Sertifikasi Brevet: Jenis, Manfaat, Biaya, dan Caranya
DITULIS OLEH
Irhan Hisyam Dwi Nugroho
Dibuat pada 7 Jul 2026
Diubah pada 27 Jul 2026
182
Kalau kamu ingin berkarier di bidang perpajakan, sertifikasi brevet bisa jadi salah satu bekal penting yang perlu dimiliki. Sertifikasi ini membantu kamu memahami aturan, administrasi, hingga praktik perpajakan yang banyak dibutuhkan oleh perusahaan.
Bagi Warga Bimbingan yang masih bingung harus mulai dari Brevet A, B, atau C, tenang saja. MinDi akan membahas jenis, manfaat, biaya, hingga cara mendapatkan sertifikasi brevet agar kamu bisa memilih program yang sesuai dengan tujuan kariermu.
Yuk, simak pembahasan lengkapnya! Kalau setelah membaca artikel ini kamu ingin memperdalam kemampuan di bidang keuangan dan perpajakan, kamu juga bisa mempertimbangkan untuk mengikuti Bootcamp Finance Dibimbing agar lebih siap menghadapi dunia kerja.
Apa Itu Sertifikasi Brevet?
Sertifikasi brevet adalah sertifikat yang diberikan kepada peserta setelah menyelesaikan pelatihan dan memenuhi persyaratan yang ditetapkan dalam program brevet pajak.
Program ini dirancang untuk membekali peserta dengan pengetahuan dan keterampilan mengenai peraturan, administrasi, hingga perhitungan pajak sesuai ketentuan yang berlaku di Indonesia.
Sertifikasi brevet umumnya tersedia dalam beberapa jenjang, yaitu Brevet A, Brevet B, dan Brevet C, yang masing-masing memiliki cakupan materi berbeda sesuai tingkat kompetensinya.
Memiliki sertifikasi ini dapat menjadi nilai tambah bagi mahasiswa, fresh graduate, maupun profesional yang ingin mengembangkan karier di bidang perpajakan atau keuangan.
Baca Juga: Rekomendasi Bootcamp Finance Accounting Online Bersertifikat
Apa Saja Jenis Sertifikasi Brevet?
Setelah memahami pengertiannya, kamu perlu tahu bahwa sertifikasi brevet memiliki beberapa jenis sesuai cakupan materi dan kebutuhan karier. Berikut jenis-jenisnya.
1. Sertifikasi Brevet A
Sertifikasi Brevet A adalah jenjang dasar yang membahas perpajakan untuk wajib pajak orang pribadi. Materinya mencakup dasar perpajakan, perhitungan Pajak Penghasilan atau PPh Orang Pribadi, hingga tata cara pelaporan pajak.
Jenis brevet ini cocok untuk mahasiswa, fresh graduate, atau pemula yang ingin memahami perpajakan dari dasar.
2. Sertifikasi Brevet B
Sertifikasi Brevet B adalah jenjang yang membahas perpajakan untuk wajib pajak badan atau perusahaan.
Di dalamnya, peserta akan mempelajari PPh Badan, PPN, pemotongan dan pemungutan pajak, serta administrasi perpajakan perusahaan. Sertifikasi ini cocok untuk staf finance, akuntansi, tax officer, atau profesional yang ingin meningkatkan kompetensi pajak.
3. Sertifikasi Brevet C
Sertifikasi Brevet C adalah jenjang lanjutan yang membahas materi perpajakan dengan tingkat kompleksitas lebih tinggi.
Materinya biasanya mencakup perpajakan internasional, perencanaan pajak, hingga transaksi lintas negara. Program ini cocok untuk praktisi pajak, konsultan pajak, atau profesional yang sudah memiliki dasar perpajakan dan ingin memperdalam keahlian.
4. Sertifikasi Brevet AB
Sertifikasi Brevet AB adalah program gabungan antara Brevet A dan Brevet B dalam satu rangkaian pelatihan.
Peserta akan mempelajari perpajakan orang pribadi sekaligus perpajakan badan secara lebih menyeluruh. Jenis sertifikasi brevet ini banyak dipilih karena lebih praktis bagi pemula yang ingin membangun kompetensi pajak secara lengkap.
