Dibimbing - Cara Mendaftarkan Merek Dagang: Syarat, Biaya, dan Tahapan
Blog
Legal & Policy

Cara Mendaftarkan Merek Dagang: Syarat, Biaya, dan Tahapan

Author

DITULIS OLEH 

Farijihan Putri

Reviewer

DIREVIEW OLEH 

Sudah Direview Oleh Expert

Dibuat pada 26 Okt 2026

Diubah pada 27 Okt 2026

7

Image Thumbnail

Cara mendaftarkan merek dagang bisa kamu mulai secara online dari rumah, lho. Prosesnya dilakukan melalui situs resmi Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI).

Warga Bimbingan yang ingin memahami aturan bisnis sekaligus menambah peluang karier, coba belajar lebih lanjut di Bootcamp Legal & Policy online. 


Nah, Warga Bimbingan, MinDi akan bantu jelaskan syarat, biaya, sampai tahapan yang perlu kamu siapkan!



Apa Saja Syarat Mendaftarkan Merek Dagang

Sebelum mengisi formulir, siapkan dokumen agar proses pengajuan lebih lancar. Mengacu pada informasi layanan DJKI, berikut dokumen yang perlu kamu perhatikan:

  1. Etiket atau Label Merek: Gambar digital yang menunjukkan nama, logo, atau tampilan merek yang ingin didaftarkan.
  2. Tanda Tangan Pemohon: Siapkan dalam format digital sesuai ketentuan portal.
  3. Identitas dan Data Pemohon: Isi data diri atau badan usaha sesuai jenis pemohon.
  4. Dokumen Khusus UMK: Surat rekomendasi atau keterangan UKM binaan dari dinas terkait serta surat pernyataan UMK bermeterai.
  5. Dokumen Tambahan: Surat kuasa apabila menggunakan konsultan kekayaan intelektual.


Kamu juga perlu menentukan kelas barang atau jasa yang sesuai dengan produk bisnis. Misalnya, kamu menjual pakaian dan menyediakan jasa desain, keduanya perlu diperiksa kelasnya karena bisa masuk kategori berbeda.


Baca Juga:

  1. Prospek Karir Legal: Gaji, Peluang, dan Perkembangan
  2. Cara Switch Career ke Legal: Skill dan Peluang Karir
  3. Rekomendasi Bootcamp Legal & Policy dengan Jaminan Kerja Terbaik


Berapa Biaya Pendaftaran Merek Dagang

Biaya pendaftaran dihitung berdasarkan jumlah kelas barang atau jasa yang diajukan. Berikut tarif Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) yang tercantum pada layanan resmi DJKI:


Kategori pemohon

Biaya per kelas

Usaha mikro dan kecil (UMK)

Rp500.000

Pemohon umum

Rp1.800.000


Satu merek yang diajukan untuk dua kelas akan membutuhkan biaya sesuai jumlah kelas tersebut. Jadi, tentukan cakupan produk atau layanan dengan cermat sebelum membayar.


Khusus pemohon UMK, pastikan dokumen pendukungnya lengkap agar bisa menggunakan tarif yang sesuai. Kamu bisa mengecek pembaruan tarif melalui halaman biaya merek DJKI.


Berikut Tahapan Cara Mendaftarkan Merek Dagang


Berikut Tahapan Cara Mendaftarkan Merek Dagang

Sumber: Pexels


Setelah dokumen siap, kamu bisa mengikuti tahapan pendaftaran merek dagang berikut.


1. Cek Nama dan Logo Merek

Lakukan penelusuran awal melalui pangkalan data merek DJKI. Periksa kemiripan nama, logo, dan merek yang sudah terdaftar pada kelas terkait. Langkah ini membantu kamu mengenali potensi masalah sebelum mengajukan permohonan.


2. Buat Akun DJKI

Buka portal pendaftaran merek DJKI, kemudian buat akun menggunakan email aktif dan data yang diminta. Pastikan informasi yang kamu masukkan benar, lalu ikuti proses verifikasi.


