Blog

/

UI/UX Design

/

Ngapain Aja Profesi UX Researcher? - dibimbing.id

Ngapain Aja Profesi UX Researcher? - dibimbing.id

Kezia Margaretha

25 October 2022

1919

Image Banner

Halo Sobat MinDi, di masa kini kalian pastinya dimudahkan banget dengan adanya fitur-fitur canggih di dalam produk teknologi kalian. Tapi tau ga sih, kalau hal tersebut merupakan jasa dari seorang User Experience Researcher? Yup, User Experience Researcher merupakan orang yang berperan membantumu di dalam setiap keseharianmu. 


Melihat betapa signifikannya profesi-profesi yang berkaitan dengan User Experience (UX), baik perusahaan maupun anak muda memiliki minat yang tinggi terhadap profesi tersebut. Nah, apakah kalian termasuk ke salah satunya? Jika ya, yuk simak apa saja yang perlu kamu ketahui tentang User Experience Researcher di artikel bawah ini. 


Apa itu User Experience Researcher? 

User Experience (UX) Researcher merupakan sebuah profesi yang bertugas dalam melakukan penelitian terhadap apa saja yang dilakukan oleh target user. Mereka berfokus dalam melakukan riset terhadap kebutuhan dan keinginan pasar serta ikut memberikan saran terhadap proses desain. 


Seorang User Experience Researcher juga perlu memahami masalah atau tantangan yang ada di pelanggan untuk mendapatkan ide-ide baru yang dapat menjadi kesempatan atau peluang baik bagi perusahaan.  


Tanggung Jawab User Experience Researcher? 


Pekerjaan User Experience Researcher/ Sumber: Ekrut 


Melihat dari penjelasan diatas, kalian mungkin telah mendapatkan gambaran sedikit mengenai tanggung jawab dari seorang User Experience Researcher. Secara singkat, UX Researcher memiliki tanggung jawab untuk menemukan jawaban dari permasalahan-permasalah user. Namun, dibalik hal tersebut terdapat tanggung jawab dan tugas yang lebih kompleks. 


Berikut beberapa tugas dari seorang User Experience Researcher 


  • Membuat Plan Penelitian 

Seorang UX Researcher biasanya membuat dan mengembangkan rencana-rencana penelitian dengan tujuan penelitian yang telah jelas. Setelah itu, mereka juga mendiskusikan tahapan-tahapan yang perlu dilakukan serta mencari target dari user yang ingin dijadikan bahan penelitian. 


  • Pengumpulan Data 

Setelah berhasil membuat plan, mereka melakukan riset untuk mengumpulkan data-data. Pada umumnya, mereka menggunakan dua jenis pendekatan dalam melakukan UX Research. 


Pertama, metode kualitatif. Metode ini biasanya bertujuan untuk mengetahui kebutuhan dan insight-insight yang lebih luas mengenai kebutuhan dan motivasi dari seorang pengguna. Biasanya, ini dilakukan dengan cara-cara seperti wawancara dengan user-user. Dalam menggunakan metode ini, perlu kehati-hatian agar opini pribadimu tidak mempengaruhi hasil riset tersebut. 


Kedua, metode kuantitatif. Metode ini merupakan metode yang lebih terstruktur dengan hasil data yang dapat diukur pula. Metode ini seringkali menjadi pelengkap dari metode kualitatif agar data menjadi lebih akurat dan lengkap. Contoh dari penggunaan metode ini adalah dengan menggunakan survey yang lalu diolah menggunakan metode tertentu. Namun, setiap metode tentunya memiliki kekurangan dimana metode ini tidak menghasilkan data yang mendalam seperti data kualitatif. 


Untuk itu, sebagai UX Researcher, diperlukan keputusan dan perencanaan yang tepat untuk memilih metode pengumpulan data. Mereka perlu menggunakan metode yang sesuai dengan tujuan penelitian serta dapat memberikan informasi yang dibutuhkan. Hal ini agar hasil yang didapatkan akan tepat dan tidak menjadi sia-sia. 


  • Analisis Data

Selanjutnya, UX Researcher perlu menggunakan data-data yang telah terkumpul tadi untuk memahami bagaimana kebutuhan dan keinginan dari pengguna. Setelah menganalisis hal tersebut, mereka juga perlu membuat sebuah rekomendasi atau saran untuk kebaikan perusahaan. 


  • Presentasi

Di tahap terakhir, UX Researcher biasanya perlu menyampaikan apa yang telah didapatkannya kepada tim-tim lainnya. Untuk itu, UX Researcher biasanya mempresentasikan temuan-temuanya di keseluruhan proses kepada tim desain dan pengembangan. 


Sehingga, dapat disimpulkan UX Researcher bertanggung jawab mengurus permasalahan User Experience di dalam sebuah perusahaan. Mereka memberikan perusahaan perspektif-perspektif dari pengguna agar produk tersebut dapat berguna dan disukai oleh para pengguna.  


