Dibimbing - Business Intelligence Adalah: Peran & Contoh di Perusahaan
Blog
Business Intelligence

Business Intelligence Adalah: Peran & Contoh di Perusahaan

Author

DITULIS OLEH 

dibimbing.id

Reviewer

DIREVIEW OLEH 

Sudah Direview Oleh Expert

Dibuat pada 12 Sep 2022

Diubah pada 5 Sep 2026

6271

Image Thumbnail

Di era digital seperti sekarang, perusahaan menghasilkan data dalam jumlah yang sangat besar setiap harinya. Data tersebut bisa berasal dari transaksi penjualan, aktivitas website, media sosial, aplikasi, layanan pelanggan, hingga operasional internal. Namun, memiliki banyak data saja belum tentu membuat perusahaan lebih unggul.

Data baru akan memberikan nilai ketika bisa diolah menjadi informasi yang mudah dipahami dan digunakan untuk mengambil keputusan. Di sinilah Business Intelligence memiliki peran penting.

Konsep ini juga sangat berkaitan dengan pekerjaan Data Analyst. Seorang Data Analyst sering kali menggunakan data untuk mencari pola, mengukur performa, membuat laporan, hingga membangun dashboard yang membantu stakeholder memahami kondisi bisnis.

Jadi, kalau Sobat MinDi tertarik berkarier di bidang data, memahami apa itu Business Intelligence bisa menjadi salah satu fondasi penting. Artikel ini akan membahas pengertian Business Intelligence, cara kerjanya, perannya dalam perusahaan, hubungannya dengan Data Analyst, tools yang digunakan, hingga skill yang perlu dipelajari untuk memulai karier di bidang data.


Apa Itu Business Intelligence

Business Intelligence adalah kombinasi antara proses, teknologi, sistem, dan metode analisis yang digunakan untuk mengubah data mentah menjadi informasi yang berguna bagi bisnis. Secara sederhana, Business Intelligence atau BI adalah proses mengumpulkan, mengolah, menganalisis, dan menyajikan data untuk membantu perusahaan memahami kondisi bisnis serta mengambil keputusan yang lebih tepat.


Tujuan utamanya adalah membantu perusahaan menjawab pertanyaan seperti:


  1. Bagaimana performa penjualan bulan ini?
  2. Produk apa yang paling banyak diminati?
  3. Mengapa jumlah pelanggan mengalami penurunan?


Tanpa proses analisis yang tepat, data tersebut hanya akan menjadi kumpulan angka. Melalui Business Intelligence, angka-angka tersebut dapat diubah menjadi insight yang lebih mudah dipahami. Dengan begitu, manajemen tidak perlu membaca ribuan baris spreadsheet untuk memahami kondisi bisnis.


Mengapa Business Intelligence Penting dalam Bisnis Modern

Kecepatan pengambilan keputusan menjadi salah satu faktor penting dalam bisnis modern. Perusahaan yang hanya mengandalkan asumsi berisiko mengambil keputusan yang kurang tepat. Sebaliknya, perusahaan yang menggunakan data memiliki dasar yang lebih kuat untuk menentukan strategi.


Business Intelligence membantu perusahaan untuk:

  1. memahami performa bisnis secara aktual
  2. memonitor indikator kinerja
  3. menemukan masalah lebih cepat
  4. memahami perilaku pelanggan


Menurut konsep data-driven decision making, keputusan bisnis sebaiknya didukung oleh informasi yang relevan dan dapat dipertanggungjawabkan. Oleh karena itu, kemampuan mengolah dan menganalisis data semakin dibutuhkan dalam berbagai industri.


Bukan hanya perusahaan teknologi, tetapi juga perusahaan retail, perbankan, kesehatan, manufaktur, pendidikan, hingga startup. Untuk memahami perkembangan profesi dan keterampilan di bidang data secara lebih luas, Sobat MinDi juga bisa melihat informasi dari IBM tentang Business Intelligence.


Bagaimana Business Intelligence Bekerja

Business Intelligence bukan sekadar membuat dashboard yang terlihat menarik. Di balik sebuah dashboard, terdapat proses pengolahan data yang cukup panjang. Secara umum, proses Business Intelligence dapat dibagi menjadi beberapa tahap.