3. Isi formulir permohonan

Login ke akun dan pilih menu Permohonan Online. Masukkan tipe permohonan, data pemohon, informasi merek, serta kelas barang atau jasa. Periksa kembali ejaan nama merek dan uraian produk agar sesuai dengan kebutuhan bisnis.


4. Unggah Dokumen Persyaratan

Unggah label merek, tanda tangan, serta dokumen pendukung lain sesuai kategori pemohon. Pastikan berkas terbaca dengan jelas dan mengikuti format yang diminta sistem.


5. Buat Billing dan Lakukan Pembayaran

Periksa ringkasan permohonan, lalu buat kode billing sesuai petunjuk portal. Bayar melalui kanal resmi sebelum batas waktu pembayaran berakhir.


6. Unduh Tanda Terima dan Pantau Status

Setelah pembayaran terverifikasi, selesaikan pengajuan dan unduh tanda terima. Simpan bukti tersebut, lalu pantau perkembangan permohonan melalui akun DJKI secara berkala.


Perlu diingat, tanda terima menunjukkan bahwa permohonan sudah diajukan. Proses pemeriksaan masih berjalan sebelum merek memperoleh status terdaftar.



Berapa Lama Proses Pendaftaran Merek

Proses pendaftaran terdiri dari pemeriksaan formalitas, pengumuman, pemeriksaan substantif, hingga penerbitan sertifikat jika permohonan memenuhi ketentuan.


Tahapannya membutuhkan waktu, sehingga kamu perlu memantau pemberitahuan resmi dan memenuhi permintaan perbaikan jika ada.


Ketika ada kekurangan dokumen, segera periksa surat pemberitahuan dan tenggat jawabannya. Dengan begitu, kamu bisa mengurangi risiko keterlambatan akibat berkas yang belum lengkap.


Baca Juga:

  1. Kursus Legal Online Terbaik di Indonesia
  2. Cara Menjadi Legal Officer: Langkah dan Skill
  3. Prospek Kerja Jurusan Hukum & Besaran Gajinya


Mengapa Pendaftaran Merek Bisa Ditolak

Ada beberapa alasan yang perlu kamu pahami sebelum mengajukan perlindungan merek usaha. 


Berdasarkan ketentuan dalam UU No. 20 Tahun 2016 tentang Merek dan Indikasi Geografis, alasan penolakan dapat berkaitan dengan hal-hal berikut.

  1. Tidak Memiliki Daya Pembeda: Tanda terlalu umum atau sulit membedakan produk kamu dari produk lain.
  2. Bersifat Deskriptif: Nama hanya menjelaskan jenis, kualitas, atau kegunaan barang dan jasa yang diajukan.
  3. Menyesatkan atau Bertentangan dengan Ketentuan Hukum: Misalnya, tanda berpotensi mengecoh konsumen atau bertentangan dengan moralitas dan ketertiban umum.
  4. Memiliki Persamaan dengan Merek Pihak Lain: Terutama jika merek tersebut lebih dahulu terdaftar untuk barang atau jasa sejenis.
  5. Diajukan Dengan Iktikad Tidak Baik: Misalnya, meniru merek terkenal untuk mengambil keuntungan dari reputasinya.


Karena itu, jangan melewatkan penelusuran merek sebelum pengajuan. Pilih identitas yang khas, periksa kelas yang relevan, dan pastikan informasi permohonan sesuai dengan kondisi sebenarnya.


Ingin Upgrade Skill dan Berkarier di Bidang Legal

Memahami pendaftaran merek bisa menjadi langkah awal untuk mengenal regulasi bisnis dan kekayaan intelektual. Kalau kamu tertarik mendalami bidang ini secara profesional, kemampuan legal juga dibutuhkan di berbagai sektor industri.


