NDA Adalah: Fungsi, Isi, Contoh, dan Cara Membuatnya
DITULIS OLEH
Farijihan Putri
DIREVIEW OLEH
Sudah Direview Oleh Expert
Dibuat pada 14 Jul 2024
Diubah pada 6 Okt 2026
7269
Catatan Redaksi:
Artikel ini pertama kali diterbitkan pada Juli 2024 dan diperbarui pada 11 Agustus 2026 untuk memastikan informasi tetap akurat dan relevan.
NDA adalah salah satu dokumen hukum yang sering digunakan perusahaan untuk melindungi informasi rahasia selama menjalin kerja sama bisnis. Memahami isi dan cara kerja NDA menjadi bekal penting, apalagi kalau kamu ingin berkarier sebagai legal officer maupun corporate lawyer.
Nah, Bootcamp Legal & Policy Dibimbing membantu kamu mempelajari praktik legal langsung dari mentor berpengalaman melalui studi kasus nyata, legal drafting, hingga simulasi dokumen yang relevan dengan kebutuhan industri.
Baca Juga: Cara Switch Career ke Legal: Skill dan Peluang Karir
Apa Itu NDA?
Non-Disclosure Agreement (NDA) atau perjanjian kerahasiaan adalah kontrak yang mengatur kewajiban para pihak untuk menjaga informasi tertentu agar tidak disebarluaskan kepada pihak lain tanpa izin.
Dokumen ini umum digunakan ketika perusahaan bekerja sama dengan karyawan, vendor, investor, konsultan, maupun mitra bisnis.
Berbeda dari kontrak kerja biasa, NDA berfokus pada perlindungan informasi yang memiliki nilai bisnis. Mulai dari strategi perusahaan, data pelanggan, formula produk, rencana ekspansi, hingga teknologi yang sedang dikembangkan dapat dimasukkan sebagai informasi rahasia di dalam perjanjian tersebut.
Mengapa NDA Semakin Penting?
Perkembangan bisnis digital membuat pertukaran data berlangsung jauh lebih cepat dibanding beberapa tahun lalu. Alhasil, risiko kebocoran informasi juga meningkat sehingga perusahaan membutuhkan perlindungan hukum yang lebih kuat.
MinDi juga menemukan fakta menarik dari penelitian Camilla A. Hrdy dan Christopher B. Seaman (2024) yang diterbitkan dalam Yale Law Journal.
Penelitian tersebut menjelaskan bahwa penggunaan NDA kini semakin luas dan tidak lagi terbatas untuk melindungi rahasia dagang, tetapi juga berbagai informasi strategis perusahaan seperti data pelanggan, strategi pemasaran, hingga pengembangan produk.
Temuan tersebut menunjukkan bahwa NDA telah menjadi salah satu instrumen penting dalam tata kelola bisnis modern.
Fungsi NDA
Sumber: Pexels
Dokumen NDA memiliki berbagai fungsi penting yang membantu perusahaan mengelola risiko hukum sekaligus menjaga kepercayaan antara pihak.
1. Melindungi Informasi Rahasia
Fungsi utama NDA adalah menjaga agar informasi penting perusahaan tidak disalahgunakan. Selain itu, perusahaan memiliki dasar hukum apabila terjadi pelanggaran terhadap isi perjanjian.
2. Membangun Kepercayaan dalam Kerja Sama
Kolaborasi bisnis seringkali melibatkan pertukaran data yang bersifat sensitif. Kehadiran NDA membuat kedua belah pihak merasa lebih aman ketika berbagi informasi selama proyek berlangsung.
3. Mengurangi Risiko Sengketa
Dokumen yang disusun secara jelas membantu meminimalkan perbedaan penafsiran mengenai informasi rahasia. Dampaknya, potensi konflik maupun perselisihan dapat ditekan sejak awal.
4. Menjaga Keunggulan Kompetitif
Informasi bisnis merupakan aset yang sangat berharga. NDA membantu perusahaan mempertahankan keunggulan tersebut agar tidak dimanfaatkan oleh kompetitor.
Baca Juga: Panduan Belajar Hukum Korporasi dari Nol untuk Pemula
Komponen Penting dalam NDA
Supaya memiliki kekuatan hukum yang jelas, sebuah NDA perlu memuat komponen utama.
1. Identitas Para Pihak
Bagian ini menjelaskan siapa saja pihak yang terlibat dalam perjanjian. Identitas harus ditulis secara lengkap agar tidak menimbulkan kesalahan ketika proses pelaksanaan kontrak.
2. Definisi Informasi Rahasia
Informasi yang dilindungi harus dijelaskan secara spesifik. Penjelasan tersebut membantu para pihak memahami data apa saja yang tidak boleh disebarluaskan.
