Dibimbing - Apa Itu Routing? Kenali Fungsi, Jenis, dan Cara Kerjanya
Blog
Full Stack Web Development

Apa Itu Routing? Kenali Fungsi, Jenis, dan Cara Kerjanya

Author

DITULIS OLEH 

Irhan Hisyam Dwi Nugroho

Reviewer

DIREVIEW OLEH 

Sudah Direview Oleh Expert

Dibuat pada 7 Agt 2026

Diubah pada 18 Sep 2026

143

Image Thumbnail

Apa itu routing? Routing adalah proses menentukan jalur yang dilalui data agar dapat sampai dari jaringan asal menuju perangkat tujuan.

Dalam jaringan komputer, proses ini membantu mengarahkan paket data melalui jalur yang tepat, Warga Bimbingan. Tanpa routing, komunikasi antarjaringan tidak dapat berjalan dengan baik.

Nah, bagaimana proses tersebut bekerja dan apa saja jenisnya? MinDi sudah merangkum pengertian, fungsi, jenis, serta cara kerja routing dalam pembahasan berikut ini!

Baca Juga:

  1. Mengenal Protokol Jaringan, Fungsi, Jenis, dan Cara Kerjanya
  2. Apa Itu Topologi Mesh? Pengertian, Fungsi, dan Jenisnya
  3. Mengenal Fungsi Jaringan Internet dan Cara Kerjanya


Apa Itu Routing?

Routing adalah proses memilih jalur yang akan digunakan untuk mengirimkan lalu lintas data dari jaringan asal menuju jaringan tujuan. Proses ini dapat berlangsung dalam satu jaringan maupun melintasi beberapa jaringan yang saling terhubung.

Dalam jaringan komputer, data dikirim dalam bentuk paket. Setiap paket memiliki informasi tujuan, termasuk alamat IP yang digunakan perangkat jaringan untuk menentukan ke mana paket tersebut harus diteruskan.

Proses routing biasanya dijalankan oleh perangkat bernama router. Perangkat ini menghubungkan dua atau lebih jaringan, kemudian meneruskan paket data menuju jaringan yang sesuai berdasarkan alamat IP tujuan.

Secara sederhana, routing dapat diibaratkan seperti aplikasi navigasi. Aplikasi tersebut membaca lokasi tujuan, membandingkan jalur yang tersedia, lalu memilih rute yang dianggap paling sesuai.


Apa Fungsi Routing dalam Jaringan Komputer?

Fungsi utama routing adalah memastikan paket data dapat bergerak dari jaringan asal menuju tujuan yang benar. Namun, proses ini juga memiliki beberapa fungsi lain dalam pengoperasian jaringan.


1. Menentukan Jalur Pengiriman Data

Router membaca alamat IP tujuan yang terdapat pada paket data. Perangkat tersebut kemudian mencocokkannya dengan informasi dalam routing table untuk memilih jalur penerusan.

Tanpa proses ini, perangkat tidak mempunyai panduan untuk meneruskan paket ke jaringan tujuan. Akibatnya, komunikasi antara dua jaringan yang berbeda tidak dapat berjalan dengan benar.


2. Menghubungkan Jaringan yang Berbeda

Routing memungkinkan perangkat pada satu jaringan berkomunikasi dengan perangkat dalam jaringan lainnya. Misalnya, komputer dalam jaringan kantor dapat terhubung ke server yang berada di pusat data atau internet.

Fungsi tersebut membedakan router dari switch. Router umumnya mengarahkan paket antarnetwork, sedangkan switch meneruskan paket atau frame kepada perangkat dalam jaringan lokal.


3. Memilih Rute yang Paling Sesuai

Dalam jaringan besar, sebuah tujuan bisa dijangkau melalui beberapa jalur. Router akan membandingkan informasi rute berdasarkan metrik tertentu, seperti jumlah lompatan, biaya, kapasitas jalur, atau kebijakan jaringan.

Jalur terpendek belum tentu selalu menjadi pilihan terbaik. Pemilihan rute bergantung pada protokol dan konfigurasi yang digunakan oleh administrator jaringan.


4. Mengurangi Risiko Gangguan Koneksi

Jaringan dapat menyediakan rute alternatif apabila jalur utama mengalami gangguan. Dalam dynamic routing, perubahan kondisi jaringan dapat dipelajari dan dibagikan melalui protokol tertentu.

Kemampuan tersebut membantu mempertahankan komunikasi ketika salah satu koneksi atau perangkat tidak tersedia. Namun, efektivitasnya tetap bergantung pada desain dan konfigurasi jaringan.


5. Mengelola Lalu Lintas Jaringan

Routing membantu mengatur jalur yang digunakan oleh lalu lintas data. Administrator dapat menentukan rute tertentu untuk kebutuhan operasional, keamanan, efisiensi, atau penerapan kebijakan perusahaan.

Dalam jaringan berskala besar, pengelolaan rute yang tepat dapat membantu mencegah lalu lintas terkonsentrasi pada satu jalur saja.


Bagaimana Cara Kerja Routing?

Proses routing berlangsung dalam beberapa tahap, mulai dari pembentukan paket hingga penerusannya ke jaringan tujuan. Berikut gambaran cara kerja routing.


1. Perangkat Membuat Paket Data

Ketika kamu mengakses website atau mengirim informasi, perangkat akan membagi data menjadi paket-paket. Paket tersebut berisi data utama serta informasi pengiriman, termasuk alamat IP asal dan tujuan.

Internet mengirimkan informasi dalam bentuk paket yang melewati berbagai router dan jaringan sebelum diterima perangkat tujuan.


