dibimbing.id - 5 Contoh Go To Market Strategy yang Inovatif & Tips Membuatnya

5 Contoh Go To Market Strategy yang Inovatif & Tips Membuatnya

Farijihan Putri

16 September 2025

324

Image Banner

Kamu lagi cari contoh go to market strategy yang bisa dipelajari buat ngebangun produk atau layanan biar cepat diterima pasar?

Wajar banget, soalnya banyak gen z maupun Warga Bimbingan milenial yang pengen masuk ke dunia product atau project management sering stuck di tahap ini.

Masalahnya, bikin strategi go-to-market nggak semudah kelihatannya. Banyak yang akhirnya bingung harus mulai dari segmentasi pasar dulu, bikin positioning, atau langsung gas ke campaign marketing. Jadinya malah buang waktu, tenaga, bahkan budget.

Rasanya nyesek kan kalau lihat kompetitor lebih duluan launch produk, dapet traction besar, sementara kamu masih sibuk mikirin step awalnya.

Tapi tenang, ada jalan keluarnya. Di artikel ini, MinDi bakal kasih 5 contoh strategi go-to-market yang inovatif dan tips simple biar kamu bisa bikin versi strategimu sendiri. 

Dan kalau kamu serius mau upskilling biar makin pede ngerjain project nyata, jangan ragu buat ikut Bootcamp Product & Project Management dibimbing.id

Baca Juga: 5 Rekomendasi Bootcamp Product Management Terbaru


Apa Itu Go To Market Strategy?

Go To Market Strategy (GTM Strategy) adalah rencana komprehensif yang digunakan perusahaan untuk membawa produk atau layanan baru ke pasar dan memastikan bisa diterima dengan baik oleh target audiens.

Strategi ini mencakup pemetaan segmentasi pasar, penentuan positioning, pemilihan channel distribusi, strategi pricing, hingga cara promosi yang tepat.

Tujuan utama GTM Strategy adalah meminimalisir risiko kegagalan produk, mempercepat adopsi pasar, serta memaksimalkan revenue.

Tanpa strategi yang jelas, perusahaan bisa kesulitan bersaing bahkan meski produknya bagus.


5 Contoh Go To Market Strategy yang Inovatif

Setelah tahu konsep dasarnya, sekarang saatnya MinDi bahas 5 contoh go to market strategy dari brand besar yang terbukti sukses di pasarnya.


1. Intel: Strategi Mitra Saluran

Contoh go to market strategy dari Intel terletak pada kerja sama erat dengan distributor, reseller, dan OEM seperti Dell serta HP untuk mendistribusikan chip mereka.

Dukungan tambahan berupa pelatihan teknis, program mitra bertingkat, dan kolaborasi pemasaran membuat mitra merasa diuntungkan. 

Hasilnya, Intel bisa menjangkau pasar yang luas secara efisien tanpa perlu menanggung semua beban distribusi sendiri. Strategi ini juga membantu memperkuat hubungan jangka panjang dengan partner bisnis.


2. Apple: Strategi Produk dan Excitement

Apple mengandalkan inovasi produk yang unik saat meluncurkan iMac G3 untuk membedakan diri dari kompetitor. 

Presentasi produk yang dibawakan langsung oleh Steve Jobs menambah daya tarik dan mampu menyampaikan visi brand secara emosional. Strategi ini sukses menciptakan antusiasme besar di kalangan konsumen dan media.

Dampaknya, Apple membangun brand loyalty yang kuat dan memperkuat posisinya di pasar teknologi global.


3. Mailchimp: Strategi Produk Freemium dan Digital

Contoh go to market strategy dari Mailchimp adalah menawarkan layanan gratis untuk menarik pengguna baru, khususnya yang punya anggaran terbatas. 

Pendekatan ini diperkuat lewat SEO, PR, serta pemasaran word of mouth yang membangun buzz secara organik. 

Hasil dari strategi ini adalah akuisisi pelanggan dengan biaya rendah namun pertumbuhan yang konsisten. 

Setelah basis pengguna kuat, Mailchimp baru memperkenalkan paket berbayar yang lebih canggih untuk meningkatkan revenue.


4. TaxJar: Strategi Konten Edukatif

TaxJar memilih untuk fokus menciptakan konten pajak penjualan yang mudah dipahami oleh audiens awam.

Pendekatan ini berhasil membangun kepercayaan serta kredibilitas karena pelanggan merasa mendapatkan solusi dari masalah yang kompleks. 

Melalui strategi ini, brand mereka menjadi top of mind saat orang mencari referensi terkait pajak. 

