dibimbing.id - Apa Itu Exit Strategy? Tujuan dan Contoh Bisnis 2026

Apa Itu Exit Strategy? Tujuan dan Contoh Bisnis 2026

Irhan Hisyam Dwi Nugroho

23 December 2025

193

Image Banner

Exit strategy sering diabaikan saat bisnis terlihat berjalan lancar. Warga Bimbingan, tanpa perencanaan exit strategy, banyak pemilik usaha kebingungan saat harus menjual atau menutup bisnis.

Padahal, exit strategy adalah langkah strategis untuk melindungi nilai bisnis. Di tahun 2026, perubahan pasar yang cepat membuat perencanaan exit semakin penting.

Di artikel ini, MinDi akan membahas apa itu exit strategy, tujuannya, dan contoh penerapannya dalam bisnis. Warga Bimbingan, yuk baca sampai akhir agar bisnismu lebih terarah.

Baca juga: Apa Itu Merger Perusahaan? Tujuan, Jenis, dan Contohnya


Apa Itu Exit Strategy?

Exit strategy adalah rencana yang disiapkan pemilik bisnis atau investor untuk keluar dari bisnis dengan cara yang terstruktur dan menguntungkan. 

Strategi ini digunakan saat bisnis akan dijual, digabungkan, diwariskan, atau bahkan ditutup agar kerugian bisa diminimalkan. 

Dengan exit strategy, pemilik usaha tidak mengambil keputusan secara mendadak karena semua skenario sudah dipertimbangkan sejak awal. 

Di dunia bisnis modern, terutama pada tahun 2026, exit strategy menjadi bagian penting dari perencanaan jangka panjang agar nilai bisnis tetap terlindungi.

Baca juga: 10 Metode Penilaian Investasi Menurut Para Expert


Tujuan Exit Strategy dalam Bisnis

Sumber: Canva

Exit strategy bukan hanya soal keluar dari bisnis, tapi tentang mengambil keputusan terbaik di waktu yang tepat. 

Warga Bimbingan, berikut adalah lima tujuan utama exit strategy dalam bisnis yang perlu kamu pahami:


1. Melindungi Nilai Bisnis

Exit strategy membantu pemilik bisnis menjaga nilai usaha yang sudah dibangun selama bertahun-tahun. 

Dengan perencanaan yang matang, bisnis bisa dijual atau dialihkan saat valuasinya berada di titik optimal. Hal ini mencegah kerugian akibat keputusan keluar yang terburu-buru.


2. Memberikan Kepastian Finansial

Salah satu tujuan exit strategy adalah memastikan pemilik bisnis mendapatkan hasil finansial yang jelas. 

Strategi ini membantu menentukan kapan dan bagaimana aset bisnis bisa dicairkan. Dengan begitu, pemilik usaha bisa merencanakan keuangan pribadi atau investasi selanjutnya dengan lebih aman.


3. Mengurangi Risiko di Masa Depan

Exit strategy membantu bisnis mengantisipasi risiko seperti perubahan pasar, regulasi, atau kondisi ekonomi. 

Ketika risiko meningkat, rencana exit yang siap bisa menjadi solusi terbaik. Ini membuat bisnis tidak terjebak dalam situasi yang merugikan.


4. Memudahkan Transisi Kepemilikan

Exit strategy berperan penting dalam proses pergantian kepemilikan, baik melalui penjualan, merger, maupun pewarisan. 

Dengan rencana yang jelas, transisi bisa berjalan lebih lancar tanpa mengganggu operasional bisnis. Hal ini juga menjaga kepercayaan karyawan dan mitra bisnis.


5. Mendukung Pertumbuhan Strategis

Exit strategy memungkinkan pemilik bisnis fokus pada peluang baru setelah keluar dari usaha lama. 

Strategi ini sering digunakan sebagai bagian dari siklus membangun, mengembangkan, lalu melepas bisnis. Dengan begitu, exit bukan akhir, melainkan langkah menuju pertumbuhan berikutnya.

Baca juga: Valuasi Perusahaan: Tujuan, Faktor, & Cara Menghitung


Jenis-jenis Exit Strategy

Warga Bimbingan, berikut adalah lima jenis exit strategy yang paling umum digunakan dalam dunia bisnis hingga saat ini:


1. Merger dan Akuisisi (M&A)

Merger dan akuisisi dilakukan dengan menjual perusahaan kepada perusahaan lain yang lebih besar atau kompetitor. 

Strategi ini memungkinkan pemilik bisnis mendapatkan dana tunai dalam jumlah besar dalam waktu relatif cepat. Selain itu, penggabungan sumber daya sering membuat bisnis lebih kuat dan kompetitif.


2. Initial Public Offering (IPO)

IPO adalah strategi keluar dengan menjual saham perusahaan ke publik melalui bursa saham. 

Cara ini dapat memberikan keuntungan finansial yang signifikan bagi pemilik awal bisnis. Selain itu, IPO juga meningkatkan reputasi dan kredibilitas perusahaan di mata investor dan pasar.


