Perbedaan DDL dan DML: Fungsi, Contoh, dan Tabel
DITULIS OLEH
Irhan Hisyam Dwi Nugroho
Dibuat pada 17 Jun 2026
Diubah pada 27 Jul 2026
131
Saat belajar SQL dan database, Warga Bimbingan akan sering menemukan istilah DDL dan DML. Keduanya merupakan jenis perintah yang memiliki peran penting dalam mengelola database.
DDL digunakan untuk mengatur struktur database, seperti membuat, mengubah, atau menghapus tabel. Sementara itu, DML digunakan untuk mengelola data di dalam tabel, mulai dari menambahkan, memperbarui, hingga menghapus data.
Memahami perbedaan DDL dan DML penting agar kamu dapat menggunakan perintah SQL dengan tepat sesuai kebutuhan. Yuk, simak fungsi, contoh, dan tabel perbedaan DDL dan DML secara lengkap pada artikel berikut!
Apa Itu DDL dan DML?
DDL (Data Definition Language) dan DML (Data Manipulation Language) adalah dua kelompok perintah dalam SQL yang digunakan untuk mengelola database.
DDL berfungsi untuk membuat, mengubah, dan menghapus struktur database, seperti tabel, kolom, indeks, maupun skema.
Sementara itu, DML digunakan untuk mengelola data yang tersimpan di dalam tabel, seperti menambahkan, menampilkan, memperbarui, dan menghapus data.
Dengan memahami DDL dan DML, developer maupun analis data dapat mengelola database secara lebih terstruktur, efisien, dan sesuai kebutuhan aplikasi.
Baca juga: Panduan Memilih Bootcamp Full Stack Developer yang Tepat
Perbedaan DDL dan DML
Sumber: Desain oleh Dibimbing
Meskipun sama-sama digunakan dalam SQL, DDL dan DML memiliki fungsi, cakupan, serta cara kerja yang berbeda. DDL berfokus pada pengelolaan struktur database, sedangkan DML berfokus pada pengelolaan data yang tersimpan di dalam database.
Memahami perbedaan keduanya penting agar kamu dapat menggunakan perintah SQL dengan tepat sesuai kebutuhan. Berikut beberapa perbedaan utama antara DDL dan DML:
1. Fungsi dan Tujuan Utama
DDL digunakan untuk membuat, mengubah, dan menghapus struktur database. Perintah ini berperan dalam membangun kerangka atau wadah tempat data akan disimpan sehingga database dapat digunakan sesuai kebutuhan sistem.
Sementara itu, DML digunakan untuk mengelola data yang berada di dalam struktur yang telah dibuat oleh DDL. Melalui DML, pengguna dapat menambahkan, menampilkan, memperbarui, maupun menghapus data tanpa mengubah struktur tabelnya.
2. Objek yang Dipengaruhi
DDL bekerja pada tingkat objek database, seperti tabel, indeks, view, skema, maupun database itu sendiri. Oleh karena itu, perubahan yang dilakukan menggunakan DDL akan memengaruhi struktur atau bentuk database.
Sebaliknya, DML hanya bekerja pada data yang tersimpan di dalam tabel. Perintah DML tidak mengubah jumlah kolom, tipe data, maupun struktur tabel, melainkan hanya memengaruhi isi data pada setiap baris atau record.
3. Perintah Utama yang Digunakan
Perbedaan DDL dan DML juga dapat dilihat dari jenis perintah yang digunakan. DDL memiliki perintah yang berhubungan dengan pembuatan dan pengelolaan struktur database, sedangkan DML memiliki perintah yang digunakan untuk mengelola data yang tersimpan di dalam tabel.
Berikut beberapa perintah yang paling sering digunakan pada DDL dan DML:
Perintah DDL
- CREATE: Digunakan untuk membuat objek database baru, seperti database, tabel, indeks, atau view.
- ALTER: Digunakan untuk mengubah struktur objek database yang sudah ada, misalnya menambah atau mengubah kolom.
- DROP: Digunakan untuk menghapus objek database secara permanen.
- TRUNCATE: Digunakan untuk menghapus seluruh data dalam tabel tanpa menghapus struktur tabelnya.
