dibimbing.id - 5 Framework Risk Management yang Populer di Perusahaan

5 Framework Risk Management yang Populer di Perusahaan

Irhan Hisyam Dwi Nugroho

28 Mei 2026

51

Image Banner

Pernahkah warga Dibimbing mendengar istilah risk management dalam dunia perusahaan? Framework risk management adalah panduan yang digunakan perusahaan untuk mengidentifikasi, menganalisis, dan mengurangi berbagai risiko bisnis.

Saat ini, banyak perusahaan menggunakan framework risk management untuk menjaga keamanan, stabilitas operasional, hingga membantu pengambilan keputusan. Karena itu, memahami framework risk management menjadi skill penting di dunia kerja modern.

Melalui artikel ini, warga Dibimbing akan mengenal 5 framework risk management yang populer digunakan di berbagai perusahaan. Yuk, simak penjelasannya sampai selesai!


Apa Itu Framework Risk Management?

Framework risk management adalah kerangka atau panduan yang digunakan perusahaan untuk mengelola berbagai risiko yang dapat mengganggu operasional bisnis. 

Framework ini membantu perusahaan dalam proses identifikasi, analisis, pengendalian, hingga pemantauan risiko agar potensi kerugian dapat diminimalkan.

Dengan adanya framework risk management, perusahaan dapat membuat keputusan bisnis secara lebih terstruktur dan terukur berdasarkan potensi risiko yang ada. 

Oleh karena itu, framework risk management banyak digunakan di berbagai bidang seperti bisnis, keuangan, teknologi, hingga cybersecurity untuk menjaga stabilitas dan keamanan perusahaan.

Baca juga: Strategi Anti Fraud: Jenis, Pilar, dan Contoh Penerapan


Tujuan Framework Risk Management

Sebelum mengetahui contoh framework yang populer, warga Dibimbing perlu memahami terlebih dahulu tujuan framework risk management dalam perusahaan. 

Berikut ini adalah beberapa tujuan utama framework risk management yang banyak diterapkan dalam dunia bisnis modern.


1. Mengidentifikasi Risiko Sejak Awal

Framework risk management membantu perusahaan mengenali berbagai potensi risiko yang dapat muncul dalam operasional bisnis. 

Risiko tersebut bisa berasal dari faktor internal maupun eksternal seperti kesalahan sistem, keuangan, hingga keamanan data. Dengan identifikasi yang tepat, perusahaan dapat lebih siap menghadapi kemungkinan masalah di masa depan.


2. Mengurangi Potensi Kerugian

Salah satu tujuan utama framework risk management adalah meminimalkan dampak kerugian yang dapat terjadi pada perusahaan. 

Setelah risiko dianalisis, perusahaan dapat menentukan strategi pengendalian yang sesuai untuk mengurangi dampaknya. Hal ini membantu bisnis tetap berjalan lebih stabil dan aman.


3. Membantu Pengambilan Keputusan

Framework risk management membantu perusahaan membuat keputusan berdasarkan analisis risiko yang lebih terukur. 

Dengan data dan evaluasi risiko yang jelas, manajemen dapat menentukan langkah bisnis secara lebih tepat dan efektif. Proses pengambilan keputusan pun menjadi lebih terstruktur dan minim kesalahan.


4. Menjaga Stabilitas Operasional Perusahaan

Dengan pengelolaan risiko yang baik, perusahaan dapat menjaga operasional bisnis tetap berjalan dengan lancar. 

Framework risk management membantu perusahaan memantau dan mengendalikan risiko yang dapat menghambat produktivitas maupun layanan bisnis. Oleh karena itu, framework ini penting untuk menjaga keberlangsungan perusahaan dalam jangka panjang.

Baca juga: Rekomendasi Bootcamp Risk Management 2026, Langsung Kerja!


Komponen dalam Framework Risk Management

Sumber: Canva

Dalam penerapannya, framework risk management memiliki beberapa komponen penting yang saling berkaitan satu sama lain. 

Berikut ini adalah komponen utama dalam framework risk management yang membantu perusahaan mengelola risiko secara lebih efektif dan terstruktur.


1. Risk Identification

Risk identification merupakan proses mengidentifikasi berbagai risiko yang berpotensi mengganggu operasional perusahaan. 

