Dibimbing - Financial Modeling: Pengertian, Cara Membuat, dan Contohnya
Blog
Investment Banking

Financial Modeling: Pengertian, Cara Membuat, dan Contohnya

Author

DITULIS OLEH 

Farijihan Putri

Reviewer

DIREVIEW OLEH 

Sudah Direview Oleh Expert

Dibuat pada 28 Agt 2026

Diubah pada 9 Sep 2026

34

Image Thumbnail

Financial modeling menjadi salah satu kemampuan yang banyak dibutuhkan di dunia investasi, perbankan, hingga corporate finance. 

MinDi sudah menyiapkan panduan lengkap supaya Warga Bimbingan lebih mudah memahami konsep, manfaat, serta cara membuat model keuangan yang relevan dengan kebutuhan industri.

Nah, skill ini juga menjadi salah satu materi yang dipelajari di Bootcamp Investment & Banking Dibimbing untuk membantu peserta lebih siap menghadapi tantangan di dunia kerja. Yuk, simak pembahasannya sampai selesai!


Apa Itu Financial Modeling?

Financial modeling adalah proses menyusun representasi kondisi keuangan suatu perusahaan dalam bentuk model berbasis data dan asumsi tertentu. Model tersebut digunakan untuk memprediksi kinerja bisnis, mengevaluasi keputusan investasi, hingga membantu perencanaan keuangan di masa depan.

Selain mengolah angka, financial modeling juga menggabungkan berbagai informasi seperti pendapatan, biaya operasional, aset, liabilitas, dan arus kas menjadi sebuah financial model yang mudah dianalisis. Akibatnya, perusahaan dapat mengambil keputusan berdasarkan data, bukan sekadar perkiraan.

Nah, kemampuan membangun financial model menjadi salah satu kompetensi penting bagi profesional di bidang keuangan karena dapat digunakan untuk menganalisis berbagai skenario bisnis sebelum keputusan strategis diambil.


Mengapa Financial Modeling Penting?

Pembuatan financial model membantu perusahaan memahami kondisi keuangan saat ini sekaligus memproyeksikan berbagai kemungkinan di masa depan. 

Selain itu, model tersebut menjadi dasar dalam proses evaluasi investasi, penyusunan anggaran, hingga pengambilan keputusan bisnis. Akibatnya, perusahaan dapat mengurangi risiko dan menyusun strategi yang lebih terarah.

Alasan mengapa financial modeling penting antara lain:

  1. Membantu pengambilan keputusan berbasis data.
  2. Mendukung proses valuasi perusahaan dan investasi.
  3. Mempermudah penyusunan proyeksi keuangan.
  4. Mengidentifikasi risiko sebelum keputusan dijalankan.
  5. Menjadi dasar dalam perencanaan bisnis jangka pendek maupun jangka panjang.


Komponen Financial Modeling

Sebuah financial model terdiri atas komponen yang saling berkaitan. Setiap komponen memiliki peran penting agar hasil analisis dapat menggambarkan kondisi bisnis secara lebih akurat.


1. Historical Data

Historical data merupakan data keuangan perusahaan pada periode sebelumnya yang digunakan sebagai dasar analisis.

Data tersebut biasanya berasal dari laporan keuangan, seperti laporan laba rugi, neraca, dan arus kas. Semakin lengkap data historis yang digunakan, semakin akurat pula hasil pemodelannya.


2. Assumption

Assumption atau asumsi digunakan untuk memperkirakan kondisi bisnis pada masa mendatang.

Asumsi dapat berupa pertumbuhan penjualan, inflasi, biaya operasional, maupun tingkat suku bunga. Selain itu, penyusunan asumsi harus realistis agar hasil financial model tetap relevan.


3. Financial Statements

Komponen berikutnya adalah penyusunan laporan keuangan yang saling terhubung, meliputi laporan laba rugi, neraca, dan arus kas.

Hubungan antar laporan tersebut membantu analis memahami dampak suatu keputusan terhadap kondisi perusahaan secara menyeluruh. Oleh sebab itu, ketelitian dalam menyusun laporan menjadi sangat penting.


4. Forecast

Forecast digunakan untuk membuat proyeksi keuangan berdasarkan data historis dan asumsi yang telah ditentukan.

Tahap ini membantu perusahaan memperkirakan pendapatan, biaya, maupun kebutuhan pendanaan pada periode berikutnya. Hasil forecast juga sering digunakan dalam penyusunan strategi bisnis.


5. Valuation

Valuation merupakan proses memperkirakan nilai suatu perusahaan atau aset menggunakan berbagai pendekatan tertentu.

Hasil valuasi menjadi dasar dalam pengambilan keputusan investasi, akuisisi, maupun pendanaan. Bahkan, proses ini sering digunakan oleh investor dan analis saat menilai prospek suatu perusahaan.


Jenis-Jenis Financial Modeling

jenis-jenis-financial-modeling

Sumber: Magnific

Tidak semua model keuangan memiliki tujuan yang sama. Pemilihan jenis financial model biasanya disesuaikan dengan kebutuhan analisis maupun keputusan bisnis yang ingin diambil.


