Dibimbing - Strategi Marketing KKV & OH!SOME: Mengapa Model Retail Serupa Tidak Cukup?
Blog
Business Analyst

Strategi Marketing KKV & OH!SOME: Mengapa Model Retail Serupa Tidak Cukup?

Author

DITULIS OLEH 

Farijihan Putri

Reviewer

DIREVIEW OLEH 

Sudah Direview Oleh Expert

Dibuat pada 6 Okt 2026

Diubah pada 11 Okt 2026

27

Image Thumbnail

Masuk ke KKV atau OH!SOME, Warga Bimbingan mungkin akan menemukan pengalaman yang terasa familiar: rak penuh produk lifestyle, banyak kategori dalam satu toko, dan barang-barang yang awalnya cuma mau dilihat malah ikut masuk keranjang.

Kemiripan ini menarik karena KKV memang lebih dulu dikenal di Indonesia dengan konsep lifestyle retail. Lalu pada akhir Juli 2024, sejumlah gerai KKV berganti nama menjadi OH!SOME. Saat itu, perubahan disebut sebagai rebranding, tetapi alasan detailnya belum dijelaskan secara resmi.

OH!SOME kemudian berkembang sebagai brand sendiri. Sementara itu, KKV kembali membuka enam gerai di Indonesia pada 30 April 2026.

Artinya, sekarang ada dua brand dengan model retail yang punya banyak irisan. Nah, justru di sinilah study case-nya menarik: ketika model retail serupa, apa yang membuat konsumen tetap memilih satu brand dibanding yang lain? Yuk, bedah bareng MinDi

Baca Juga: Testimoni Alumni Dibimbing Bootcamp Digital Marketing


KKV dan OH!SOME Punya Model Retail yang Beririsan

Sebelum membahas strategi marketing KKV dan OH!SOME, kita perlu melihat apa yang membuat keduanya terasa mirip.

Keduanya bermain di lifestyle retail dengan banyak kategori produk dalam satu tempat. Konsumen tidak hanya datang untuk membeli barang tertentu, tetapi juga menjelajah toko dan menemukan produk yang sebelumnya tidak dicari.

Elemen yang Membuat Konsep Keduanya Mirip

  1. Multi-category: berbagai jenis produk tersedia dalam satu toko.
  2. Lifestyle-oriented: produk dikaitkan dengan tren dan gaya hidup.
  3. Visual merchandising: tampilan toko dibuat menarik dan mudah dikenali.
  4. Impulse buying: banyak produk dirancang untuk memancing pembelian spontan.
  5. Store experience: aktivitas berkeliling dan menemukan produk menjadi bagian dari pengalaman.

Model seperti ini memang menarik. Namun, ketika kompetitor punya format yang mirip, model bisnis saja belum cukup menjadi pembeda.


Dari KKV ke OH!SOME, Lalu KKV Kembali

dari-kkv-ke-ohsome

Hubungan sejarah keduanya membuat persaingan ini cukup unik. Pada akhir Juli 2024, sejumlah gerai KKV di Indonesia mulai berganti nama menjadi OH!SOME. Perubahan tersebut terjadi di berbagai kota, dan beberapa elemen toko masih terlihat memiliki kemiripan.

Setelah itu, OH!SOME berkembang sebagai retailer sendiri di bawah Blue Origin Group. Mereka juga terus melakukan aktivasi untuk membangun engagement dengan pelanggan. Salah satunya campaign anniversary 2026 yang menghadirkan treasure rally, mini games, lucky draw, dan aktivitas digital.

Di sisi lain, KKV kembali ke Indonesia pada 30 April 2026 dengan membuka enam gerai baru. Jadi, konteksnya sekarang bukan lagi soal satu brand menggantikan yang lain. KKV dan OH!SOME sama-sama beroperasi di Indonesia dengan konsep retail yang saling beririsan.

Baca Juga: Farhan Join Dibimbing 2 Kali, Sukses Jadi Marketing Director


Mengapa Model Retail Serupa Tidak Cukup?

Bayangkan dua toko menjual kategori produk yang hampir sama, berada di mal, dan sama-sama punya visual toko yang menarik.

