DevOps Engineer Adalah: Gaji, Tugas, dan Karir 2026
Irhan Hisyam Dwi Nugroho
•
22 January 2026
•
269
DevOps Engineer adalah profesional yang menggabungkan pengembangan perangkat lunak dan operasi TI untuk mempercepat pengiriman aplikasi. Warga Bimbingan, peran ini semakin penting karena meningkatkan efisiensi dan kolaborasi tim.
Pasar DevOps diperkirakan akan mencapai USD 16.13 miliar pada 2025 dan tumbuh menjadi USD 43.17 miliar pada 2030, dengan CAGR 21.76%. Adopsi DevOps automation tools juga diperkirakan akan mencapai USD 72.81 miliar pada 2032.
Tugas utama seorang DevOps Engineer adalah mengotomatiskan proses dan meningkatkan kolaborasi antar tim. Yuk, simak lebih lanjut untuk mengetahui lebih banyak tentang gaji, prospek karir, dan cara menjadi DevOps Engineer di 2026!
Baca juga: 21 Bootcamp Terbaik untuk Fresh Graduate Siap Kerja 2026
Apa Itu Devops Engineer?
DevOps Engineer adalah seorang profesional yang menggabungkan tugas pengembangan perangkat lunak (development) dengan operasi TI (operations) untuk menciptakan kolaborasi yang lebih efisien di dalam tim.
Mereka bertanggung jawab untuk mengotomatiskan berbagai proses dalam siklus pengembangan perangkat lunak, seperti pengujian, integrasi, dan pengiriman, agar aplikasi dapat dirilis dengan lebih cepat dan berkualitas.
Selain itu, DevOps Engineer juga berperan dalam memastikan sistem, aplikasi, dan infrastruktur berfungsi dengan baik di semua tahap pengembangan dan operasional.
Dengan cara ini, mereka membantu mempercepat inovasi dan meminimalkan kesalahan dalam proses pengembangan perangkat lunak.
Tugas Devops Engineer
Sumber: Canva
DevOps Engineer berperan penting dalam mempercepat pengembangan perangkat lunak dan memastikan operasional berjalan lancar.
Berikut adalah tugas utama yang dijalankan oleh seorang DevOps Engineer:
1. Automatisasi Proses Pengembangan dan Pengujian
DevOps Engineer bertanggung jawab untuk mengotomatiskan proses pengembangan dan pengujian perangkat lunak.
Mereka menggunakan alat seperti Jenkins dan GitLab CI untuk mempercepat alur kerja dan mengurangi kesalahan manual. Automatisasi ini memastikan pengembangan perangkat lunak berjalan lebih cepat dan konsisten.
2. Pengelolaan Infrastruktur dan Konfigurasi
DevOps Engineer memastikan infrastruktur aplikasi terkelola dengan baik menggunakan alat seperti Terraform dan Ansible.
Mereka mengonfigurasi dan mengelola infrastruktur untuk memastikan aplikasi dapat berjalan dengan efisien di berbagai lingkungan. Hal ini mempermudah skalabilitas dan pengelolaan sistem dalam jangka panjang.
3. Integrasi dan Pengiriman Berkelanjutan (CI/CD)
DevOps Engineer mengimplementasikan pipeline CI/CD untuk memastikan pengujian dan pengiriman kode dapat dilakukan secara otomatis.
Proses ini mempercepat siklus pengembangan dan meningkatkan kualitas perangkat lunak dengan mengurangi kesalahan manusia. CI/CD memastikan bahwa aplikasi selalu siap untuk diproduksi dan diperbarui dengan cepat.
4. Monitoring dan Pemeliharaan Sistem
Mereka bertanggung jawab untuk memantau kinerja aplikasi dan infrastruktur menggunakan alat seperti Prometheus dan Nagios.
Pemantauan ini memungkinkan DevOps Engineer untuk mendeteksi dan mengatasi masalah sebelum berdampak pada pengguna. Dengan monitoring yang efektif, sistem dapat tetap berjalan dengan lancar dan efisien.
5. Kolaborasi Tim
DevOps Engineer memainkan peran penting dalam menjembatani komunikasi antara tim pengembang dan tim operasional.
Mereka memastikan bahwa kedua tim bekerja sama untuk mengidentifikasi dan mengatasi tantangan teknis dengan cepat. Kolaborasi ini meningkatkan alur kerja dan mempercepat pengiriman produk dengan mengurangi gesekan antara pengembangan dan operasional.
Devops Engineer Gaji
Gaji rata-rata untuk seorang DevOps Engineer di Indonesia berkisar antara Rp 8.500.000 hingga Rp 11.500.000 per bulan sumber dari Jobstreet. Angka ini dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti pengalaman, lokasi, dan perusahaan tempat bekerja.
DevOps Engineer dengan pengalaman lebih banyak dan keterampilan khusus, seperti penguasaan Docker atau Kubernetes, dapat memperoleh gaji yang lebih tinggi. Mereka yang bekerja di perusahaan besar atau proyek berskala internasional berpotensi mendapatkan lebih banyak.
Secara umum, gaji rata-rata DevOps Engineer di Indonesia sekitar Rp 11.500.000, mencerminkan permintaan yang terus meningkat dalam industri TI. Gaji ini menunjukkan pentingnya keterampilan dalam otomatisasi dan pengelolaan infrastruktur perangkat lunak
Baca juga: 10 Lowongan Kerja Remote untuk Bootcamp Programmer 2026
Prospek Karir DevOps Engineer
DevOps Engineer memiliki prospek karir menjanjikan, didorong oleh pertumbuhan pasar yang pesat dan permintaan tinggi keterampilan ini.
