Dibimbing - Perbedaan Debit dan Kredit: Fungsi, Aturan, dan Contoh
Blog
Investment Banking

Perbedaan Debit dan Kredit: Fungsi, Aturan, dan Contoh

Author

DITULIS OLEH 

Irhan Hisyam Dwi Nugroho

Reviewer

DIREVIEW OLEH 

Sudah Direview Oleh Expert

Dibuat pada 11 Sep 2026

Diubah pada 11 Sep 2026

7

Image Thumbnail

Masih suka tertukar antara debit dan kredit, Warga Bimbingan? Dua istilah ini penting dipahami karena menjadi dasar dalam pencatatan transaksi keuangan dan akuntansi.

Secara sederhana, debit dan kredit punya fungsi berbeda tergantung jenis akun yang dicatat. Kalau kamu ingin memahami dunia keuangan dan perbankan lebih dalam, kamu juga bisa belajar melalui Bootcamp Investment & Banking Dibimbing.

Di artikel ini, MinDi akan membahas perbedaan debit dan kredit, fungsi, aturan pencatatan, hingga contohnya. Yuk, pahami dasarnya supaya kamu nggak lagi bingung saat membaca atau membuat transaksi akuntansi.


Apa Itu Debit dan Kredit

Debit dan kredit adalah dua sisi utama yang digunakan untuk mencatat setiap transaksi dalam sistem akuntansi. Debit dicatat pada sisi kiri akun, sedangkan kredit dicatat pada sisi kanan akun.

Namun, debit tidak selalu berarti uang masuk dan kredit juga tidak selalu berarti uang keluar. Pengaruh debit dan kredit bergantung pada jenis akun yang mengalami perubahan, seperti aset, liabilitas, ekuitas, pendapatan, dan beban.


Apa Itu Debit?

Debit adalah pencatatan transaksi pada sisi kiri akun dalam akuntansi. Debit dapat menyebabkan saldo akun tertentu bertambah atau berkurang, tergantung pada jenis akunnya.

Secara umum, debit akan:

  1. Menambah akun aset, seperti kas, piutang, dan peralatan.
  2. Menambah akun beban, seperti beban listrik dan beban gaji.
  3. Mengurangi akun liabilitas, ekuitas, atau pendapatan dalam kondisi tertentu.

Jadi, pengertian debit tidak dapat disamakan hanya dengan uang yang masuk. Untuk menentukan pengaruhnya, kamu perlu melihat jenis akun yang terlibat dalam transaksi.


Apa Itu Kredit?

Kredit adalah pencatatan transaksi pada sisi kanan akun dalam akuntansi. Sama seperti debit, kredit tidak selalu berarti uang keluar karena pengaruhnya bergantung pada jenis akun.

Secara umum, kredit akan:

  1. Menambah akun liabilitas, seperti utang.
  2. Menambah ekuitas atau modal.
  3. Menambah akun pendapatan.
  4. Mengurangi akun aset dan beban dalam kondisi tertentu.

Dengan memahami pengertian debit dan kredit berdasarkan jenis akun, kamu akan lebih mudah membaca dan mencatat transaksi dalam laporan keuangan. 


Apa Perbedaan Debit dan Kredit dalam Akuntansi?

Perbedaan debit dan kredit dapat dilihat dari posisi pencatatan serta pengaruhnya terhadap setiap jenis akun. Posisi debit dan kredit selalu sama, tetapi dampaknya terhadap saldo bisa berbeda.

Berikut gambaran sederhananya.

Aspek

Debit

Kredit

Posisi

Sisi kiri akun

Sisi kanan akun

Aset

Bertambah

Berkurang

Liabilitas

Berkurang

Bertambah

Ekuitas

Berkurang

Bertambah

Pendapatan

Berkurang

Bertambah

Beban

Bertambah

Berkurang

Supaya makin jelas, berikut perbedaan debit dan kredit berdasarkan beberapa jenis akun.


1. Posisi Pencatatan

Debit selalu dicatat pada sisi kiri akun, sedangkan kredit berada pada sisi kanan. Posisi ini menjadi dasar yang digunakan dalam berbagai pencatatan transaksi akuntansi.

Jadi, kamu sebaiknya tidak menentukan debit dan kredit hanya dari apakah uang masuk atau keluar. Identifikasi jenis akun terlebih dahulu sebelum menentukan sisi pencatatannya.