Tools yang Biasa Digunakan oleh User Experience Researcher 


Tools untuk User Experience Researcher/ Sumber: UX Tools


Sebagai seseorang yang bekerja di dunia teknologi, tools telah menjadi sangat penting untuk menjadi penunjang dalam melakukan pekerjaanya. Berikut beberapa tools yang sering digunakan oleh UX Researcher: 

  • Localytics: Untuk mengidentifikasi pengguna dan pola mereka dalam menggunakan sebuah aplikasi, UX Researcher biasanya memanfaatkan tools yang satu ini. 

  • SmartLook: Dengan tool ini, peneliti dapat melihat bagaimana kecenderungan seorang pengunjung di dalam sebuah situs atau aplikasi. 

  • WEVO: Seorang pengunjung seringkali tidak mengikuti rekomendasi dari sebuah algoritma di suatu produk. Untuk memahami hal tersebut, peneliti dapat menggunakan WEVO. 

  • Bugsee: UX Researcher seringkali menggunakan tools yang satu ini untuk melihat bug-bug yang ada di dalam suatu situs. 

  • Use Hans: Terjun langsung untuk berkomunikasi dengan pengguna dapat menjadi metode yang sangat mudah dilakukan. Melalui tools yang satu ini, peneliti dapat berkomunikasi dan melakukan tanya jawab dengan pengguna secara langsung. 


Skill yang Perlu Dimiliki Seorang User Experience Researcher

Sebagai seorang UX Researcher, kalian tentunya perlu memiliki beberapa skills agar dapat menjalankan tugas dan tanggung jawabnya dengan baik. Terus apa aja sih? 


  1. Mampu melakukan riset dan menganalisis 

Sebagai seorang UX Researcher, melakukan riset merupakan tugas utamanya. Untuk itu, skill melakukan riset tentunya juga menjadi keahlian utama yang perlu kamu miliki. Kamu harus bisa melakukan riset dan analisis dengan baik karena hal ini nantinya akan diterapkan pada sebuah produk yang digunakan oleh banyak pengguna. 


  1. Memahami perilaku manusia terutama para pengguna 

Agar dapat menjadi ahli dalam pekerjaanmu, melakukan riset dan analisa tidaklah cukup. Kamu perlu memahami dan memiliki pengetahuan terhadap perilaku-perilaku manusia terutama pengguna. Kamu pun juga perlu memahami mereka dari berbagai sisi kehidupan baik sosiologi, psikologi, komunikasi, dan bahkan sisi-sisi lainnya. Dengan demikian, kamu akan lebih mudah dalam melakukan pekerjaanmu karena telah memahaminya. 


  1. Paham dalam mendesain sebuah produk

Keseluruhan proses dan alur kerja dalam membuat sebuah produk penting untuk dipahami oleh UX Researcher. Kamu perlu memahami aktivitas bahkan sampai dengan interaksi di antara timnya. Hal ini bertujuan agar kamu dapat menghasilkan produk yang tepat untuk digunakan oleh para pengguna.  


Berapa Gaji Seorang User Experience Researcher dan Prospek Kariernya

Setelah membahas semua hal yang dilakukan dan perlu dimiliki oleh seorang UX Researcher, mungkin ini saat yang tepat untuk membahas hal lainnya seperti gaji dan prospek karirnya untuk meyakinkanmu memilih profesi ini. 


Dilansir dari PayScale, gaji UX Researcher sendiri mencapai sampai dengan 87,609 US Dollar. Di Indonesia sendiri angkanya berada di atas rata-rata UMR dengan gaji pokok sebesar Rp6.102.187,- per bulannya. 


Pekerjaan UX Researcher sendiri juga semakin diminati dengan perkembangannya zaman. Diperkirakan, prospek karier di industri teknologi termasuk UX Researcher juga akan meningkat setiap tahunnya. Bahkan di dalam jangka waktu 10 tahun ke depan, diramal prospek karirnya akan meningkat sampai dengan 15%. 


Gimana Sih Buat Jadi User Experience Researcher? 

Setelah membaca keseluruhan artikel ini, kalian mungkin menjadi semakin tertarik untuk bekerja sebagai UX Researcher. Tapi, gimana sih untuk jadi UX Researcher? 


Tenang aja, di Dibimbing.id terdapat Bootcamp UI UX/ Product Design. Disana kalian akan diajarkan skill-skill yang dibutuhkan untuk menjadi UX Researcher bersama dengan mentor-mentor yang berpengalaman. 


Yuk, segera daftarkan diri kalian di sini!


Pelajari Cara Membuat Aplikasi yang User Friendly dan Interaktif!

Share

Author Image

Kezia Margaretha

Content writer yang (masih) banyak pengen tau ini itu.

Artikel Terkait