Yuk simak lebih lanjut mengenai pertumbuhan pasar, estimasi gaji, dan tren evolusi peran DevOps Engineer.
1. Pertumbuhan Pasar Global & Lokal
Pasar perangkat lunak DevOps diperkirakan akan tumbuh dari USD 13,15 miliar pada 2025 menjadi USD 31,77 miliar hingga USD 43,17 miliar pada 2030-2032, dengan CAGR 13,39% hingga 21,76%.
Di Indonesia, permintaan untuk DevOps Engineer tetap tinggi pada 2026, terutama di Jakarta, dengan keahlian dalam AWS dan Google Cloud Platform (GCP) yang sangat dibutuhkan.
Pertumbuhan ini menunjukkan bahwa DevOps akan tetap menjadi salah satu karir yang paling dicari dalam waktu dekat.
2. Estimasi Gaji di Indonesia
Gaji untuk DevOps Engineer di Indonesia bervariasi tergantung pada pengalaman dan keterampilan. Untuk posisi menengah, gaji bulanan berkisar antara Rp 8.500.000 hingga Rp 11.500.000, sementara profesional senior yang bekerja di perusahaan besar dapat memperoleh hingga Rp 25.000.000 hingga lebih dari Rp 100.000.000 per bulan.
Kompensasi tahunan dapat mencapai Rp 300.000.000 hingga Rp 1.200.000.000, mencerminkan tingginya permintaan di industri teknologi (sumber: Jobstreet).
3. Tren Evolusi Peran (2026–2030)
Ke depan, peran DevOps Engineer akan semakin berkembang, dengan fokus pada AIOps, yaitu penggunaan AI dan machine learning untuk otomatisasi pemecahan masalah dan pemantauan prediktif.
Selain itu, Platform Engineering dan DevSecOps akan menjadi bagian penting dari peran ini, dengan lebih banyak pengembang yang dapat menyebarkan aplikasi secara mandiri.
Tren ini mencerminkan perubahan besar dalam cara perusahaan mengelola infrastruktur dan keamanan aplikasi di masa depan.
Baca juga: Apa Itu Bootcamp Coding? Keuntungan, Jenis, dan Cara Memilih
Cara Menjadi Devops Engineer
Sumber: Canva
Menjadi DevOps Engineer membutuhkan keterampilan teknis yang solid dan pengalaman praktis.
Berikut adalah beberapa langkah untuk mempersiapkan diri agar sukses dalam peran ini.
1. Pelajari Dasar Pengembangan dan Operasi TI
Memahami dasar-dasar pengembangan perangkat lunak dan operasi TI, seperti sistem operasi, pengembangan aplikasi, dan manajemen server, sangat penting.
Pengetahuan ini menjadi fondasi yang kuat sebelum terjun ke dunia DevOps yang berfokus pada pengintegrasian kedua aspek tersebut.
2. Kuasai Alat DevOps
DevOps Engineer menggunakan alat seperti Jenkins, Docker, dan Kubernetes untuk otomatisasi dan pengelolaan siklus pengembangan.
Menguasai alat CI/CD dan otomatisasi proses pengembangan sangat penting untuk meningkatkan produktivitas.
3. Pelajari Cloud Computing
Pemahaman tentang cloud platforms seperti AWS, Google Cloud, atau Azure sangat penting karena DevOps banyak berhubungan dengan pengelolaan aplikasi di cloud.
Menguasai infrastruktur sebagai kode (IaC) seperti Terraform memungkinkan pengelolaan aplikasi secara efisien di cloud.
4. Pahami Keamanan (DevSecOps)
Integrasi keamanan ke dalam pengembangan perangkat lunak menjadi kunci dalam DevSecOps.
Sebagai DevOps Engineer, pelajari cara mengimplementasikan keamanan di seluruh siklus hidup pengembangan menggunakan alat seperti SonarQube.
5. Dapatkan Pengalaman Praktis
Untuk memahami tantangan nyata, cari peluang magang atau proyek freelance yang memungkinkanmu untuk menerapkan alat dan konsep DevOps.
Pengalaman langsung ini akan membantu memperdalam pemahamanmu tentang pengelolaan aplikasi dan sistem yang kompleks.
Ingin Jadi DevOps Engineer Profesional di 2026?
Setelah memahami tugas, gaji, dan prospek DevOps Engineer, kini saatnya memanfaatkan pengetahuan tersebut untuk mengelola dan mengotomatiskan proses pengembangan perangkat lunak yang lebih efisien!
Yuk, ikuti Bootcamp DevOps Engineering di dibimbing.id! Di sini, kamu akan mempelajari end-to-end workflow DevOps, mulai dari automation, CI/CD, containerization, hingga infrastructure management yang sesuai dengan kebutuhan industri.
Belajar langsung dari mentor berpengalaman dengan kurikulum praktis yang membekali kamu dengan portofolio profesional dan sertifikasi resmi.
Dengan lebih dari 840+ hiring partners dan tingkat keberhasilan alumni 96%, peluang kariermu di dunia DevOps Engineer di 2026 semakin terbuka lebar!
Jadi, tunggu apa lagi? Daftar sekarang disini dan mulai perjalananmu untuk menjadi DevOps Engineer profesional. #BimbingSampeJadi!
Tags
Irhan Hisyam Dwi Nugroho
Irhan Hisyam Dwi Nugroho is an SEO Specialist and Content Writer with 4 years of experience in optimizing websites and writing relevant content for various brands and industries. Currently, I also work as a Content Writer at Dibimbing.id and actively share content about technology, SEO, and digital marketing through various platforms.
