Panduan Cara Buat Iklan di Google Ads untuk Pemula
DITULIS OLEH
dibimbing.id
DIREVIEW OLEH
Sudah Direview Oleh Expert
Dibuat pada 18 Agt 2022
Diubah pada 31 Agt 2026
9586
Sudah punya produk berkualitas, website yang menarik, bahkan konten yang SEO-friendly, tetapi traffic dan penjualannya masih belum sesuai harapan. Salah satu strategi yang bisa dipertimbangkan adalah menggunakan Google Ads.
Namun, kalau baru pertama kali menggunakannya, proses membuat iklan mungkin terasa cukup membingungkan. Mulai dari memilih campaign, menentukan target, melakukan riset keyword, membuat copy iklan, menentukan budget, sampai mengukur performanya.
Nah, kalau Sobat MinDi sedang mencari tahu cara buat iklan di Google, kamu berada di artikel yang tepat. Di artikel ini, MinDi akan membahas Google Ads dari dasar sampai langkah-langkah membuat campaign untuk pemula.
Apa Itu Google Ads
Google Ads adalah platform periklanan online dari Google yang memungkinkan bisnis mempromosikan produk, layanan, aplikasi, maupun website kepada audiens yang relevan.
Google Ads memungkinkan bisnis menampilkan iklan kepada orang yang sedang mencari produk, layanan, atau informasi tertentu di Google maupun jaringan Google. Karena iklan dapat ditargetkan berdasarkan berbagai parameter, seperti keyword, lokasi, audiens, dan tujuan campaign, platform ini menjadi salah satu channel yang banyak digunakan dalam strategi digital marketing.
Salah satu bentuk Google Ads yang paling dikenal adalah iklan pada halaman hasil pencarian Google atau Search Ads.
Misalnya, seseorang mencari: “bootcamp digital marketing”
Jika sebuah bisnis menjalankan campaign yang menargetkan pencarian tersebut dan memenuhi berbagai ketentuan lelang Google Ads, iklannya berpotensi muncul di hasil pencarian dengan label iklan.
Namun, Google Ads tidak hanya terbatas pada Search Ads. Google menyediakan berbagai jenis campaign yang dapat digunakan berdasarkan tujuan marketing, seperti Search, Display, Video, Shopping, App, Performance Max, dan jenis campaign lainnya.
Karena itu, sebelum membuat iklan, kamu perlu memahami terlebih dahulu tujuan bisnis dan karakteristik audiens yang ingin dijangkau.
Bagaimana Cara Kerja Google Ads
Contoh tampilan website yang diiklankan oleh Google
Secara sederhana, Google Ads bekerja melalui sistem lelang iklan atau ad auction. Ketika seseorang melakukan pencarian atau memenuhi kondisi penayangan tertentu, Google akan menentukan iklan mana yang eligible untuk ditampilkan.
Penentuan tersebut tidak hanya berdasarkan siapa yang membayar paling mahal. Google juga mempertimbangkan berbagai faktor yang berkaitan dengan kualitas dan relevansi iklan.
Beberapa faktor yang perlu diperhatikan antara lain:
- relevansi keyword dengan iklan
- kualitas dan relevansi iklan
- pengalaman pengguna pada landing page
- konteks pencarian
- kompetisi pada saat lelang
- bid dan strategi bidding
- expected impact dari berbagai format dan aset iklan
Karena itu, memasang budget besar tidak otomatis membuat iklan selalu berada di posisi terbaik.
Cara Buat Iklan di Google Ads untuk Pemula
Memulai memasang iklan melalui Google Ads
Setelah memahami cara kerjanya, sekarang kita masuk ke bagian utama, yaitu cara buat iklan di Google. Berikut langkah yang dapat kamu jadikan panduan awal.
1. Buat atau Siapkan Akun Google Ads
Langkah pertama adalah mengakses Google Ads dan masuk menggunakan akun Google yang ingin digunakan untuk mengelola campaign. Pastikan informasi bisnis dan akses akun sudah benar.
Jika kamu mengelola akun perusahaan, sebaiknya gunakan akun yang dapat diakses oleh tim terkait agar pengelolaan campaign tidak bergantung pada satu orang saja. Setelah masuk, kamu dapat mulai membuat campaign baru.
