Dibimbing - Kisah Sukses Switch Career Hidayati menjadi Project Manager di Bank Nasional

Kisah Sukses Switch Career Hidayati menjadi Project Manager di Bank Nasional

Farijihan Putri

03 Juni 2026

64

Image Banner

Banyak orang masih menganggap dunia Business Analyst dan Product Strategy hanya cocok untuk lulusan IT atau bidang teknis. Padahal, kemampuan komunikasi, problem solving, dan memahami kebutuhan stakeholder justru menjadi modal penting di bidang ini.

Hal tersebut dibuktikan oleh Hidayati, alumni Ilmu Komunikasi yang berhasil membangun karier baru di industri perbankan.

Perjalanannya dimulai saat mengikuti Bootcamp Business Analyst & Product Strategy Online dari Dibimbing untuk memperdalam skill yang lebih relevan dengan kebutuhan industri saat ini.

Dari sekadar ingin upgrade kemampuan, siapa sangka langkah tersebut membawanya menjadi Project Management Officer di bank nasional. 

Nah, Warga Bimbingan bisa melihat perjalanan kesuksesan switch career Kak Hidayati bersama MinDi di artikel ini ya ~

Baca Juga: 7 Rekomendasi Bootcamp Business Analyst Terbaik


Berawal dari Passion dan Keinginan Upgrade Skill

Berpindah ke bidang baru sering terasa menakutkan, apalagi ketika latar belakang pendidikan terlihat berbeda dengan posisi yang ingin dituju. Namun, Hidayati memilih untuk tidak membatasi dirinya hanya karena stigma tersebut.


1. Berangkat dari Latar Belakang Ilmu Komunikasi

Sebagai lulusan Ilmu Komunikasi, Hidayati sudah terbiasa berinteraksi dengan banyak orang dan membangun komunikasi yang efektif. Kemampuan tersebut ternyata menjadi salah satu aset penting ketika mulai mengenal dunia Business Analyst dan Project Management.

Sebab, pekerjaan di bidang ini tidak hanya berbicara soal tools, tetapi juga bagaimana memahami kebutuhan bisnis dan menjembatani berbagai stakeholder.


2. Tertarik dengan Dunia Project Management

Sebelum mengikuti bootcamp, Hidayati pernah bekerja di bidang Production Planning and Inventory Control (PPIC). Pengalaman tersebut membuatnya semakin tertarik mempelajari proses bisnis dan pengelolaan project secara lebih mendalam.

Nah, ia mulai mencari program pembelajaran yang mampu membantunya memahami tools dan workflow yang banyak digunakan perusahaan saat ini.


3. Menemukan Bidang yang Cocok dengan Karakternya

Selama mempelajari Project Management, Hidayati merasa bidang tersebut sangat dekat dengan minat dan kepribadiannya. Ia menyukai proses diskusi, koordinasi, hingga mengelola komunikasi dengan berbagai pihak dalam satu project.

Menurutnya, kemampuan komunikasi yang selama ini dimiliki justru menjadi nilai tambah ketika harus bekerja sama dengan banyak stakeholder.

Buat Warga Bimbingan yang masih ingin memahami materi yang dipelajari selama bootcamp, artikel Kurikulum Bootcamp Business Analyst & Product Strategy bisa membantu memberikan gambaran lengkap mengenai skill yang akan dipelajari dari awal hingga siap kerja.

Baca Juga: Bootcamp Business Analyst dengan Penyaluran Magang Terbaik


Belajar Business Analyst dan Product Strategy dari Nol

Masuk ke bidang baru tentu membutuhkan proses belajar yang tidak sebentar. Hidayati memilih mengikuti bootcamp agar mendapatkan pembelajaran yang lebih terstruktur dan sesuai kebutuhan industri.


1. Belajar SDLC hingga Project Management Tools

Selama mengikuti bootcamp, Hidayati mempelajari berbagai konsep yang banyak digunakan dalam dunia kerja. Mulai dari Software Development Life Cycle (SDLC), Work Breakdown Structure (WBS), Gantt Chart, hingga penggunaan Jira untuk project tracking.

Materi tersebut membuatnya lebih memahami bagaimana sebuah produk atau project dikembangkan dari awal hingga selesai.


2. Praktik Langsung Lewat Assignment dan Case Study

Pembelajaran tidak hanya berisi teori. Setiap peserta juga mengerjakan assignment dan case study yang mensimulasikan kondisi nyata di dunia kerja. Melalui proses tersebut, peserta dapat memahami cara menyusun strategi bisnis, membuat dokumentasi project, hingga melakukan problem analysis secara lebih sistematis.


3. Lingkungan Belajar yang Suportif

Salah satu hal yang paling berkesan bagi Hidayati adalah learning environment yang mendukung proses belajar. 

Mentor dan fasilitator selalu terbuka untuk membantu peserta ketika mengalami kesulitan memahami materi. Dukungan tersebut membuat proses belajar terasa lebih nyaman, bahkan bagi peserta yang berasal dari latar belakang non-teknis.


4. Konsultasi Langsung dengan Mentor

Bootcamp juga menyediakan sesi konsultasi 1-on-1 yang memungkinkan peserta berdiskusi lebih mendalam terkait materi maupun perkembangan karier.

Menurut Hidayati, fasilitas tersebut sangat membantu karena setiap kendala bisa langsung mendapatkan arahan yang lebih jelas dari mentor berpengalaman.

