Dibimbing - 5 Website UI Design untuk Pemula, Wajib Tahu!
Blog
UI/UX Design

5 Website UI Design untuk Pemula, Wajib Tahu!

Author

DITULIS OLEH 

dibimbing.id

Reviewer

DIREVIEW OLEH 

Sudah Direview Oleh Expert

Dibuat pada 8 Jun 2022

Diubah pada 14 Sep 2026

9535

Image Thumbnail

Masih bingung mencari referensi UI design yang bagus saat belajar desain? Tenang, Sobat MinDi nggak sendirian. Bagi pemula, belajar UI design memang bisa terasa cukup menantang. Kamu nggak hanya dituntut membuat tampilan yang menarik, tetapi juga perlu memahami bagaimana warna, typography, layout, spacing, hingga komponen antarmuka digunakan secara tepat.


Belum lagi, desain yang terlihat bagus belum tentu memberikan user experience yang baik. Seorang UI/UX Designer perlu mempertimbangkan bagaimana pengguna berinteraksi dengan sebuah website atau aplikasi. Karena itu, mencari inspirasi dari karya designer lain bisa menjadi salah satu cara untuk memperluas wawasan dan melatih kemampuan visual.


Nah, kalau kamu sedang belajar UI design untuk pemula, ada banyak website yang bisa digunakan sebagai sumber referensi. Penasaran apa saja websitenya? Yuk, simak sampai selesai!


Apa Itu UI Design

UI Design (User Interface Design) adalah proses merancang tampilan dan elemen interaktif pada sebuah produk digital, seperti website, aplikasi mobile, atau software, agar terlihat menarik, konsisten, dan mudah digunakan. 


Dalam prosesnya, UI Designer mengatur berbagai elemen visual seperti warna, typography, layout, button, icon, gambar, hingga spacing dengan mempertimbangkan kebutuhan pengguna dan identitas brand. Tapi tenang buat sobat MinDi yang ingin explorasi tentang UI bisa banget ikutan Bootcamp UI/UX Design dari Dibimbing, apalagi buat pemula yang ingin terjun di bidang UI/UX Design.


Jadi, UI design bukan sekadar membuat tampilan yang estetik, tetapi juga memastikan setiap elemen memiliki fungsi dan membantu pengguna memahami serta berinteraksi dengan produk secara lebih mudah.


Mengapa Referensi Penting Saat Belajar UI Design?

Mencari referensi bukan berarti meniru desain orang lain. Justru, referensi dapat membantu kamu memahami bagaimana designer lain menyelesaikan sebuah masalah visual. Misalnya


1. Referensi Membantu Mengenali Tren UI Design

Dunia desain digital terus berkembang. Tren penggunaan warna, typography, layout, animasi, hingga interaction design dapat berubah dari waktu ke waktu.


Dengan rutin melihat karya designer lain, kamu dapat mengetahui perkembangan tren tersebut. Namun, jangan sampai hanya mengikuti tren. UI design yang baik tetap harus mempertimbangkan kebutuhan pengguna dan tujuan produk.


2. Referensi Membantu Melatih Design Sense

Salah satu kemampuan penting yang perlu dimiliki UI Designer adalah design sense. Design sense merupakan kemampuan untuk menilai apakah sebuah desain terlihat dan bekerja dengan baik secara visual.


Kemampuan ini nggak selalu bisa diperoleh hanya dengan membaca teori. Kamu juga perlu banyak melihat, membandingkan, dan menganalisis desain.Karena itu, browsing website inspirasi UI design bisa menjadi bagian dari proses belajar.


Rekomendasi 5 Website UI Design untuk Pemula

Berikut lima website yang bisa Sobat MinDi manfaatkan untuk mencari inspirasi dan referensi saat belajar UI design.


1. Dribbble

Dribbble merupakan salah satu platform populer yang banyak digunakan designer untuk menampilkan karya mereka. Di sini, kamu bisa menemukan berbagai macam desain digital.


Mulai dari: website, mobile apps, dashboard, landing page, ilustrasi, design system, animation, icon. Bagi pemula, Dribbble bisa menjadi tempat yang menarik untuk melakukan eksplorasi visual. Dari hasil tersebut, kamu dapat melihat bagaimana designer lain menyusun berbagai elemen interface.


Dribbble juga dapat digunakan sebagai tempat untuk mempublikasikan karya ketika portofoliomu mulai berkembang. Namun, ingat untuk tidak sekadar menyalin karya designer lain. Gunakan referensi untuk memahami ide dan pendekatan desain, kemudian kembangkan dengan solusi versimu sendiri.


2. Behance

Website berikutnya adalah Behance. Behance merupakan platform untuk menampilkan berbagai karya kreatif dari designer dan profesional di berbagai bidang.


