Dibimbing - Apa Itu FCA Saham? Cara Kerja, Kriteria, dan Risiko
Blog
Investment Banking

Apa Itu FCA Saham? Cara Kerja, Kriteria, dan Risiko

Author

DITULIS OLEH 

Irhan Hisyam Dwi Nugroho

Reviewer

DIREVIEW OLEH 

Sudah Direview Oleh Expert

Dibuat pada 30 Sep 2026

Diubah pada 2 Okt 2026

15

Image Thumbnail

Pernah melihat saham dengan label Pemantauan Khusus atau notasi X? Saham seperti ini diperdagangkan dengan mekanisme Full Call Auction atau FCA.

Memahami apa itu FCA saham penting agar kamu tahu cara kerja dan risiko yang menyertainya. Mekanisme ini juga berbeda dari perdagangan saham reguler.

Kalau ingin belajar investasi lebih terstruktur, kamu bisa mengikuti Bootcamp Investment & Banking Dibimbing. Di artikel ini, MinDi akan membahas cara kerja, kriteria, dan risiko saham FCA.

Baca Juga: 10 Metode Penilaian Investasi Menurut Para Expert


Apa Itu FCA Saham?

FCA saham adalah istilah yang umum digunakan untuk saham di Papan Pemantauan Khusus yang diperdagangkan menggunakan mekanisme periodic call auction. 

Pesanan beli dan jual dikumpulkan terlebih dahulu, kemudian dicocokkan pada periode tertentu.

Saham yang berada di Papan Pemantauan Khusus juga memperoleh notasi X atau eXtra Caution. Notasi tersebut membantu investor mengetahui bahwa emiten sedang mengalami kondisi tertentu yang perlu diperhatikan lebih lanjut. 


Bagaimana Cara Kerja FCA Saham?

Cara kerja FCA saham berbeda dengan mekanisme continuous auction pada perdagangan saham reguler. Dalam FCA, pesanan tidak terus-menerus dicocokkan setiap kali harga bid dan offer bertemu.

Pesanan dikumpulkan terlebih dahulu selama periode tertentu sebelum memasuki proses pencocokan. Berikut tahapan sederhananya. 


1. Investor Memasukkan Order Beli atau Jual

Investor tetap dapat memasukkan order melalui aplikasi sekuritas seperti ketika membeli saham biasa. Namun, pesanan tersebut tidak otomatis langsung menjadi transaksi setelah dimasukkan.

Harga dan jumlah saham yang ingin dibeli atau dijual akan masuk ke sistem perdagangan. Investor kemudian menunggu proses pencocokan sesuai dengan sesi FCA yang berlaku.


2. Order Dikumpulkan oleh Sistem

Pesanan investor masuk ke dalam Order Collecting Phase. Pada tahap ini, sistem mengumpulkan permintaan beli dan penawaran jual yang masuk.

Investor masih dapat memasukkan pesanan selama periode tersebut sesuai aturan perdagangan. Proses ini menjadi salah satu perbedaan utama FCA dengan continuous auction.


3. Masuk ke Random Closing Phase

Menjelang berakhirnya periode pengumpulan, perdagangan memasuki Random Closing Phase. Tahap ini berlangsung sebelum sistem melakukan pencocokan pesanan.

Mekanisme tersebut digunakan sebagai bagian dari proses pembentukan harga pada sistem periodic call auction. Investor perlu memperhatikan bahwa waktu pencocokan tidak sama dengan perdagangan reguler.


4. Sistem Menentukan Harga Pencocokan

Sistem kemudian menentukan harga yang memungkinkan pesanan dapat dipertemukan sesuai ketentuan perdagangan. Proses ini membantu membentuk harga berdasarkan kumpulan permintaan dan penawaran yang tersedia.

BEI juga menyediakan informasi Indicative Equilibrium Price (IEP) dan Indicative Equilibrium Volume (IEV) pada sesi call auction. IEP memberikan gambaran potensi harga transaksi, sedangkan IEV menunjukkan potensi volume yang dapat dipertemukan pada harga tersebut. 