Perintah DML
- INSERT: Digunakan untuk menambahkan data baru ke dalam tabel.
- UPDATE: Digunakan untuk mengubah atau memperbarui data yang sudah ada.
- DELETE: Digunakan untuk menghapus satu atau beberapa baris data dari tabel.
- SELECT: Digunakan untuk mengambil dan menampilkan data dari tabel.
4. Karakteristik Transaksi
DDL umumnya bersifat auto-commit, yang berarti setiap perubahan yang dilakukan akan langsung disimpan secara permanen ke dalam database. Karena sifatnya tersebut, perubahan struktur database biasanya tidak dapat dibatalkan menggunakan rollback.
Berbeda dengan DDL, DML mendukung mekanisme transaksi pada sebagian besar sistem database. Perubahan data yang dilakukan menggunakan DML masih dapat dibatalkan melalui rollback selama belum dilakukan commit.
5. Pengguna Utama
DDL lebih sering digunakan oleh Database Administrator (DBA), database engineer, atau developer yang bertanggung jawab dalam merancang dan mengelola struktur database. Perintah ini biasanya digunakan pada tahap pengembangan atau ketika terjadi perubahan kebutuhan sistem.
Sementara itu, DML digunakan secara lebih luas dalam aktivitas operasional sehari-hari. Pengguna aplikasi, analis data, maupun sistem aplikasi akan terus menggunakan perintah DML untuk membaca, menambahkan, memperbarui, dan menghapus data sesuai kebutuhan bisnis.
Baca juga: Ingin Belajar Front End Development? Cek Roadmapnya di sini!
Contoh Perintah DDL dan DML
Pada contoh berikut, kita akan menggunakan tabel sederhana bernama mahasiswa. Tabel ini digunakan untuk menyimpan data mahasiswa seperti NIM, nama, dan program studi.
1. Contoh Perintah DDL
Perintah DDL digunakan untuk membuat, mengubah, atau menghapus struktur database. Berikut beberapa contoh perintah DDL yang sering digunakan:
CREATE TABLE
Perintah CREATE digunakan untuk membuat tabel baru dalam database.
CREATE TABLE mahasiswa ( nim VARCHAR(10) PRIMARY KEY, nama VARCHAR(100), prodi VARCHAR(50) ); |
ALTER TABLE
Perintah ALTER digunakan untuk mengubah struktur tabel yang sudah ada.
ALTER TABLE mahasiswa ADD email VARCHAR(100); |
DROP TABLE
Perintah DROP digunakan untuk menghapus tabel secara permanen dari database.
DROP TABLE mahasiswa; |
2. Contoh Perintah DML
Berbeda dengan DDL, DML digunakan untuk mengelola data yang tersimpan di dalam tabel. Berikut beberapa contoh perintah DML yang umum digunakan:
INSERT
Perintah INSERT digunakan untuk menambahkan data baru ke dalam tabel.
INSERT INTO mahasiswa (nim, nama, prodi) VALUES ('23001', 'Andi Saputra', 'Sistem Informasi'); |
SELECT
Perintah SELECT digunakan untuk menampilkan data dari tabel.
SELECT * FROM mahasiswa; |
UPDATE
Perintah UPDATE digunakan untuk mengubah data yang sudah ada.
UPDATE mahasiswa SET prodi = 'Teknik Informatika' WHERE nim = '23001'; |
DELETE
Perintah DELETE digunakan untuk menghapus data tertentu dari tabel.
DELETE FROM mahasiswa WHERE nim = '23001'; |
Dari contoh di atas, dapat dilihat bahwa DDL berfokus pada pengelolaan struktur tabel, sedangkan DML berfokus pada pengelolaan isi data dalam tabel.
Keduanya saling melengkapi dan menjadi dasar penting dalam penggunaan database relasional seperti MySQL, PostgreSQL, maupun SQL Server.
Baca juga: 10 Text Editor Terbaik untuk Web Developer (2026)
Tabel Perbedaan DDL dan DML
Setelah memahami fungsi dan contoh perintahnya, perbedaan DDL dan DML dapat diringkas melalui tabel berikut. Ringkasan ini membantu kamu melihat perbedaan keduanya secara lebih cepat tanpa harus membaca penjelasan satu per satu.