1. Mengumpulkan Data dari Berbagai Sumber

Tahap pertama adalah mengumpulkan data. Data bisnis dapat berasal dari berbagai sumber, seperti: database perusahaan, website, aplikasi, CRM, sistem transaksi, survei pelanggan, spreadsheet.


Setiap platform menghasilkan data yang berbeda. Agar perusahaan bisa melihat performa secara menyeluruh, data tersebut perlu dikumpulkan dan disatukan.


Di sinilah kemampuan Data Analyst menjadi penting. Seorang analis data perlu memahami sumber data serta memastikan bahwa data yang digunakan relevan dengan kebutuhan analisis.


2. Membersihkan dan Mengolah Data

Data mentah sering kali belum siap digunakan. Beberapa masalah yang sering ditemukan antara lain: data duplikat, data kosong, kesalahan input, data yang tidak relevan.


Kalau tidak dibersihkan, kondisi ini bisa menghasilkan analisis yang kurang akurat. Proses membersihkan data atau data cleaning menjadi salah satu kemampuan penting bagi Data Analyst.


Tools seperti Excel, SQL, dan Python sering digunakan dalam tahap ini.


3. Menganalisis Data

Setelah data siap, tahap berikutnya adalah analisis. Analisis dilakukan untuk mencari jawaban dari pertanyaan bisnis.


Mulai dari perubahan jumlah traffic, conversion rate, harga produk, stok, performa campaign, hingga perilaku pelanggan. Analisis ini membantu perusahaan memahami apa yang sebenarnya terjadi.


Salah satu pendekatan yang sering digunakan dalam BI adalah analisis deskriptif.


Analisis ini berusaha menjawab: Apa yang terjadi?

Contohnya:


  1. Penjualan bulan Juli meningkat 20%.
  2. Traffic website turun 10%.
  3. Conversion rate tertinggi berasal dari organic search.


Informasi tersebut kemudian menjadi dasar untuk melakukan analisis lanjutan.


4. Memvisualisasikan Data Menjadi Dashboard

Data dalam bentuk tabel yang panjang bisa sulit dipahami. Karena itu, Business Intelligence banyak menggunakan visualisasi data.


Visualisasi dapat berupa: bar chart, line chart, pie chart, map, KPI card, table, interactive dashboard. Itulah salah satu alasan mengapa kemampuan data visualization menjadi skill penting bagi seorang Data Analyst.


5 Peran Business Intelligence dalam Perusahaan

Apa sebenarnya peran BI dalam sebuah perusahaan? Business Intelligence dapat digunakan oleh hampir semua departemen.

Mulai dari marketing, sales, finance, product, hingga human resources. Berikut beberapa peran pentingnya.


1. Mengukur Pencapaian Perusahaan

Setiap perusahaan memiliki target. Misalnya: target revenue, target pelanggan, target conversion, target penjualan.

Business Intelligence membantu perusahaan memonitor target tersebut melalui Key Performance Indicator atau KPI. Dengan begitu, perusahaan tidak perlu menunggu akhir tahun untuk mengetahui performanya. Masalah bisa diidentifikasi lebih awal.


2. Memonitor Kinerja Bisnis Secara Real-Time

Dalam bisnis modern, perubahan dapat terjadi dengan cepat. Hari ini sebuah campaign mungkin memiliki performa bagus. Besok, performanya bisa mengalami penurunan. Dashboard Business Intelligence membantu tim memonitor perubahan tersebut.

Misalnya, tim marketing dapat melihat:

  1. jumlah leads
  2. cost per lead
  3. conversion rate
  4. revenue
  5. customer acquisition cost

Data tersebut membantu tim mengambil tindakan lebih cepat.


3. Memahami Perilaku Pelanggan

Data pelanggan dapat memberikan banyak insight. Perusahaan dapat mengetahui:

  1. produk favorit pelanggan
  2. waktu pembelian
  3. lokasi pelanggan
  4. frekuensi pembelian
  5. channel yang digunakan
  6. customer retention

Insight tersebut dapat digunakan untuk membuat strategi yang lebih relevan. Contohnya, perusahaan dapat memberikan rekomendasi produk berdasarkan riwayat pembelian pelanggan.


