Dibimbing - Cerita Kak Nasrul Jadi Business Analyst di Perusahaan Fintech
Blog
Testimoni Alumni

Cerita Kak Nasrul Jadi Business Analyst di Perusahaan Fintech

Author

DITULIS OLEH 

Irhan Hisyam Dwi Nugroho

Reviewer

DIREVIEW OLEH 

Sudah Direview Oleh Expert

Dibuat pada 29 Jul 2026

Diubah pada 24 Agt 2026

107

Image Thumbnail

Nggak semua lulusan Teknik Informatika harus berkarier sebagai programmer, lho. Ada jalur lain di industri teknologi yang lebih menonjolkan kemampuan analisis, komunikasi, dan pengelolaan proyek.

Warga Bimbingan, hal inilah yang dialami Kak Nasrul, lulusan Teknik Informatika yang merasa ngoding bukan keunggulan utamanya. Ia justru menemukan potensi dalam mengatur proyek, berkoordinasi dengan tim, dan memahami kebutuhan bisnis.

Setelah mengikuti Business Analyst & Product Strategy Bootcamp, Kak Nasrul berhasil memulai karier sebagai Business Analyst di perusahaan fintech. Nah, MinDi akan mengajak kamu melihat perjalanan kariernya dan pelajaran yang bisa diambil dari kisah tersebut.

Baca Juga: Kisah Sukses Switch Career Hidayati Menjadi Project Manager di Bank Nasional


Awal Perjalanan Karier Kak Nasrul

awal-perjalanan-karier-kak-nasrul

Kak Nasrul mengawali perjalanannya sebagai mahasiswa Teknik Informatika yang sudah cukup familiar dengan dunia teknologi. Meski begitu, ia menyadari bahwa kemampuan teknis, terutama ngoding, bukanlah bidang yang paling dikuasainya.

Alih-alih memaksakan diri menjadi programmer, Kak Nasrul mulai melihat kembali pengalaman yang diperoleh selama kuliah. Ia justru lebih menikmati kegiatan yang melibatkan pengelolaan proyek, koordinasi tim, serta komunikasi dengan berbagai pihak.

“Sebagai lulusan Teknik Informatika, aku familiar dengan dunia tech, tapi sadar kalau technical skill-ku masih kurang.” — Kak Nasrul, alumni Product & Project Management Batch 15 Dibimbing

Kesadaran tersebut mendorong Kak Nasrul mencari jalur karier lain yang tetap berada di industri teknologi. Dari sinilah ia mulai mengenal bidang Project Management hingga akhirnya membangun karier sebagai Business Analyst.


Tidak Jago Ngoding, tetapi Unggul Mengelola Proyek

Meski ngoding bukan kemampuan utamanya, Kak Nasrul tetap melihat peluang di industri teknologi. Warga Bimbingan, pengalaman organisasi justru membentuk kemampuannya dalam Project Management.


1. Mengatur Pembagian Tugas

Kak Nasrul terbiasa membagi pekerjaan sesuai peran dan kemampuan setiap anggota tim. Kemampuan ini membantu proyek berjalan lebih terarah dan mengurangi tumpang tindih tugas. 

Dalam dunia kerja, pembagian tugas yang jelas juga penting agar target dapat diselesaikan tepat waktu.


2. Menyusun Prioritas Pekerjaan

Saat menangani kegiatan organisasi, Kak Nasrul perlu menentukan pekerjaan yang harus diselesaikan lebih dahulu. 

Ia belajar membedakan tugas yang mendesak, penting, dan dapat dikerjakan setelahnya. Kemampuan menyusun prioritas tersebut menjadi salah satu dasar dalam pengelolaan proyek.


3. Berkoordinasi dengan Berbagai Pihak

Kak Nasrul juga terbiasa berkomunikasi dengan anggota tim, divisi lain, dan pihak yang terlibat dalam kegiatan. 

Koordinasi ini diperlukan agar setiap pihak memahami tanggung jawab dan perkembangan proyek. Pengalaman tersebut kemudian mendukung kemampuannya dalam mengelola stakeholder.


4. Memastikan Proyek Berjalan sampai Selesai

Mengelola proyek bukan hanya membuat rencana, tetapi juga memastikan setiap tahapan dapat dieksekusi. 

Kak Nasrul terbiasa memantau progres, mencari solusi ketika muncul kendala, dan menjaga tim tetap bergerak menuju target. Dari sinilah ia semakin memahami bahwa kekuatannya terletak pada pengelolaan proyek, bukan sekadar kemampuan teknis.