2. Tentukan Tujuan Campaign
Sebelum memilih keyword atau membuat copy iklan, tentukan terlebih dahulu apa yang ingin dicapai.
Misalnya:
- mendapatkan leads
- meningkatkan penjualan
- mendapatkan traffic website
- meningkatkan brand awareness
- mendapatkan instalasi aplikasi
- mendorong tindakan tertentu di website
Tujuan campaign akan membantu menentukan struktur dan strategi yang digunakan. Jangan sampai kamu menjalankan iklan hanya karena ingin mendapatkan “banyak traffic”, tetapi tidak tahu tindakan apa yang diharapkan dari pengunjung setelah mereka masuk ke website.
3. Pilih Jenis Campaign Google Ads
Google menyediakan berbagai jenis campaign.Pilih campaign berdasarkan tujuan dan channel yang paling sesuai dengan audiens.
Search Campaign
Search Campaign menampilkan iklan kepada pengguna ketika melakukan pencarian yang relevan di Google.
Jenis campaign ini cocok untuk bisnis yang ingin menangkap demand dari orang yang memang sedang mencari produk atau layanan tertentu.
Contohnya: jasa SEO Jakarta, kursus digital marketing, bootcamp data analyst
Display Campaign
Display memungkinkan iklan tampil pada berbagai placement di jaringan Google. Formatnya dapat berupa visual atau banner. Jenis campaign ini dapat digunakan untuk meningkatkan awareness maupun menjangkau audiens melalui strategi tertentu.
Video Campaign
Campaign ini digunakan untuk menayangkan iklan video, termasuk melalui YouTube. Format video dapat dimanfaatkan untuk membangun awareness, consideration, maupun tujuan marketing tertentu.
Shopping Campaign
Untuk bisnis e-commerce, Shopping dapat membantu menampilkan informasi produk seperti gambar, nama produk, dan harga kepada calon pelanggan.
Performance Max
Performance Max merupakan jenis campaign yang memungkinkan pengiklan mengakses berbagai inventory Google dalam satu campaign dengan bantuan otomatisasi dan machine learning. Jenis campaign yang tepat sangat bergantung pada tujuan, aset, data, dan strategi bisnis.
4. Tentukan Target Lokasi dan Bahasa
Selanjutnya, tentukan lokasi audiens yang ingin kamu jangkau. Misalnya, jika bisnis hanya melayani pelanggan di Jakarta, kamu tidak harus menargetkan seluruh Indonesia.
Kamu bisa menyesuaikan target berdasarkan wilayah yang memang memiliki potensi pelanggan. Selain lokasi, perhatikan juga bahasa yang relevan dengan audiens.
Targeting yang terlalu luas dapat membuat budget digunakan untuk audiens yang kurang relevan. Sebaliknya, targeting yang terlalu sempit juga dapat membatasi volume traffic.Karena itu, lakukan pengujian dan evaluasi secara berkala.
5. Lakukan Riset Keyword
Jika menggunakan Search Campaign, keyword menjadi salah satu bagian penting. Keyword membantu menghubungkan campaign dengan pencarian yang relevan.
Misalnya, kamu menjual layanan kursus digital marketing. Namun, jangan hanya memilih keyword berdasarkan volume pencarian. Pertimbangkan juga search intent.
Google menyediakan Keyword Planner yang dapat membantu pengiklan melakukan riset keyword dan mendapatkan insight mengenai pencarian serta estimasi performa iklan. Kamu bisa memanfaatkannya sebagai salah satu sumber data saat menyusun keyword strategy.
6. Gunakan Keyword Match Type dengan Tepat
Dalam Search Campaign, pengaturan keyword juga perlu diperhatikan. Secara umum, kamu akan mengenal beberapa jenis match type seperti:
- broad match
- phrase match
- exact match
Masing-masing memiliki cara kerja dan tingkat fleksibilitas yang berbeda. Untuk pemula, jangan hanya memasukkan sebanyak mungkin keyword. Lebih baik mulai dengan keyword yang memiliki relevansi tinggi, kemudian evaluasi search terms dan performanya.
7. Buat Copy Iklan yang Relevan
Setelah menentukan keyword, buatlah iklan yang sesuai dengan kebutuhan audiens. Untuk Search Ads, headline dan description harus mampu menjelaskan value proposition secara singkat.