2. Pengaruh terhadap Aset

Aset seperti kas, piutang, persediaan, dan peralatan memiliki saldo normal debit. Ketika nilai aset bertambah, pencatatannya dilakukan pada sisi debit.

Sebaliknya, ketika aset berkurang, pencatatannya dilakukan pada sisi kredit. Pola ini berlaku pada berbagai akun yang termasuk dalam kelompok aset.


3. Pengaruh terhadap Liabilitas

Liabilitas merupakan kewajiban perusahaan kepada pihak lain, misalnya utang usaha atau utang bank. Jika jumlah liabilitas bertambah, pencatatannya berada pada sisi kredit.

Ketika perusahaan membayar atau mengurangi utang, akun liabilitas dicatat pada sisi debit. Jadi, perlakuannya berkebalikan dengan akun aset.


4. Pengaruh terhadap Ekuitas

Ekuitas menunjukkan hak pemilik terhadap aset bersih perusahaan. Penambahan modal membuat nilai ekuitas bertambah sehingga umumnya dicatat pada sisi kredit.

Sebaliknya, transaksi yang menyebabkan ekuitas berkurang akan dicatat pada sisi debit. Kamu perlu melihat jenis transaksi terlebih dahulu untuk menentukan akun yang terpengaruh.


5. Pengaruh terhadap Pendapatan dan Beban

Pendapatan memiliki saldo normal kredit sehingga pertambahannya dicatat pada sisi kredit. Sementara itu, beban memiliki saldo normal debit sehingga pertambahannya dicatat pada sisi debit.

Misalnya, pendapatan jasa dicatat sebagai kredit ketika nilainya bertambah. Sementara itu, biaya listrik atau gaji dicatat sebagai debit karena termasuk beban perusahaan.

Baca Juga: Dasar-Dasar Akuntansi Keuangan hingga Tips Belajarnya


Bagaimana Aturan Debit dan Kredit pada Setiap Akun?

Cara paling mudah memahami debit dan kredit adalah mengenali saldo normal masing-masing akun. Saldo normal menunjukkan sisi tempat suatu akun biasanya memiliki penambahan nilai.

Dalam akuntansi, terdapat beberapa kelompok akun utama yang perlu kamu kenali.


1. Aset

Aset adalah sumber daya yang dimiliki perusahaan dan mempunyai nilai ekonomi. Contohnya kas, piutang, persediaan, kendaraan, hingga peralatan kantor.

Aturannya:

  1. Jika aset bertambah, pencatatannya dilakukan pada sisi debit.
  2. Jika aset berkurang, pencatatannya dilakukan pada sisi kredit.

Misalnya, perusahaan menerima uang tunai Rp10 juta. Kas bertambah sehingga nilai tersebut dicatat pada sisi debit.


2. Liabilitas

Liabilitas merupakan kewajiban perusahaan kepada pihak lain. Contohnya meliputi utang usaha, utang bank, atau kewajiban lain yang harus dibayar.

Aturannya:

  1. Jika liabilitas bertambah, pencatatannya dilakukan pada sisi kredit.
  2. Jika liabilitas berkurang, pencatatannya dilakukan pada sisi debit.

Ketika perusahaan memperoleh pinjaman bank, nilai utang bertambah. Karena itu, akun utang dicatat pada sisi kredit.


3. Ekuitas

Ekuitas merupakan hak pemilik terhadap aset perusahaan setelah dikurangi dengan kewajiban. Modal yang disetorkan pemilik menjadi salah satu komponen utama ekuitas.

Aturannya:

  1. Jika ekuitas bertambah, pencatatannya dilakukan pada sisi kredit.
  2. Jika ekuitas berkurang, pencatatannya dilakukan pada sisi debit.

Contohnya, ketika pemilik menambahkan modal ke perusahaan, nilai ekuitas bertambah. Penambahan tersebut kemudian dicatat pada sisi kredit.


4. Pendapatan

Pendapatan merupakan hasil yang diperoleh perusahaan melalui aktivitas bisnis, seperti penjualan produk atau pemberian jasa. Akun pendapatan memiliki saldo normal kredit.

Aturannya:

  1. Jika pendapatan bertambah, pencatatannya dilakukan pada sisi kredit.
  2. Jika pendapatan berkurang, pencatatannya dilakukan pada sisi debit.