Akhirnya, promosi dari mulut ke mulut membawa pertumbuhan signifikan dan keberhasilan jangka panjang.


5. Slack: Strategi Komunitas & Referral

Slack membangun pertumbuhan masif melalui strategi komunitas dan program referral yang mendorong pengguna untuk mengajak tim mereka bergabung.

Fokus pada pengalaman user-friendly membuat pengguna merasa terbantu dalam komunikasi sehari-hari. 

Selain itu, Slack gencar memanfaatkan word of mouth karena produk mereka memang memecahkan masalah nyata di dunia kerja.

Hasilnya, Slack mampu berkembang cepat dan menjadi platform komunikasi bisnis yang dominan secara global.

Baca Juga: Sertifikasi Product Manager Terbaik untuk Karier


5 Tips Membuat Go To Market Strategy yang Efektif

Sumber: Freepik

Setelah melihat contoh go to market strategy dari brand besar, sekarang saatnya kamu pahami langkah-langkah penting biar bisa bikin strategi yang relevan untuk bisnismu.


1. Pahami Tujuan Bisnis

Menyelaraskan strategi GTM dengan tujuan bisnis sangat penting agar ekspansi pasar atau produk baru tetap sejalan dengan visi perusahaan.

Contoh go to market strategy yang sukses biasanya mampu menyeimbangkan tujuan jangka panjang dengan keterbatasan sumber daya.


2. Segmentasi Pasar

Menentukan siapa target pasar yang paling tepat akan mempermudah strategi penjualan. Proses segmentasi membantu membagi audiens menjadi kelompok dengan kebutuhan, perilaku, atau karakteristik yang serupa.


3. Riset Kompetitor dan Permintaan

Melakukan riset pasar dan kompetitor akan memberikan gambaran tentang peluang maupun tantangan. Contoh go to market strategy yang efektif selalu diawali dengan analisis pesaing dan identifikasi permintaan pasar.


4. Tentukan Target dan Value Proposition

Menggabungkan hasil segmentasi pasar dan riset kompetitor membantu menentukan target yang paling potensial. Dari sana, perusahaan bisa menyusun value proposition yang jelas dan membedakan diri dari kompetitor.


5. Petakan Customer Journey

Memetakan perjalanan pelanggan membantu memahami langkah-langkah yang mereka ambil sebelum membeli produk. Proses ini memungkinkan strategi pemasaran lebih tepat sasaran di setiap tahap funnel.


6. Pilih Strategi Penjualan

Menentukan model penjualan yang sesuai memastikan produk lebih mudah diterima pasar. Beberapa opsi yang umum digunakan antara lain self-service, inside sales, field sales, dan channel model.


7. Tentukan Marketing Channels

Pemilihan channel pemasaran sebaiknya menyesuaikan dengan kebiasaan target audiens. Strategi yang tepat akan memperkuat pesan sekaligus memperbesar peluang konversi.


8. Susun Strategi Harga

Menentukan strategi harga harus mempertimbangkan biaya, nilai produk, hingga kondisi pasar. Pendekatan ini membantu menjaga keseimbangan antara profitabilitas dan daya saing.

Baca Juga: Contoh CV ATS Magang Product Management (Gratis Template)


Siap Terapkan Contoh Go To Market Strategy yang Efektif?

Sekarang Warga Bimbingan sudah tahu berbagai contoh go to market strategy yang bisa dipelajari, saatnya upgrade skill biar makin pede eksekusi strategi di dunia kerja.

Yuk gabung Bootcamp Business Analyst & Product Strategy dibimbing.id bareng mentor berpengalaman, gratis mengulang kelas, plus akses ke 840+ hiring partner untuk penyaluran kerja. Faktanya, 96% alumni sudah berhasil kerja setelah lulus.

Kalau masih bingung, mungkin kamu kepikiran pertanyaan: "Apakah bootcamp ini cocok buat pemula yang belum punya pengalaman di bidang product atau project management?" atau "Gimana cara dibimbing.id bantu penyaluran kerja ke hiring partner setelah lulus?"

Langsung aja, konsultasi gratis di sini, karena dibimbing.id selalu siap #BimbingSampeJadi Product & Project Manager profesional!


Referensi

  1. Complete Go-To-Market (GTM) Strategy Framework with Examples [Buka]
  2. 8 innovative go-to-market strategy examples (with template) [Buka]

Share

Author Image

Farijihan Putri

Farijihan is a passionate Content Writer with 3 years of experience in crafting compelling content, optimizing for SEO, and developing creative strategies for various brands and industries.

Hi!👋
Kalau kamu butuh bantuan,
hubungi kami via WhatsApp ya!