Bagaimana Cara Kerja Web Server?

Anisa Fitri Maulida

06 November 2023

1248

Image Banner

Dalam era digital saat ini, akses ke website telah menjadi kebutuhan sehari-hari. Namun, pernahkah Anda bertanya-tanya bagaimana sebuah website bisa diakses kapan saja dari mana saja? Jawabannya terletak pada cara kerja web server. 


Dalam artikel ini, MinDi ingin mengajak Anda untuk mengenal dan belajar secara mendalam bagaimana web server bekerja, komponen-komponennya, hingga peranannya dalam dunia bisnis. Sudah siap? Mari kita belajar bersama-sama!



Definisi Web Server


Internet sebuah jaringan yang menghubungkan miliaran perangkat, telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan kita. Setiap hari, kita bergantung pada internet untuk berbagai keperluan, mulai dari komunikasi, pekerjaan, belanja, hiburan, hingga pendidikan. 


Salah satu aktivitas yang sering kita lakukan di internet adalah mengakses informasi dari satu website ke website lainnya. Tentunya jika berbicara soal website, tidak akan lepas dengan yang namanya web server. 


Web server adalah sistem komputer, yang dirancang khusus untuk menerima permintaan dari pengguna (biasa disebut dengan klien) dan mengirimkan kembali informasi yang diminta dalam bentuk halaman web.


Bisa dikatakan bahwa, ketika Anda mengetikkan alamat website di browser Anda, sebenarnya Anda sedang mengirimkan permintaan kepada web server untuk mengakses dokumen yang berada di dalamnya. Pertanyaan, bagaimana cara kerjanya?



Bagaimana Cara Kerja Web Server


Dalam menjalani fungsinya sebagai penyedia layanan dan informasi, web server bekerja melalui serangkaian proses yang terstruktur. Berikut adalah langkah-langkah atau mekanisme dari cara kerja web server:


1. Permintaan dari Klien


Semua dimulai ketika Anda sebagai pengguna, mengetikkan alamat website (URL) di browser atau mengklik tautan. Permintaan Anda tersebut diterjemahkan oleh browser menjadi permintaan HTTP (Hypertext Transfer Protocol) yang kemudian dikirimkan ke IP address yang sesuai dengan domain yang Anda tuju.



2. DNS Lookup


Sebelum permintaan sampai ke web server, domain yang Anda masukkan harus diterjemahkan menjadi IP address melalui proses yang disebut DNS Lookup. DNS (Domain Name System) bertugas menghubungkan domain dengan IP address dari web server yang bersangkutan.



3. Penerimaan Permintaan oleh Web Server


Setelah mendapatkan IP address yang tepat, permintaan Anda diteruskan ke web server. Web server kemudian menerima permintaan tersebut dan memprosesnya.



4. Pengolahan Permintaan


Web server memiliki software khusus (seperti Apache, Nginx, dll.), yang membantu dalam mengidentifikasi dan mengambil konten yang diminta. Jika Anda meminta halaman spesifik, server akan mencari file tersebut di direktorinya.



5. Mengembalikan Respons


Setelah konten ditemukan, web server akan mengemas konten tersebut sebagai respons HTTP dan mengirimkannya kembali ke browser Anda.


Tampilan di Browser


Setelah menerima respons dari web server, browser Anda akan memproses data yang diterima dan menampilkannya sebagai halaman web yang bisa Anda lihat dan interaksi.


Pengecualian dan Kesalahan


Jika web server tidak menemukan konten yang diminta atau terjadi kesalahan lain, server akan mengirimkan pesan kesalahan (seperti "404 Not Found") sebagai gantinya.


Baca Juga: Kenali 6 Tugas Data Center dan Caranya Mensukseskan Bisnis


Secara keseluruhan, meski proses tersebut terjadi dalam hitungan detik dan tampak instan bagi pengguna, ada serangkaian langkah kompleks yang terjadi di balik layar agar informasi dapat disajikan dengan akurat di depan mata kita.


Cara kerja web server di atas biasanya berlaku untuk beberapa tipe web server. Tapi, seiring dengan berkembangnya teknologi, cara-cara tersebut bisa saja berubah. Nah, Sobat MinDi masih ingat kan bahwa di sini kita tidak hanya mempelajari cara kerja web server, tapi juga informasi lain? Setelah ini, mari kita bicara tentang tipe web server.



