dibimbing.id - DevOps Roadmap: Menjadi DevOps Engineer di 2026

DevOps Roadmap: Menjadi DevOps Engineer di 2026

Irhan Hisyam Dwi Nugroho

22 January 2026

226

Image Banner

Warga Bimbingan, DevOps Roadmap adalah panduan yang akan membantumu mempersiapkan diri untuk menjadi DevOps Engineer yang kompeten. 

Seiring dengan pesatnya perkembangan teknologi, peran ini semakin dibutuhkan untuk menggabungkan pengembangan perangkat lunak dan operasi TI.

Pada 2026, menjadi DevOps Engineer membuka banyak peluang di berbagai industri, terutama dengan meningkatnya permintaan untuk keterampilan cloud dan otomatisasi. Karir ini menawarkan gaji yang menarik serta tantangan teknis yang seru.

Dalam artikel ini, MinDi akan membahas langkah-langkah yang perlu kamu ambil untuk mengikuti DevOps Roadmap dan memulai perjalanan karir di bidang ini. Yuk, simak dan persiapkan dirimu untuk menghadapi tantangan di dunia DevOps!

Baca juga: 21 Bootcamp Terbaik untuk Fresh Graduate Siap Kerja 2026


Apa Itu DevOps?

DevOps adalah pendekatan yang menggabungkan pengembangan perangkat lunak (Development) dan operasi TI (Operations) untuk meningkatkan kolaborasi dan efisiensi. Tujuannya adalah mempercepat pengiriman perangkat lunak dengan mengurangi hambatan antara tim pengembang dan tim operasional.

DevOps mengandalkan otomatisasi untuk mempercepat proses pengujian, deployment, dan pemeliharaan sistem. Dengan alat yang tepat, tim pengembang dan operasi dapat bekerja lebih cepat dan mengurangi kesalahan.

Secara keseluruhan, DevOps menciptakan lingkungan yang memungkinkan perusahaan merilis perangkat lunak lebih cepat dan dengan kualitas lebih baik. Ini membantu tim fokus pada inovasi sambil menjaga sistem tetap stabil dan aman.

Baca juga: Apa Itu Bootcamp Coding? Keuntungan, Jenis, dan Cara Memilih


Mengapa Memilih Karir DevOps di 2026?

Sumber: Canva

Warga Bimbingan, pasar perangkat lunak DevOps diperkirakan akan terus berkembang pesat, dengan nilai pasar yang diprediksi mencapai USD 43,17 miliar pada 2030. 

Pertumbuhan ini menunjukkan bahwa peran DevOps Engineer akan terus diminati, dan para profesional dengan keterampilan DevOps akan memiliki banyak peluang karir di berbagai sektor industri.

Menurut Glassdoor, gaji seorang DevOps Engineer di Jakarta berkisar antara IDR 8,7 juta hingga IDR 17,6 juta per bulan, dengan gaji rata-rata sekitar IDR 12,7 juta per bulan. Ini menunjukkan besarnya permintaan untuk peran ini, terutama di kota besar seperti Jakarta.

Menariknya, menguasai DevOps membuka banyak peluang karir lainnya, seperti Cloud Engineer, Site Reliability Engineer (SRE), dan Platform Engineer. 

Selain DevOps Engineer, berikut adalah beberapa jalur karir terkait DevOps yang juga sangat diminati pada 2026:

  1. DevOps Engineer: Fokus pada otomatisasi, CI/CD pipeline, dan proses deployment untuk mempercepat pengiriman perangkat lunak.
  2. Cloud Engineer: Spesialis dalam mengelola dan mengoptimalkan cloud environments di platform seperti AWS, Azure, dan Google Cloud.
  3. Site Reliability Engineer (SRE): Menggabungkan keterampilan pengembangan dan operasi untuk menjaga sistem tetap berjalan dengan lancar, meningkatkan uptime dan performa.
  4. Platform Engineer: Membangun platform internal dan alat yang membantu tim pengembang untuk menyebarkan dan menskalakan aplikasi dengan lebih efisien.

Dengan belajar terus-menerus dan hasrat untuk otomatisasi, kamu bisa membuka banyak peluang karir di DevOps. MinDi percaya bahwa dengan tekad dan keterampilan yang tepat, kamu bisa mencapai tujuan karir yang lebih tinggi!

Baca juga: 10 Lowongan Kerja Remote untuk Bootcamp Programmer 2026


Step by Step DevOps Roadmap

Sumber: Canva

Untuk menjadi DevOps Engineer yang sukses, ada beberapa langkah penting yang perlu kamu ambil. Berdasarkan DevOps Roadmap 2026, berikut adalah panduan langkah demi langkah yang bisa membantumu mempersiapkan diri.


1. Pelajari Bahasa Pemrograman

Sebagai DevOps Engineer, kamu perlu memahami bahasa pemrograman seperti Python, Go, Ruby, atau JavaScript/Node.js. Bahasa pemrograman ini akan membantu kamu menulis script untuk otomatisasi proses dan pengembangan perangkat lunak.

Memiliki kemampuan dalam menulis kode yang efisien juga penting untuk mendukung pengembangan dan pengelolaan infrastruktur perangkat lunak. Pengetahuan ini adalah pondasi yang diperlukan dalam DevOps.