Selain skill technical, peserta juga berkesempatan mempersiapkan sertifikasi profesional untuk meningkatkan daya saing saat melamar pekerjaan. Kamu bisa membaca artikel Sertifikasi Business Analyst untuk mengetahui manfaat sertifikasi dalam pengembangan karier.


Dari Upgrade Skill hingga Ditawari Posisi di Bank Nasional

Awalnya, Hidayati mengikuti bootcamp hanya untuk memperbarui skill dan memahami tools terbaru yang digunakan industri. Namun, hasil yang didapat ternyata jauh melampaui ekspektasinya.


1. Skill yang Dipelajari Langsung Terpakai di Dunia Kerja

Setelah memahami berbagai framework dan tools selama bootcamp, Hidayati mulai menyadari bahwa materi yang dipelajari sangat relevan dengan kebutuhan perusahaan.

Pengetahuan mengenai project planning, stakeholder management, hingga requirement gathering menjadi bekal yang banyak digunakan dalam pekerjaan sehari-hari.


2. Internship yang Memberikan Pengalaman Nyata

Salah satu pengalaman yang paling berkesan adalah kesempatan mengikuti program internship. Selama proses tersebut, peserta tidak hanya mengerjakan simulasi project, tetapi juga merasakan workflow yang mendekati kondisi industri sebenarnya.

Pengalaman tersebut membantu peserta membangun rasa percaya diri sebelum memasuki dunia kerja profesional.


3. Kemampuan Komunikasi Menjadi Nilai Tambah

Sebagai lulusan Komunikasi, Hidayati menyadari bahwa kemampuannya dalam membangun hubungan dengan stakeholder menjadi keunggulan tersendiri.

Di dunia Business Analyst dan Project Management, kemampuan menyampaikan ide, mengelola ekspektasi, dan memahami kebutuhan bisnis memiliki peran yang sangat besar dalam keberhasilan project.


4. Berhasil Menjadi Project Management Officer

Niat awal yang hanya ingin upgrade skill akhirnya membawa perubahan besar dalam perjalanan kariernya. Setelah menyelesaikan proses pembelajaran, Hidayati mendapatkan kesempatan bekerja sebagai Project Management Officer di bank nasional. 

Pencapaian tersebut membuktikan bahwa latar belakang pendidikan bukan penghalang untuk membangun karier baru selama memiliki kemauan belajar dan skill yang relevan.

Menariknya, kebutuhan perusahaan terhadap talenta Business Analyst, Product Strategy, dan Project Management terus meningkat karena semakin banyak organisasi yang membutuhkan proses pengambilan keputusan berbasis data serta pengembangan produk yang lebih terstruktur. Peluang karier di bidang ini masih sangat terbuka lebar untuk berbagai latar belakang pendidikan.

Bagi yang masih mempertimbangkan investasi belajar, artikel Harga Bootcamp Business Analyst Dibimbing dapat membantu memberikan gambaran biaya sekaligus fasilitas yang diperoleh selama program berlangsung.

Baca Juga: Kursus Business Analyst Terlengkap, Gratis Mengulang Kelas!


Siap Bangun Karier Baru di Bidang Business Analyst?

Perjalanan Hidayati menunjukkan kemampuan komunikasi, kemauan belajar, dan lingkungan yang tepat dapat membuka peluang karier yang sebelumnya tidak pernah terpikirkan.

Melalui Bootcamp Business Analyst & Product Strategy Online Dibimbing, peserta akan mempelajari materi yang sesuai kebutuhan industri.

Nggak cuma itu, kamu juga akan mendapatkan 60+ live class, structured weekly assignment untuk portfolio building, technical problem class, konsultasi 1-on-1 tanpa batas, hingga 12 minggu pengalaman magang di hiring company. 

Ditambah dukungan penyaluran kerja ke 1.100+ hiring partner dan tingkat keberhasilan alumni 96% sukses bekerja, program ini menjadi pilihan menarik bagi siapa saja yang ingin meningkatkan skill sekaligus membuka peluang karier baru. 

Kalau Hidayati bisa beralih dari lulusan Komunikasi menjadi Project Management Officer di bank nasional, kesempatan yang sama juga terbuka untuk kamu. 

Kalau kamu masih punya pertanyaan seperti, “Bagaimana proses penyaluran kerja? atau Apakah praktik membuat portofolio menggunakan project nyata?”, konsultasi gratis saja sekarang! Dibimbing pasti #BimbingSampeJadi business analyst andal!


FAQ

1. Apakah Business Analyst harus bisa coding?

Tidak selalu. Beberapa posisi Business Analyst lebih fokus pada analisis bisnis, stakeholder management, dan requirement gathering dibanding software development.

2. Apakah lulusan non-IT bisa mengikuti bootcamp Business Analyst?

Bisa. Banyak peserta berasal dari latar belakang Komunikasi, Manajemen, Administrasi, hingga Pendidikan.

3. Apa bedanya Business Analyst dan Project Manager?

Business Analyst fokus mengidentifikasi kebutuhan bisnis dan solusi yang dibutuhkan, sedangkan Project Manager bertanggung jawab memastikan project berjalan sesuai target dan timeline.

Share

Author Image

Farijihan Putri

Farijihan is a passionate Content Writer with 3 years of experience in crafting compelling content, optimizing for SEO, and developing creative strategies for various brands and industries.

Hi!👋
Kalau kamu butuh bantuan,
hubungi kami via WhatsApp ya!