Tipe-Tipe Web Server dan Contoh Produknya


Ada beragam tipe web server yang bisa digunakan untuk kepentingan masing-masing, baik secara individu maupun organisasi seperti bisnis. Di sini, MinDi akan memperkenalkan tipe-tipe web server berdasarkan sifat konten dan sistem operasi.


Berdasarkan Sifat Kontennya:


  1. Web Server Drastis:

  • Ciri-cirinya:

  • Melayani konten yang tetap atau tidak berubah-ubah kepada pengguna.

  • Tidak memerlukan interaksi dengan database atau aplikasi lain untuk menghasilkan konten.

  • Sangat cepat karena tidak ada proses tambahan dalam menyediakan konten.


  • Contoh Produk:

  • Caddy: Dikenal mudah dikonfigurasi dan memiliki fitur otomatisasi HTTPS.

  • nginx: Dapat diandalkan untuk melayani konten statis dengan cepat dan efisien.



  1. Web Server Dinamis:

  • Ciri-ciri:

  • Melayani konten yang bisa berubah-ubah berdasarkan input atau permintaan pengguna.

  • Seringkali berinteraksi dengan database dan aplikasi server untuk menghasilkan halaman web sesuai permintaan.

  • Membutuhkan sumber daya lebih karena harus melakukan pemrosesan tambahan.


  • Contoh Produk:

  • Apache dengan mod_php: Populer untuk melayani aplikasi web berbasis PHP.

  • Tomcat: Untuk aplikasi web berbasis Java.

  • Microsoft IIS dengan ASP.NET: Biasanya digunakan untuk aplikasi web berbasis Microsoft.



Berdasarkan Sistem Operasi:


  1. Web Server UNIX/Linux

  • Ciri-ciri:

  • Seringkali dianggap lebih stabil dan aman.

  • Populer digunakan dalam lingkungan hosting bersama.

  • Contoh: Apache (versi UNIX/Linux), nginx, LiteSpeed.


  1. Web Server Windows

  • Ciri-ciri:

  • Terintegrasi dengan baik dengan produk dan layanan lain dari Microsoft.

  • Biasanya mendukung teknologi spesifik Microsoft.

  • Contoh: Microsoft IIS, Apache (versi Windows).


Memahami berbagai tipe web server adalah langkah awal yang penting, tapi itu masih belum cukup! Di balik setiap tipe web server, terdapat berbagai komponen yang bekerja secara sinergis, memastikan setiap permintaan pengguna terlayani dengan baik. 


Untuk benar-benar mengerti cara kerja web server, kita perlu menyelami lebih dalam lagi. Mari kita beralih ke komponen-komponen utama dalam web server dan bagaimana masing-masing komponen tersebut berperan penting dalam operasionalnya.




Komponen Dalam Web Server


Sebuah web server tidak hanya terdiri dari perangkat lunak yang menjalankan layanan HTTP. Faktanya, web server memiliki serangkaian komponen yang bekerja sama untuk melayani permintaan dan mengirim respons ke klien. Berikut ini beberapa komponen utama dalam web server:


  1. Perangkat Lunak Server (Server Software)

Perangkat Ini adalah inti dari web server yang menerima permintaan dari klien, memprosesnya, dan mengirimkan respons kembali ke klien. Contoh: Apache, Nginx, Microsoft IIS.


  1. Sistem Operasi

Dasar dari web server dimana perangkat lunak server berjalan. Contoh: Linux (seperti Ubuntu, CentOS), Windows Server, UNIX.


  1. HTTP Processor

Bagian dari perangkat lunak server yang menangani protokol HTTP, memproses permintaan dari klien, dan meresponnya.


  1. File System

Tempat di mana dokumen web (seperti halaman HTML, gambar, dan lain-lain) disimpan dan diambil saat diperlukan.


  1. Koneksi Jaringan

Web server memerlukan akses ke jaringan untuk berkomunikasi dengan klien dan server lain. Termasuk alamat IP, port, dan perangkat keras seperti NIC (Network Interface Card).


