Dibimbing - Google Search Console: Fungsi, Fitur, dan Cara Pakainya
Blog
Digital Marketing

Google Search Console: Fungsi, Fitur, dan Cara Pakainya

Author

DITULIS OLEH 

Irhan Hisyam Dwi Nugroho

Reviewer

DIREVIEW OLEH 

Sudah Direview Oleh Expert

Dibuat pada 23 Okt 2026

Diubah pada 26 Okt 2026

6

Image Thumbnail

Google Search Console: Fungsi, Fitur, dan Cara Pakainya

Google Search Console menjadi salah satu tools penting untuk memantau performa website di mesin pencari Google. 

Namun, masih banyak pemula yang bingung membaca data klik, impresi, hingga mengetahui alasan halaman mereka belum muncul di hasil pencarian.

Padahal, tanpa memahami data tersebut, strategi SEO bisa berjalan tanpa evaluasi yang jelas. Nah, kamu bisa memperdalam keterampilan analisis SEO melalui Bootcamp Digital Marketing Dibimbing, sementara artikel ini akan membantu kamu mengenal fungsi, fitur, dan cara menggunakan Google Search Console.

Baca Juga: Apa Itu SEO? Cara Kerja, Jenis, dan Fungsi SEO

Apa Itu Google Search Console?

Google Search Console adalah layanan gratis dari Google untuk membantu pemilik website memantau, mengevaluasi, dan mengoptimalkan performa situs dalam hasil pencarian organik. Tools ini sebelumnya dikenal sebagai Google Webmaster Tools.

Melalui Google Search Console atau GSC, kamu bisa mengetahui kata kunci yang menghasilkan impresi dan klik, memeriksa status pengindeksan, hingga menemukan masalah teknis. Informasi tersebut membantu kamu memahami bagaimana Google menemukan dan menampilkan halaman website.

Menariknya, GSC bisa digunakan tanpa harus memiliki kemampuan pemrograman, lho! Kamu hanya perlu memiliki akun Google dan akses untuk memverifikasi kepemilikan situs yang ingin dipantau.

Apa Fungsi Google Search Console untuk SEO?

Google Search Console memiliki berbagai fungsi untuk membantu pengelolaan dan optimasi website. Berikut lima fungsi utamanya yang perlu kamu ketahui.

1. Memantau Performa Website

Google Search Console menampilkan data klik, impresi, CTR, dan posisi rata-rata halaman pada hasil pencarian.

Informasi tersebut membantu kamu mengetahui konten yang memperoleh banyak perhatian pengguna. Dari hasil analisisnya, kamu bisa menentukan halaman yang perlu dipertahankan atau dioptimalkan.

2. Menemukan Kata Kunci Potensial

GSC menyediakan data kueri atau kata kunci yang membuat halaman website muncul di hasil pencarian. 

Kamu bisa menemukan kata kunci dengan impresi tinggi, tetapi jumlah kliknya masih rendah. Data ini berguna untuk mengevaluasi judul, relevansi konten, dan peluang pengembangan topik.

3. Memeriksa Status Pengindeksan

Google Search Console membantu mengidentifikasi halaman yang sudah maupun belum masuk ke indeks Google. 

Kamu juga bisa memeriksa kemungkinan penyebabnya, seperti masalah crawling atau penggunaan tag noindex. Dengan begitu, masalah teknis dapat ditangani berdasarkan kondisi setiap halaman.

4. Mengevaluasi Pengalaman Pengguna

Melalui laporan Core Web Vitals, GSC membantu memantau performa pengalaman pengguna berdasarkan data yang tersedia. 

Metriknya mencakup kecepatan pemuatan, responsivitas, dan stabilitas visual halaman. Temuan tersebut bisa menjadi dasar perbaikan bersama tim pengembang.

5. Memantau Tautan Website

Fitur Links memungkinkan kamu melihat contoh tautan internal dan eksternal yang ditemukan Google. 

Informasi ini membantu memahami hubungan antarkonten serta situs yang memberikan backlink. Namun, laporan tersebut bukan daftar lengkap semua tautan yang ada di internet.

Apa Saja Fitur Google Search Console?

Google Search Console menyediakan berbagai laporan untuk mendukung pekerjaan SEO. Berikut fitur-fitur penting yang sering digunakan.