3. Management Buyout (MBO)

Management buyout terjadi ketika kepemilikan bisnis dijual kepada tim manajemen internal atau karyawan. 

Strategi ini membuat proses transisi berjalan lebih lancar karena pengelolanya sudah memahami operasional bisnis. MBO juga membantu menjaga stabilitas perusahaan setelah pergantian kepemilikan.


4. Suksesi Keluarga (Family Succession)

Suksesi keluarga dilakukan dengan mewariskan bisnis kepada anggota keluarga atau generasi berikutnya. 

Strategi ini bertujuan menjaga kelangsungan usaha dan nilai keluarga dalam jangka panjang. Dengan perencanaan yang baik, bisnis dapat terus berkembang tanpa kehilangan identitas awalnya.


5. Likuidasi (Liquidation)

Likuidasi adalah proses menutup bisnis dan menjual seluruh aset yang dimiliki. Strategi ini biasanya dipilih ketika bisnis tidak lagi mampu bertahan atau menghasilkan keuntungan. 

Hasil penjualan aset digunakan untuk melunasi kewajiban dan membagikan sisa dana kepada pemilik.

Baca juga: Dasar Hukum Regulasi Investasi di Indonesia Terbaru


Contoh Exit Strategy

Sumber: Canva

Warga Bimbingan, berikut adalah lima contoh exit strategy yang berhasil dilakukan oleh perusahaan global maupun Indonesia:


1. Akuisisi (M&A): YouTube oleh Google

Salah satu contoh exit strategy paling terkenal adalah ketika YouTube diakuisisi oleh Google pada tahun 2006 senilai USD 1,65 miliar. 

Keputusan ini memungkinkan para pendiri YouTube mendapatkan keuntungan besar dalam waktu relatif singkat. 

Setelah akuisisi, YouTube berkembang pesat dengan dukungan ekosistem teknologi Google.


2. IPO: Bukalapak di Bursa Efek Indonesia

Exit strategy melalui Initial Public Offering dilakukan oleh Bukalapak saat melantai di Bursa Efek Indonesia pada Agustus 2021. 

Melalui IPO, pendiri dan investor awal memperoleh likuiditas atas saham yang mereka miliki. Selain itu, perusahaan berhasil menghimpun dana segar sekitar Rp21,9 triliun untuk ekspansi bisnis.


3. Management Buyout (MBO): Dell Inc.

Management buyout menjadi pilihan exit strategy ketika pendiri Dell Inc., Michael Dell, membeli kembali saham perusahaannya dari publik pada tahun 2013. 

Nilai transaksi ini mencapai USD 24,9 miliar dan membuat Dell keluar dari bursa saham. Langkah ini memungkinkan perusahaan melakukan restrukturisasi tanpa tekanan dari pemegang saham publik.


4. Suksesi Keluarga: Grup Djarum

Exit strategy tidak selalu berarti menjual bisnis, seperti yang dilakukan oleh Djarum melalui suksesi keluarga. 

Keluarga Hartono secara bertahap menyerahkan kepemimpinan kepada generasi berikutnya. Strategi ini menjaga kesinambungan bisnis tanpa kehilangan kendali kepemilikan.


5. Likuidasi: Giant Supermarket Indonesia

Contoh exit strategy terakhir adalah likuidasi yang dilakukan oleh Giant di Indonesia pada tahun 2021. 

Seluruh gerai ditutup dan aset dialihkan untuk melunasi kewajiban serta fokus ke unit bisnis lain. Langkah ini diambil karena model bisnis Giant dinilai tidak lagi kompetitif di pasar.

Baca juga: Memahami Skema Merger and Acquisition di Indonesia


Ingin Jadi Investment & Banking Analyst Andal?

Setelah memahami tentang exit strategy, sekarang saatnya kamu naik level di dunia finance profesional!

Yuk, ikuti Bootcamp Investment & Banking di dibimbing.id! Di program ini, kamu akan mempelajari fundamental banking, investment analysis, risk management, hingga praktik studi kasus nyata dengan kurikulum aplikatif dan relevan dengan industri.

Belajar langsung dari mentor berpengalaman di bidang perbankan dan investasi, dilengkapi hands-on project serta pendampingan karier sampai siap kerja. 

Dengan 840+ hiring partner dan tingkat keberhasilan alumni hingga 96%, peluang kariermu di sektor keuangan semakin terbuka lebar.

Jadi, tunggu apa lagi? Hubungi kami sekarang disini dan daftar di dibimbing.id untuk mulai perjalananmu menjadi Investment & Banking Analyst profesional. #BimbingSampeJadi

Share

Author Image

Irhan Hisyam Dwi Nugroho

Irhan Hisyam Dwi Nugroho is an SEO Specialist and Content Writer with 4 years of experience in optimizing websites and writing relevant content for various brands and industries. Currently, I also work as a Content Writer at Dibimbing.id and actively share content about technology, SEO, and digital marketing through various platforms.

Hi!👋
Kalau kamu butuh bantuan,
hubungi kami via WhatsApp ya!