Kalau Dribbble sering digunakan untuk melihat visual atau shot tertentu, Behance menarik untuk mempelajari case study dan proses sebuah project secara lebih lengkap. Kamu bisa menemukan karya yang berkaitan dengan: UI/UX design, graphic design, branding, illustration, photography, motion, typography, architecture.


Bagi pemula, Behance bisa membantu memahami bagaimana sebuah project desain dipresentasikan. Melalui project yang dipublikasikan di Behance, kamu dapat menemukan bagaimana seorang designer menjelaskan:

  1. Masalah yang ingin diselesaikan.
  2. Research yang dilakukan.
  3. User flow
  4. Wireframe
  5. Visual design
  6. Prototype
  7. Final result


Proses tersebut dapat memberikan gambaran bahwa UI/UX design membutuhkan lebih dari sekadar kemampuan membuat tampilan yang estetik.


3. Awwwards

Kalau kamu tertarik dengan website UI design, Awwwards juga layak masuk daftar referensi. Awwwards dikenal sebagai platform yang menampilkan berbagai website dengan desain dan pengalaman digital yang menarik.

Kamu dapat menggunakannya untuk melihat bagaimana sebuah website menggabungkan:

  1. visual design
  2. typography
  3. layout
  4. interaction
  5. animation
  6. usability


Website seperti ini cocok untuk kamu yang sedang mencari inspirasi untuk membuat landing page atau website.


4. Pttrns

Sedang mencari referensi desain aplikasi mobile? Coba kunjungi Pttrns.Platform ini dapat menjadi sumber inspirasi bagi kamu yang sedang mempelajari desain interface untuk aplikasi mobile.


Kamu bisa mengeksplorasi berbagai pola desain berdasarkan kategori tertentu.Hal ini sangat berguna bagi pemula karena kamu dapat mempelajari bagaimana pola interface tertentu digunakan dalam aplikasi.


Daripada langsung membuat desain dari nol, kamu bisa melihat berbagai contoh checkout flow terlebih dahulu. Kemudian, tanyakan:

  1. Informasi apa yang ditampilkan?
  2. Tombol apa yang digunakan?
  3. Bagaimana urutan informasinya?
  4. Apa yang menjadi prioritas?
  5. Bagaimana pengguna menyelesaikan transaksi?


Dengan begitu, referensi tidak hanya digunakan untuk mencari “desain yang bagus”, tetapi juga memahami interface pattern.


5. Uplabs

Website terakhir yang bisa kamu coba adalah Uplabs. Uplabs merupakan platform yang menyediakan berbagai resource dan inspirasi bagi designer serta developer. 


Platform ini bisa membantu pemula memperluas referensi visual sekaligus mengenal berbagai aset yang digunakan dalam proses desain.


Bagaimana Cara Menggunakan Website UI Design untuk Belajar

Punya banyak referensi belum tentu membuat kemampuan desainmu meningkat. Kamu juga perlu tahu bagaimana cara menggunakannya. Berikut beberapa tips yang bisa Sobat MinDi coba.


1. Jangan Sekadar Meniru

Ini yang paling penting. Ketika menemukan desain yang menarik, jangan langsung membuat ulang secara identik. Dengan memahami alasan di balik desain, kamu akan mendapatkan pembelajaran yang jauh lebih berharga.


2. Buat Moodboard

Kalau sedang mengerjakan project, kamu bisa mengumpulkan beberapa referensi ke dalam moodboard.

Kumpulkan elemen seperti:

  1. color palette
  2. typography
  3. layout
  4. illustration
  5. icon
  6. component


Setelah itu, gunakan moodboard sebagai referensi visual untuk project-mu.


3. Coba Redesign

Salah satu cara belajar yang cukup efektif adalah melakukan redesign. Pilih sebuah website atau aplikasi yang sudah ada. Kemudian coba identifikasi masalahnya.

Misalnya:

  1. navigasi terlalu rumit
  2. hierarchy kurang jelas
  3. CTA kurang terlihat
  4. spacing tidak konsisten


Setelah itu, buat versi desainmu sendiri. Cara ini dapat menjadi latihan yang bagus untuk meningkatkan kemampuan UI sekaligus problem solving.


4. Dokumentasikan Prosesnya

Jangan hanya menyimpan final design. Simpan juga prosesnya.

Misalnya:

  1. research
  2. user flow
  3. wireframe
  4. moodboard
  5. design exploration
  6. prototype
  7. final design


Dokumentasi tersebut nantinya dapat digunakan untuk membangun portofolio.


Apa yang Perlu Dipelajari Selain UI Design?

Kalau Sobat MinDi ingin menjadi UI/UX Designer, jangan hanya fokus pada visual. Ada beberapa skill lain yang penting untuk dipelajari.


1. User Research

User research membantu designer memahami kebutuhan dan masalah pengguna.Kamu perlu mengetahui:

  1. siapa pengguna
  2. apa kebutuhan mereka
  3. apa masalah mereka
  4. bagaimana mereka menggunakan produk


2. UX Design

UI dan UX memang saling berhubungan, tetapi keduanya tidak sama. UI lebih banyak berkaitan dengan tampilan dan interaksi visual.


