Apa Itu EBITDA? Fungsi, Rumus, dan Cara Hitung
Irhan Hisyam Dwi Nugroho
•
28 Mei 2026
•
67
Masih bingung saat melihat istilah EBITDA dalam laporan keuangan atau analisis saham, Warga Bimbingan? Padahal, istilah ini cukup sering digunakan untuk menilai performa operasional sebuah perusahaan.
EBITDA membantu investor dan perusahaan melihat profitabilitas bisnis tanpa menghitung bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi. Karena itu, metrik ini sering dipakai dalam proses analisis keuangan dan evaluasi bisnis.
Dengan memahami EBITDA, kamu bisa lebih mudah membaca kondisi keuangan perusahaan secara lebih objektif bersama MinDi. Simak penjelasan lengkap tentang fungsi, rumus, dan cara hitung EBITDA sampai akhir, ya!
Apa Itu EBITDA?
EBITDA adalah singkatan dari Earnings Before Interest, Taxes, Depreciation, and Amortization yang digunakan untuk mengukur performa operasional perusahaan.
Dalam bahasa sederhana, EBITDA membantu melihat kemampuan perusahaan menghasilkan keuntungan dari aktivitas bisnis utamanya sebelum dipotong bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi.
Metrik ini cukup sering digunakan investor, analis keuangan, maupun perusahaan untuk menilai profitabilitas bisnis dan membandingkan performa antar perusahaan dalam industri yang sama.
Karena fokus pada operasional bisnis, EBITDA dianggap dapat memberikan gambaran yang lebih objektif mengenai kondisi keuangan dan efisiensi perusahaan.
Baca Juga: Investment Banking: Definisi, Manfaat, hingga Cara Memulai Kariernya
Fungsi EBITDA
Sumber: Canva
EBITDA menjadi salah satu metrik keuangan yang cukup sering digunakan dalam dunia bisnis dan investasi.
Dengan memahami EBITDA, perusahaan maupun investor dapat melihat performa operasional bisnis secara lebih objektif tanpa dipengaruhi biaya tertentu. Berikut beberapa fungsi EBITDA yang perlu Warga Bimbingan ketahui!
1. Mengukur Operasional
EBITDA digunakan untuk melihat kemampuan perusahaan menghasilkan keuntungan dari aktivitas bisnis utamanya.
Karena tidak memperhitungkan bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi, hasil analisis operasional perusahaan menjadi lebih fokus. Cara ini membantu menilai apakah bisnis berjalan secara efisien atau tidak.
2. Analisis Keuangan
Investor dan analis keuangan sering menggunakan EBITDA untuk memahami kondisi bisnis sebuah perusahaan.
Metrik ini membantu melihat profitabilitas perusahaan tanpa dipengaruhi struktur utang atau kebijakan pajak tertentu. Karena itu, EBITDA cukup sering digunakan dalam proses analisis laporan keuangan.
3. Membandingkan Perusahaan
EBITDA memudahkan investor membandingkan performa beberapa perusahaan dalam industri yang sama.
Dengan menghilangkan faktor bunga dan pajak, analisis bisnis dapat dilakukan secara lebih adil dan objektif. Cara ini membantu investor menilai perusahaan mana yang memiliki performa operasional lebih baik.
4. Evaluasi Investasi
Dalam dunia investasi, EBITDA sering digunakan untuk menilai nilai bisnis dan potensi keuntungan perusahaan.
Banyak investor maupun perusahaan menggunakan EBITDA sebagai salah satu indikator dalam proses pengambilan keputusan investasi. Karena itu, metrik ini cukup penting dipahami dalam dunia bisnis dan keuangan.
Baca Juga: Rekomendasi Bootcamp Finance Accounting Online Bersertifikat
Cara Hitung EBITDA dan EBITDA Margin
Dalam analisis keuangan, EBITDA dan EBITDA margin sering digunakan untuk melihat profitabilitas operasional perusahaan secara lebih objektif.
Dengan memahami rumus dan cara menghitungnya, Warga Bimbingan bisa lebih mudah membaca performa bisnis maupun laporan keuangan perusahaan.