1. Performance Report

Performance Report menampilkan metrik klik, impresi, CTR, dan posisi rata-rata. Kamu bisa memfilter data berdasarkan kueri, halaman, negara, perangkat, dan periode tertentu. Fitur ini cocok untuk mengevaluasi perkembangan trafik organik dari Google Search.

Gambar 1. Ringkasan performa pencarian selama 3 bulan.

Berikut ini adalah empat metrik utama dalam laporan Performance:

  1. Total Clicks: Jumlah klik dari hasil pencarian Google menuju situs.
  2. Total Impressions: Jumlah kemunculan situs dalam hasil pencarian.
  3. Average CTR: Persentase klik dibandingkan impresi; dihitung dari klik ÷ impresi × 100%.
  4. Average Position: Posisi rata-rata hasil teratas situs; bukan peringkat tetap untuk setiap pencarian.


2. URL Inspection

URL Inspection membantu memeriksa informasi pengindeksan suatu halaman berdasarkan data yang dimiliki Google. 

Berikut ini adalah informasi yang bisa diperiksa melalui URL Inspection:


  1. Status indeks: Periksa apakah URL sudah masuk indeks Google atau belum.
  2. Test Live URL: Uji apakah Google dapat mengakses halaman saat ini; hasilnya berbeda dari data indeks tersimpan.
  3. Canonical: Lihat URL utama yang dipilih Google, terutama ketika terdapat halaman serupa.
  4. Request Indexing: Ajukan pemeriksaan ulang setelah perbaikan; permintaan ini tidak menjamin halaman langsung terindeks.


Fitur ini juga menyediakan pengujian URL aktif dan pilihan meminta pengindeksan ulang. Meski demikian, mengirimkan permintaan tidak menjamin halaman langsung terindeks.


3. Page Indexing

Laporan Page Indexing menunjukkan halaman yang telah diindeks dan halaman yang belum masuk indeks Google. 

Kamu dapat memeriksa berbagai alasan, seperti Crawled – currently not indexed atau halaman yang menggunakan pengalihan. Hasil pemeriksaan membantu menentukan masalah mana yang perlu ditindaklanjuti.


Gambar 2a. Jumlah halaman terindeks dan belum terindeks.


Berikut ini adalah arti status dalam laporan Page Indexing:

  1. Indexed: Halaman sudah masuk indeks dan dapat muncul di hasil pencarian.
  2. Not Indexed: Halaman belum masuk indeks; periksa alasannya sebelum menentukan perbaikan.

Gambar 2b. Alasan halaman belum terindeks.


Berikut ini adalah beberapa alasan halaman belum terindeks:

  1. Crawled – currently not indexed: Google sudah merayapi halaman, tetapi belum memasukkannya ke indeks.
  2. Discovered – currently not indexed: Google mengetahui URL, tetapi belum merayapinya.
  3. Noindex atau redirect: Tidak selalu merupakan masalah; pastikan statusnya sesuai tujuan halaman.


4. Sitemaps

Fitur Sitemaps digunakan untuk mengirimkan alamat peta situs XML kepada Google. Melalui laporan ini, kamu bisa memeriksa apakah Google berhasil membaca sitemap yang dikirimkan. Namun, keberhasilan pengiriman tidak menjamin seluruh URL di dalamnya akan diindeks.


Berikut ini adalah informasi penting dalam laporan Sitemaps:

  1. Status Success: Google berhasil mengambil dan membaca sitemap.
  2. Last read: Waktu terakhir Google membaca sitemap, bukan waktu semua halaman diindeks.
  3. Discovered pages: Jumlah URL yang ditemukan dari sitemap; bandingkan dengan laporan Page Indexing.


5. Core Web Vitals

Core Web Vitals membantu mengevaluasi pengalaman pengguna berdasarkan metrik LCP, INP, dan CLS. 

Berikut ini adalah tiga metrik utama Core Web Vitals:

  1. LCP: Mengukur waktu tampilnya elemen konten terbesar di layar.
  2. INP: Mengukur respons halaman terhadap interaksi pengguna.
  3. CLS: Mengukur pergeseran tampilan yang tidak diharapkan saat halaman dimuat.


Laporannya mengelompokkan URL berdasarkan kondisi baik, perlu peningkatan, atau buruk ketika data mencukupi. Hasil tersebut dapat digunakan untuk menentukan prioritas optimasi teknis.