1. Three Statement Model

Three Statement Model menghubungkan laporan laba rugi, neraca, dan arus kas dalam satu model yang saling terintegrasi. Model ini menjadi dasar untuk berbagai analisis keuangan karena mampu menunjukkan hubungan antar pos laporan secara menyeluruh. 

Selain itu, jenis ini juga sering digunakan sebagai fondasi sebelum membangun model yang lebih kompleks.

Three Statement Model umumnya digunakan untuk:

  1. Analisis kinerja perusahaan
  2. Perencanaan bisnis
  3. Penyusunan model keuangan lanjutan


2. Discounted Cash Flow (DCF) Model

DCF Model digunakan untuk memperkirakan nilai suatu perusahaan berdasarkan proyeksi arus kas pada masa mendatang. 

Metode ini mempertimbangkan nilai waktu dari uang (time value of money) sehingga hasil valuasi menjadi lebih akurat. Oleh sebab itu, DCF banyak digunakan dalam proses investasi maupun akuisisi.

DCF Model membantu proses:

  1. Valuasi perusahaan
  2. Analisis investasi
  3. Pengambilan keputusan bisnis


3. Budget Model

Budget Model berfungsi untuk menyusun anggaran perusahaan dalam periode tertentu. Model ini membantu perusahaan mengalokasikan sumber daya secara lebih efektif sekaligus mengendalikan pengeluaran. Akibatnya, proses perencanaan keuangan menjadi lebih terstruktur.

Budget Model biasanya digunakan untuk:

  1. Penyusunan anggaran tahunan
  2. Pengendalian biaya operasional
  3. Evaluasi realisasi anggaran


4. Forecasting Model

Forecasting Model digunakan untuk memprediksi kinerja bisnis berdasarkan data historis dan asumsi tertentu. Model ini membantu perusahaan menyusun strategi menghadapi berbagai kemungkinan yang terjadi pada masa depan. 

Selain itu, forecasting juga menjadi bagian penting dalam analisis keuangan perusahaan.

Forecasting Model dapat digunakan untuk memprediksi:

  1. Pertumbuhan penjualan
  2. Arus kas
  3. Laba perusahaan
  4. Kebutuhan pendanaan


Cara Membuat Financial Modeling

Membuat financial modeling tidak hanya memasukkan angka ke dalam spreadsheet. Setiap tahapan perlu disusun secara sistematis agar model yang dihasilkan mampu memberikan gambaran kondisi bisnis secara akurat.


1. Kumpulkan Data Keuangan

Langkah pertama adalah mengumpulkan data historis perusahaan sebagai dasar analisis. Data tersebut umumnya berasal dari laporan keuangan, seperti laporan laba rugi, neraca, dan arus kas. Kelengkapan data akan mempengaruhi kualitas model yang dibangun.


2. Tentukan Asumsi Bisnis

Selanjutnya, tentukan berbagai asumsi yang akan digunakan, misalnya pertumbuhan pendapatan, biaya operasional, inflasi, atau tingkat suku bunga. Asumsi tersebut harus realistis dan didukung data agar hasil analisis lebih dapat dipercaya.


3. Susun Proyeksi Keuangan

Tahap berikutnya adalah menyusun proyeksi keuangan berdasarkan data historis dan asumsi yang telah ditetapkan. Proses ini membantu perusahaan memperkirakan kondisi keuangan pada periode mendatang sekaligus mengidentifikasi berbagai kemungkinan yang dapat terjadi.


4. Bangun Financial Model

Setelah seluruh data tersedia, susun model menggunakan aplikasi seperti Microsoft Excel. Pastikan setiap rumus saling terhubung sehingga perubahan pada satu asumsi akan otomatis mempengaruhi hasil analisis secara keseluruhan.


5. Lakukan Validasi

Periksa kembali seluruh rumus, asumsi, dan hasil perhitungan sebelum model digunakan sebagai dasar pengambilan keputusan. Selain itu, lakukan scenario analysis untuk mengetahui dampak apabila terjadi perubahan kondisi bisnis.


Contoh Sederhana Financial Modeling

Supaya lebih mudah dipahami, bayangkan sebuah perusahaan memiliki pendapatan sebesar Rp5 miliar pada tahun ini. Berdasarkan tren penjualan, perusahaan memperkirakan pertumbuhan pendapatan sebesar 10% pada tahun berikutnya.

Melalui financial modeling, analis dapat memperkirakan beberapa komponen berikut:

  1. Pendapatan tahun berikutnya.
  2. Estimasi biaya operasional.
  3. Laba bersih yang berpotensi diperoleh.
  4. Kebutuhan pendanaan tambahan.
  5. Nilai perusahaan berdasarkan skenario tertentu.

Selain membantu membuat prediksi, model tersebut juga memudahkan perusahaan membandingkan beberapa skenario bisnis sebelum menentukan keputusan terbaik.