1. Rumus EBITDA
EBITDA dihitung dengan menambahkan laba operasional perusahaan dengan depresiasi dan amortisasi. Cara ini digunakan untuk melihat keuntungan bisnis sebelum dipotong bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi.
EBITDA = Laba Operasional + Depresiasi + Amortisasi
Komponen EBITDA:
- Laba Operasional = keuntungan dari aktivitas utama bisnis
- Depresiasi = penurunan nilai aset tetap perusahaan
- Amortisasi = pengurangan nilai aset tidak berwujud
Melalui rumus tersebut, investor dapat memahami performa operasional perusahaan secara lebih fokus tanpa dipengaruhi biaya non-operasional.
2. Rumus EBITDA Margin
EBITDA margin digunakan untuk melihat persentase keuntungan operasional perusahaan dibanding total pendapatan bisnis. Semakin tinggi EBITDA margin, biasanya menunjukkan operasional perusahaan berjalan lebih efisien.
Komponen EBITDA Margin:
- EBITDA = keuntungan operasional perusahaan
- Pendapatan = total pemasukan bisnis perusahaan
- 100% = hasil perhitungan dalam bentuk persentase
Rasio ini cukup sering digunakan investor untuk menilai efisiensi dan profitabilitas operasional perusahaan.
3. Contoh Perhitungan EBITDA
Misalnya sebuah perusahaan memiliki laba operasional Rp400 juta, depresiasi Rp50 juta, dan amortisasi Rp50 juta. Maka, EBITDA perusahaan dapat dihitung dengan menjumlahkan seluruh komponen tersebut.
EBITDA = 400.000.000 + 50.000.000 + 50.000.000 = 500.000.000
Hasil tersebut menunjukkan bahwa EBITDA perusahaan sebesar Rp500 juta. Nilai ini menggambarkan keuntungan operasional bisnis sebelum biaya non-operasional diperhitungkan.
4. Contoh EBITDA Margin
Jika perusahaan memiliki EBITDA Rp500 juta dan total pendapatan Rp2 miliar, maka EBITDA margin dapat dihitung menggunakan rumus berikut.
Hasil EBITDA margin sebesar 25% menunjukkan bahwa sekitar 25% dari total pendapatan perusahaan berasal dari keuntungan operasional bisnisnya. Semakin besar persentasenya, biasanya operasional perusahaan dianggap semakin efisien.
Baca Juga: 4 Contoh CV Finance Accounting (Gratis Template)
Kelebihan dan Kekurangan EBITDA
EBITDA sering digunakan untuk melihat performa operasional perusahaan dalam analisis bisnis dan investasi. Berikut kelebihan dan kekurangan EBITDA yang perlu dipahami!
1. Fokus pada Operasional
Salah satu kelebihan EBITDA adalah membantu melihat performa bisnis dari aktivitas operasional perusahaan.
Karena tidak menghitung bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi, analisis bisnis menjadi lebih fokus. Cara ini membantu investor memahami efisiensi operasional perusahaan dengan lebih objektif.
2. Mudah Membandingkan Bisnis
EBITDA memudahkan investor membandingkan beberapa perusahaan dalam industri yang sama.
Dengan menghilangkan faktor biaya tertentu, hasil analisis menjadi lebih adil dan konsisten. Karena itu, EBITDA cukup sering digunakan dalam proses evaluasi bisnis.
3. Tidak Menghitung Utang
Salah satu kekurangan EBITDA adalah tidak memperhitungkan beban utang perusahaan. Padahal, utang dapat memengaruhi kondisi keuangan dan risiko bisnis perusahaan secara keseluruhan. Karena itu, EBITDA sebaiknya tidak digunakan sebagai satu-satunya indikator keuangan.
4. Tidak Menunjukkan Arus Kas
EBITDA juga tidak menggambarkan kondisi arus kas perusahaan secara langsung. Perusahaan bisa saja memiliki EBITDA tinggi tetapi kondisi kas bisnis belum tentu sehat.
Karena itu, investor tetap perlu melihat laporan keuangan lainnya sebelum mengambil keputusan investasi.