4. Menemukan Peluang Bisnis

Business Intelligence tidak hanya digunakan untuk melihat masalah. BI juga dapat membantu menemukan peluang.

Misalnya, hasil analisis menunjukkan bahwa permintaan terhadap produk tertentu meningkat di wilayah tertentu.

Perusahaan dapat menggunakan insight tersebut untuk:

  1. meningkatkan distribusi
  2. membuat campaign lokal
  3. menambah stok
  4. mengembangkan produk baru

Dengan kata lain, data dapat membantu perusahaan melihat peluang yang sebelumnya tidak terlihat.


5. Mendukung Data-Driven Decision Making

Peran paling penting dari Business Intelligence adalah mendukung pengambilan keputusan berbasis data. Namun, penting untuk diingat bahwa data bukan satu-satunya faktor dalam mengambil keputusan.

Data perlu dikombinasikan dengan:

  1. konteks bisnis
  2. pengalaman
  3. kondisi pasar
  4. strategi perusahaan

Karena itu, seorang Data Analyst tidak hanya perlu bisa mengolah angka. Ia juga perlu memahami konteks bisnis.


Tools Business Intelligence yang Perlu Dipelajari Data Analyst

Untuk bekerja di bidang data, Sobat MinDi tidak harus langsung menguasai semua tools. Mulailah dari tools fundamental.

1. SQL

SQL digunakan untuk mengambil dan mengolah data dari database. SQL menjadi salah satu skill yang sangat umum ditemukan dalam pekerjaan Data Analyst. Beberapa kemampuan dasar yang penting:

  1. SELECT
  2. WHERE
  3. GROUP BY
  4. ORDER BY
  5. JOIN
  6. aggregate functions
  7. subquery


2. Microsoft Excel atau Google Sheets

Meskipun terlihat sederhana, spreadsheet masih banyak digunakan. Kemampuan yang bisa dipelajari antara lain:

  1. Pivot Table
  2. XLOOKUP
  3. INDEX MATCH
  4. SUMIFS
  5. COUNTIFS
  6. data cleaning
  7. basic visualization


3. Power BI

Power BI banyak digunakan untuk membuat dashboard dan laporan interaktif. Tools ini membantu pengguna menghubungkan data dari berbagai sumber dan membuat visualisasi. Kemampuan Power BI dapat menjadi nilai tambah bagi calon Data Analyst.


4. Tableau

Tableau juga merupakan tools data visualization yang populer. Sama seperti Power BI, Tableau memungkinkan pengguna membuat dashboard interaktif.


5. Python

Python tidak selalu menjadi syarat utama untuk posisi entry-level. Namun, kemampuan dasar Python dapat membantu dalam:

  1. data cleaning
  2. data analysis
  3. automation
  4. statistical analysis

Library yang sering digunakan antara lain:

  1. Pandas
  2. NumPy
  3. Matplotlib



Apa Hubungan Business Intelligence dengan Data Analyst

Ini menjadi bagian yang penting, terutama bagi Sobat MinDi yang sedang mempertimbangkan karier di bidang data. Karena baik BI atau data analyst, Keduanya sama-sama bekerja dengan data


Business Intelligence dan Data Analyst memiliki hubungan yang sangat erat. Dalam banyak perusahaan, seorang Data Analyst dapat mengerjakan tugas-tugas yang berkaitan dengan Business Intelligence.


Data Analyst bertugas mengubah data menjadi insight yang dapat digunakan untuk menjawab kebutuhan bisnis. Beberapa aktivitas yang dapat dilakukan Data Analyst antara lain:


  1. mengambil data menggunakan SQL
  2. membersihkan data
  3. melakukan analisis
  4. membuat visualisasi
  5. membangun dashboard
  6. memonitor KPI
  7. membuat laporan
  8. memberikan rekomendasi berdasarkan data


Aktivitas tersebut sangat berkaitan dengan proses Business Intelligence. Karena itu, jika Sobat MinDi ingin menjadi Data Analyst, memahami konsep BI akan menjadi nilai tambah.