Misalnya, perusahaan menerima pendapatan jasa sebesar Rp3 juta. Akun pendapatan bertambah sehingga dicatat pada sisi kredit.


5. Beban

Beban merupakan biaya yang dikeluarkan perusahaan untuk menjalankan aktivitas operasional. Contohnya biaya listrik, sewa, gaji, transportasi, hingga pemasaran.

Aturannya:

  1. Jika beban bertambah, pencatatannya dilakukan pada sisi debit.
  2. Jika beban berkurang, pencatatannya dilakukan pada sisi kredit.

Cara sederhana untuk mengingatnya adalah aset dan beban memiliki saldo normal debit. Sementara itu, liabilitas, ekuitas, dan pendapatan memiliki saldo normal kredit.


Bagaimana Contoh Debit dan Kredit dalam Transaksi?

Memahami teori saja terkadang belum cukup, Warga Bimbingan. Kamu akan lebih mudah memahami perbedaan debit dan kredit ketika melihat penerapannya pada transaksi sehari-hari.

Berikut beberapa contoh sederhananya.


1. Pemilik Menyetorkan Modal

Misalnya, pemilik menyetorkan uang tunai sebesar Rp10 juta sebagai modal awal perusahaan. Transaksi ini menyebabkan kas dan modal sama-sama bertambah.

Pencatatannya:

Akun

Debit

Kredit

Kas

Rp10.000.000


Modal


Rp10.000.000

Kas bertambah sehingga dicatat pada sisi debit. Sementara itu, modal termasuk ekuitas sehingga pertambahannya dicatat pada sisi kredit.


2. Membeli Peralatan secara Tunai

Perusahaan membeli komputer senilai Rp4 juta menggunakan kas. Transaksi ini melibatkan dua akun yang sama-sama termasuk aset.

Pencatatannya:

Akun

Debit

Kredit

Peralatan

Rp4.000.000


Kas


Rp4.000.000

Peralatan bertambah sehingga didebit. Sementara itu, kas berkurang sehingga dicatat pada sisi kredit.


3. Membayar Biaya Listrik

Misalnya, perusahaan membayar tagihan listrik sebesar Rp500 ribu menggunakan kas. Transaksi ini menyebabkan beban bertambah dan kas berkurang.

Pencatatannya:

Akun

Debit

Kredit

Beban Listrik

Rp500.000


Kas


Rp500.000

Beban listrik bertambah sehingga dicatat pada sisi debit. Kas sebagai aset berkurang sehingga dicatat pada sisi kredit.


4. Menerima Pendapatan Jasa

Perusahaan menerima pembayaran jasa secara tunai sebesar Rp2 juta. Transaksi ini meningkatkan kas sekaligus pendapatan perusahaan.

Pencatatannya:

Akun

Debit

Kredit

Kas

Rp2.000.000


Pendapatan Jasa


Rp2.000.000

Kas bertambah sehingga dicatat pada sisi debit. Pendapatan jasa juga bertambah, tetapi pencatatannya berada pada sisi kredit.


5. Membayar Utang

Perusahaan membayar utang usaha sebesar Rp1 juta menggunakan kas. Pembayaran tersebut menyebabkan utang dan kas sama-sama berkurang.

Pencatatannya:

Akun

Debit

Kredit

Utang Usaha

Rp1.000.000


Kas


Rp1.000.000

Utang berkurang sehingga dicatat pada sisi debit. Kas juga berkurang, tetapi karena termasuk aset, pencatatannya dilakukan pada sisi kredit.

Dari contoh tersebut, terlihat bahwa debit tidak selalu berarti uang masuk. Kamu tetap perlu melihat jenis akun serta perubahan nilainya sebelum menentukan pencatatan.


Apa Perbedaan Debit dan Kredit dalam Perbankan?

Istilah debit dan kredit juga sering ditemukan dalam dunia perbankan. Namun, maknanya dalam kartu debit dan kartu kredit berbeda dari penggunaan debit dan kredit dalam jurnal akuntansi.

Supaya nggak tertukar, berikut perbedaannya.


1. Kartu Debit

Kartu debit menggunakan dana yang sudah tersedia di rekening nasabah. Saat kamu melakukan pembayaran, saldo rekening akan langsung berkurang sesuai nilai transaksi.