2. Pahami Sistem Operasi dan Jaringan

Mengetahui dasar-dasar sistem operasi seperti Linux dan Windows sangat penting bagi seorang DevOps Engineer. Selain itu, pemahaman tentang jaringan dan protokol seperti HTTP, DNS, dan SSL/TLS juga diperlukan untuk mendukung pengelolaan aplikasi.

Kemampuan ini akan membantumu dalam mengatasi masalah yang muncul saat pengembangan dan pengelolaan aplikasi. Sistem dan jaringan adalah aspek kunci dalam pekerjaan DevOps sehari-hari.


3. Kuasai Alat DevOps Utama

Menguasai alat-alat penting dalam DevOps seperti Docker, Kubernetes, dan Git akan mempermudah otomatisasi dan pengelolaan proyek. Alat-alat ini memungkinkan kamu mengelola container, mengotomatisasi pengujian, serta memanage versi aplikasi secara efisien.

Keahlian dalam menggunakan alat-alat ini akan membuatmu lebih siap untuk menyelesaikan tugas-tugas DevOps. Pengalaman langsung dengan alat-alat ini akan memberi kamu keunggulan dalam dunia kerja.


4. Pelajari CI/CD dan Automatisasi

Continuous Integration (CI) dan Continuous Delivery (CD) adalah konsep utama dalam DevOps yang memfokuskan pada otomatisasi pengujian dan deployment. 

Menguasai alat seperti Jenkins atau GitLab CI sangat penting untuk mempercepat siklus pengembangan dan mengurangi kesalahan.

CI/CD memungkinkan pengembang untuk mengintegrasikan dan menguji perubahan kode secara otomatis. Ini membantu tim DevOps untuk merilis perangkat lunak lebih cepat dan dengan kualitas yang lebih baik.


5. Pahami Cloud Computing

DevOps Engineer sering bekerja dengan platform cloud seperti AWS, Azure, dan Google Cloud untuk mengelola aplikasi. Menguasai layanan cloud computing ini memungkinkan kamu untuk mengelola infrastruktur yang lebih fleksibel dan terukur.

Cloud computing sangat penting untuk mendukung pengelolaan dan penyebaran aplikasi dalam skala besar. Ini akan memungkinkan kamu untuk bekerja dengan proyek-proyek yang lebih kompleks dan efisien.


6. Kuasai Infrastruktur sebagai Kode (IaC)

Infrastructure as Code (IaC) memungkinkanmu untuk mengelola infrastruktur menggunakan kode, seperti dengan Terraform atau Ansible. Kemampuan ini penting untuk otomatisasi dan pengelolaan infrastruktur, yang sangat dibutuhkan dalam lingkungan DevOps.

IaC mengurangi kebutuhan pengelolaan manual, yang dapat memakan waktu dan rawan kesalahan. Ini memberikan fleksibilitas yang lebih besar dalam mengelola infrastruktur yang skalabel.


7. Fokus pada Keamanan (DevSecOps)

DevSecOps adalah pendekatan yang mengintegrasikan keamanan dalam seluruh siklus hidup pengembangan perangkat lunak. Dengan mempelajari DevSecOps, kamu akan bisa memastikan bahwa aplikasi tetap aman selama pengembangan dan deployment.

Keamanan menjadi aspek yang semakin penting dalam pengembangan perangkat lunak modern. Menjaga keamanan di semua tahap pengembangan adalah tugas utama seorang DevOps Engineer.


8. Dapatkan Pengalaman Praktis

Pengalaman praktis melalui magang, proyek freelance, atau open-source akan membantu mengasah keterampilanmu dalam DevOps. 

Proyek-proyek nyata memberikan pemahaman yang lebih dalam tentang tantangan yang dihadapi dalam pengelolaan dan pengembangan aplikasi.

Dengan pengalaman langsung, kamu akan lebih siap untuk menghadapi tantangan dunia kerja. Pengalaman ini juga memberikan kamu kesempatan untuk menerapkan berbagai keterampilan yang sudah dipelajari.


Ingin Menjadi DevOps Engineer di 2026?

Setelah memahami DevOps Roadmap dan langkah-langkah untuk menjadi DevOps Engineer, kini saatnya memperdalam pengetahuan dan keterampilanmu untuk membangun infrastruktur yang efisien dan aman!

Yuk, ikuti Bootcamp DevOps Engineering di dibimbing.id! Di sini, kamu akan mempelajari CI/CD, cloud computing, containerization, dan infrastruktur sebagai kode (IaC), serta keterampilan teknis lainnya yang relevan dengan industri DevOps di 2026.

Belajar langsung dari mentor berpengalaman dengan kurikulum aplikatif yang membekali kamu dengan portofolio profesional dan sertifikasi resmi. 

Dengan lebih dari 840+ hiring partners dan tingkat keberhasilan alumni 96%, peluang kariermu di dunia IT semakin terbuka lebar!

Jadi, tunggu apa lagi? Daftar sekarang disini dan mulai perjalananmu untuk menjadi DevOps Engineer di 2026. #BimbingSampeJadi!

Tags

Share

Author Image

Irhan Hisyam Dwi Nugroho

Irhan Hisyam Dwi Nugroho is an SEO Specialist and Content Writer with 4 years of experience in optimizing websites and writing relevant content for various brands and industries. Currently, I also work as a Content Writer at Dibimbing.id and actively share content about technology, SEO, and digital marketing through various platforms.

Hi!👋
Kalau kamu butuh bantuan,
hubungi kami via WhatsApp ya!