Apa Itu Exploratory Data Analysis? Manfaat dan Contoh
Irhan Hisyam Dwi Nugroho
•
22 Juli 2024
•
3087
Catatan Redaksi:
Artikel ini pertama kali diterbitkan pada Juli 2024 dan diperbarui pada 6 Mei 2026 untuk memastikan informasi tetap akurat dan relevan.
Pernah punya banyak data, tapi bingung harus mulai analisis dari mana, warga bimbingan? Nah, exploratory data analysis bisa menjadi langkah awal untuk memahami isi data sebelum dianalisis lebih jauh.
Exploratory data analysis adalah proses mengeksplorasi data untuk melihat pola, tren, anomali, dan informasi penting di dalamnya. Proses ini biasanya dilakukan sebelum membuat model atau mengambil keputusan dari data.
Dengan EDA, kamu bisa menemukan data kosong, outlier, distribusi data, hingga hubungan antar variabel. Hasilnya, analisis menjadi lebih akurat dan tidak asal menyimpulkan.
Yuk, simak pembahasan tentang exploratory data analysis, manfaat, dan contohnya secara sederhana. Penjelasannya dibuat ringan agar mudah dipahami pemula.
Apa Itu Exploratory Data Analysis?
Exploratory Data Analysis adalah proses awal dalam analisis data untuk memahami isi, pola, struktur, dan karakteristik data sebelum masuk ke tahap analisis lanjutan.
Melalui proses ini, data diperiksa untuk menemukan nilai kosong, data tidak wajar, outlier, distribusi, serta hubungan antar variabel.
EDA biasanya dilakukan dengan bantuan statistik deskriptif dan visualisasi data seperti tabel, grafik, histogram, atau scatter plot.
Dengan melakukan exploratory data analysis, analis bisa mendapatkan gambaran awal yang lebih jelas sehingga keputusan atau model yang dibuat menjadi lebih akurat.
Baca juga : Panduan Memilih Bootcamp Data Science Terbaik di 2026
Tujuan Exploratory Data Analysis
Sumber: Canva
Exploratory data analysis dilakukan untuk memahami kondisi data sebelum masuk ke tahap analisis lanjutan, visualisasi yang lebih kompleks, atau pembuatan model. Berikut 4 tujuan exploratory data analysis yang perlu dipahami.
1. Memahami Struktur Data
Exploratory data analysis bertujuan untuk melihat bentuk, isi, ukuran, dan karakteristik dasar dari dataset sebelum data digunakan untuk analisis lebih lanjut.
Analis dapat mengetahui jumlah kolom, jumlah baris, tipe data, serta informasi penting lainnya. Dengan memahami struktur data, proses analisis bisa dilakukan lebih terarah.
2. Menemukan Missing Value
EDA membantu menemukan data kosong atau missing value yang mungkin muncul pada beberapa kolom dalam dataset.
Data kosong perlu diperiksa karena bisa memengaruhi hasil analisis. Setelah ditemukan, analis bisa menentukan apakah data tersebut perlu dihapus, diisi, atau ditangani dengan metode tertentu.
3. Mendeteksi Outlier
Exploratory data analysis juga digunakan untuk mendeteksi nilai yang terlalu jauh berbeda dari pola data lainnya.
Nilai seperti ini disebut outlier dan bisa muncul karena kesalahan input, kondisi ekstrem, atau kejadian khusus. Dengan mengenali outlier, analis bisa menilai apakah data tersebut perlu dipertahankan atau diperbaiki.
4. Melihat Pola Data
EDA membantu analis menemukan pola, tren, atau hubungan antar variabel yang mungkin belum terlihat dari data mentah.
Pola ini bisa terlihat melalui tabel, grafik, atau visualisasi sederhana. Dari sini, analis bisa mendapatkan insight awal sebelum melakukan analisis lebih lanjut.
Baca juga : Panduan Cara Belajar Python untuk Data Scientist, Lengkap!
Tahapan Exploratory Data Analysis
Exploratory data analysis dilakukan secara bertahap agar analis bisa memahami kondisi data, menemukan masalah, dan melihat pola sebelum masuk ke analisis lanjutan. Berikut tahapan EDA yang umum digunakan dalam proses analisis data.
1. Pembersihan Data
Pembersihan data adalah tahap awal untuk memastikan dataset tidak memiliki masalah yang bisa mengganggu hasil analisis. Pada tahap ini, analis biasanya mengecek missing values, data duplikat, format yang salah, dan nilai yang tidak wajar.