5. Order Dipertemukan pada Order Matching Phase

Pesanan yang memenuhi ketentuan harga akan dipertemukan pada Order Matching Phase. Setelah sesi selesai, proses pengumpulan pesanan kembali dilakukan pada sesi perdagangan berikutnya.

BEI menggunakan mekanisme periodic call auction karena dinilai lebih sesuai untuk saham dengan frekuensi perdagangan rendah. Sistem ini juga ditujukan untuk mendukung price discovery dan meredam pembentukan harga yang kurang wajar. 

Baca Juga: Bukan Lulusan Akuntansi? Intip Cara Rizky Switch Career ke Finance!


Apa Perbedaan FCA dan Saham Reguler?

Perbedaan FCA dan saham reguler terutama terletak pada mekanisme pencocokan pesanan. Pada saham reguler, transaksi dapat berlangsung terus selama terdapat harga beli dan jual yang dapat dipertemukan.

Sementara itu, FCA mengumpulkan pesanan terlebih dahulu dan melakukan pencocokan pada periode tertentu.

Aspek

Saham FCA

Saham Reguler

Mekanisme

Periodic call auction

Continuous auction

Pencocokan pesanan

Pada periode tertentu

Berlangsung terus selama sesi

Papan

Papan Pemantauan Khusus

Sesuai papan pencatatan reguler

Notasi khusus

X

Tidak otomatis memiliki X

Harga minimum

Rp1

Mengikuti ketentuan pasar reguler

Fokus

Pengawasan dan price discovery

Perdagangan normal

Dalam ketentuan Papan Pemantauan Khusus saat ini, BEI menetapkan harga minimum Rp1. Auto rejection sebesar Rp1 berlaku pada rentang harga Rp1 sampai Rp10, sedangkan harga di atas Rp10 menggunakan batas auto rejection sebesar 10%. 

Baca Juga: Cerita Kak Nasrul Jadi Business Analyst di Perusahaan Fintech


Kenapa Saham Bisa Masuk FCA?

kenapa-saham-bisa-masuk-fca

Sumber: Desain oleh Dibimbing

Saham tidak masuk FCA hanya karena harganya turun dalam satu hari. BEI memiliki sejumlah kondisi yang menjadi dasar penempatan efek bersifat ekuitas ke Papan Pemantauan Khusus.

Saat ini, BEI mencantumkan 11 kriteria Papan Pemantauan Khusus. 


1. Harga dan Likuiditas Saham Rendah

Saham dapat masuk Papan Pemantauan Khusus apabila harga rata-ratanya kurang dari Rp51 dan berada dalam kondisi likuiditas rendah.

Kondisi tersebut mencakup rata-rata harian nilai transaksi kurang dari Rp5 juta dan volume kurang dari 10.000 saham selama tiga bulan terakhir.


2. Mendapat Opini Auditor Disclaimer

Saham dapat masuk pemantauan apabila laporan keuangan auditan terakhir mendapatkan opini tidak menyatakan pendapat atau disclaimer.

Opini tersebut berarti auditor tidak memberikan pendapat atas laporan keuangan perusahaan karena adanya kondisi tertentu yang membatasi proses audit.


3. Tidak Membukukan atau Mengalami Perubahan Pendapatan

BEI juga memasukkan kondisi ketika perusahaan tidak membukukan pendapatan atau tidak terdapat perubahan pendapatan.

Penilaiannya mengacu pada laporan keuangan auditan dan/atau laporan keuangan interim terakhir dibandingkan laporan yang disampaikan sebelumnya.


4. Perusahaan Pertambangan Belum Memperoleh Pendapatan Utama

Kriteria ini berlaku pada perusahaan pertambangan mineral dan batu bara tertentu, termasuk perusahaan induk dengan perusahaan terkendali di bidang tersebut.

Perusahaan dapat masuk pemantauan apabila sampai periode yang ditentukan belum memperoleh pendapatan dari kegiatan usaha utamanya.


5. Perusahaan Memiliki Ekuitas Negatif

Ekuitas negatif menjadi salah satu kondisi yang menyebabkan perusahaan masuk Papan Pemantauan Khusus.

Secara sederhana, kondisi ini menunjukkan nilai kewajiban perusahaan telah melebihi nilai asetnya sehingga investor perlu memperhatikan kesehatan keuangan perusahaan lebih dalam.