3. Hak dan Kewajiban Para Pihak
NDA juga mengatur kewajiban menjaga kerahasiaan informasi beserta hak masing-masing pihak. Ketentuan tersebut menjadi pedoman selama kerja sama berlangsung.
4. Jangka Waktu Perjanjian
Setiap NDA memiliki masa berlaku yang berbeda sesuai kebutuhan perusahaan. Penentuan durasi secara jelas membuat kedua belah pihak memahami kapan kewajiban menjaga kerahasiaan dimulai dan berakhir.
5. Konsekuensi Pelanggaran
Bagian terakhir memuat sanksi apabila salah satu pihak melanggar isi NDA. Ketentuan tersebut memberikan kepastian hukum sekaligus mendorong seluruh pihak untuk mematuhi perjanjian.
Contoh Penggunaan NDA
NDA dapat diterapkan dalam berbagai aktivitas bisnis. Penggunaannya pun tidak hanya terbatas pada perusahaan besar.
1. Rekrutmen Karyawan
Beberapa posisi tertentu memiliki akses terhadap informasi strategis perusahaan. Oleh sebab itu, karyawan biasanya diminta menandatangani NDA sebelum mulai bekerja.
2. Kerja Sama Startup dengan Investor
Startup sering membagikan informasi mengenai model bisnis maupun strategi pengembangan produk kepada calon investor. NDA membantu memastikan informasi tersebut tetap terlindungi selama proses negosiasi.
3. Proyek Pengembangan Software
Tim developer, vendor, maupun konsultan biasanya memperoleh akses terhadap source code atau sistem internal perusahaan. Dokumen NDA membantu menjaga kerahasiaan informasi tersebut selama proyek berlangsung.
4. Konsultan dan Klien
Konsultan sering menerima berbagai data bisnis milik klien untuk keperluan analisis. Kehadiran NDA memberikan perlindungan agar informasi tersebut tidak digunakan di luar kepentingan proyek.
5. Proses Akuisisi Perusahaan
Tahap due diligence dalam proses akuisisi melibatkan banyak dokumen penting. NDA memastikan seluruh informasi yang dipertukarkan tetap bersifat rahasia hingga transaksi selesai.
Kesalahan Umum Saat Membuat NDA
Sumber: Pexels
Penyusunan NDA membutuhkan ketelitian agar isi perjanjian benar-benar mampu memberikan perlindungan hukum. MinDi sudah merangkum kesalahan yang masih sering ditemukan dalam praktik bisnis.
1. Definisi Informasi Rahasia Terlalu Umum
Informasi rahasia sebaiknya dijelaskan secara spesifik agar tidak menimbulkan multitafsir. Penjelasan yang terlalu luas justru berpotensi memicu perbedaan pemahaman ketika terjadi sengketa.
2. Tidak Menentukan Jangka Waktu
Setiap NDA perlu memiliki masa berlaku yang jelas sesuai kebutuhan kerja sama. Penentuan durasi membantu kedua belah pihak memahami kapan kewajiban menjaga kerahasiaan dimulai maupun berakhir.
3. Tidak Mengatur Sanksi Pelanggaran
Sanksi menjadi salah satu komponen penting dalam sebuah NDA. Ketentuan tersebut memberikan kepastian mengenai konsekuensi hukum apabila salah satu pihak melanggar isi perjanjian.
4. Mengabaikan Pengecualian Informasi
Tidak semua informasi harus dianggap rahasia. Misalnya, informasi yang sudah tersedia untuk publik atau diperoleh secara sah dari pihak lain biasanya perlu dicantumkan sebagai pengecualian agar isi perjanjian lebih proporsional.
Baca Juga: Rekomendasi Pelatihan Legal Opinion: Materi & Template
Siapa yang Perlu Memahami NDA?
NDA bukan hanya menjadi tanggung jawab divisi legal. Berbagai profesi juga perlu memahami dokumen ini agar kerja sama bisnis berjalan lebih aman.
1. Legal Officer
Legal officer bertugas memastikan setiap perjanjian perusahaan telah sesuai regulasi. Pemahaman mengenai NDA membantu proses penyusunan maupun peninjauan kontrak menjadi lebih akurat.
2. Human Resources (HR)
Tim HR sering menggunakan NDA ketika merekrut karyawan untuk posisi yang memiliki akses terhadap informasi sensitif. Dokumen tersebut membantu melindungi data perusahaan sekaligus menjaga kepercayaan organisasi.
3. Corporate Lawyer
Corporate lawyer berperan memberikan analisis hukum terhadap isi NDA sebelum ditandatangani para pihak. Proses tersebut bertujuan meminimalkan risiko hukum sekaligus memastikan kepentingan perusahaan tetap terlindungi.