Pastikan copy iklan:
- relevan dengan keyword
- menjelaskan manfaat
- memiliki value proposition yang jelas
- menggunakan CTA yang sesuai
- tidak membuat klaim yang menyesatkan
Jangan lupa memastikan landing page juga memberikan pengalaman yang sesuai dengan pesan pada iklan.
8. Siapkan Landing Page
Kesalahan yang cukup sering terjadi adalah terlalu fokus pada iklan tetapi mengabaikan landing page. Padahal, pengguna yang mengklik iklan harus mendapatkan informasi yang sesuai dengan ekspektasi mereka.
Tetapi ketika pengguna mengklik iklan, mereka justru masuk ke homepage yang tidak memberikan informasi jelas tentang bootcamp.
Hal tersebut dapat mengurangi kemungkinan terjadinya conversion. Landing page yang baik sebaiknya memiliki:
- headline yang jelas
- value proposition
- informasi produk atau layanan
- bukti sosial
- CTA
- informasi kontak
- navigasi yang tidak membingungkan
- pengalaman mobile yang baik
9. Tentukan Budget dan Strategi Bidding
Selanjutnya, tentukan berapa budget yang ingin dialokasikan. Jangan langsung menggunakan budget besar sebelum memahami performa campaign.
Kamu bisa memulai dengan budget yang sesuai kemampuan bisnis, kemudian melakukan evaluasi berdasarkan data. Selain budget, kamu juga perlu memilih strategi bidding yang sesuai.
Google menyediakan berbagai strategi bidding yang dapat digunakan berdasarkan tujuan campaign. Misalnya, fokus pada:
- clicks
- conversions
- conversion value
- impression share
Pilihan strategi bidding sebaiknya disesuaikan dengan tujuan dan kesiapan data campaign.
10. Atur Conversion Tracking
Kalau tujuan campaign adalah mendapatkan leads atau penjualan, kamu perlu mengetahui apakah iklan benar-benar menghasilkan tindakan yang diinginkan.
Conversion dapat berupa:
- pembelian
- pengisian form
- panggilan telepon
- pendaftaran
- klik WhatsApp
- download
- atau tindakan penting lainnya
Dengan conversion tracking, kamu dapat mengetahui campaign, keyword, atau iklan mana yang memberikan kontribusi terhadap tujuan bisnis. Data ini sangat penting untuk optimasi.
Cara Mengukur Keberhasilan Google Ads
Membuat campaign bukan akhir dari proses. Setelah iklan berjalan, kamu perlu melakukan monitoring.
Beberapa metrik yang dapat diperhatikan antara lain:
Metrik | Fungsi |
Impressions | Mengetahui berapa kali iklan ditampilkan |
Clicks | Mengetahui jumlah klik |
CTR | Mengukur persentase klik dibandingkan impressions |
CPC | Melihat rata-rata biaya per klik |
Conversions | Mengukur tindakan yang dihasilkan |
Conversion Rate | Melihat persentase pengunjung yang melakukan conversion |
Cost/Conversion | Melihat biaya rata-rata untuk menghasilkan conversion |
ROAS | Mengukur return dari biaya iklan berdasarkan revenue |
Jangan menilai campaign hanya dari jumlah klik. Seribu klik belum tentu lebih baik daripada seratus klik jika tidak ada conversion. Tujuan akhirnya adalah mendapatkan traffic yang relevan dan memberikan dampak terhadap bisnis.
Tips Membuat Iklan Google Ads yang Lebih Efektif
Supaya campaign tidak sekadar “tayang”, kamu perlu memiliki strategi yang jelas.
1. Kenali Target Audience
Pahami siapa calon pelangganmu, apa kebutuhannya, dan masalah apa yang ingin mereka selesaikan.
2. Buat Value Proposition yang Jelas
Berikan alasan mengapa audiens harus memilih produk atau layananmu.
3. Sesuaikan Keyword dengan Landing Page
Jaga relevansi antara keyword, iklan, dan landing page.
4. Lakukan A/B Testing
Uji beberapa variasi:
- headline
- description
- CTA
- landing page
- offer
5. Evaluasi Berdasarkan Data
Gunakan data campaign untuk menentukan apa yang perlu dipertahankan, diperbaiki, atau dihentikan.