Lalu, kenapa konsumen memilih toko A? Jawabannya belum tentu produknya.

Bisa karena brand tersebut lebih dikenal, terasa lebih relevan, atau menawarkan pengalaman yang lebih menyenangkan. Di sinilah diferensiasi brand dan positioning menjadi penting.

Konsumen memang bisa membandingkan:

  1. harga,
  2. variasi produk,
  3. promo,
  4. lokasi,
  5. dan ketersediaan barang.

Namun, persepsi terhadap brand jauh lebih sulit dibandingkan.

Satu brand bisa dianggap lebih trendi, sementara yang lain terasa lebih playful atau lebih kuat dalam komunitas. Artinya, brand perlu punya alasan yang jelas agar tidak berhenti pada kesan “dua-duanya mirip.”


Strategi Marketing KKV & OH!SOME Membangun Pembeda

Di sinilah strategi branding KKV dan pendekatan OH!SOME bisa dibaca dari cara keduanya membangun momentum.


1. KKV Mengandalkan Brand Recognition

KKV punya modal berupa awareness yang sudah terbentuk sebelum comeback. Saat kembali pada 2026, brand tidak perlu memperkenalkan dirinya dari nol.

Pembukaan enam toko sekaligus juga menciptakan momentum untuk membangun awareness dan traffic. Secara strategi pemasaran retail, pembukaan gerai bisa sekaligus menjadi momentum komunikasi brand.


2. OH!SOME Memperkuat Engagement

OH!SOME punya tantangan berbeda: membangun identitas sebagai brand sendiri.

Campaign anniversary mereka memperlihatkan pendekatan yang lebih interaktif. Treasure rally, mini games, lucky draw, dan digital challenge membuat konsumen tidak hanya datang untuk mendapatkan diskon, tetapi ikut berpartisipasi dalam campaign.

Jadi, promosi tidak berhenti pada transaksi. Ada pengalaman yang ikut dibangun.


Customer Experience Jadi Arena Persaingan

Ketika produk dan format toko bisa dibandingkan, customer experience retail menjadi salah satu pembeda yang semakin penting.

Konsumen mungkin datang karena melihat toko yang menarik. Namun, alasan mereka kembali bisa berasal dari pengalaman yang didapat.

Elemen yang bisa diperkuat brand antara lain:

  1. Visual toko yang mudah dikenali
  2. Product discovery yang membuat konsumen penasaran
  3. Aktivitas interaktif seperti games atau event
  4. Produk eksklusif yang tidak mudah ditemukan di tempat lain
  5. Community dan digital touchpoint yang membuat pengalaman berlanjut setelah konsumen pulang

Aktivasi OH!SOME menunjukkan bagaimana pengalaman offline bisa diperpanjang melalui aktivitas digital dan komunitas. Sementara KKV punya kekuatan pada visual identity dan brand recognition yang sudah terbentuk.

Baca Juga: Kurikulum Bootcamp Digital Marketing Offline Dibimbing, Teori & Praktik Nyata!


Pelajaran dari Persaingan KKV & OH!SOME

Dari strategi pemasaran retail keduanya, ada hal yang bisa kamu pelajari.


1. Model Bisnis Bukan Satu-satunya Keunggulan

Konsep retail yang menarik memang bisa mendatangkan konsumen. Namun, ketika kompetitor hadir dengan konsep serupa, brand harus punya pembeda lain.


2. Diferensiasi Harus Terasa

Pembeda bisa datang dari:

  1. positioning,
  2. visual identity,
  3. campaign,
  4. experience,
  5. hingga komunitas.


3. Promo Tidak Harus Berhenti di Diskon

Aktivitas seperti treasure hunt dan mini games dapat membuat konsumen lebih terlibat dan memberi campaign alasan untuk dibicarakan.


4. Digital dan Offline Perlu Terhubung

Pengalaman di toko bisa menjadi konten, sementara konten digital bisa mendorong orang datang ke toko.

Alurnya sederhana:

Social media → penasaran → datang ke toko → mendapat experience → membagikan pengalaman → brand kembali dibicarakan.