Bagaimana Cara Memulai Karier sebagai Data Analyst

Tertarik dengan dunia Business Intelligence dan Data Analyst?

Tenang, Sobat MinDi nggak harus langsung menjadi ahli. Kuncinya adalah membangun fondasi secara bertahap.


Data analytics menjadi keterampilan penting karena dapat membantu membaca kondisi perusahaan, meningkatkan akurasi keputusan, serta mengoptimalkan pemasaran dan rantai pasok. 


Dengan kemampuan ini, kamu bisa mengumpulkan, mengolah, menganalisis, dan menyajikan data agar dapat menjadi informasi yang lebih mudah dipahami dan digunakan perusahaan.


Rekomendasi Bootcamp Data Analytics Terbaik di Indonesia, Dengan Penyaluran Kerja!

Kalau kamu ingin berkarier di bidang data, memahami teori statistika saja belum cukup. Kamu juga perlu menguasai keterampilan praktis, seperti mengolah data, membuat visualisasi, menyusun dashboard, serta menyampaikan hasil analisis sebagai dasar pengambilan keputusan.


Bootcamp Data Analytics Dibimbing dirancang untuk membantu kamu mempelajari SQL, Python, Excel, Power BI, hingga Tableau yang banyak digunakan oleh praktisi industri. Program ini cocok untuk mahasiswa, fresh graduate, maupun profesional yang ingin melakukan upskill atau beralih karier ke bidang data.


Program Bootcamp Data Analytics Dibimbing:

  1. Kurikulum Berbasis Industri: Pelajari materi yang disesuaikan dengan kebutuhan dunia kerja.
  2. Live Class: Belajar secara interaktif bersama mentor yang berpengalaman di bidang data.
  3. Studi Kasus dan Portofolio: Terapkan kemampuan analisis data melalui proyek yang relevan dengan permasalahan bisnis.
  4. Penguasaan Tools: Pelajari Excel, SQL, Python, Power BI, dan Tableau untuk mengolah serta memvisualisasikan data.
  5. Pendampingan Mentor: Dapatkan arahan selama proses belajar dan pengerjaan proyek.
  6. Career Preparation: Persiapkan CV, LinkedIn, portofolio, dan kemampuan menghadapi wawancara kerja.
  7. Penyaluran Kerja: Dapatkan peluang terhubung dengan lebih dari 1.100 perusahaan mitra Dibimbing.


Siap Berkarier di Bidang Data Analytics?

Kemampuan data analytics dapat membantu lulusan Teknik Industri mengambil keputusan, meningkatkan efisiensi produksi, dan mengoptimalkan rantai pasok. Dengan menguasai keterampilan teknis serta konteks bisnis, kamu bisa menghasilkan analisis yang memberikan dampak nyata bagi perusahaan.


Tertarik untuk bergabung? Yuk, kunjungi Bootcamp Data Analytics Dibimbing untuk melihat kurikulum, jadwal kelas, dan informasi pendaftarannya. Mulailah perjalanan kariermu di bidang data bersama Dibimbing!

Share:

Penulis

Penulis Image

dibimbing.id

Ditulis oleh tim diimbing.id, platform pembelajaran dan persiapan karir digital terkemuka di Indonesia. Mendapatkan penghargaan Startup Terpilih oleh Kominfo tahun 2021 dan telah mendapat akreditasi oleh KemdikbudRistek sebagai penyelenggara pendidikan. Beberapa referensi terpercaya: Media Indonesia, Dailysocial, Suara.com, Liputan6, Times Indonesia, Tribunnews, dan sebagainya.

Reviewer

Reviewer Image

Sudah Direview Oleh Expert

Setiap artikel yang berlabel "Sudah Direview Oleh Expert" telah melalui proses peninjauan oleh praktisi atau mentor yang berpengalaman di bidangnya untuk memastikan informasi yang disajikan berkualitas, akurat, dan relevan bagi pembaca.

Hi!👋
Kalau kamu butuh bantuan,
hubungi kami via WhatsApp ya!