Baca Juga: 16 Pertanyaan Interview Admin Finance dan Jawabannya
Apa Manfaat Sertifikasi Brevet?
Memiliki sertifikasi brevet dapat memberikan berbagai manfaat, baik untuk meningkatkan kompetensi maupun mendukung perkembangan karier di bidang perpajakan. Berikut beberapa manfaat yang bisa kamu dapatkan.
- Meningkatkan pemahaman tentang perpajakan.
- Menambah nilai pada CV dan portofolio.
- Membuka peluang karier di bidang perpajakan dan keuangan.
- Meningkatkan kredibilitas serta kompetensi profesional.
- Menjadi bekal untuk mengikuti sertifikasi perpajakan lanjutan.
- Membantu memenuhi kebutuhan kompetensi di dunia kerja.
- Meningkatkan daya saing saat melamar pekerjaan.
Baca Juga: 4 Contoh CV Finance Accounting (Gratis Template)
Siapa yang Sebaiknya Mengikuti Sertifikasi Brevet?
Sertifikasi brevet dapat diikuti oleh siapa saja yang ingin mempelajari perpajakan atau mengembangkan karier di bidang keuangan. Berikut beberapa pihak yang paling direkomendasikan untuk mengikuti program ini.
- Mahasiswa: Sebagai bekal untuk memahami dasar-dasar perpajakan sebelum memasuki dunia kerja.
- Fresh graduate: Untuk meningkatkan kompetensi dan menambah nilai pada CV saat melamar pekerjaan.
- Staf akuntansi: Agar memiliki pemahaman perpajakan yang lebih baik dalam mendukung pekerjaan sehari-hari.
- Staf keuangan (finance): Untuk membantu mengelola administrasi dan pelaporan pajak perusahaan dengan lebih efektif.
- Tax staff atau tax officer: Sebagai upaya meningkatkan kemampuan teknis dan memperbarui pengetahuan perpajakan.
- Pelaku UMKM atau pemilik bisnis: Agar lebih memahami kewajiban perpajakan serta dapat mengelola pajak usahanya dengan benar.
- Calon konsultan pajak: Sebagai langkah awal untuk membangun kompetensi sebelum mengikuti sertifikasi perpajakan yang lebih lanjut.
Baca Juga: Apa itu Finance Accounting? Perbedaan, Job Desk, hingga Gaji
Bagaimana Cara Mendapatkan Sertifikasi Brevet?
Sumber: Desain oleh Dibimbing
Untuk mendapatkan sertifikasi brevet, kamu perlu mengikuti beberapa tahapan yang telah ditentukan oleh lembaga penyelenggara. Secara umum, berikut langkah-langkah yang perlu dilakukan.
1. Tentukan Jenis Brevet yang Ingin Diikuti
Langkah pertama adalah menentukan jenis brevet yang paling sesuai dengan kebutuhan, latar belakang, dan tujuan karier yang ingin kamu capai, baik Brevet A, B, C, maupun AB.
Setiap jenjang memiliki materi dan tingkat kesulitan yang berbeda. Karena itu, pastikan kamu memilih program yang sesuai dengan kemampuan dan targetmu.
2. Pilih Lembaga Pelatihan yang Terpercaya
Setelah menentukan jenis brevet, carilah lembaga pelatihan yang memiliki reputasi baik, kurikulum terbaru, dan instruktur yang berpengalaman di bidang perpajakan.
Perhatikan juga legalitas serta kualitas program yang ditawarkan. Hal ini akan membantu kamu mendapatkan pengalaman belajar yang lebih optimal.
3. Ikuti Seluruh Rangkaian Pelatihan
Setelah resmi terdaftar, ikuti seluruh sesi pelatihan sesuai jadwal yang telah ditentukan oleh penyelenggara.
Pelajari setiap materi dengan baik, mulai dari konsep dasar hingga studi kasus perpajakan. Jangan ragu untuk berdiskusi dengan instruktur jika ada materi yang belum dipahami.