Ingin Belajar Google Ads dan Digital Marketing Lebih Mendalam
Sekarang kamu sudah mengetahui cara buat iklan di Google, mulai dari menentukan tujuan campaign, memilih jenis campaign, melakukan riset keyword, membuat copy iklan, menentukan budget, hingga mengukur conversion.
Namun, Google Ads sebenarnya hanya salah satu bagian dari digital marketing. Untuk membuat campaign yang efektif, kamu juga perlu memahami bagaimana Google Ads terhubung dengan SEO, content marketing, social media, copywriting, customer journey, analytics, dan strategi digital marketing secara keseluruhan.
Kalau kamu ingin mempelajari digital marketing secara lebih terstruktur, kamu bisa mempertimbangkan Bootcamp Digital Marketing Dibimbing. Program ini dapat menjadi pilihan bagi kamu yang ingin mengembangkan skill digital marketing, termasuk memahami strategi SEO, Ads, content marketing, social media, analytics, dan berbagai kemampuan yang dibutuhkan di industri digital.
Dengan belajar secara lebih menyeluruh, kamu nggak hanya tahu cara menjalankan iklan, tetapi juga memahami kapan harus menggunakan Google Ads, siapa yang harus ditargetkan, bagaimana membuat pesan yang menarik, dan bagaimana mengukur hasil campaign berdasarkan tujuan bisnis.
Bootcamp Digital Marketing Terbaik & Terlengkap Dengan Penyaluran kerja
Kalau kamu ingin berkarier di bidang digital marketing, memahami konsep marketing mix saja belum cukup. Kamu juga perlu menguasai cara menyusun strategi, menjalankan kampanye, membaca data, menggunakan tools, dan mengoptimalkan performanya.
Bootcamp Digital Marketing Dibimbing dirancang untuk membantu kamu mempelajari SEO, content marketing, social media ads, CRM, dan analisis kampanye melalui pembelajaran berbasis praktik. Program ini juga dilengkapi pendampingan mentor, praktik langsung, dan dukungan untuk membangun portofolio.
Program Bootcamp Digital Marketing Dibimbing
- Live Class: 63+ kelas interaktif bersama mentor ahli.
- Video Learning: 16+ video pembelajaran yang dapat dipelajari kembali.
- Assignment: 26+ tugas untuk melatih kemampuan sekaligus membangun portofolio.
- Pendanaan Campaign Ads: Dukungan dana hingga Rp1 juta untuk praktik kampanye iklan.
- Pendampingan: Fasilitator dan mentor berdedikasi yang tersedia 24/7.
- Penyaluran Kerja: Akses ke program penyaluran kerja bersama 1.100+ perusahaan mitra.
- Technical Case Study: Simulasi tes rekrutmen untuk meningkatkan kesiapan kerja.
- Konsultasi 1-on-1: Sesi konsultasi tanpa batas bersama instruktur ahli.
- Komunitas: Akses ke komunitas expert digital marketing untuk berdiskusi dan memperluas relasi.
Siap Berkarier di Bidang Digital Marketing?
Kalau kamu ingin menguasai digital marketing secara lebih terarah, Bootcamp Digital Marketing Dibimbing dapat menjadi langkah awal untuk membangun keterampilan dan portofolio. Kamu akan belajar melalui materi berbasis industri sekaligus mendapatkan pendampingan dalam mempersiapkan karier.
Yuk, kunjungi Bootcamp Digital Marketing Dibimbing untuk melihat kurikulum, jadwal, pilihan kelas, dan informasi pendaftaran. Mulai perjalananmu menjadi digital marketer bersama Dibimbing!
Kategori:
Penulis
Ditulis oleh tim diimbing.id, platform pembelajaran dan persiapan karir digital terkemuka di Indonesia. Mendapatkan penghargaan Startup Terpilih oleh Kominfo tahun 2021 dan telah mendapat akreditasi oleh KemdikbudRistek sebagai penyelenggara pendidikan. Beberapa referensi terpercaya: Media Indonesia, Dailysocial, Suara.com, Liputan6, Times Indonesia, Tribunnews, dan sebagainya.