Data yang sudah dibersihkan akan lebih siap digunakan untuk proses analisis berikutnya. Dengan begitu, hasil insight yang didapat bisa lebih akurat dan tidak bias.
2. Pemahaman Struktur Data
Pemahaman struktur data dilakukan dengan melihat ukuran dataset, jumlah baris dan kolom, tipe data, serta informasi dasar dari setiap variabel. Tahap ini membantu analis mengetahui bentuk data yang sedang digunakan.
Selain itu, analis juga bisa melihat statistik deskriptif seperti mean, median, minimum, maksimum, dan standar deviasi. Informasi ini berguna untuk memahami karakteristik awal dari dataset.
3. Analisis Univariat
Analisis univariat adalah proses menganalisis satu variabel secara mandiri. Tujuannya untuk melihat distribusi, frekuensi, dan penyebaran data pada variabel tersebut.
Contohnya, analis bisa menggunakan histogram atau box plot untuk melihat pola data. Dari tahap ini, analis dapat mengetahui apakah data cenderung normal, miring, atau memiliki nilai ekstrem.
4. Analisis Bivariat dan Multivariat
Analisis bivariat digunakan untuk melihat hubungan antara dua variabel dalam dataset. Sementara itu, analisis multivariat digunakan untuk mempelajari hubungan lebih dari dua variabel secara bersamaan.
Contohnya, analis bisa menggunakan scatter plot untuk melihat hubungan dua variabel atau heatmap korelasi untuk melihat hubungan banyak variabel. Tahap ini membantu menemukan pola tersembunyi yang tidak terlihat dari analisis satu variabel saja.
5. Visualisasi Data dan Interpretasi
Visualisasi data digunakan untuk menyajikan pola, tren, outlier, dan hubungan antar variabel dalam bentuk grafik yang lebih mudah dipahami. Grafik yang sering digunakan antara lain bar chart, line chart, histogram, scatter plot, dan heatmap.
Setelah visualisasi dibuat, analis perlu melakukan interpretasi untuk menyimpulkan insight awal dari data. Kesimpulan ini bisa menjadi dasar untuk pengambilan keputusan atau analisis lanjutan.
Baca juga : Panduan Analisis Data dengan Python Pandas, Mudah Dipelajari
Contoh Exploratory Data Analysis
Exploratory data analysis bisa diterapkan pada berbagai jenis data, mulai dari data penjualan, pelanggan, keuangan, hingga performa website. Berikut 4 contoh exploratory data analysis yang mudah dipahami.
1. Analisis Data Penjualan
EDA dapat digunakan untuk melihat pola penjualan dalam periode tertentu. Misalnya, analis mengecek produk paling laris, bulan dengan penjualan tertinggi, dan tren kenaikan atau penurunan omzet.
Dari hasil analisis ini, bisnis bisa mengetahui produk mana yang perlu diprioritaskan. Insight tersebut juga bisa membantu menentukan strategi promosi berikutnya.
2. Analisis Data Pelanggan
EDA bisa digunakan untuk memahami karakteristik pelanggan berdasarkan usia, lokasi, jenis kelamin, atau kebiasaan belanja. Analisis ini membantu bisnis melihat kelompok pelanggan yang paling aktif.
Dengan memahami pola pelanggan, perusahaan bisa membuat strategi pemasaran yang lebih tepat sasaran. Misalnya, membuat promo khusus untuk segmen pelanggan tertentu.
3. Analisis Data Keuangan
Dalam data keuangan, EDA dapat membantu melihat pengeluaran, pemasukan, arus kas, atau transaksi yang tidak biasa. Proses ini berguna untuk menemukan pola keuangan dan mendeteksi anomali.
Contohnya, analis bisa melihat bulan dengan biaya operasional paling tinggi. Dari situ, perusahaan dapat mengevaluasi pengeluaran agar lebih efisien.
4. Analisis Data Website
EDA juga bisa digunakan untuk menganalisis performa website, seperti jumlah pengunjung, bounce rate, durasi kunjungan, dan sumber trafik. Data ini membantu mengetahui bagaimana pengguna berinteraksi dengan website.
Dari hasil EDA, tim bisa melihat halaman mana yang paling banyak dikunjungi atau justru banyak ditinggalkan. Insight ini dapat digunakan untuk meningkatkan pengalaman pengguna dan performa website.
