Gaji DevOps 2026 di Indonesia dan Jenjang Karier
Irhan Hisyam Dwi Nugroho
•
15 April 2026
•
85
Gaji DevOps di Indonesia tahun 2026 memang jadi topik yang banyak dicari, terutama buat warga bimbingan yang ingin masuk ke dunia tech. Role ini dikenal punya peluang karier yang menjanjikan dengan kebutuhan yang terus meningkat.
DevOps sendiri punya peran penting dalam memastikan proses development hingga deployment berjalan lancar. Karena tanggung jawabnya cukup besar, tidak heran kalau gaji yang ditawarkan juga cukup kompetitif.
Di artikel ini, kita akan bahas gaji DevOps 2026 di Indonesia dan jenjang kariernya secara lengkap. Yuk simak sampai akhir supaya kamu punya gambaran yang lebih jelas.
Berapa Rata-Rata Gaji DevOps di Indonesia?
Gaji DevOps Engineer di Indonesia pada tahun 2026 tergolong cukup kompetitif dibandingkan role tech lainnya. Secara umum, rata-rata gaji bulanan berada di kisaran Rp7.250.000 hingga Rp10.250.000 Sumber Jobstreet, tergantung pengalaman dan perusahaan.
Namun, angka tersebut bisa berbeda berdasarkan lokasi kerja dan level pengalaman. Di kota besar seperti Jakarta, gaji DevOps bisa lebih tinggi karena kebutuhan perusahaan dan kompleksitas pekerjaan yang lebih besar.
Berikut gambaran rata-rata gaji DevOps di beberapa wilayah:
- Jakarta Selatan: sekitar Rp12 juta
- Jakarta Pusat: sekitar Rp11 juta
- Jakarta Utara: sekitar Rp9,3 juta
- Jakarta Timur: sekitar Rp8,8 juta
- Jakarta Barat: sekitar Rp8 juta
- Bandung: sekitar Rp7,5 juta
Baca juga: 21 Bootcamp Terbaik untuk Fresh Graduate Siap Kerja 2026
Faktor yang Mempengaruhi Gaji DevOps
Sumber: Canva
Gaji DevOps tidak ditentukan oleh satu faktor saja. Ada beberapa hal yang biasanya memengaruhi besaran gaji seorang DevOps Engineer, yuk simak penjelasannya berikut ini.
1. Pengalaman Kerja
Semakin banyak pengalaman yang dimiliki, biasanya semakin tinggi juga gaji yang ditawarkan.
DevOps Engineer yang sudah terbiasa menangani deployment, monitoring, dan automation di lingkungan kerja nyata umumnya punya nilai lebih.
Karena itu, perusahaan cenderung memberi kompensasi lebih besar untuk kandidat yang lebih berpengalaman.
2. Skill Teknis yang Dikuasai
Kemampuan teknis menjadi salah satu faktor utama yang memengaruhi gaji DevOps. Penguasaan tools seperti Docker, Kubernetes, CI/CD, cloud platform, dan automation tools bisa membuat kandidat terlihat lebih unggul.
Semakin lengkap dan relevan skill yang dimiliki, semakin besar juga peluang mendapatkan gaji lebih tinggi.
3. Sertifikasi dan Kredibilitas
Sertifikasi bisa menjadi nilai tambah karena menunjukkan bahwa kamu punya pemahaman yang terukur di bidang tertentu.
Misalnya, sertifikasi cloud atau DevOps tools tertentu sering dilihat sebagai bukti kompetensi tambahan. Hal ini bisa membantu meningkatkan kepercayaan recruiter dan berdampak pada besaran penawaran gaji.
4. Lokasi dan Jenis Perusahaan
Gaji DevOps juga dipengaruhi oleh lokasi kerja serta jenis perusahaan tempat kamu bekerja.
Perusahaan teknologi besar atau startup di kota besar biasanya menawarkan gaji yang lebih kompetitif dibanding perusahaan kecil di daerah lain. Faktor ini berkaitan dengan kebutuhan bisnis, biaya hidup, dan tingkat persaingan industri.
5. Tanggung Jawab dan Kompleksitas Sistem
Semakin besar tanggung jawab yang dipegang, biasanya semakin tinggi juga kompensasi yang diberikan.
DevOps yang menangani infrastruktur skala besar, keamanan deployment, atau sistem dengan traffic tinggi umumnya memiliki nilai lebih tinggi. Karena itu, kompleksitas lingkungan kerja juga sangat berpengaruh terhadap besaran gaji.
Baca juga: Apa Itu Bootcamp Coding? Keuntungan, Jenis, dan Cara Memilih
Jenjang Karier DevOps dan Gajinya
Karier DevOps umumnya berkembang seiring bertambahnya pengalaman, tanggung jawab, dan kedalaman skill teknis yang dimiliki.
Supaya kamu punya gambaran yang lebih jelas, yuk simak jenjang karier DevOps dan proyeksi gajinya di 2026 berikut ini. 
1. Junior DevOps
Pada level ini, fokus utamanya masih pada otomasi dasar, monitoring, deployment, dan mulai belajar cloud tools dalam pekerjaan sehari-hari.
Biasanya posisi ini diisi oleh fresh graduate atau orang yang pindah jalur dari SysAdmin maupun backend. Untuk 2026, kisaran gajinya umumnya berada di sekitar Rp7.000.000 sampai Rp11.000.000 per bulan. 
2. Mid-Level DevOps
Setelah punya pengalaman beberapa tahun, DevOps Engineer biasanya mulai lebih mandiri dalam mengelola CI/CD, container, orchestration, dan infrastructure as code.