Karena menggunakan dana sendiri, transaksi biasanya dibatasi oleh saldo yang tersedia. Jika saldo tidak mencukupi, transaksi dapat ditolak sesuai ketentuan bank.


2. Kartu Kredit

Kartu kredit menggunakan fasilitas kredit yang diberikan oleh bank atau penerbit kartu. Kamu dapat melakukan transaksi terlebih dahulu, lalu membayar tagihannya sesuai periode pembayaran.

Pengguna kartu kredit perlu memperhatikan batas kredit, tanggal jatuh tempo, hingga biaya yang mungkin dikenakan. Jadi, penggunaan kartu kredit juga membutuhkan pengelolaan keuangan yang disiplin.

Kartu debit dan kartu kredit tidak menunjukkan secara langsung sisi debit dan kredit dalam jurnal akuntansi. Keduanya merupakan istilah produk perbankan yang memiliki mekanisme berbeda.


Bagaimana Cara Mudah Memahami Debit dan Kredit?

bagaimana-cara-mudah-memahami-debit-dan-kredit

Sumber: Desain oleh Dibimbing

Debit dan kredit akan lebih mudah dipahami kalau kamu tidak hanya menghafal definisinya. Cobalah memahami hubungan antara jenis akun, perubahan saldo, dan transaksi yang terjadi.

Berikut beberapa cara yang bisa kamu coba.


1. Pahami Saldo Normal Akun

Mulailah dengan memahami saldo normal dari setiap kelompok akun. Kamu tidak perlu langsung menghafalkan berbagai contoh transaksi yang kompleks.

Kelompoknya adalah:

  1. Aset: saldo normal debit.
  2. Beban: saldo normal debit.
  3. Liabilitas: saldo normal kredit.
  4. Ekuitas: saldo normal kredit.
  5. Pendapatan: saldo normal kredit.

Setelah mengetahui saldo normalnya, kamu akan lebih mudah menentukan posisi transaksi. Perhatikan apakah akun tersebut sedang mengalami penambahan atau pengurangan.


2. Identifikasi Akun yang Terlibat

Sebelum menentukan sisi debit dan kredit, cari tahu akun apa saja yang berubah. Langkah ini membantu kamu menghindari pencatatan berdasarkan asumsi uang masuk dan keluar saja.

Misalnya, pembelian kendaraan secara tunai melibatkan akun Kendaraan dan Kas. Keduanya merupakan aset, tetapi Kendaraan bertambah sedangkan Kas berkurang.


3. Gunakan Persamaan Dasar Akuntansi

Persamaan dasar akuntansi adalah:

Aset = Liabilitas + Ekuitas

Persamaan tersebut menunjukkan bahwa pencatatan keuangan harus tetap seimbang. Karena itu, setiap transaksi perlu dianalisis berdasarkan pengaruhnya terhadap aset, liabilitas, maupun ekuitas.


4. Biasakan Membuat Jurnal Umum

Latihan jurnal umum membantu kamu mengenali pola debit dan kredit dalam berbagai transaksi. Mulailah dari kasus sederhana seperti setoran modal, pembayaran biaya, pembelian aset, dan penerimaan pendapatan.

Setelah memahami jurnal umum, kamu bisa lanjut mempelajari buku besar hingga trial balance. Tahapan tersebut membantu melihat bagaimana transaksi dirangkum sebelum digunakan untuk menyusun laporan keuangan.


5. Jangan Menganggap Debit Selalu Uang Masuk

Anggapan debit selalu berarti uang masuk merupakan salah satu kesalahan yang sering terjadi ketika baru belajar akuntansi. Posisi debit tetap harus ditentukan berdasarkan jenis akun yang terlibat.

Misalnya, pembayaran utang membuat akun utang dicatat pada sisi debit karena nilainya berkurang. Padahal, pada transaksi tersebut justru terdapat uang yang keluar dari perusahaan.

Kuncinya, jangan anggap debit selalu uang masuk dan kredit selalu uang keluar. Kenali jenis akun serta perubahan nilainya sebelum mencatat transaksi.


Rekomendasi Bootcamp Investment & Banking Terbaik: Dibimbing

Perbedaan debit dan kredit terletak pada posisi pencatatan dan pengaruhnya terhadap setiap akun. Debit berada di sisi kiri, sedangkan kredit berada di sisi kanan.