  1. Database Server

Meskipun teknisnya merupakan entitas terpisah, banyak web server yang berinteraksi dengan database server untuk mendapatkan, menyimpan, atau memodifikasi data. Contoh: MySQL, PostgreSQL, Microsoft SQL Server.


  1. Antarmuka Scripting

Memungkinkan perangkat lunak server untuk menjalankan script dan aplikasi web, seringkali digunakan pada web server dinamis. Contoh: PHP, Python, Ruby, ASP.NET.


  1. Modul dan Plugin

Ekstensi yang ditambahkan ke perangkat lunak server untuk menambah atau memodifikasi fungsionalitasnya. Contoh: mod_ssl untuk Apache (untuk dukungan SSL/TLS), mod_rewrite (untuk penerusan URL).


  1. Alat Keamanan

Diperlukan untuk melindungi server dari ancaman dan serangan, serta memastikan data yang diterima dan dikirim aman. Contoh: Firewall, SSL/TLS, IDS/IPS.


  1. Peralatan Fisik

Termasuk komponen-komponen seperti CPU, RAM, penyimpanan (HDD, SSD), dan sistem pendinginan.


Sebuah web server yang efektif memerlukan integrasi yang harmonis dari semua komponen-komponen di atas. Semua bagian harus dikelola, dipantau, dan diperbarui secara berkala untuk memastikan performa dan keamanan yang optimal. Komponen itu pun tentunya akan mendukung web server untuk menjalankan fiturnya dengan baik.



Fitur yang Dimiliki Web Server


Web server memiliki berbagai fitur yang dirancang untuk meningkatkan kinerja, keamanan, dan kemudahan penggunaannya. Berikut beberapa fitur utama yang umumnya ada dalam web server:


  1. Pemrosesan Permintaan HTTP

Kemampuan untuk menerima dan memproses permintaan dari klien menggunakan protokol HTTP atau HTTPS.


  1. Hosting Multi-domain (Virtual Hosting)

Memungkinkan satu web server untuk melayani konten dari beberapa domain atau subdomain sekaligus.


  1. Otentikasi dan Otorisasi

Mengontrol akses ke sumber daya tertentu berdasarkan identitas pengguna dan hak akses yang diberikan.


  1. Dukungan SSL/TLS

Kemampuan untuk melayani konten melalui koneksi terenkripsi, meningkatkan keamanan transmisi data.


  1. Modul dan Ekstensibilitas

Kemampuan untuk menambahkan atau memodifikasi fungsionalitas server melalui modul atau plugin.


  1. Penerusan dan Penulisan Ulang URL (URL Forwarding & Rewriting)

Mengarahkan atau memodifikasi permintaan ke URL tertentu berdasarkan kriteria yang ditentukan.


  1. Dukungan Bahasa Pemrograman

Kemampuan untuk menjalankan aplikasi web yang ditulis dalam berbagai bahasa pemrograman seperti PHP, Python, Ruby, atau ASP.NET.


  1. Pengaturan Bandwidth

Mengontrol alokasi bandwidth untuk memastikan distribusi sumber daya yang merata atau sesuai prioritas.


  1. Pencatatan dan Pemantauan

Melog aktivitas server untuk analisis, pemantauan, dan debugging.


  1. Integrasi dengan Database

Kemampuan untuk berinteraksi dengan berbagai jenis sistem database untuk pemrosesan data dinamis.


Setelah memahami fitur-fitur esensial yang ditawarkan oleh web server, tentunya Anda mungkin bertanya-tanya, "Mengapa semua fitur ini begitu penting? Apa dampaknya bagi kita?". 


Fitur-fitur ini bukanlah sekedar tambahan teknis yang kompleks. Sebaliknya, setiap fitur memiliki peran spesifik yang mempengaruhi kinerja, keamanan, dan efisiensi sebuah website. 


Dengan menggali lebih dalam tentang peran web server, Anda akan menyadari betapa pentingnya memiliki web server yang optimal dan efisien untuk bisnis. Mari kita pelajari lebih lanjut mengenai fungsi penting web server dan bagaimana fitur-fitur tersebut berkontribusi secara langsung dalam pengoperasiannya.