6. Tidak Memenuhi Persyaratan Tetap Tercatat

Perusahaan tercatat harus memenuhi sejumlah persyaratan agar sahamnya dapat tetap tercatat di Bursa.

Apabila persyaratan tertentu tidak terpenuhi, saham dapat ditempatkan ke Papan Pemantauan Khusus sesuai peraturan BEI yang berlaku.


7. Memiliki Likuiditas Perdagangan Rendah

Saham juga dapat masuk ketika rata-rata nilai transaksi harian kurang dari Rp5 juta dan volume transaksi rata-rata harian kurang dari 10.000 saham selama tiga bulan terakhir.

Likuiditas rendah perlu diperhatikan investor karena dapat memengaruhi kemudahan membeli maupun menjual saham.


8. Perusahaan Menghadapi PKPU atau Pailit

Kondisi lain adalah ketika perusahaan sedang dimohonkan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU), dimohonkan pailit, atau menghadapi pembatalan perdamaian.

Kondisi tersebut perlu menjadi perhatian karena berhubungan dengan kemampuan perusahaan memenuhi kewajibannya.


9. Anak Perusahaan Menghadapi PKPU atau Pailit

Pemantauan juga dapat dilakukan apabila anak perusahaan menghadapi PKPU, pailit, atau pembatalan perdamaian.

Kriteria ini berlaku apabila anak perusahaan tersebut memberikan kontribusi pendapatan yang material kepada perusahaan tercatat.


10. Mengalami Penghentian Sementara Perdagangan

Saham dapat masuk Papan Pemantauan Khusus apabila mengalami penghentian sementara perdagangan lebih dari satu Hari Bursa karena aktivitas perdagangan.

Investor perlu melihat pengumuman Bursa untuk mengetahui penyebab suspensi dan perkembangan selanjutnya.


11. Kondisi Lain yang Ditetapkan Bursa

BEI juga dapat menetapkan kondisi lain sebagai alasan penempatan saham di Papan Pemantauan Khusus.

Penetapan tersebut dilakukan setelah Bursa memperoleh persetujuan atau perintah dari Otoritas Jasa Keuangan. Seluruh 11 kriteria ini tercantum dalam penjelasan resmi BEI mengenai Papan Pemantauan Khusus. 

Jadi, masuk FCA tidak otomatis berarti perusahaan bangkrut. Setiap emiten dapat memiliki penyebab berbeda sehingga investor perlu mengecek kriteria yang dikenakan sebelum mengambil keputusan.


Contoh Saham FCA

Supaya lebih mudah memahami seperti apa saham FCA di aplikasi sekuritas, kamu bisa melihat contoh saham PT Express Transindo Utama Tbk. dengan kode TAXI pada gambar berikut.

contoh-saham-fca

Contoh tampilan saham TAXI dengan label Pemantauan Khusus dan notasi X.

Sumber: Tangkapan layar Stockbit, 15 September 2026.

Pada tangkapan layar tersebut, terdapat label Pemantauan-Khusus dan informasi bahwa perusahaan memiliki Notasi Khusus X. Kedua informasi tersebut dapat membantu investor mengenali bahwa saham berada di Papan Pemantauan Khusus.

BEI memang menggunakan notasi X untuk perusahaan yang dicatatkan pada Papan Pemantauan Khusus. Notasi ini berfungsi sebagai informasi tambahan agar investor lebih waspada terhadap kondisi suatu emiten. 

Pada harga TAXI berada di Rp16 dan terlihat antrean bid sebanyak 209.026 lot pada harga tersebut. Sementara itu, kolom offer belum menampilkan antrean ketika tangkapan layar diambil.

Namun, tidak adanya offer tersebut bukan karakteristik wajib FCA. Order book dapat berubah mengikuti pesanan investor, sedangkan ciri utama FCA terletak pada mekanisme pengumpulan dan pencocokan order secara berkala.

Catatan: Contoh TAXI hanya digunakan untuk menjelaskan tampilan saham di Papan Pemantauan Khusus dan bukan rekomendasi membeli atau menjual saham.


Apa Risiko Membeli Saham FCA?

