dibimbing.id - Kisah Sukses Switch Career Hidayati menjadi Project Manager di Bank Nasional

Kisah Sukses Switch Career Hidayati menjadi Project Manager di Bank Nasional

Farijihan Putri

03 Juni 2026

45

Image Banner

Banyak orang masih menganggap dunia Business Analyst dan Product Strategy hanya cocok untuk lulusan IT atau bidang teknis. Padahal, kemampuan komunikasi, problem solving, dan memahami kebutuhan stakeholder justru menjadi modal penting di bidang ini.

Hal tersebut dibuktikan oleh Hidayati, alumni Ilmu Komunikasi yang berhasil membangun karier baru di industri perbankan.

Perjalanannya dimulai saat mengikuti Bootcamp Business Analyst & Product Strategy Online dari Dibimbing untuk memperdalam skill yang lebih relevan dengan kebutuhan industri saat ini.

Dari sekadar ingin upgrade kemampuan, siapa sangka langkah tersebut membawanya menjadi Project Management Officer di bank nasional. 

Nah, Warga Bimbingan bisa melihat perjalanan kesuksesan switch career Kak Hidayati bersama MinDi di artikel ini ya ~

Baca Juga: 7 Rekomendasi Bootcamp Business Analyst Terbaik


Berawal dari Passion dan Keinginan Upgrade Skill

Berpindah ke bidang baru sering terasa menakutkan, apalagi ketika latar belakang pendidikan terlihat berbeda dengan posisi yang ingin dituju. Namun, Hidayati memilih untuk tidak membatasi dirinya hanya karena stigma tersebut.


1. Berangkat dari Latar Belakang Ilmu Komunikasi

Sebagai lulusan Ilmu Komunikasi, Hidayati sudah terbiasa berinteraksi dengan banyak orang dan membangun komunikasi yang efektif. Kemampuan tersebut ternyata menjadi salah satu aset penting ketika mulai mengenal dunia Business Analyst dan Project Management.

Sebab, pekerjaan di bidang ini tidak hanya berbicara soal tools, tetapi juga bagaimana memahami kebutuhan bisnis dan menjembatani berbagai stakeholder.


2. Tertarik dengan Dunia Project Management

Sebelum mengikuti bootcamp, Hidayati pernah bekerja di bidang Production Planning and Inventory Control (PPIC). Pengalaman tersebut membuatnya semakin tertarik mempelajari proses bisnis dan pengelolaan project secara lebih mendalam.

Nah, ia mulai mencari program pembelajaran yang mampu membantunya memahami tools dan workflow yang banyak digunakan perusahaan saat ini.


3. Menemukan Bidang yang Cocok dengan Karakternya

Selama mempelajari Project Management, Hidayati merasa bidang tersebut sangat dekat dengan minat dan kepribadiannya. Ia menyukai proses diskusi, koordinasi, hingga mengelola komunikasi dengan berbagai pihak dalam satu project.

Menurutnya, kemampuan komunikasi yang selama ini dimiliki justru menjadi nilai tambah ketika harus bekerja sama dengan banyak stakeholder.

Buat Warga Bimbingan yang masih ingin memahami materi yang dipelajari selama bootcamp, artikel Kurikulum Bootcamp Business Analyst & Product Strategy bisa membantu memberikan gambaran lengkap mengenai skill yang akan dipelajari dari awal hingga siap kerja.

Baca Juga: Bootcamp Business Analyst dengan Penyaluran Magang Terbaik


Belajar Business Analyst dan Product Strategy dari Nol

Masuk ke bidang baru tentu membutuhkan proses belajar yang tidak sebentar. Hidayati memilih mengikuti bootcamp agar mendapatkan pembelajaran yang lebih terstruktur dan sesuai kebutuhan industri.


1. Belajar SDLC hingga Project Management Tools

Selama mengikuti bootcamp, Hidayati mempelajari berbagai konsep yang banyak digunakan dalam dunia kerja. Mulai dari Software Development Life Cycle (SDLC), Work Breakdown Structure (WBS), Gantt Chart, hingga penggunaan Jira untuk project tracking.

Materi tersebut membuatnya lebih memahami bagaimana sebuah produk atau project dikembangkan dari awal hingga selesai.


2. Praktik Langsung Lewat Assignment dan Case Study

Pembelajaran tidak hanya berisi teori. Setiap peserta juga mengerjakan assignment dan case study yang mensimulasikan kondisi nyata di dunia kerja. Melalui proses tersebut, peserta dapat memahami cara menyusun strategi bisnis, membuat dokumentasi project, hingga melakukan problem analysis secara lebih sistematis.


3. Lingkungan Belajar yang Suportif

Salah satu hal yang paling berkesan bagi Hidayati adalah learning environment yang mendukung proses belajar. 

Mentor dan fasilitator selalu terbuka untuk membantu peserta ketika mengalami kesulitan memahami materi. Dukungan tersebut membuat proses belajar terasa lebih nyaman, bahkan bagi peserta yang berasal dari latar belakang non-teknis.


4. Konsultasi Langsung dengan Mentor

Bootcamp juga menyediakan sesi konsultasi 1-on-1 yang memungkinkan peserta berdiskusi lebih mendalam terkait materi maupun perkembangan karier.

Menurut Hidayati, fasilitas tersebut sangat membantu karena setiap kendala bisa langsung mendapatkan arahan yang lebih jelas dari mentor berpengalaman.

Selain skill technical, peserta juga berkesempatan mempersiapkan sertifikasi profesional untuk meningkatkan daya saing saat melamar pekerjaan. Kamu bisa membaca artikel Sertifikasi Business Analyst untuk mengetahui manfaat sertifikasi dalam pengembangan karier.


Dari Upgrade Skill hingga Ditawari Posisi di Bank Nasional