Prospek karier yang bisa kamu pertimbangkan antara lain:

  1. Legal staff: Membantu menyiapkan dokumen, memeriksa kontrak, dan mendukung kebutuhan administrasi hukum perusahaan.
  2. Legal Compliance Staff: Membantu perusahaan memastikan proses kerja sesuai regulasi dan kebijakan yang berlaku.
  3. Intellectual Property Staff: Mendukung administrasi serta pengelolaan merek dan aset kekayaan intelektual.
  4. Policy Analyst: Membantu mengkaji kebijakan, regulasi, dan dampaknya terhadap organisasi.
  5. Legal Researcher: Melakukan riset peraturan dan menyusun bahan analisis untuk kebutuhan hukum.


Peluang dan kualifikasi setiap posisi tentu berbeda. Kamu bisa mulai dengan memperkuat kemampuan riset hukum, analisis regulasi, penyusunan dokumen, dan komunikasi profesional.


Untuk belajar lebih terarah, kamu bisa mempertimbangkan kursus legal & policy online yang membantu kamu membangun pemahaman dan portofolio sesuai kebutuhan industri.


Rekomendasi Bootcamp Legal & Policy Terbaik dengan Jaminan Kerja di Indonesia

Cara mendaftarkan merek dagang memperlihatkan pentingnya pemahaman hukum dalam aktivitas bisnis, dan skill tersebut bisa kamu kembangkan untuk membuka peluang karier di bidang Legal & Policy.


Yuk, pertimbangkan Bootcamp Legal & Policy Dibimbing untuk belajar lebih terstruktur bersama praktisi dan membangun keterampilan yang relevan dengan kebutuhan industri.


Berikut benefit kelas Legal & Policy Dibimbing yang bisa kamu dapatkan:

  1. 40+ Live Class dan 30+ sesi praktik bersama praktisi ahli.
  2. 20+ assignment untuk membangun portofolio.
  3. Final project berbasis standar industri terkini.
  4. Konsultasi 1-on-1 tanpa batas bersama instruktur expert, khusus program Job Connect.
  5. Pendampingan fasilitator dan mentor berdedikasi yang tersedia 24/7.
  6. Program graduation dan penyaluran kerja ke 1.100+ perusahaan, khusus program Job Connect.
  7. Kesempatan bergabung dengan komunitas Expertise Legal & Policy.


Masih ragu punya pertanyaan seputar materi ataupun sistem penyaluran kerja? Konsultasi Bootcamp Legal bersama tim Dibimbing sekarang agar kamu bisa memilih langkah belajar yang paling sesuai!


FAQ

1. Apakah merek dagang bisa didaftarkan secara online?

Bisa. Kamu dapat mengajukan permohonan melalui portal resmi DJKI, mengisi data, mengunggah dokumen, membayar billing, dan memantau status pengajuan secara online.


2. Apakah satu merek bisa didaftarkan untuk beberapa produk?

Bisa, selama kelas barang atau jasa yang dipilih sesuai dengan produk dan layanan yang ingin dilindungi. Biaya dihitung berdasarkan jumlah kelas yang diajukan.


3. Apakah pembayaran berarti merek langsung terdaftar?

Belum. Pembayaran merupakan bagian dari pengajuan. Permohonan tetap melewati tahapan pemeriksaan sesuai ketentuan sebelum sertifikat diterbitkan jika persyaratannya terpenuhi.

Kategori:

Share:

Penulis

Penulis Image

Farijihan Putri

Farijihan Putri adalah SEO Content Writer dengan pengalaman 4+ tahun menulis dan mengoptimalkan konten untuk berbagai topik. Di Dibimbing, ia mengolah beragam insight seputar karier dan industri, mulai dari digital marketing, HR, data, finance, business, hingga technology. Melalui tulisannya, Jihan membantu pembaca memahami skill yang dibutuhkan di dunia kerja serta menemukan informasi yang relevan untuk mendukung perkembangan karier mereka.

Reviewer

Reviewer Image

Sudah Direview Oleh Expert

Setiap artikel yang berlabel "Sudah Direview Oleh Expert" telah melalui proses peninjauan oleh praktisi atau mentor yang berpengalaman di bidangnya untuk memastikan informasi yang disajikan berkualitas, akurat, dan relevan bagi pembaca.

Hi!👋
Kalau kamu butuh bantuan,
hubungi kami via WhatsApp ya!