Risiko tersebut dapat berasal dari faktor internal maupun eksternal seperti kesalahan sistem, keamanan data, hingga kondisi pasar. Dengan identifikasi yang tepat, perusahaan dapat lebih siap menghadapi kemungkinan masalah di masa depan.


2. Risk Assessment

Setelah risiko berhasil diidentifikasi, perusahaan akan melakukan risk assessment atau penilaian risiko.

Pada tahap Risk Assessment, risiko akan dianalisis berdasarkan tingkat kemungkinan terjadinya dan dampaknya terhadap bisnis. Proses ini membantu perusahaan menentukan risiko mana yang perlu diprioritaskan untuk ditangani terlebih dahulu.


3. Risk Mitigation

Risk mitigation adalah proses menentukan strategi untuk mengurangi atau mengendalikan risiko yang telah dianalisis sebelumnya. 

Perusahaan dapat membuat kebijakan, sistem keamanan, maupun prosedur tertentu untuk meminimalkan dampak risiko tersebut. Dengan mitigasi yang tepat, potensi kerugian bisnis dapat ditekan secara lebih efektif.


4. Monitoring dan Evaluation

Komponen terakhir adalah monitoring dan evaluation, yaitu proses memantau serta mengevaluasi risiko secara berkala. 

Tahap ini penting untuk memastikan strategi risk management tetap berjalan efektif sesuai kondisi perusahaan. Selain itu, monitoring juga membantu perusahaan mengetahui jika muncul risiko baru yang perlu segera ditangani.

Baca juga: Apa Itu Risk Management? Manfaat, Prinsip, Jenis, & Tips


Contoh Framework Risk Management Populer

Sumber: Desain oleh Dibimbing

Saat ini, terdapat berbagai framework risk management yang digunakan perusahaan untuk membantu mengelola risiko secara lebih terstruktur. 

Berikut ini adalah beberapa framework risk management populer yang sering diterapkan di bidang bisnis, teknologi, hingga keamanan informasi.


1. ISO 31000

ISO 31000 merupakan framework risk management internasional yang digunakan untuk membantu perusahaan mengelola risiko secara sistematis. 

Framework ini memberikan panduan dalam proses identifikasi, analisis, hingga pengendalian risiko dalam organisasi. Karena bersifat fleksibel, ISO 31000 dapat diterapkan di berbagai jenis industri dan perusahaan.


2. COSO ERM

COSO ERM atau Committee of Sponsoring Organizations Enterprise Risk Management adalah framework yang fokus pada pengelolaan risiko bisnis secara menyeluruh. 

Framework ini membantu perusahaan menghubungkan proses risk management dengan strategi bisnis dan pengambilan keputusan. 

COSO ERM banyak digunakan oleh perusahaan besar untuk meningkatkan kontrol internal dan stabilitas bisnis.


3. NIST Risk Management Framework

NIST Risk Management Framework adalah framework yang dikembangkan oleh National Institute of Standards and Technology untuk membantu pengelolaan risiko di bidang teknologi dan cybersecurity. 

Framework ini memiliki tahapan yang terstruktur mulai dari identifikasi, perlindungan, hingga monitoring keamanan sistem. NIST RMF sering digunakan oleh organisasi yang berfokus pada keamanan data dan infrastruktur IT.


4. COBIT

COBIT atau Control Objectives for Information and Related Technologies adalah framework yang digunakan untuk tata kelola dan manajemen teknologi informasi.

Framework ini membantu perusahaan memastikan proses IT berjalan sesuai tujuan bisnis dan standar keamanan yang berlaku. COBIT banyak diterapkan dalam bidang audit IT, governance, dan pengelolaan sistem informasi perusahaan.


5. FAIR Framework

FAIR Framework atau Factor Analysis of Information Risk merupakan framework yang digunakan untuk menganalisis risiko informasi secara kuantitatif. 

Framework ini membantu perusahaan mengukur tingkat risiko berdasarkan kemungkinan terjadinya ancaman dan dampaknya terhadap bisnis. FAIR Framework cukup populer dalam bidang cybersecurity dan manajemen risiko digital modern.

Baca juga: Fraud Risk Management: Solusi Cegah & Tangani Risiko Penipuan Bisnis


Manfaat Menggunakan Framework Risk Management