Pengalaman Organisasi Membentuk Skill Project Management

pengalaman-organisasi-membentuk-skill-project-management

Pengalaman organisasi selama kuliah menjadi titik penting dalam perjalanan karier Kak Nasrul. Dari berbagai program kerja yang dijalankan, ia mulai mengembangkan kemampuan yang berkaitan erat dengan Project Management.


1. Menyusun Perencanaan Kegiatan

Kak Nasrul terbiasa menyusun kebutuhan dan alur kegiatan sebelum program dijalankan. Ia perlu memastikan setiap tahapan memiliki tujuan dan waktu pelaksanaan yang jelas. Kemampuan ini membantunya memahami pentingnya perencanaan dalam sebuah proyek.


2. Mengelola Budgeting

Dalam organisasi, Kak Nasrul juga terlibat dalam pengelolaan anggaran kegiatan. Ia harus menyesuaikan kebutuhan program dengan dana yang tersedia agar pelaksanaan tetap efisien. Pengalaman tersebut melatihnya mengambil keputusan berdasarkan prioritas.

“Pas kuliah, aku aktif banget di organisasi. Akhirnya aku jadi harus banyak handle project, mulai dari budgeting, koordinasi lintas divisi, sampai eksekusi acara.” — Kak Nasrul, alumni Product & Project Management Batch 15 Dibimbing


3. Berkoordinasi Lintas Divisi

Setiap kegiatan membutuhkan kerja sama dari beberapa divisi dengan tanggung jawab berbeda. 

Kak Nasrul terbiasa menyampaikan informasi, menyelaraskan tugas, dan memastikan tidak ada bagian yang terlewat. Kemampuan ini kemudian mendukung perannya dalam berkomunikasi dengan berbagai stakeholder.


4. Mengawal Proyek hingga Eksekusi

Kak Nasrul tidak hanya terlibat dalam tahap perencanaan, tetapi juga memastikan kegiatan berjalan sampai selesai. 

Ia perlu memantau progres, mengatasi kendala, dan menyesuaikan rencana saat kondisi berubah. Dari sinilah ia menyadari bahwa dirinya menikmati proses mengelola proyek dari awal hingga eksekusi.

“Walau hectic, tapi aku enjoy manage tugas, stakeholder, sampai kerja sama tim. Dari situ, aku baru sadar kalau di industri kerja hal ini disebut sebagai Project Management.” — Kak Nasrul, alumni Product & Project Management Batch 15 Dibimbing 


Belajar lewat Bootcamp Product and Project Management

belajar-lewat-bootcamp-product-and-project-management

Setelah memahami bahwa kekuatannya ada pada pengelolaan proyek, Kak Nasrul memilih belajar lebih terarah melalui Bootcamp Product and Project Management Dibimbing. 

Warga Bimbingan, program ini membantunya mengubah pengalaman organisasi menjadi skill yang sesuai dengan kebutuhan industri.


1. Memahami Dasar Product dan Project Management

Kak Nasrul mempelajari cara merencanakan, menjalankan, dan mengevaluasi proyek secara lebih sistematis. 

Ia juga mulai memahami perbedaan peran produk, proyek, dan kebutuhan bisnis. Pembelajaran ini membuat pengalaman organisasinya menjadi lebih relevan untuk dunia kerja.


2. Mempelajari Analisis Data dan Visualisasi Bisnis

Bootcamp tersebut juga membekali Kak Nasrul dengan kemampuan analisis data dan visualisasi bisnis. 

Skill ini membantunya memahami informasi sebelum menyusun rekomendasi atau keputusan. Pengetahuan tersebut penting bagi Business Analyst yang harus menghubungkan data dengan kebutuhan perusahaan.

“Aku jadi belajar banyak hal yang belum aku tahu karena silabusnya komprehensif, termasuk analisis data dan visualisasi bisnis strategis.” — Kak Nasrul, alumni Product & Project Management Batch 15 Dibimbing


3. Menyusun PRD, BRD, dan Project Charter

Kak Nasrul mempelajari penyusunan PRD, BRD, dan project charter selama mengikuti bootcamp. 

Dokumen tersebut digunakan untuk mencatat tujuan, ruang lingkup, serta kebutuhan produk atau proyek. Skill ini kemudian membantunya berkomunikasi lebih jelas dengan tim bisnis dan teknologi.