Saham FCA tetap dapat diperdagangkan investor. Namun, keberadaan saham di Papan Pemantauan Khusus menandakan terdapat kondisi tertentu yang perlu diperhatikan lebih jauh.

Beberapa risiko saham FCA antara lain:

  1. Risiko likuiditas: Investor dapat mengalami kesulitan memperoleh pasangan beli atau jual pada harga yang diinginkan.
  2. Order tidak langsung dieksekusi: Pesanan harus mengikuti periode pencocokan pada mekanisme FCA.
  3. Risiko volatilitas: Perubahan permintaan dan penawaran dapat memengaruhi harga ketika proses pencocokan berlangsung.
  4. Risiko fundamental: Beberapa kriteria FCA berkaitan dengan ekuitas negatif, laporan keuangan, PKPU, hingga pailit.
  5. Risiko keluar dari posisi: Saham dengan permintaan rendah dapat lebih sulit dijual dalam waktu cepat.

Karena itu, harga nominal yang rendah tidak otomatis berarti saham tersebut murah. Saham berharga Rp20 atau Rp10 tetap perlu dianalisis berdasarkan kondisi bisnis dan nilai wajarnya.


Apakah Saham FCA Bisa Kembali Normal?

Bisa. Saham dapat keluar dari Papan Pemantauan Khusus apabila sudah memenuhi persyaratan yang ditetapkan BEI sesuai dengan kriteria yang sebelumnya dikenakan.

Misalnya, perusahaan pada beberapa kriteria dapat keluar setelah tidak lagi mengalami kondisi tersebut. BEI juga memiliki ketentuan khusus untuk kriteria harga, likuiditas, free float, hingga saham yang sebelumnya terkena penghentian perdagangan. 

Namun, perusahaan juga harus memenuhi ketentuan lain yang berlaku. Salah satunya adalah harga saham paling kurang Rp50, kecuali untuk saham tertentu yang sebelumnya tercatat pada Papan Akselerasi. 


Bagaimana Cara Mengecek Saham FCA?

Investor dapat mengenali saham FCA melalui informasi yang tersedia pada aplikasi sekuritas maupun situs resmi BEI.

Beberapa langkah yang dapat dilakukan adalah:

  1. Periksa apakah terdapat notasi X pada saham.
  2. Cari label Papan Pemantauan Khusus pada aplikasi sekuritas.
  3. Cek daftar Efek dalam Pemantauan Khusus di situs BEI.
  4. Periksa nomor kriteria yang dikenakan kepada perusahaan.
  5. Baca keterbukaan informasi terbaru dari emiten.

BEI menyediakan daftar khusus untuk efek yang berada di Papan Pemantauan Khusus sehingga investor dapat memeriksanya secara langsung. 


Apa yang Harus Diperhatikan Sebelum Membeli Saham FCA?

Status FCA sebaiknya dijadikan sinyal untuk melakukan analisis lebih dalam. Jangan langsung membeli hanya karena harga saham terlihat rendah atau sedang mengalami kenaikan.

Pertama, periksa penyebab saham masuk Papan Pemantauan Khusus. Saham yang masuk karena likuiditas rendah memiliki konteks berbeda dengan perusahaan yang memiliki ekuitas negatif atau menghadapi PKPU.

Kedua, baca laporan keuangan perusahaan. Perhatikan perkembangan pendapatan, laba atau rugi, arus kas, utang, hingga ekuitas untuk memahami kondisi fundamental perusahaan.

Ketiga, perhatikan likuiditas perdagangan. Investor perlu mempertimbangkan apakah saham mempunyai permintaan yang cukup ketika nantinya ingin menjual kepemilikan.

Terakhir, bandingkan harga dengan valuasi perusahaan. Harga saham yang rendah secara nominal belum tentu menunjukkan saham tersebut undervalued, sehingga analisis valuasi tetap diperlukan.


Kesimpulan

FCA saham merupakan mekanisme perdagangan pada Papan Pemantauan Khusus dengan sistem periodic call auction. Investor perlu memahami alasan saham masuk FCA, cara pencocokan pesanan, serta risiko seperti likuiditas rendah dan kondisi fundamental emiten.