Perbedaan EBITDA dan Laba Bersih
Sumber: Canva
EBITDA dan laba bersih sama-sama digunakan untuk menilai profitabilitas perusahaan, tetapi keduanya memiliki fokus perhitungan yang berbeda.
Berikut beberapa perbedaan EBITDA dan laba bersih yang perlu Warga Bimbingan ketahui!
1. Komponen Perhitungan
EBITDA dihitung tanpa memperhitungkan bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi perusahaan.
Sementara itu, laba bersih sudah menghitung seluruh biaya operasional maupun non-operasional perusahaan. Karena itu, hasil EBITDA biasanya lebih besar dibanding laba bersih.
2. Fokus Analisis
EBITDA lebih fokus untuk melihat performa operasional bisnis perusahaan. Sebaliknya, laba bersih digunakan untuk melihat keuntungan akhir yang benar-benar diperoleh perusahaan setelah semua biaya dikurangi. Kedua metrik ini memiliki fungsi analisis yang berbeda dalam laporan keuangan.
3. Penggunaan dalam Investasi
Investor sering menggunakan EBITDA untuk membandingkan performa operasional beberapa perusahaan dalam industri yang sama.
Di sisi lain, laba bersih lebih sering digunakan untuk melihat profitabilitas akhir perusahaan secara keseluruhan. Karena itu, kedua indikator ini biasanya digunakan bersamaan dalam analisis bisnis.
4. Pengaruh Kondisi Keuangan
EBITDA tidak terlalu dipengaruhi struktur utang maupun kebijakan pajak perusahaan. Sebaliknya, laba bersih sangat dipengaruhi bunga pinjaman, pajak, dan biaya lainnya dalam laporan keuangan.
Hal ini membuat laba bersih lebih menggambarkan kondisi finansial perusahaan secara menyeluruh.
Ingin Berkarier di Bidang Investment & Banking?
Setelah memahami EBITDA dan cara membaca performa keuangan perusahaan, sekarang saatnya meningkatkan skill analisis finansial dan investasi untuk kebutuhan karier profesionalmu!
Bersama Bootcamp Investment & Banking di Dibimbing, kamu akan belajar berbagai materi penting mulai dari laporan keuangan, analisis saham, financial modeling, valuasi perusahaan, hingga strategi investasi sesuai kebutuhan industri saat ini.
Seluruh pembelajaran dibimbing langsung oleh mentor berpengalaman dengan kurikulum aplikatif dan studi kasus nyata agar proses belajar terasa lebih relevan dengan dunia kerja. Kamu juga berkesempatan membangun portfolio dan memperkuat skill finansial yang banyak dicari perusahaan.
Dengan lebih dari 1.100+ hiring partner dan tingkat keberhasilan alumni mencapai 96%, peluang kariermu di bidang investment dan banking menjadi semakin terbuka luas!
Jadi, tunggu apa lagi? Hubungi disini dan daftar sekarang di Dibimbing untuk memulai perjalananmu di dunia Investment & Banking! #BimbingSampeJadi!
FAQ
1. Apa itu EBITDA?
EBITDA adalah singkatan dari Earnings Before Interest, Taxes, Depreciation, and Amortization yang digunakan untuk mengukur performa operasional perusahaan.
2. Apa fungsi EBITDA?
Fungsi EBITDA adalah membantu melihat profitabilitas dan efisiensi operasional perusahaan tanpa dipengaruhi bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi.
3. Bagaimana cara menghitung EBITDA?
Cara menghitung EBITDA adalah menambahkan laba operasional perusahaan dengan depresiasi dan amortisasi sesuai laporan keuangan bisnis.
4. Apa perbedaan EBITDA dan laba bersih?
Perbedaan EBITDA dan laba bersih terletak pada komponen perhitungannya, di mana laba bersih sudah menghitung seluruh biaya perusahaan sedangkan EBITDA belum.
Tags
Irhan Hisyam Dwi Nugroho
Irhan Hisyam Dwi Nugroho is an SEO Specialist and Content Writer with 4 years of experience in optimizing websites and writing relevant content for various brands and industries. Currently, I also work as a Content Writer at Dibimbing.id and actively share content about technology, SEO, and digital marketing through various platforms.