4. Mengembangkan Skill Komunikasi dengan Stakeholder

Selain kemampuan teknis, Kak Nasrul juga belajar mengelola komunikasi dengan berbagai stakeholder

Ia perlu memahami kebutuhan setiap pihak dan menyampaikannya kepada tim yang berkaitan. Kemampuan tersebut menjadi bekal penting dalam menjalankan peran Business Analyst.

“Skill PRD, BRD, dan project charter-nya kepakai banget buat komunikasi sama tim tech dan bisnis di kerjaan.” — Kak Nasrul, alumni Product & Project Management Batch 15 Dibimbing


Karier Kak Nasrul sebagai Business Analyst

karier-kak-nasrul-sebagai-business-analyst

Berbekal pembelajaran dari bootcamp, Kak Nasrul mulai mengikuti berbagai tahapan persiapan karier. Berikut ini perjalanan yang membantunya mendapatkan pekerjaan sebagai Business Analyst di perusahaan fintech.


1. Mendapat Pekerjaan Empat Bulan setelah Bootcamp

Sekitar empat bulan setelah lulus bootcamp, Kak Nasrul berhasil mendapatkan pekerjaan sebagai Business Analyst di perusahaan fintech. 

Pencapaian ini menunjukkan bahwa proses belajar yang terarah dapat membantu meningkatkan kesiapan menghadapi dunia kerja. Pengalaman organisasi yang dimilikinya juga menjadi nilai tambah saat menjalani proses rekrutmen.


2. Menjembatani Kebutuhan Bisnis dan Tim Teknologi

Dalam pekerjaannya, Kak Nasrul membantu memahami kebutuhan bisnis dan menerjemahkannya kepada tim teknologi. 

Ia perlu memastikan setiap kebutuhan dapat dipahami dengan jelas sebelum masuk ke tahap pengembangan. Peran tersebut membutuhkan kemampuan analisis, komunikasi, dan koordinasi yang kuat.

“Skill PRD, BRD, dan project charter-nya kepakai banget buat komunikasi sama tim tech dan bisnis di kerjaan.”

Kak Nasrul, alumni Product & Project Management Batch 15 Dibimbing


3. Menerapkan Skill Bootcamp di Dunia Kerja

Kak Nasrul menggunakan berbagai skill yang dipelajari selama bootcamp dalam pekerjaan sehari-hari. Beberapa di antaranya adalah penyusunan BRD, analisis kebutuhan, stakeholder management, dan komunikasi lintas tim. 

Warga Bimbingan, pengalaman ini membuktikan bahwa skill dari bootcamp dapat diterapkan secara langsung dalam lingkungan kerja profesional.

Perjalanan Kak Nasrul menunjukkan bahwa kemampuan ngoding bukan satu-satunya jalan untuk berkarier di industri teknologi. MinDi harap kisah ini bisa membantu kamu lebih percaya diri dalam mengenali kekuatan dan memilih jalur karier yang paling sesuai.

Baca Juga: Kurikulum Bootcamp Business Analyst & Product Strategy 2026


Kesimpulan

Perjalanan Kak Nasrul membuktikan bahwa lulusan Teknik Informatika tidak harus menjadi programmer. Dengan mengembangkan kemampuan mengelola proyek dan menganalisis kebutuhan bisnis, ia berhasil berkarier sebagai Business Analyst.

Warga Bimbingan, pengalaman organisasi dan pembelajaran yang terarah bisa menjadi bekal penting untuk memasuki dunia kerja. MinDi harap kisah Kak Nasrul dapat mendorong kamu lebih percaya diri memilih karier sesuai kemampuan.


Ingin Berkarier sebagai Business Analyst? Ikuti Bootcamp Dibimbing!

Kalau kamu ingin mengikuti jejak Kak Nasrul, kemampuan analisis bisnis, komunikasi, dan pengelolaan proyek menjadi bekal yang penting. Dengan skill yang tepat, kamu bisa memahami kebutuhan bisnis, menyusun dokumentasi, hingga menjembatani komunikasi antara tim bisnis dan teknologi.

Melalui Bootcamp terbaik dan terlengkap dari Dibimbing, kamu akan belajar langsung bersama mentor berpengalaman, mengerjakan proyek nyata, dan membangun portofolio profesional. Programnya juga dirancang untuk membantu kamu mengembangkan keterampilan yang relevan dengan kebutuhan industri.