4. Mengikuti Ujian atau Evaluasi
Sebagian besar penyelenggara akan mengadakan ujian atau evaluasi untuk mengukur pemahaman peserta terhadap materi yang telah dipelajari selama pelatihan.
Hasil evaluasi ini biasanya menjadi salah satu syarat untuk memperoleh sertifikat. Oleh karena itu, persiapkan diri sebaik mungkin sebelum mengikuti ujian.
5. Dapatkan Sertifikat Setelah Lulus
Apabila telah memenuhi seluruh persyaratan dan dinyatakan lulus, kamu akan memperoleh sertifikat dari lembaga penyelenggara brevet.
Sertifikat ini dapat menjadi bukti bahwa kamu telah memiliki kompetensi dasar di bidang perpajakan. Kamu juga bisa mencantumkannya pada CV atau profil profesional sebagai nilai tambah saat melamar pekerjaan.
Baca Juga: Dasar-Dasar Akuntansi Keuangan hingga Tips Belajarnya
Berapa Biaya Sertifikasi Brevet?
Biaya sertifikasi brevet bisa berbeda tergantung jenis kelas, penyelenggara, metode belajar, dan fasilitas yang diberikan. Berikut kisaran biaya yang umum ditemukan.
1. Lembaga Universitas atau Tax Center
Program brevet dari universitas atau tax center biasanya berkisar antara Rp2.000.000–Rp3.500.000.
Biaya ini umumnya sudah mencakup modul, pelatihan, ujian, dan sertifikat. Pilihan ini cocok untuk kamu yang ingin belajar dari lembaga akademik dengan kurikulum perpajakan yang lebih terstruktur.
2. Ikatan Akuntan Indonesia atau IAI
Biaya brevet di IAI umumnya berkisar antara Rp2.650.000–Rp4.900.000. Besar biaya dapat berbeda tergantung status keanggotaan, jenis kelas, dan metode pembelajaran yang dipilih. Program ini cocok bagi peserta yang ingin mengikuti pelatihan dari asosiasi profesi akuntansi.
3. Platform Kursus Online
Platform kursus online biasanya menawarkan biaya yang lebih terjangkau, sekitar Rp400.000–Rp1.000.000.
Namun, fasilitas, kedalaman materi, dan bentuk sertifikatnya bisa berbeda dari program reguler. Karena itu, pastikan kamu mengecek kurikulum dan kredibilitas penyelenggara sebelum mendaftar.
4. Ujian Tambahan CTT
Beberapa lembaga juga menyediakan ujian tambahan untuk memperoleh gelar Certified Tax Technician atau CTT.
Biayanya umumnya sekitar Rp850.000, tergantung kebijakan penyelenggara. Program ini bisa menjadi tambahan bagi kamu yang ingin memiliki bukti kompetensi perpajakan yang lebih spesifik.
Tips Memilih Lembaga Sertifikasi Brevet
Sebelum mendaftar, pastikan kamu memilih lembaga sertifikasi brevet yang sesuai dengan kebutuhan belajar dan tujuan kariermu. Berikut beberapa tips yang bisa kamu pertimbangkan.
1. Pilih Lembaga yang Memiliki Reputasi Baik
Pastikan lembaga yang kamu pilih memiliki reputasi yang baik dan sudah dikenal dalam penyelenggaraan pelatihan brevet.
Kamu bisa melihat rekam jejaknya melalui ulasan peserta, kerja sama dengan institusi, atau pengalaman penyelenggara. Lembaga yang kredibel umumnya menawarkan materi yang lebih terstruktur dan berkualitas.
2. Perhatikan Kurikulum dan Materi Pembelajaran
Pilih lembaga yang menggunakan kurikulum sesuai dengan peraturan perpajakan terbaru. Pastikan materi yang diberikan mencakup teori sekaligus praktik agar lebih mudah diterapkan di dunia kerja. Dengan begitu, kompetensi yang kamu peroleh akan lebih relevan dengan kebutuhan industri.
3. Cek Pengalaman Instruktur
Instruktur yang berpengalaman dapat membantu peserta memahami materi perpajakan dengan lebih mudah.