Sementara UX berfokus pada keseluruhan pengalaman pengguna ketika menggunakan sebuah produk. Karena itu, UI Designer juga akan mendapatkan manfaat besar jika memahami prinsip UX.


3. Wireframing

Wireframe membantu menentukan struktur sebuah halaman sebelum masuk ke visual design. Melalui wireframe, kamu dapat menentukan:

  1. posisi konten
  2. struktur halaman
  3. navigation
  4. CTA
  5. hierarchy


4. Prototyping

Prototype membantu mensimulasikan bagaimana pengguna berinteraksi dengan desain. Tools seperti Figma dapat digunakan untuk membuat prototype interaktif.


5. Design System

Ketika sebuah produk memiliki banyak halaman, konsistensi menjadi penting.Design system membantu mengatur berbagai komponen seperti:

  1. color
  2. typography
  3. button
  4. input
  5. card
  6. Spacing


Dengan design system, proses desain dapat menjadi lebih konsisten dan efisien.


Kesimpulan

Mencari website UI design bisa menjadi salah satu cara untuk memperluas referensi ketika kamu sedang belajar desain. Dribbble, Behance, Awwwards, Pttrns, dan Uplabs memiliki karakteristik yang berbeda sehingga bisa digunakan sesuai kebutuhan.


Namun, jangan berhenti hanya dengan melihat desain. Cobalah menganalisis alasan di balik sebuah desain, membuat moodboard, melakukan redesign, dan mendokumentasikan prosesnya.


Dengan begitu, aktivitas mencari inspirasi dapat berubah menjadi proses belajar yang benar-benar membantu meningkatkan kemampuan. Dan kalau kamu ingin serius menekuni UI/UX, jangan hanya belajar membuat tampilan yang menarik.


Rekomendasi Bootcamp Graphic Design & UI/UX Terbaik di Indonesia

Kalau kamu ingin berkarier sebagai graphic designer, kemampuan menggunakan software desain saja belum cukup. Kamu juga perlu memahami branding, prinsip visual, riset pengguna, hingga cara membangun portofolio yang sesuai kebutuhan industri.


Bootcamp Graphic Design & UI/UX Dibimbing dirancang untuk membantu mempelajari proses desain secara menyeluruh, mulai dari design thinking, visual branding, UI/UX design, prototyping, 3D design, hingga user research. Program ini cocok untuk mahasiswa, fresh graduate, profesional, maupun career switcher yang ingin memulai karier di industri kreatif dan digital.


Program Bootcamp Graphic Design & UI/UX Dibimbing

  1. Kurikulum end-to-end: Pelajari visual design, branding, UI/UX, hingga product design secara terstruktur.
  2. Proyek dan portofolio: Kerjakan studi kasus nyata untuk membangun portofolio yang relevan dengan kebutuhan industri.
  3. Mentor profesional: Belajar langsung bersama praktisi yang berpengalaman di bidang desain dan produk digital.
  4. Konsultasi 1-on-1: Dapatkan arahan karier serta feedback portofolio secara personal.
  5. Persiapan kerja: Ikuti review CV dan LinkedIn, latihan wawancara, serta talent showcase.
  6. Akses materi seumur hidup: Pelajari kembali materi kapan saja setelah program selesai.
  7. Penyaluran kerja: Dapatkan akses penyaluran kerja melalui lebih dari 1.100 hiring partners Dibimbing.


Siap Berkarier di Bidang Graphic Design dan UI/UX?

Kalau kamu ingin membangun keterampilan desain sekaligus menyiapkan portofolio dan karier secara lebih terarah, Bootcamp Graphic Design & UI/UX Dibimbing bisa menjadi pilihan. Yuk, tingkatkan skill dan mulai perjalananmu menjadi graphic designer atau UI/UX designer profesional bersama Dibimbing!



Kategori:

Share:

Penulis

Penulis Image

dibimbing.id

Ditulis oleh tim diimbing.id, platform pembelajaran dan persiapan karir digital terkemuka di Indonesia. Mendapatkan penghargaan Startup Terpilih oleh Kominfo tahun 2021 dan telah mendapat akreditasi oleh KemdikbudRistek sebagai penyelenggara pendidikan. Beberapa referensi terpercaya: Media Indonesia, Dailysocial, Suara.com, Liputan6, Times Indonesia, Tribunnews, dan sebagainya.

Reviewer

Reviewer Image

Sudah Direview Oleh Expert

Setiap artikel yang berlabel "Sudah Direview Oleh Expert" telah melalui proses peninjauan oleh praktisi atau mentor yang berpengalaman di bidangnya untuk memastikan informasi yang disajikan berkualitas, akurat, dan relevan bagi pembaca.

Hi!👋
Kalau kamu butuh bantuan,
hubungi kami via WhatsApp ya!