6. Links

Fitur Links menampilkan informasi terkait tautan internal dan eksternal yang diketahui Google. 

Berikut ini adalah informasi yang tersedia dalam laporan Links:

  1. External links: Tautan dari situs lain yang mengarah ke halaman situsmu.
  2. Internal links: Tautan antarahalaman dalam situs yang sama.
  3. Top linking text: Teks tautan dari situs lain; laporan Links tidak mencakup semua tautan yang ada.


Kamu dapat menemukan halaman yang banyak menerima tautan serta teks tautan eksternal yang sering digunakan. Data ini membantu mengevaluasi struktur navigasi dan profil backlink situs.


7. Search Console Insights

Search Console Insights menyajikan ringkasan performa konten melalui tampilan yang lebih sederhana. 

Berikut ini adalah ringkasan yang bisa dilihat melalui Search Console Insights:

  1. Konten teratas: Lihat halaman yang menghasilkan banyak klik.
  2. Konten yang naik atau turun: Temukan halaman yang performanya berubah dibandingkan periode sebelumnya.
  3. Kueri pencarian: Kenali kata kunci yang membantu pengguna menemukan konten.


Fitur ini membantu blogger dan pengelola konten memahami halaman yang berkembang maupun mengalami penurunan. Dengan begitu, pengguna pemula dapat menemukan informasi penting tanpa langsung menganalisis laporan yang kompleks.


Bagaimana Cara Mendaftar Google Search Console?

Sebelum menggunakan Google Search Console, kamu perlu menambahkan dan memverifikasi website. Berikut langkah-langkahnya.

  1. Buka Google Search Console: Kunjungi search.google.com/search-console dan masuk menggunakan akun Google.
  2. Tambahkan properti: Klik Add Property, kemudian pilih jenis properti yang sesuai.
  3. Pilih Domain atau URL Prefix: Gunakan Domain Property untuk mencakup berbagai protokol dan subdomain, atau URL Prefix untuk alamat tertentu.
  4. Lakukan verifikasi: Ikuti metode yang tersedia, seperti penambahan DNS TXT untuk properti domain atau metode verifikasi lain yang didukung untuk URL Prefix.
  5. Periksa dashboard: Setelah verifikasi berhasil, kamu bisa mulai menggunakan laporan GSC saat data tersedia.

Gambar 3. Pilihan properti Domain dan URL Prefix.


Berikut ini adalah perbedaan kedua jenis properti:

  1. Domain: Mencakup seluruh subdomain dan protokol; verifikasi dilakukan melalui DNS.
  2. URL Prefix: Mencakup alamat dengan awalan URL tertentu dan menyediakan beberapa metode verifikasi.


Jika menggunakan WordPress, kamu juga bisa mempertimbangkan plugin Google Site Kit untuk mempermudah integrasi layanan Google. Pastikan metode verifikasi yang digunakan tetap sesuai dengan akses pengelolaan situs.


Baca Juga: 12 KPI SEO Specialist yang Wajib Dipantau untuk Performa

Bagaimana Cara Membaca Data Google Search Console?

Setelah website terhubung, langkah berikutnya adalah memahami metrik dalam laporan performa. Ada empat metrik utama yang perlu kamu perhatikan.

Metrik

Pengertian

Total Clicks

Jumlah klik dari hasil pencarian Google menuju situs

Total Impressions

Jumlah kemunculan hasil situs dalam pencarian Google

Average CTR

Persentase klik dibandingkan impresi

Average Position

Rata-rata posisi teratas hasil situs dalam penelusuran yang tercatat


Sebagai contoh, sebuah halaman mendapatkan 10.000 impresi dan 300 klik dalam satu bulan. Artinya, CTR halaman tersebut adalah 3%, berdasarkan perhitungan jumlah klik dibagi impresi kemudian dikalikan 100%.


Namun, CTR sebesar 3% tidak otomatis tergolong buruk atau baik. Kamu perlu mempertimbangkan posisi pencarian, jenis kata kunci, tampilan SERP, dan kebutuhan pengguna sebelum menentukan optimasi.


Gambar 4a. Performa kata kunci pada tab Queries.