Fungsi Web Server dalam Dunia Bisnis


Web server memiliki beberapa fungsi utama yang mendukung operasional website dan aplikasi berbasis web. Berikut adalah fungsi-fungsi dari web server:


  1. Penyimpanan Data

Salah satu fungsi utama web server adalah menyimpan data website, termasuk halaman web, gambar, video, skrip, dan lain-lain, serta memastikan data tersebut siap diakses kapan saja oleh pengguna.


  1. Pengolahan Permintaan

Ketika pengguna mengakses suatu website melalui browser, browser mengirimkan permintaan ke web server. Web server kemudian memproses permintaan tersebut dan mengirimkan data yang sesuai kembali ke browser pengguna.


  1. Keamanan Data

Web server menyediakan fitur keamanan untuk melindungi data dan informasi yang ada di dalamnya, seperti enkripsi SSL/TLS, firewall, dan proteksi terhadap serangan DDoS.


  1. Manajemen Trafik

Web server mengatur trafik yang masuk, memastikan bahwa setiap pengguna mendapatkan akses yang stabil dan cepat ke website, terutama saat terjadi lonjakan trafik yang besar.


  1. Integrasi dengan Database:

Banyak aplikasi web memerlukan akses ke database. Web server bantu memfasilitasi interaksi antara website dan database untuk pengambilan, penyimpanan atau pembaruan data.


  1. Pemberian Hak Akses

Web server dapat mengelola hak akses untuk konten dan sumber daya, memastikan bahwa hanya pengguna yang berhak yang dapat mengakses informasi tertentu.


  1. Optimasi Kinerja

Beberapa web server dilengkapi dengan alat dan fitur yang memungkinkan kompresi data, caching, dan optimasi lainnya untuk meningkatkan kecepatan dan efisiensi pengiriman data ke pengguna.


  1. Pelaporan dan Monitoring

Web server mencatat aktivitas dan permintaan yang masuk, memungkinkan analisis trafik, pemantauan kinerja, dan troubleshooting.



Sebagai komponen yang sangat dibutuhkan untuk memasuki sebuah website, tentunya web server akan sangat dibutuhkan, salah satunya dalam dunia bisnis. Terlebih lagi, jika perusahaan Anda memiliki website tempat bertransaksi, promosi, dan pencarian informasi mengenai produk yang ada.


Oleh karena itu, sangat esensial memiliki tim yang paham betul tentang mekanisme internet, termasuk mengenai web server. Tapi, jika Anda yakin bahwa tim Anda mampu untuk memahami web server, Anda dapat mendorong mereka untuk mengikuti pelatihan khusus melalui program Corporate Training yang diselenggarakan oleh dibimbing.id.


Dengan mentor yang sudah berpengalaman lebih dari tiga tahun di bidangnya, para karyawan bisa mempelajari lebih banyak tentang web server, dengan jadwal yang telah disusun secara mandiri. 


Tentunya, program ini sudah menyediakan kurikulum yang sesuai dengan perkembangan teknologi web server saat ini, Sobat MinDi! Sehingga, Anda bisa jamin bahwa para karyawan bisa mendapatkan pelatihan terbaik dengan ilmu yang kekinian. Dengan ilmu dan implementasi yang sesuai, Anda dapat memaksimalkan fungsi web server pada bisnis Anda.


Baca Juga: Pengertian dan Jenis-jenis File Server yang Perlu Kamu Tahu!



Peran Web Server dalam Dunia Bisnis


Di era digital saat ini, dunia bisnis mengalami perubahan yang sangat signifikan. Salah satu faktor pendorong utama perubahan ini adalah teknologi, terutama web server. Lalu, apa sebenarnya peran web server dalam mendukung perkembangan bisnis? Mari kita telusuri bersama.


  1. Wajah Digital Perusahaan

Web server bisa membantu perusahaan memiliki website, yang bisa diakses dari mana saja dan kapan saja. Website ini menjadi representasi digital dari bisnis, menjadikannya sebagai salah satu saluran pemasaran utama dan sarana untuk memberikan informasi kepada konsumen.