Program Bootcamp Dibimbing:

  1. Live Class: 63+ kelas interaktif bersama mentor ahli dan 16+ video pembelajaran.
  2. Project & Portofolio: 26+ assignment untuk membangun portofolio profesional.
  3. Mentoring: Pendampingan dari fasilitator dan mentor yang tersedia 24/7.
  4. 1-on-1 Consultation: Sesi konsultasi tanpa batas bersama instruktur ahli.
  5. Technical Case Study: Simulasi tes rekrutmen untuk meningkatkan kesiapan menghadapi proses seleksi.
  6. Career Support: Program penyaluran kerja ke 1.100+ perusahaan mitra.
  7. Community: Akses komunitas profesional untuk belajar dan memperluas relasi.

Menariknya, 96% alumni berhasil mendapatkan pekerjaan setelah mengikuti program Dibimbing. Yuk, tingkatkan skill dan persiapkan langkah kariermu bersama Bootcamp Dibimbing!


Rekomendasi Bootcamp Terbaik dan Terlengkap di Indonesia

Selain Business Analyst, kamu juga bisa memilih program lain sesuai minat dan target karier. Berikut beberapa pilihan Bootcamp Dibimbing yang bisa dipertimbangkan:

  1. Business Analyst & Product Strategy Bootcamp: Cocok untuk mempelajari analisis kebutuhan bisnis, strategi produk, penyusunan BRD, dan komunikasi dengan stakeholder.
  2. Data Analytics Bootcamp: Cocok untuk mempelajari pengolahan, analisis, dan visualisasi data sebagai dasar pengambilan keputusan.
  3. Digital Marketing Bootcamp: Membantu kamu memahami SEO, media sosial, iklan digital, dan strategi pemasaran.
  4. Graphic Design & UI/UX Bootcamp: Cocok untuk mengembangkan kemampuan desain visual dan pengalaman pengguna.
  5. Full-Stack Web Development Bootcamp: Membantu kamu mempelajari pengembangan website dari sisi front-end hingga back-end.

Pilih program yang paling sesuai dengan kemampuan dan tujuan kariermu. Yuk, kunjungi Bootcamp Dibimbing untuk melihat pilihan program, kurikulum, dan jadwal kelasnya.


FAQ

1. Apakah Business Analyst Harus Jago Ngoding?

Seorang Business Analyst tidak harus mahir ngoding. Namun, pemahaman dasar tentang sistem, data, dan proses pengembangan produk dapat membantu komunikasi dengan tim teknologi.

2. Bagaimana Karier Lulusan Teknik Informatika Selain Menjadi Programmer?

Karier lulusan Teknik Informatika tidak hanya terbatas pada programmer. Lulusan jurusan ini juga dapat bekerja sebagai Business Analyst, Product Manager, Project Manager, Quality Assurance, maupun Data Analyst.

3. Apa Saja Skill yang Dibutuhkan untuk Menjadi Business Analyst?

Beberapa skill pentingnya meliputi analisis kebutuhan bisnis, komunikasi, pemecahan masalah, penyusunan BRD, dan stakeholder management. Skill tersebut dapat dipelajari melalui pengalaman organisasi maupun bootcamp Product and Project Management.

4. Bagaimana Cara Menjadi Business Analyst bagi Pemula?

Cara menjadi Business Analyst dapat dimulai dengan mempelajari analisis bisnis, dokumentasi kebutuhan, komunikasi lintas tim, dan pengelolaan stakeholder. Kamu juga perlu membangun portofolio serta mempersiapkan diri menghadapi proses rekrutmen.

5. Apakah Bisa Switch Career ke Business Analyst?

Bisa. Proses switch career ke Business Analyst dapat dilakukan selama kamu memiliki skill yang relevan, memahami kebutuhan industri, dan mampu menunjukkan pengalaman yang mendukung.

Kisah Kak Nasrul sebagai alumni Dibimbing juga membuktikan bahwa pengalaman organisasi dan pembelajaran terarah dapat membuka peluang karier sebagai Business Analyst.

Kategori:

Share:

Penulis

Penulis Image

Irhan Hisyam Dwi Nugroho

Irhan Hisyam Dwi Nugroho is an SEO Specialist and Content Writer with 4 years of experience in optimizing websites and writing relevant content for various brands and industries. Currently, I also work as a Content Writer at Dibimbing.id and actively share content about technology, SEO, and digital marketing through various platforms.

Reviewer

Reviewer Image

Sudah Direview Oleh Expert

Setiap artikel yang berlabel "Sudah Direview Oleh Expert" telah melalui proses peninjauan oleh praktisi atau mentor yang berpengalaman di bidangnya untuk memastikan informasi yang disajikan berkualitas, akurat, dan relevan bagi pembaca.

Hi!👋
Kalau kamu butuh bantuan,
hubungi kami via WhatsApp ya!