Berikut ini adalah cara membaca dan menggunakan tab Queries:

  1. Queries: Menampilkan kata kunci yang memunculkan situs dalam pencarian.
  2. Impresi tinggi, CTR rendah: Dapat menjadi bahan evaluasi judul dan relevansi; pertimbangkan juga posisi serta maksud pencarian.
  3. Filter kueri: Pilih kata kunci untuk melihat performanya secara lebih spesifik.


Gambar 4b. Performa halaman pada tab Pages.


Berikut ini adalah cara membaca dan menggunakan tab Pages:

  1. Pages: Menampilkan performa berdasarkan halaman, bukan berdasarkan kata kunci.
  2. Bandingkan metrik: Gunakan klik, impresi, CTR, dan posisi untuk menilai peluang optimasi.
  3. Filter halaman: Pilih URL, lalu buka Queries untuk melihat kata kunci yang terkait dengan halaman tersebut.

Contoh Analisis Google Search Console untuk Optimasi SEO

Misalnya, kamu memiliki artikel tentang belajar SEO yang sudah memperoleh banyak impresi, tetapi kliknya masih sedikit. Berikut contoh data ilustratif yang bisa digunakan sebagai latihan.

Indikator

Hasil

Total impresi

12.000

Total klik

240

Average CTR

2%

Average Position

8,5


Dari data tersebut, halaman sudah cukup sering muncul dalam pencarian, tetapi sebagian besar kemunculannya belum menghasilkan klik. Posisi rata-rata 8,5 juga menunjukkan adanya peluang untuk mengevaluasi daya saing halaman.

Beberapa langkah optimasi yang bisa dilakukan antara lain:


  1. Periksa search intent: Bandingkan isi artikel dengan kebutuhan pengguna dan halaman yang muncul untuk kueri utama.
  2. Evaluasi judul artikel: Pastikan judul menjelaskan manfaat konten secara spesifik tanpa menggunakan klaim berlebihan.
  3. Perbarui pembahasan: Tambahkan informasi yang benar-benar dibutuhkan pembaca dan belum dijelaskan secara memadai.
  4. Optimalkan internal linking: Hubungkan artikel dengan konten relevan untuk membantu navigasi dan penemuan halaman.
  5. Pantau hasil perubahan: Bandingkan performa sebelum dan sesudah optimasi menggunakan rentang waktu yang setara.


Jangan langsung menyimpulkan bahwa CTR rendah pasti disebabkan judul yang kurang menarik. Posisi pencarian, fitur SERP, musim pencarian, dan perubahan persaingan juga dapat memengaruhi hasil.


Apa Perbedaan Google Search Console dan Google Analytics?

Google Search Console dan Google Analytics sering digunakan bersamaan, tetapi keduanya memiliki fokus yang berbeda. GSC mengukur performa situs dalam hasil pencarian Google, sedangkan Google Analytics 4 (GA4) membantu menganalisis interaksi pengguna setelah mengakses situs.


Aspek

Google Search Console

Google Analytics 4

Fokus

Performa pencarian Google

Perilaku pengunjung

Data utama

Klik, impresi, CTR, posisi

Pengguna, sesi, interaksi

Analisis keyword

Kueri pencarian Google

Tidak menyediakan laporan kueri organik selengkap GSC

Fungsi SEO

Evaluasi visibilitas dan indeks

Evaluasi pengalaman dan konversi

Sebagai contoh, GSC membantu menemukan artikel dengan klik organik tinggi, sedangkan GA4 dapat menunjukkan apakah pengunjung artikel tersebut melakukan pendaftaran. 


Dengan menggabungkan keduanya, kamu bisa mengevaluasi dampak SEO terhadap tujuan bisnis secara lebih menyeluruh.


Baca Juga: 12+ Cara Menggunakan Google Search Console untuk SEO

Fitur Terbaru Google Search Console yang Perlu Diketahui

Google Search Console terus berkembang mengikuti perubahan perilaku pencarian pengguna. Selain laporan standar, terdapat beberapa kemampuan yang membantu analisis SEO menjadi lebih mendalam.


  1. Branded Queries Filter: Memisahkan kueri yang berkaitan dengan merek dan kueri nonmerek pada situs yang memenuhi syarat.
  2. Search Generative AI Reports: Membantu melihat visibilitas situs dalam fitur pencarian generatif Google, termasuk AI Overviews dan AI Mode.
  3. Multimodal Search Reporting: Menampilkan informasi pencarian berbasis gambar, termasuk pengalaman seperti Google Lens, pada laporan yang mendukungnya.
  4. AI-powered Configuration: Fitur eksperimental untuk mengatur filter dan perbandingan laporan menggunakan instruksi bahasa alami, jika tersedia pada akun.