  1. Otomatisasi Proses Bisnis

Dengan web server, perusahaan dapat mengotomatisasi berbagai proses bisnis, seperti pemesanan, pembayaran, pengelolaan persediaan, hingga layanan pelanggan. Peran ini dapat meningkatkan efisiensi dan mengurangi biaya operasional.


  1. Membangun Kepercayaan Pelanggan:

Web server yang handal menjamin ketersediaan website 24/7, memberikan pengalaman browsing yang cepat dan aman bagi pengunjung. Hal ini meningkatkan kepercayaan pelanggan terhadap bisnis.


  1. Skalabilitas Bisnis

Web server modern bisa membantu perusahaan, untuk menyesuaikan sumber daya berdasarkan kebutuhan, memungkinkan bisnis untuk tumbuh tanpa hambatan infrastruktur.


  1. Peningkatan Brand Awareness

Web server memungkinkan bisnis untuk membangun dan mengelola platform digital yang kuat, meningkatkan kesadaran merek dan reputasi di mata konsumen.


Dalam perjalanan kita memahami dunia digital, khususnya dalam konteks bisnis, kita telah melihat betapa pentingnya peran web server. Menggali lebih dalam tentang cara kerja web server bukan hanya membantu kita memahami teknologi di balik layar, tetapi juga membuka wawasan tentang potensi yang bisa dimanfaatkan untuk mengembangkan bisnis di era digital saat ini.


Seperti yang dilihat sebelumnya, cara kerja web server melibatkan beberapa langkah yang mungkin terlihat rumit bagi orang awam. Tapi, jika Anda mempelajarinya bersama orang yang lebih ahli seperti mentor Corporate Training, kemungkinan rasa rumit tersebut bisa berubah seiring dengan semakin luasnya pengetahuan Anda mengenai web server. 


Maka dari itu, jangan sia-siakan kesempatan untuk mengenal cara kerja web server lebih dalam, bersama mentor yang sudah berpengalaman. Dapatkan wawasan yang lebih luas tentang internet beserta komponen yang terlibat, agar bisnis tetap berjalan lancar.



FAQ (Frequently Ask Question)


1. Kapan Server Web Diperlukan?


Umumnya, server web digunakan oleh perusahaan web hosting dan pengembang aplikasi web profesional. Tapi, sebenarnya, siapa pun yang memenuhi salah satu kategori di bawah ini dapat menggunakannya- 


  • Seseorang yang memiliki situs web (untuk membuat salinan lokal di sistemnya menyerupai apa yang ada di internet).

  • Siapa pun yang ingin menggunakan teknologi sisi server, seperti PHP atau ColdFusion, juga dapat menggunakan server web.



2. Apa Saja Manfaat Mengoptimalkan Server Web


Mengoptimalkan server web memerlukan pemantauan berkala  terhadap server web dan aplikasi. Di bawah ini diuraikan beberapa manfaat memantau dan mengoptimalkan server kamu: 


  • Membantu memecahkan masalah kritis dengan cepat

Sangat penting untuk memantau server web dan aplikasi untuk memastikan ketersediaan dan kinerja. Pemantauan server web memberikan wawasan penting tentang kumpulan aplikasi (proses pekerja, cache, permintaan), koneksi (koneksi saat ini dan total), situs web (jaringan, file), cache (penggunaan memori, cache file).

  • Mengoptimalkan sumber daya infrastruktur

Membantu memahami metrik kinerja utama, pemuatan situs web, sehingga kamu dapat menggunakan sumber daya infrastruktur secara efektif seperti pemanfaatan CPU, lalu lintas jaringan, kapasitas disk, dan banyak lagi. Ini juga memberikan wawasan penting, seperti koneksi klien, lalu lintas dan status server web, beban server.



Referensi


1. What Is a Web Server? -  Buka

2. What Is a Web Server and How Do Servers Work? -Buka

Share

Author Image

Anisa Fitri Maulida

Anisa merupakan penulis lepas dengan 4+ tahun pengalaman . Ia memiliki passion yang tinggi dalam dunia digital marketing. Kontribusi tulisanya dapat ditemukan di berbagai platform, dari mulai industri hiburan, pemerintahan, portal berita, hingga Edutech.

Hi!👋

Kalau kamu butuh bantuan,

hubungi kami via WhatsApp ya!