Kalau kamu ingin berkarier di bidang investasi dan perbankan, memahami konsep keuangan saja belum cukup. Kamu juga perlu mengasah kemampuan analisis, memahami proses bisnis keuangan, hingga terbiasa mengerjakan studi kasus yang relevan dengan industri.

Bootcamp Investment & Banking Dibimbing dirancang untuk membantu kamu belajar secara lebih terstruktur melalui live class, sesi praktik, tugas mingguan, dan pendampingan mentor. Program ini cocok untuk mahasiswa, fresh graduate, profesional, maupun kamu yang ingin beralih karier ke bidang Investment & Banking.


Program Bootcamp Investment & Banking Dibimbing:

  1. 50+ Live Class & 7 Sesi Praktik: Belajar secara interaktif bersama mentor ahli.
  2. Weekly Assignment & Study Case: Mengerjakan tugas dan studi kasus untuk membangun portofolio.
  3. Konsultasi 1-on-1 Tanpa Batas: Berdiskusi langsung bersama instruktur expert untuk memperdalam materi.
  4. Pendampingan 24/7: Mendapatkan dukungan dari fasilitator dan mentor selama proses belajar.
  5. Final Project Berbasis Studi Kasus: Mengaplikasikan materi melalui kasus nyata di bidang investasi.
  6. Kurikulum Terstruktur: Mempersiapkan kemampuan yang dibutuhkan untuk berkarier sebagai Investment & Banking Analyst.
  7. Penyaluran Kerja: Mendapatkan akses program graduation dan penyaluran kerja ke 1.100+ perusahaan.
  8. Komunitas Investment & Banking: Memperluas relasi dan berdiskusi dengan peserta maupun profesional di bidang terkait.


Siap Berkarier di Bidang Investment & Banking?

Kalau kamu ingin memperkuat kemampuan sekaligus membangun portofolio melalui latihan dan studi kasus, Bootcamp Investment & Banking Dibimbing bisa menjadi pilihan untuk memulai.

Yuk, cek kurikulum, jadwal kelas, biaya, dan informasi pendaftarannya untuk mulai mempersiapkan karier di bidang Investment & Banking bersama Dibimbing!


FAQ

1. Apa Perbedaan Debit dan Kredit?

Debit merupakan sisi kiri dalam pencatatan, sedangkan kredit berada di sisi kanan. Pengaruh keduanya bergantung pada jenis akun dan saldo normal yang dimiliki.

2. Apa yang Dimaksud Saldo Normal?

Saldo normal adalah posisi debit atau kredit tempat suatu akun biasanya bertambah. Aset umumnya memiliki saldo normal debit, sedangkan liabilitas dan ekuitas memiliki saldo normal kredit.

3. Bagaimana Debit dan Kredit Dicatat dalam Jurnal Umum?

Dalam jurnal umum, setiap transaksi akuntansi dicatat pada minimal dua akun agar nilainya tetap seimbang. Akun yang terdampak kemudian ditentukan apakah masuk ke sisi debit atau kredit.

4. Apa Hubungan Debit dan Kredit dengan Aset dan Liabilitas?

Aset bertambah pada sisi debit dan berkurang pada sisi kredit. Sebaliknya, liabilitas bertambah pada sisi kredit dan berkurang pada sisi debit.

5. Bagaimana Pengaruh Debit dan Kredit terhadap Ekuitas?

Ekuitas memiliki saldo normal kredit sehingga penambahannya dicatat pada sisi kredit. Jika ekuitas berkurang, pencatatannya dilakukan pada sisi debit.

Kategori:

Share:

Penulis

Penulis Image

Irhan Hisyam Dwi Nugroho

Irhan Hisyam Dwi Nugroho is an SEO Specialist and Content Writer with 4 years of experience in optimizing websites and writing relevant content for various brands and industries. Currently, I also work as a Content Writer at Dibimbing.id and actively share content about technology, SEO, and digital marketing through various platforms.

Reviewer

Reviewer Image

Sudah Direview Oleh Expert

Setiap artikel yang berlabel "Sudah Direview Oleh Expert" telah melalui proses peninjauan oleh praktisi atau mentor yang berpengalaman di bidangnya untuk memastikan informasi yang disajikan berkualitas, akurat, dan relevan bagi pembaca.

Hi!👋
Kalau kamu butuh bantuan,
hubungi kami via WhatsApp ya!