektif.
2. Memperhitungkan Nilai Waktu Uang
IRR mempertimbangkan konsep time value of money dalam perhitungannya. Uang yang diterima saat ini dianggap lebih bernilai dibandingkan uang yang diterima di masa depan. Karena itu, hasil analisis investasi menjadi lebih realistis.
3. Membantu Menentukan Kelayakan Proyek
Perusahaan sering menggunakan IRR untuk menilai apakah suatu proyek layak dijalankan atau tidak.
Nilai IRR dapat dibandingkan dengan biaya modal atau target pengembalian perusahaan. Jika nilainya lebih tinggi, proyek biasanya dianggap menarik untuk dipertimbangkan.
Keterbatasan IRR
Meskipun memiliki banyak kelebihan, IRR juga memiliki beberapa keterbatasan yang perlu diperhatikan. Berikut beberapa kelemahan IRR dalam analisis investasi:
1. Dapat Menghasilkan Lebih dari Satu Nilai IRR
Pada proyek dengan pola arus kas yang tidak konsisten, IRR terkadang menghasilkan lebih dari satu nilai.
Kondisi ini dapat membuat hasil analisis menjadi membingungkan. Oleh karena itu, investor sering mengombinasikannya dengan metode lain seperti NPV.
2. Tidak Memperhatikan Besarnya Nilai Investasi
IRR hanya menunjukkan tingkat pengembalian dalam bentuk persentase tanpa memperhatikan ukuran proyek.
Akibatnya, proyek dengan IRR tinggi belum tentu menghasilkan keuntungan nominal terbesar. Hal ini dapat memengaruhi kualitas keputusan investasi jika digunakan secara tunggal.
3. Menggunakan Asumsi Reinvestasi yang Tidak Selalu Realistis
IRR mengasumsikan bahwa seluruh arus kas yang diterima dapat diinvestasikan kembali dengan tingkat pengembalian yang sama.
Dalam praktiknya, asumsi tersebut sering kali sulit dicapai. Akibatnya, estimasi keuntungan yang dihasilkan bisa terlihat lebih optimistis dari kondisi sebenarnya
Contoh Penggunaan IRR dalam Investasi
Sumber: Desain oleh Dibimbing
IRR akan lebih mudah dipahami jika dilihat melalui contoh penerapannya dalam situasi nyata. Berikut beberapa contoh penggunaan IRR yang sering ditemui dalam dunia investasi dan bisnis:
1. Membuka Kedai Kopi Baru
Andi berencana membuka kedai kopi dengan modal awal sebesar Rp200 juta untuk renovasi tempat, membeli peralatan, dan modal operasional. Berdasarkan perhitungannya, usaha tersebut diperkirakan menghasilkan arus kas bersih sebesar Rp60 juta per tahun selama lima tahun.
Setelah menghitung IRR, Andi memperoleh nilai sekitar 18%. Karena nilai tersebut lebih tinggi dibandingkan target keuntungan investasinya yang sebesar 12%, pembukaan kedai kopi dianggap layak untuk dijalankan.
2. Membeli Properti untuk Disewakan
Seorang investor membeli rumah senilai Rp800 juta dengan tujuan disewakan kepada penyewa bulanan. Dari hasil sewa dan kenaikan harga properti, investor memperkirakan memperoleh arus kas yang stabil selama beberapa tahun ke depan.
Setelah dilakukan analisis, investasi properti tersebut menghasilkan IRR sebesar 14%. Jika target pengembalian investor adalah 10%, maka investasi properti tersebut dapat menjadi pilihan yang menarik untuk dipertimbangkan.
3. Membeli Mesin Produksi Baru
Sebuah perusahaan makanan ingin membeli mesin otomatis seharga Rp500 juta untuk meningkatkan kapasitas produksi dan mengurangi biaya tenaga kerja. Mesin tersebut diperkirakan mampu menghasilkan penghematan biaya sebesar Rp120 juta per tahun selama masa penggunaannya.
Hasil perhitungan menunjukkan bahwa investasi mesin tersebut memiliki IRR sebesar 16%. Karena nilainya lebih tinggi dibandingkan biaya modal perusahaan sebesar 11%, pembelian mesin dianggap mampu memberikan manfaat finansial yang menguntungkan.
Ingin Berkarier di Bidang Finance?
Setelah memahami Internal Rate of Return (IRR), kini saatnya mengembangkan kemampuan analisis keuangan agar lebih siap menghadapi kebutuhan industri.
Yuk, ikuti Bootcamp Finance & Accounting di Dibimbing! Di sini, kamu akan mempelajari financial analysis, accounting, budgeting, valuation, hingga investment analysis secara praktis.
Belajar langsung dari mentor berpengalaman dengan kurikulum aplikatif yang membantumu memahami konsep keuangan melalui studi kasus nyata.
Dengan lebih dari 1.100+ hiring partner dan tingkat keberhasilan alumni 96%, peluang kariermu di bidang finance, accounting, dan investment semakin terbuka lebar!
Jadi, tunggu apa lagi? Hubungi di sini dan mulai perjalananmu menjadi profesional finance bersama Dibimbing. #BimbingSampeJadi!
FAQ
Apakah saya harus memiliki latar belakang finance untuk mengikuti bootcamp ini?
Tidak harus. Bootcamp Finance & Accounting Dibimbing dirancang untuk pemula maupun profesional yang ingin meningkatkan kemampuan di bidang keuangan.
Materi apa saja yang dipelajari di Bootcamp Finance & Accounting?
Kamu akan mempelajari financial statement analysis, budgeting, financial modeling, accounting, valuation, hingga analisis investasi melalui studi kasus nyata.
Apakah saya akan mendapatkan sertifikat setelah lulus?
Ya. Peserta yang menyelesaikan program sesuai ketentuan akan mendapatkan sertifikat yang dapat digunakan untuk memperkuat portofolio dan profil profesional.
Apakah tersedia mentor dan forum diskusi selama bootcamp?
Tentu. Kamu dapat berdiskusi langsung dengan mentor serta berinteraksi dengan peserta lain melalui komunitas dan forum belajar yang tersedia.
Apakah Bootcamp Finance & Accounting memiliki program penyaluran kerja?
Ya. Dibimbing menyediakan career support dan didukung oleh 1.100+ hiring partner untuk membantu peserta mempersiapkan diri menghadapi proses rekrutmen.
Kategori:
Penulis
Irhan Hisyam Dwi Nugroho is an SEO Specialist and Content Writer with 4 years of experience in optimizing websites and writing relevant content for various brands and industries. Currently, I also work as a Content Writer at Dibimbing.id and actively share content about technology, SEO, and digital marketing through various platforms.