Kesimpulan

KKV dan OH!SOME kini bersaing di pasar Indonesia dengan model retail yang beririsan, tetapi punya pendekatan marketing yang berbeda. Pada akhirnya, strategi branding, diferensiasi, dan customer experience yang menentukan brand mana yang lebih diingat dan dipilih konsumen.

Baca Juga: Biaya Bootcamp Digital Marketing Offline Jakarta


Rekomendasi Bootcamp Digital Marketing Terbaik di Indonesia dengan Jaminan Kerja

Kalau kamu tertarik membedah case seperti KKV dan OH!SOME sekaligus belajar menyusun strategi marketing, Bootcamp Digital Marketing Dibimbing bisa jadi pilihan untuk belajar lebih praktis.

Benefit Bootcamp Digital Marketing Online

  1. 63+ Live Class Interaktif bersama Mentor Ahli & 16+ Video Learning
  2. 26+ Assignment untuk membangun portofolio
  3. Pendanaan hingga Rp1 juta untuk praktik campaign ads
  4. Pendampingan fasilitator & mentor 24/7
  5. Penyaluran kerja ke 1.100+ perusahaan mitra
  6. Technical Case Study Class
  7. Konsultasi 1-on-1 tanpa batas
  8. Akses komunitas Expert Digital Marketing

Benefit Bootcamp Digital Marketing Offline Jakarta

  1. 100+ Offline Class & 24+ Extra Video Learning
  2. 20+ English Class untuk persiapan karier
  3. 20+ Assignment & Real Case bersama UMKM
  4. Pendanaan hingga Rp1,7 juta untuk campaign ads
  5. Konsultasi 1-on-1 tanpa batas
  6. Pendampingan fasilitator & mentor 24/7
  7. 3 bulan magang di hiring company
  8. Penyaluran kerja ke 1.100+ perusahaan
  9. Ruang kelas nyaman & modern
  10. Komunitas Expertise Digital Marketing

Punya pertanyaan soal portfolio atau penyaluran kerja? Yuk, konsultasi Bootcamp Digital Marketing bersama tim Dibimbing dan mulai perjalananmu dengan #BimbingSampeJadi!


FAQ

1. Apakah KKV dan OH!SOME satu grup?

Tidak. KKV merupakan bagian dari KK Group, sementara OH!SOME berkembang sebagai brand retail di bawah Blue Origin Group.

2. Kenapa gerai KKV berubah menjadi OH!SOME?

Sejumlah gerai KKV mulai berubah menjadi OH!SOME pada akhir Juli 2024. Saat itu, perubahan disebut sebagai rebranding, tetapi alasan detailnya belum dijelaskan secara resmi.

3. Kapan KKV kembali ke Indonesia?

KKV kembali membuka enam gerai di Indonesia pada 30 April 2026.

4. Apa yang membedakan strategi marketing KKV dan OH!SOME?

KKV punya modal brand recognition dan momentum comeback, sedangkan OH!SOME banyak memperkuat engagement lewat campaign dan aktivitas interaktif.


Referensi

  1. KKV Ganti Nama Jadi Oh!Some [Buka]

Kategori:

Share:

Penulis

Penulis Image

Farijihan Putri

Farijihan Putri adalah SEO Content Writer dengan pengalaman 4+ tahun menulis dan mengoptimalkan konten untuk berbagai topik. Di Dibimbing, ia mengolah beragam insight seputar karier dan industri, mulai dari digital marketing, HR, data, finance, business, hingga technology. Melalui tulisannya, Jihan membantu pembaca memahami skill yang dibutuhkan di dunia kerja serta menemukan informasi yang relevan untuk mendukung perkembangan karier mereka.

Reviewer

Reviewer Image

Sudah Direview Oleh Expert

Setiap artikel yang berlabel "Sudah Direview Oleh Expert" telah melalui proses peninjauan oleh praktisi atau mentor yang berpengalaman di bidangnya untuk memastikan informasi yang disajikan berkualitas, akurat, dan relevan bagi pembaca.

Hi!👋
Kalau kamu butuh bantuan,
hubungi kami via WhatsApp ya!