Ketersediaan beberapa laporan bergantung pada kelayakan situs, jumlah data, dan peluncuran fitur. Karena itu, tampilan dashboard setiap pengguna bisa berbeda.


Baca Juga: Cerita Kak Anindya dari Class Manager Jadi Strategist


Rekomendasi Bootcamp Digital Marketing untuk Menguasai SEO

Memahami Google Search Console menjadi salah satu bekal penting bagi kamu yang ingin berkarier sebagai SEO Specialist atau Digital Marketer. Namun, kamu juga perlu menguasai riset kata kunci, technical SEO, content marketing, dan analisis performa agar mampu menyusun strategi digital yang lebih efektif.


Semua kemampuan tersebut bisa kamu pelajari secara terstruktur melalui Bootcamp Digital Marketing Dibimbing. Program ini menggabungkan pembelajaran interaktif, praktik langsung, pembangunan portofolio, hingga persiapan menghadapi dunia kerja.


Program Bootcamp Digital Marketing Dibimbing:

  1. Kelas Interaktif: Ikuti 63+ live class bersama mentor ahli dan akses 16+ video pembelajaran.
  2. Portofolio Profesional: Kerjakan 26+ assignment untuk melatih kemampuan dan membangun portofolio.
  3. Praktik Campaign Ads: Dapatkan kesempatan menggunakan pendanaan hingga Rp1 juta untuk praktik pengelolaan iklan digital.
  4. Pendampingan Mentor: Nikmati dukungan fasilitator dan mentor berdedikasi selama proses belajar.
  5. Penyaluran Kerja: Akses program penyaluran kerja melalui jaringan 1.100+ perusahaan mitra.
  6. Simulasi Rekrutmen: Persiapkan proses seleksi melalui technical case study class.
  7. Konsultasi 1-on-1: Diskusikan materi serta perkembangan kemampuan bersama instruktur ahli.
  8. Komunitas Profesional: Bangun koneksi dengan peserta dan praktisi digital marketing.


Siap Mengembangkan Skill SEO dan Digital Marketing?

Kalau kamu ingin menjadi SEO Specialist, jangan berhenti pada kemampuan membaca angka di Google Search Console. Pelajari juga strategi konten, optimasi teknis, dan analisis data agar mampu menghubungkan performa SEO dengan tujuan bisnis.


Yuk, konsultasikan rencana belajarmu melalui Bootcamp Digital Marketing Dibimbing dan temukan program yang sesuai dengan target kariermu!


FAQ:

1. Apakah Google Search Console gratis?

Ya, Google Search Console merupakan layanan gratis dari Google. Kamu bisa menggunakannya untuk memantau performa pencarian dan pengindeksan situs setelah melakukan verifikasi kepemilikan.

2. Apakah Google Search Console bisa menaikkan ranking?

Google Search Console tidak otomatis meningkatkan peringkat situs. Namun, data dan laporannya membantu menemukan masalah serta peluang optimasi yang dapat ditindaklanjuti.

3. Berapa lama data Google Search Console muncul?

Data biasanya tidak langsung tersedia setelah situs berhasil diverifikasi. Google membutuhkan waktu untuk mengumpulkan dan memproses informasi, sehingga beberapa laporan bisa memerlukan waktu beberapa hari atau lebih.


Kategori:

Share:

Penulis

Penulis Image

Irhan Hisyam Dwi Nugroho

Irhan Hisyam Dwi Nugroho is an SEO Specialist and Content Writer with 4 years of experience in optimizing websites and writing relevant content for various brands and industries. Currently, I also work as a Content Writer at Dibimbing.id and actively share content about technology, SEO, and digital marketing through various platforms.

Reviewer

Reviewer Image

Sudah Direview Oleh Expert

Setiap artikel yang berlabel "Sudah Direview Oleh Expert" telah melalui proses peninjauan oleh praktisi atau mentor yang berpengalaman di bidangnya untuk memastikan informasi yang disajikan berkualitas, akurat, dan relevan bagi pembaca.

Hi!👋
Kalau kamu butuh bantuan,
hubungi kami via WhatsApp ya!