Baca juga : Python untuk Data Analyst: Arti, Manfaat, Library, dan Tips
Manfaat Exploratory Data Analysis
Sumber: Canva
Exploratory data analysis memiliki banyak manfaat karena membantu analis memahami kondisi data sebelum melakukan analisis lanjutan atau membuat model. Berikut 4 manfaat exploratory data analysis yang perlu dipahami.
1. Memahami Kondisi Data
EDA membantu analis memahami struktur, pola, dan karakteristik data secara lebih jelas sebelum proses analisis dilakukan. Melalui tahap ini, analis bisa mengetahui tipe data, distribusi, dan kondisi dataset secara keseluruhan. Dengan begitu, proses analisis menjadi lebih terarah.
2. Menemukan Masalah pada Data
Exploratory data analysis membantu menemukan masalah seperti missing value, data duplikat, outlier, atau format data yang tidak konsisten.
Masalah tersebut perlu diperbaiki agar hasil analisis tidak menghasilkan kesimpulan yang salah. Karena itu, EDA menjadi langkah penting dalam menjaga kualitas data.
3. Membantu Menemukan Insight
EDA membantu analis menemukan pola, tren, dan hubungan antar variabel dalam data. Insight ini bisa digunakan untuk mendukung pengambilan keputusan bisnis atau penelitian.
Semakin baik proses eksplorasi data dilakukan, semakin mudah menemukan informasi penting dari dataset.
4. Mendukung Analisis Lanjutan
Exploratory data analysis membantu mempersiapkan data sebelum masuk ke tahap analisis lanjutan atau machine learning.
Data yang sudah dipahami dan dibersihkan akan lebih mudah digunakan untuk modeling. Hal ini membuat hasil analisis menjadi lebih akurat dan relevan.
Baca juga : Panduan Memilih Bootcamp Data Analyst untuk Karier Impianmu
Ingin Berkarier di Bidang Data?
Memahami exploratory data analysis membantu kamu melihat bagaimana data dapat digunakan untuk menemukan pola, mendeteksi masalah, dan menghasilkan insight yang berguna untuk pengambilan keputusan.
Yuk, ikuti Bootcamp Data Science & Data Analyst di dibimbing! Di sini, kamu akan belajar Python, SQL, data cleaning, data visualization, exploratory data analysis, machine learning dasar, hingga cara membuat dashboard dan project portofolio yang sesuai kebutuhan industri.
Belajar langsung dari mentor berpengalaman dengan kurikulum praktis dan aplikatif lewat studi kasus serta project nyata. Dengan dukungan 1100+ hiring partner dan tingkat keberhasilan alumni 96%, peluang kariermu sebagai Data Analyst atau Data Scientist semakin terbuka lebar.
Jadi, tunggu apa lagi? Daftar sekarang disini dan mulai perjalananmu menjadi talenta data profesional. #BimbingSampeJadi!
FAQ
1. Apa itu exploratory data analysis?
Exploratory data analysis atau EDA adalah proses awal untuk memahami kondisi, pola, dan karakteristik data sebelum analisis lanjutan dilakukan. Proses ini membantu analis menemukan insight, outlier, dan masalah pada data.
2. Apa manfaat exploratory data analysis?
EDA bermanfaat untuk membantu memahami struktur data, menemukan missing value, dan melihat hubungan antar variabel. Selain itu, EDA juga membantu membuat hasil analisis menjadi lebih akurat.
3. Apa saja contoh exploratory data analysis?
Contoh EDA adalah melihat tren penjualan, menganalisis data pelanggan, mengecek distribusi data, atau membuat visualisasi grafik. Proses ini biasanya dilakukan menggunakan tabel, histogram, boxplot, atau scatter plot.
4. Mengapa exploratory data analysis penting?
Exploratory data analysis penting karena membantu analis memahami data sebelum masuk ke tahap modeling atau pengambilan keputusan. Dengan data yang lebih dipahami, hasil analisis bisa menjadi lebih relevan dan tidak menyesatkan.
Irhan Hisyam Dwi Nugroho
Irhan Hisyam Dwi Nugroho is an SEO Specialist and Content Writer with 4 years of experience in optimizing websites and writing relevant content for various brands and industries. Currently, I also work as a Content Writer at Dibimbing.id and actively share content about technology, SEO, and digital marketing through various platforms.