Sebaiknya pilih lembaga yang menghadirkan pengajar dari kalangan praktisi, konsultan pajak, atau akademisi di bidang perpajakan. Pengalaman mereka juga dapat memberikan wawasan mengenai penerapan perpajakan di dunia kerja.
4. Bandingkan Biaya dan Fasilitas
Jangan hanya memilih program dengan biaya paling murah, tetapi perhatikan juga fasilitas yang ditawarkan.
Pastikan biaya yang dibayarkan sudah mencakup modul, sesi pembelajaran, ujian, dan sertifikat. Dengan membandingkan beberapa lembaga, kamu bisa mendapatkan program yang sesuai dengan kebutuhan dan anggaran.
Bootcamp Finance & Accounting Terbaik di Indonesia: Dibimbing
Kalau kamu ingin membangun karier di bidang keuangan, akuntansi, maupun perpajakan, Bootcamp Finance & Accounting Dibimbing bisa menjadi pilihan yang tepat. Program ini dirancang untuk membantumu menguasai keterampilan yang dibutuhkan industri melalui pembelajaran berbasis praktik, studi kasus nyata, dan bimbingan langsung dari mentor berpengalaman.
Program Bootcamp Finance & Accounting Dibimbing:
- Durasi: 42+ live class dan 12+ sesi praktik bersama mentor ahli.
- Metode Pembelajaran: Live class, materi belajar mandiri, serta akses video dan rekaman selamanya.
- Kurikulum: Dasar akuntansi, perpajakan, analisis laporan keuangan, dan materi finance yang disesuaikan dengan kebutuhan industri.
- Project & Portofolio: Membangun portofolio melalui studi kasus nyata selama proses pembelajaran.
- Sertifikasi: Mendapatkan sertifikasi akuntansi tambahan untuk memvalidasi keterampilan profesional.
- Benefit Tambahan: Akses ke komunitas Finance profesional untuk memperluas relasi dan peluang karier.
Siap Berkarier di Bidang Finance & Accounting?
Kalau kamu ingin meningkatkan kompetensi di bidang finance dan accounting sekaligus memiliki keterampilan yang dibutuhkan perusahaan, Bootcamp Finance & Accounting Dibimbing siap membantumu belajar dari dasar hingga siap kerja. Materinya cocok untuk mahasiswa, fresh graduate, maupun profesional yang ingin upskill atau reskill.
Tertarik untuk bergabung? Yuk, kunjungi Bootcamp Finance & Accounting Dibimbing untuk melihat kurikulum lengkap, jadwal kelas, dan informasi pendaftarannya. Mulai perjalanan kariermu di bidang finance dan accounting bersama Dibimbing!
FAQ
1. Apa itu sertifikasi brevet?
Sertifikasi brevet adalah pelatihan perpajakan yang membekali peserta dengan pengetahuan dan keterampilan untuk memahami serta menerapkan peraturan pajak di Indonesia.
2. Apa perbedaan Brevet A, B, dan C?
Brevet A membahas pajak orang pribadi, Brevet B mencakup pajak badan, sedangkan Brevet C mempelajari perpajakan tingkat lanjutan dan internasional.
3. Siapa yang bisa mengikuti sertifikasi brevet?
Mahasiswa, fresh graduate, staf pajak, akuntan, pemilik usaha, hingga profesional yang ingin berkarier di bidang perpajakan.
4. Berapa lama mengikuti sertifikasi brevet?
Durasinya bervariasi tergantung lembaga penyelenggara dan jenjang brevet yang dipilih, umumnya berlangsung beberapa minggu hingga beberapa bulan.
5. Apakah sertifikasi brevet penting untuk karier?
Ya. Sertifikasi brevet dapat meningkatkan kompetensi perpajakan, menambah kredibilitas, dan membuka peluang karier di bidang pajak maupun akuntansi.
Kategori:
Penulis
Irhan Hisyam Dwi Nugroho is an SEO Specialist and Content Writer with 4 years of experience in optimizing websites and writing relevant content for various brands and industries. Currently, I also work as a Content Writer at Dibimbing.id and actively share content about technology, SEO, and digital marketing through various platforms.
