Contoh Affinity Diagram: Pengertian, Cara Membuat, dan Contoh
Irhan Hisyam Dwi Nugroho
•
09 February 2026
•
57
Warga Bimbingan, apakah kamu sudah pernah mendengar tentang contoh affinity diagram? Alat ini sangat berguna untuk mengorganisir ide-ide dan temuan dalam suatu proyek atau riset.
Affinity diagram membantu tim untuk mengelompokkan informasi berdasarkan kesamaan, sehingga bisa lebih mudah dianalisis dan dipahami. Dengan menggunakan teknik ini, proses brainstorming atau diskusi tim bisa lebih terstruktur.
Di artikel ini, kita akan membahas lebih dalam tentang apa itu affinity diagram, cara membuatnya, dan memberikan contoh yang bisa kamu coba langsung. Yuk, simak langkah-langkah dan manfaat dari alat ini!
Baca juga: Panduan Memilih Bootcamp UI/UX yang Tepat untuk Karier 2025
Apa Itu Affinity Diagram?
Affinity diagram adalah alat yang digunakan untuk mengorganisir dan mengelompokkan ide-ide, data, atau informasi berdasarkan kesamaan atau keterkaitan.
Alat ini sering digunakan dalam sesi brainstorming atau riset untuk membantu tim menemukan pola atau tema yang muncul dari berbagai ide.
Dengan cara ini, tim dapat melihat hubungan antar informasi secara lebih jelas dan terstruktur.
Affinity diagram sangat berguna untuk mengelola banyak data dan menyederhanakan proses analisis yang kompleks.
Baca juga: Panduan Switch Career ke UI/UX Design dengan Cepat 2026
Apa Fungsi Affinity Diagram?
Affinity diagram adalah alat yang digunakan untuk mengorganisir dan mengelompokkan ide-ide, data, atau informasi berdasarkan kesamaan atau keterkaitan.
Alat ini sering digunakan dalam sesi brainstorming atau riset untuk membantu tim menemukan pola atau tema yang muncul dari berbagai ide.
Dengan cara ini, tim dapat melihat hubungan antar informasi secara lebih jelas dan terstruktur.
Affinity diagram sangat berguna untuk mengelola banyak data dan menyederhanakan proses analisis yang kompleks.
Baca juga: 5 Rekomendasi Kursus UI/UX Terbaik yang Wajib Dicoba
Bagaimana Cara Membuat Affinity Diagram?
Sumber: Canva
Berikut adalah cara membuat affinity diagram dengan langkah-langkah yang lebih rinci:
1. Menghasilkan Ide dengan Sticky Notes
Langkah pertama adalah menulis semua ide atau informasi yang kamu miliki pada sticky notes. Pastikan setiap ide ditulis secara singkat dan jelas agar mudah dipahami oleh semua anggota tim.
Dengan menggunakan sticky notes, tim dapat dengan mudah menambah, menghapus, atau memindahkan ide-ide yang ada tanpa terikat pada format atau struktur tertentu, yang memungkinkan fleksibilitas dan kreativitas dalam menghasilkan berbagai ide.
2. Mengelompokkan Sticky Notes Menjadi Cluster
Setelah ide terkumpul, kelompokan sticky notes berdasarkan kesamaan atau tema yang muncul.
Tempatkan ide yang memiliki kaitan atau relevansi dalam satu cluster untuk mempermudah analisis. Hal ini memungkinkan tim untuk melihat pola dan hubungan antar informasi dengan lebih jelas.
3. Memprioritaskan Cluster dan Langkah Selanjutnya
Setelah mengelompokkan ide, tentukan prioritas masing-masing cluster berdasarkan urgensi dan dampaknya.
Fokuskan pada cluster yang paling penting untuk dikembangkan terlebih dahulu. Langkah ini membantu tim untuk menyusun rencana tindakan yang lebih terstruktur dan efisien.
Baca juga: Apa Itu User Flow UI/UX? Fungsi dan Cara Membuatnya
Contoh Affinity Diagram
Warga Bimbingan, berikut adalah contoh affinity diagram yang dapat memberikan gambaran tentang bagaimana alat ini digunakan dalam berbagai konteks.
Setiap diagram di bawah ini mengelompokkan informasi atau ide berdasarkan kesamaan tema untuk membantu tim menganalisis dan memahami data dengan lebih mudah. Yuk, simak penjelasannya:
1. Affinity Diagram untuk Merencanakan Liburan yang Bahagia
Pada gambar ini, affinity diagram digunakan untuk merencanakan liburan. Di sini, ide-ide dikelompokkan dalam tiga kategori utama: Pendapat Staf Terpadu, Pengeluaran Anggaran, dan Cara Berlibur.
Dalam kategori pertama, ide-ide seperti “Mencari pendapat mereka” dan “Hobi setiap orang” dikumpulkan, sedangkan kategori kedua berfokus pada anggaran, seperti “Biaya yang diperkirakan” dan “Liburan dibandingkan perjalanan bisnis”.
2. Affinity Diagram untuk Masalah dengan Rapat Tim
Diagram ini digunakan untuk mengidentifikasi masalah yang tim hadapi dalam rapat. Ide-ide dibagi menjadi tiga kategori: Waktu, Fokus, dan Peserta.
Dalam kategori Waktu, masalah seperti “Rapat terlalu pendek” dan “Beberapa rapat berlarut-larut” dikelompokkan, sedangkan dalam kategori Fokus, masalah seperti “Rapat tidak memiliki agenda” dan “Terlalu banyak topik yang tidak perlu” ditangani.
3. Affinity Diagram untuk Manajemen Restoran
Diagram ini menggambarkan manajemen restoran dengan berbagai kategori seperti Kualitas Personel, Rasa Makanan, dan Proses.
Di bawah Kualitas Personel, ide-ide seperti “Pendidikan”, “Profesi”, dan “Spesialisasi” dikelompokkan, sementara di Rasa Makanan, ide-ide seperti “Bahan”, “Rasa”, dan “Adaptasi pada usia” dicatat. Ini membantu dalam merencanakan aspek yang lebih mendalam terkait manajemen restoran.
Baca juga: Apa Itu Mobile UI/UX Design? Elemen, Tools, Tren 2026
Ingin Jadi UI/UX Designer Profesional?
Setelah memahami dasar-dasar desain, seperti contoh affinity diagram, dan prototyping, kini saatnya mengasah keterampilan UI/UX kamu dan menciptakan pengalaman pengguna yang luar biasa!
Yuk, ikuti Bootcamp UI/UX di dibimbing.id! Di sini, kamu akan mempelajari langsung dari mentor berpengalaman tentang desain antarmuka pengguna, pembuatan prototype, serta teknik desain yang dibutuhkan untuk menciptakan aplikasi dan website yang memukau.
Dengan lebih dari 840+ hiring partner dan tingkat keberhasilan alumni 96%, peluang kariermu di dunia desain semakin terbuka lebar!
Jadi, tunggu apa lagi? Hubungi di sini dan Daftar sekarang di dibimbing.id untuk memulai perjalananmu menjadi UI/UX Designer profesional. #BimbingSampeJadi!
Tags
Irhan Hisyam Dwi Nugroho
Irhan Hisyam Dwi Nugroho is an SEO Specialist and Content Writer with 4 years of experience in optimizing websites and writing relevant content for various brands and industries. Currently, I also work as a Content Writer at Dibimbing.id and actively share content about technology, SEO, and digital marketing through various platforms.