Di tahap ini, pemahaman tools seperti Kubernetes, Terraform, dan cloud platform biasanya sudah lebih matang. Untuk 2026, proyeksi gajinya umumnya berada di kisaran Rp12.000.000 sampai Rp20.000.000 per bulan. 
3. Senior DevOps
Pada level senior, tanggung jawabnya sudah lebih besar karena berhubungan dengan stabilitas sistem, keamanan infrastruktur, dan efisiensi deployment dalam skala yang lebih kompleks.
Selain itu, senior DevOps juga biasanya ikut mengambil keputusan teknis dan membimbing engineer yang lebih junior. Di 2026, kisaran gaji level ini umumnya ada di sekitar Rp20.000.000 sampai Rp35.000.000 per bulan. 
4. DevOps Manager atau Lead
Di level ini, perannya tidak hanya teknis tetapi juga strategis karena sudah memimpin tim dan menyelaraskan kebutuhan bisnis dengan sistem yang dibangun.
Posisi ini biasanya menuntut kombinasi kemampuan teknis yang kuat dan skill manajerial yang matang. Untuk 2026, proyeksi gajinya bisa berada di kisaran Rp35.000.000 sampai Rp55.000.000 per bulan, meski angkanya dapat berbeda tergantung skala perusahaan
Baca juga: 10 Lowongan Kerja Remote untuk Bootcamp Programmer 2026
Cara Meningkatkan Gaji DevOps
Sumber: Canva
Meningkatkan gaji DevOps tidak hanya bergantung pada pengalaman kerja saja. Ada beberapa strategi yang bisa kamu lakukan untuk meningkatkan value di mata perusahaan, yuk simak caranya berikut ini.
1. Ambil Sertifikasi Cloud Populer
Mengambil sertifikasi cloud yang banyak dicari di industri bisa menjadi salah satu langkah paling efektif untuk meningkatkan nilai tawar gaji sebagai DevOps Engineer.
Perusahaan biasanya melihat sertifikasi sebagai bukti bahwa kamu punya skill yang sudah tervalidasi secara profesional.
Contohnya seperti AWS Certified DevOps Engineer atau Google Cloud DevOps Engineer yang banyak dicari di industri.
2. Kuasai Kubernetes Secara Mendalam
Kemampuan mengelola container orchestration seperti Kubernetes menjadi skill yang sangat bernilai di pasar kerja DevOps saat ini.
Banyak perusahaan berskala besar membutuhkan DevOps yang mampu menangani sistem kompleks dengan efisien. Dengan skill ini, peluang mendapatkan gaji tinggi juga semakin terbuka lebar.
3. Pelajari Infrastructure as Code (IaC)
Menguasai Infrastructure as Code menjadi langkah penting karena DevOps modern dituntut untuk bisa mengelola infrastruktur secara otomatis, bukan manual.
Tools seperti Terraform atau Pulumi memungkinkan kamu membuat sistem yang scalable dan mudah direplikasi. Skill ini sangat dihargai karena membantu perusahaan bekerja lebih cepat dan efisien.
4. Pilih Industri dengan Gaji Tinggi
Memilih industri yang tepat juga bisa berpengaruh besar terhadap besaran gaji yang kamu terima sebagai DevOps Engineer.
Sektor seperti fintech dan perbankan digital biasanya memberikan kompensasi lebih tinggi karena kompleksitas dan risiko sistem yang lebih besar. Karena itu, memilih industri yang tepat bisa jadi strategi untuk meningkatkan penghasilan.
5. Bangun Personal Branding dan Portfolio
Membangun personal branding yang kuat bisa membantu kamu lebih mudah dilirik oleh recruiter atau headhunter untuk posisi dengan gaji lebih tinggi.
Kamu bisa mulai dengan aktif berbagi insight di LinkedIn atau berkontribusi di project open source. Dengan cara ini, peluang mendapatkan penawaran kerja yang lebih kompetitif juga semakin besar.
Ingin Jadi DevOps Engineer?
Setelah memahami gaji DevOps dan jenjang kariernya, sekarang saatnya kamu mulai menyiapkan skill yang benar-benar dibutuhkan di dunia kerja.
DevOps Engineer bisa jadi pilihan tepat buat kamu yang ingin punya karier di bidang tech dengan peran yang penting dalam proses development dan deployment.
Yuk, ikuti Bootcamp DevOps Engineer di dibimbing! Di sini, kamu akan belajar mulai dari dasar DevOps, cloud, automation, CI/CD, sampai tools yang relevan dengan kebutuhan industri saat ini.
Kamu juga akan belajar langsung dari mentor berpengalaman dengan kurikulum yang aplikatif dan praktis. Jadi, proses belajarnya tidak hanya fokus pada teori, tetapi juga membantu kamu lebih siap menghadapi kebutuhan dunia kerja.
Dengan lebih dari 840+ hiring partner dan tingkat keberhasilan alumni 96%, peluang kariermu di dunia tech juga semakin terbuka lebar.
Hubungi di sini dan daftar sekarang di dibimbing.id untuk mulai perjalananmu menjadi DevOps Engineer profesional. #BimbingSampeJadi!
Tags
Irhan Hisyam Dwi Nugroho
Irhan Hisyam Dwi Nugroho is an SEO Specialist and Content Writer with 4 years of experience in optimizing websites and writing relevant content for various brands and industries. Currently, I also work as a Content Writer at Dibimbing.id and actively share content about technology, SEO, and digital marketing through various platforms.