4. Founder Startup
Founder biasanya berdiskusi dengan investor, vendor, hingga calon mitra bisnis mengenai strategi perusahaan. NDA menjadi salah satu instrumen penting untuk menjaga kerahasiaan ide maupun rencana pengembangan bisnis.
5. Freelancer dan Konsultan
Freelancer maupun konsultan sering memperoleh akses terhadap data internal klien selama proyek berlangsung. Pemahaman mengenai NDA membantu menjaga profesionalisme sekaligus meningkatkan kepercayaan dari klien.
Fakta Menarik: NDA di Indonesia Terus Berkembang
MinDi menemukan fakta menarik dari penelitian Logan Al Ghozi dan Dwi Aryanti Ramadhani (2024) yang menjelaskan bahwa Indonesia memang belum memiliki aturan khusus yang secara spesifik mengatur Non-Disclosure Agreement.
Meski begitu, NDA tetap memiliki dasar hukum melalui asas kebebasan berkontrak selama memenuhi syarat sah perjanjian sebagaimana diatur dalam Kitab Undang-Undang Hukum Perdata (KUHPerdata).
Temuan tersebut menunjukkan bahwa kualitas penyusunan klausul NDA menjadi faktor penting agar perlindungan hukum dapat berjalan secara optimal.
Tips Membuat NDA yang Efektif
Penyusunan NDA sebaiknya tidak hanya berfokus pada aspek formalitas. Beberapa langkah berikut dapat membantu menghasilkan dokumen yang lebih kuat secara hukum.
- Tentukan informasi rahasia secara spesifik.
- Gunakan bahasa yang jelas dan mudah dipahami.
- Cantumkan jangka waktu berlakunya NDA.
- Jelaskan hak serta kewajiban masing-masing pihak.
- Tambahkan mekanisme penyelesaian sengketa apabila terjadi pelanggaran.
- Lakukan peninjauan dokumen bersama profesional legal sebelum ditandatangani.
Kesimpulan
NDA adalah dokumen penting yang membantu melindungi informasi rahasia sekaligus mengurangi risiko hukum dalam berbagai bentuk kerja sama bisnis. Pemahaman mengenai fungsi, komponen, dan penerapan NDA akan menjadi nilai tambah bagi siapa pun yang ingin berkarier di bidang legal maupun bisnis.
Baca Juga: Promo Diskon Bootcamp Legal & Policy Dibimbing Terbaru
Rekomendasi Bootcamp Legal and Policy Terbaik di Indonesia
Kalau kamu tertarik mempelajari dokumen hukum, saatnya upgrade skill melalui Bootcamp Legal and Policy Online Dibimbing.
Benefit yang bisa kamu dapatkan:
- 40+ Live Class & 30+ sesi praktik bersama praktisi ahli
- 20+ assignment untuk portfolio building
- Final project berbasis standar industri terkini
- Konsultasi 1-on-1 tanpa batas bersama instructor expert
- Dampingan fasilitator dan mentor berdedikasi 24/7
- Program graduation dan penyaluran kerja ke 1.100+ hiring partner
- Bergabung di Komunitas Expertise Legal & Policy
- Terbukti 96% alumni berhasil mendapatkan pekerjaan
Masih punya pertanyaan seputar jadwal, kurikulum, atau penyaluran kerja? Yuk, konsultasi Bootcamp Legal & Policy Dibimbing sekarang yang pasti #BimbingSampeJadi pekerjaan impianmu!
FAQ
1. Apakah NDA wajib dibuat secara tertulis?
Sebaiknya iya. Dokumen tertulis memberikan bukti yang lebih kuat apabila terjadi pelanggaran atau sengketa di kemudian hari sehingga hak dan kewajiban para pihak menjadi lebih jelas.
2. Apakah NDA memiliki masa berlaku?
Ya. Masa berlaku NDA dapat disesuaikan dengan kebutuhan para pihak dan harus dicantumkan secara jelas di dalam perjanjian agar tidak menimbulkan multitafsir.
3. Apakah freelancer perlu menandatangani NDA?
Perlu, terutama apabila freelancer memperoleh akses terhadap data pelanggan, strategi bisnis, source code, atau informasi rahasia lainnya selama mengerjakan proyek.
Referensi
Kategori:
Penulis
Farijihan Putri adalah SEO Content Writer dengan pengalaman 4+ tahun menulis dan mengoptimalkan konten untuk berbagai topik. Di Dibimbing, ia mengolah beragam insight seputar karier dan industri, mulai dari digital marketing, HR, data, finance, business, hingga technology. Melalui tulisannya, Jihan membantu pembaca memahami skill yang dibutuhkan di dunia kerja serta menemukan informasi yang relevan untuk mendukung perkembangan karier mereka.