Sebelum membeli saham FCA, jangan hanya melihat harga yang terlihat murah. Periksa kriteria pemantauan, laporan keuangan, likuiditas, dan valuasi agar keputusan investasi lebih terukur.


Mau Lebih Jago Analisis Investment & Banking?

Memahami FCA saham bisa menjadi langkah awal untuk mengenal mekanisme pasar modal. Namun, kalau kamu ingin berkarier di bidang investasi dan perbankan, kamu juga perlu menguasai analisis keuangan, valuasi, dan studi kasus yang relevan dengan industri.

Melalui Bootcamp Investment & Banking Dibimbing, kamu bisa belajar secara lebih terstruktur melalui live class, sesi praktik, tugas mingguan, serta pendampingan mentor.


Program Bootcamp Investment & Banking Dibimbing:

  1. 50+ Live Class & 7 Sesi Praktik bersama mentor ahli.
  2. Weekly Assignment & Study Case untuk membangun portofolio.
  3. Konsultasi 1-on-1 Tanpa Batas bersama instruktur.
  4. Pendampingan 24/7 selama proses belajar.
  5. Final Project Berbasis Studi Kasus di bidang investasi.
  6. Kurikulum Terstruktur untuk mempersiapkan karier sebagai Investment & Banking Analyst.
  7. Penyaluran Kerja dengan akses ke program graduation dan peluang kerja di 1.100+ perusahaan.


Siap Berkarier di Bidang Investment & Banking?

Kalau kamu ingin memperkuat kemampuan analisis sekaligus membangun portofolio melalui latihan dan studi kasus, Bootcamp Investment & Banking Dibimbing bisa menjadi pilihan untuk memulai.

Yuk, cek kurikulum, jadwal kelas, biaya, dan informasi pendaftarannya untuk mulai mempersiapkan karier di bidang investasi dan perbankan.


FAQ

1. Apa Itu FCA Saham?

FCA saham adalah saham di Papan Pemantauan Khusus yang diperdagangkan menggunakan mekanisme Full Call Auction. Dalam sistem ini, pesanan beli dan jual dikumpulkan terlebih dahulu sebelum dicocokkan pada periode tertentu.

2. Bagaimana Cara Kerja FCA Saham?

Cara kerja FCA saham menggunakan sistem periodic call auction, bukan pencocokan transaksi secara terus-menerus. Order investor dikumpulkan lebih dulu, lalu dipertemukan pada sesi matching yang telah ditentukan.

3. Apa Arti Notasi X Saham?

Notasi X saham menunjukkan bahwa emiten berada di Papan Pemantauan Khusus. Investor sebaiknya mengecek alasan saham tersebut masuk pemantauan sebelum mengambil keputusan investasi.

4. Apa Risiko Saham FCA?

Risiko saham FCA dapat berupa likuiditas rendah, kesulitan menjual saham, hingga masalah fundamental perusahaan. Karena itu, harga yang murah belum tentu menunjukkan saham tersebut layak dibeli.

5. Apa Contoh Saham FCA?

Contoh saham FCA dapat dilihat dari saham yang memiliki notasi X dan label Papan Pemantauan Khusus di aplikasi sekuritas. Status saham FCA dapat berubah, sehingga kamu perlu mengecek daftar terbaru yang diterbitkan Bursa Efek Indonesia.

Kategori:

Share:

Penulis

Penulis Image

Irhan Hisyam Dwi Nugroho

Irhan Hisyam Dwi Nugroho is an SEO Specialist and Content Writer with 4 years of experience in optimizing websites and writing relevant content for various brands and industries. Currently, I also work as a Content Writer at Dibimbing.id and actively share content about technology, SEO, and digital marketing through various platforms.

Reviewer

Reviewer Image

Sudah Direview Oleh Expert

Setiap artikel yang berlabel "Sudah Direview Oleh Expert" telah melalui proses peninjauan oleh praktisi atau mentor yang berpengalaman di bidangnya untuk memastikan informasi yang disajikan berkualitas, akurat, dan relevan bagi pembaca.

Hi!👋
Kalau kamu butuh bantuan,
hubungi kami via WhatsApp ya!