Kesalahan yang Sering Dilakukan Saat Membuat Financial Modeling

Model keuangan yang baik tidak hanya bergantung pada kemampuan menggunakan Excel. Masih banyak kesalahan yang dapat membuat hasil analisis menjadi kurang akurat.

Kesalahan yang sering terjadi antara lain:

  1. Menggunakan asumsi yang terlalu optimistis.
  2. Memasukkan data historis yang kurang valid.
  3. Membuat model terlalu rumit sehingga sulit dipahami.
  4. Tidak melakukan scenario atau sensitivity analysis.
  5. Jarang memperbarui model sesuai kondisi bisnis terbaru.

Akibatnya, hasil analisis dapat menyesatkan dan berpotensi mempengaruhi keputusan investasi maupun strategi perusahaan.


Peluang Karier yang Membutuhkan Financial Modeling

Kemampuan membuat financial modeling menjadi salah satu keterampilan yang banyak dicari di industri keuangan. 

Selain membantu proses valuasi perusahaan, kemampuan ini juga digunakan untuk mendukung analisis investasi, penyusunan strategi bisnis, hingga pengambilan keputusan pendanaan.

Profesi yang membutuhkan kemampuan financial modeling meliputi:

  1. Investment Banking Analyst
  2. Equity Research Analyst
  3. Financial Analyst
  4. Corporate Finance Analyst
  5. FP&A (Financial Planning & Analysis) Analyst

Menariknya, kemampuan tersebut tidak hanya dibutuhkan oleh perusahaan investasi. Banyak startup, perusahaan multinasional, hingga konsultan keuangan juga mencari kandidat yang mampu melakukan analisis keuangan dan menyusun model bisnis berbasis data.

Kalau kamu ingin mempersiapkan karier di bidang tersebut, mengikuti kelas investment dan banking dapat menjadi pilihan untuk membangun kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan industri.


Kesimpulan

Financial modeling merupakan kemampuan penting untuk menganalisis kondisi keuangan, menyusun proyeksi bisnis, serta mendukung pengambilan keputusan investasi. 

Menguasai skill ini juga dapat membuka lebih banyak peluang karier di bidang investment, corporate finance, maupun perbankan.


Rekomendasi Bootcamp Investment & Banking Terbaik dengan Penyaluran Kerja

Ingin menguasai financial modeling sekaligus memahami analisis investasi langsung dari praktisi industri? Bootcamp Investment & Banking Dibimbing siap membantu kamu membangun kompetensi yang dibutuhkan perusahaan. 

Menariknya, 96% alumni Dibimbing sudah sukses bekerja, sehingga kamu bisa belajar dengan lebih percaya diri untuk memulai karier di bidang investment dan banking.

Benefit yang bisa kamu dapatkan:

  1. 50+ Live Class & 7 sesi praktik bersama mentor ahli
  2. Weekly Assignment & Study Case untuk membangun portofolio
  3. Final Project berbasis studi kasus nyata di bidang investment
  4. Kurikulum terstruktur untuk karier Investment & Banking Analyst
  5. Konsultasi 1-on-1 tanpa batas bersama instruktur expert
  6. Pendampingan fasilitator & mentor yang tersedia 24/7
  7. Program graduation & penyaluran kerja ke 1.100+ perusahaan
  8. Bergabung di Komunitas Expertise Investment & Banking

Kalau ada pertanyaan seputar portofolio selama bootcamp atau program penyaluran kerja setelah lulus, yuk konsultasi Bootcamp Investment & Banking Dibimbing yang siap #BimbingSampeJadi impianmu!


FAQ

1. Apa software yang paling sering digunakan untuk financial modeling?

Microsoft Excel menjadi software yang paling umum digunakan karena memiliki fungsi, rumus, dan fitur analisis yang mendukung penyusunan financial model secara fleksibel.

2. Apakah financial modeling harus menguasai akuntansi?

Sebaiknya, ya. Pemahaman dasar akuntansi dan laporan keuangan akan membantu menyusun model yang lebih akurat, meskipun kemampuan tersebut tetap bisa dipelajari secara bertahap.

3. Siapa yang membutuhkan kemampuan financial modeling?

Kemampuan ini banyak dibutuhkan oleh Investment Banking Analyst, Financial Analyst, Equity Research Analyst, Corporate Finance, hingga FP&A Analyst untuk mendukung analisis dan pengambilan keputusan bisnis.

Kategori:

Share:

Penulis

Penulis Image

Farijihan Putri

Farijihan is a passionate Content Writer with 3 years of experience in crafting compelling content, optimizing for SEO, and developing creative strategies for various brands and industries.

Reviewer

Reviewer Image

Sudah Direview Oleh Expert

Setiap artikel yang berlabel "Sudah Direview Oleh Expert" telah melalui proses peninjauan oleh praktisi atau mentor yang berpengalaman di bidangnya untuk memastikan informasi yang disajikan berkualitas, akurat, dan relevan bagi pembaca.

Hi!👋
Kalau kamu butuh bantuan,
hubungi kami via WhatsApp ya!