Meskipun sama-sama merupakan bagian dari SQL, DDL dan DML memiliki tujuan penggunaan yang berbeda. Berikut tabel perbedaan DDL dan DML yang paling umum:
Aspek | DDL (Data Definition Language) | DML (Data Manipulation Language) |
Fungsi Utama | Mengelola struktur database | Mengelola data dalam tabel |
Objek yang Dipengaruhi | Tabel, database, indeks, dan view | Baris data (record) dalam tabel |
Perintah Utama | CREATE, ALTER, DROP, TRUNCATE | INSERT, SELECT, UPDATE, DELETE |
Karakteristik Transaksi | Umumnya bersifat auto-commit | Mendukung commit dan rollback |
Pengguna Utama | DBA dan developer | Aplikasi, analis data, dan pengguna akhir |
Dari tabel di atas, dapat dilihat bahwa DDL digunakan untuk membangun dan mengatur struktur database, sedangkan DML digunakan untuk mengelola data yang tersimpan di dalamnya.
Karena fungsinya saling melengkapi, kedua jenis perintah ini hampir selalu digunakan bersama dalam pengelolaan database modern.
Kapan Menggunakan DDL dan DML?
Memahami kapan harus menggunakan DDL dan DML sama pentingnya dengan memahami perbedaannya.
Dengan menggunakan perintah yang tepat, pengelolaan database menjadi lebih efisien dan minim kesalahan.
1. Membuat Struktur
DDL digunakan saat kamu ingin membuat struktur database dari awal, terutama ketika sistem atau aplikasi membutuhkan wadah penyimpanan data yang baru.
Contohnya, ketika sebuah aplikasi baru membutuhkan tabel pengguna, produk, dan transaksi, maka perintah DDL seperti CREATE dapat digunakan untuk membangun struktur tersebut.
2. Mengubah Struktur
DDL juga digunakan ketika struktur database perlu disesuaikan dengan kebutuhan sistem yang berubah, baik karena penambahan fitur maupun perubahan alur data.
Misalnya, saat kamu perlu menambahkan kolom email pada tabel pelanggan, mengubah tipe data tertentu, atau menghapus tabel yang sudah tidak digunakan lagi.
3. Mengelola Data
DML digunakan saat kamu ingin menambahkan atau menampilkan data yang sudah tersimpan di dalam tabel tanpa mengubah struktur database.
Contohnya, perintah INSERT digunakan untuk memasukkan data baru, sedangkan SELECT digunakan untuk mengambil dan menampilkan data sesuai kebutuhan.
4. Memperbarui Data
DML juga digunakan ketika data yang sudah tersimpan perlu diperbarui atau dihapus agar tetap relevan dengan kondisi terbaru.
Misalnya, saat mengubah alamat pelanggan, memperbarui stok produk, atau menghapus data transaksi yang sudah tidak diperlukan menggunakan perintah UPDATE dan DELETE.
Ingin Jadi Full Stack Web Developer?
Database adalah fondasi penting dalam pengembangan aplikasi web modern. Dengan memahami SQL, kamu bisa membangun aplikasi yang lebih terstruktur, efisien, dan sesuai kebutuhan industri.
Yuk, ikuti Bootcamp Full Stack Web Development di Dibimbing! Kamu akan belajar HTML, CSS, JavaScript, React, Node.js, Express.js, MongoDB, SQL, hingga pembuatan aplikasi web dari frontend sampai backend.
Belajar langsung dari mentor berpengalaman, kurikulum aplikatif, dan project portofolio berbasis kebutuhan industri.
Dengan 1.100+ hiring partner dan 96% alumni berhasil mendapatkan pekerjaan, peluang kariermu di dunia teknologi semakin terbuka lebar.
Konsultasikan kariermu sekarang Disini dan daftar Bootcamp Full Stack Web Development di Dibimbing. #BimbingSampeJadi!
Kategori:
Penulis
Irhan Hisyam Dwi Nugroho is an SEO Specialist and Content Writer with 4 years of experience in optimizing websites and writing relevant content for various brands and industries. Currently, I also work as a Content Writer at Dibimbing.id and actively share content about technology, SEO, and digital marketing through various platforms.