2. Paket Dikirim ke Default Gateway

Apabila alamat tujuan berada di luar jaringan lokal, perangkat akan mengirimkan paket menuju default gateway. Dalam banyak jaringan, fungsi default gateway dijalankan oleh router.

Default gateway menjadi pintu keluar bagi perangkat untuk berkomunikasi dengan jaringan lain.


3. Router Membaca Alamat IP Tujuan

Setelah menerima paket, router memeriksa alamat IP tujuan. Informasi tersebut digunakan untuk mencari rute yang paling sesuai dalam routing table.

Router tidak perlu membaca seluruh isi data untuk menentukan tujuan jaringan. Fokus utamanya adalah informasi yang dibutuhkan dalam proses penerusan paket.


4. Router Memeriksa Routing Table

Routing table adalah tempat penyimpanan informasi mengenai rute menuju berbagai tujuan jaringan. Informasi di dalamnya dapat dibuat secara manual atau dipelajari melalui protokol routing.

Umumnya, tabel tersebut memuat informasi seperti:

  1. Jaringan tujuan
  2. Subnet mask atau panjang prefiks
  3. Alamat next hop
  4. Antarmuka keluar
  5. Sumber rute
  6. Nilai metrik
  7. Jarak administratif


5. Router Memilih Rute

Router membandingkan alamat tujuan dengan daftar rute yang tersedia. Rute dengan kecocokan prefiks paling spesifik umumnya akan diprioritaskan.

Apabila tersedia beberapa rute menuju tujuan yang sama, perangkat akan menggunakan metrik atau preferensi tertentu untuk memilihnya.


6. Paket Diteruskan ke Next Hop

Setelah jalur ditemukan, paket diteruskan melalui antarmuka keluar menuju next hop. Next hop dapat berupa router lain atau perangkat tujuan apabila berada pada jaringan yang terhubung langsung.

Proses tersebut dapat berulang beberapa kali sampai paket tiba di tujuan akhir.


Apa Saja Jenis Routing?

apa-saja-jenis-routing

Sumber: Desain oleh Dibimbing

Berdasarkan cara memperoleh dan mengelola rute, routing umumnya dibagi menjadi static routing, dynamic routing, dan default routing.


1. Static Routing

Static routing adalah metode penentuan rute yang dikonfigurasi secara manual oleh administrator. Rute tidak akan berubah secara otomatis, kecuali administrator memperbarui konfigurasinya.

Metode ini cocok digunakan pada jaringan sederhana, memiliki topologi stabil, dan hanya menyediakan sedikit jalur menuju tujuan. Juniper menjelaskan bahwa rute statis sesuai untuk rute yang jarang berubah dan mempunyai satu atau sedikit jalur.

Kelebihan static routing meliputi:

  1. Konfigurasinya relatif mudah pada jaringan kecil.
  2. Tidak membutuhkan pertukaran informasi protokol routing.
  3. Penggunaan sumber daya perangkat relatif rendah.
  4. Jalur dapat dikontrol langsung oleh administrator.
  5. Lebih mudah diprediksi.

Sementara itu, kekurangannya adalah:

  1. Perubahan harus dilakukan secara manual.
  2. Kurang efisien untuk jaringan besar.
  3. Rentan terhadap kesalahan konfigurasi.
  4. Tidak otomatis menyesuaikan perubahan topologi.
  5. Pengelolaannya semakin rumit ketika jumlah rute bertambah.


2. Dynamic Routing

Dynamic routing adalah metode yang memungkinkan router mempelajari serta memperbarui informasi rute menggunakan protokol tertentu. Router dapat bertukar informasi jaringan dengan perangkat lain.

Ketika terjadi perubahan topologi, protokol akan menghitung atau memilih kembali jalur berdasarkan mekanisme yang digunakannya. Hal ini membuat dynamic routing lebih sesuai untuk jaringan yang besar dan sering mengalami perubahan.

Kelebihan dynamic routing antara lain:

  1. Dapat mempelajari rute secara otomatis.
  2. Lebih mudah dikembangkan pada jaringan besar.
  3. Mampu menyesuaikan perubahan topologi.
  4. Dapat menyediakan rute alternatif.
  5. Mengurangi konfigurasi manual untuk setiap tujuan.

Adapun kekurangannya meliputi:

  1. Konfigurasinya lebih kompleks.
  2. Membutuhkan sumber daya perangkat.
  3. Memerlukan pemahaman protokol yang baik.
  4. Kesalahan konfigurasi dapat berdampak luas.
  5. Pertukaran informasi menambah lalu lintas kontrol.


3. Default Routing

Default routing adalah rute yang digunakan ketika router tidak menemukan rute yang lebih spesifik menuju alamat tujuan. Rute ini sering disebut sebagai default route.

Dalam praktiknya, default route biasanya mengarahkan paket menuju gateway atau router berikutnya yang dianggap mengetahui jalur menuju jaringan lain. Cisco menjelaskan bahwa default route digunakan untuk lalu lintas yang tidak dapat diarahkan melalui rute lain.

Metode ini umum digunakan pada jaringan yang hanya mempunyai satu jalur keluar, misalnya jaringan rumah atau kantor kecil yang terhubung ke satu penyedia internet.


Apa Saja Protokol Routing?

Protokol routing digunakan untuk bertukar informasi rute dan membantu perangkat memilih jalur menuju jaringan tujuan. Setiap protokol mempunyai karakteristik, algoritma, dan ruang lingkup penggunaan yang berbeda.


1. RIP

Routing Information Protocol atau RIP adalah protokol yang menggunakan jumlah lompatan atau hop count sebagai metrik. Jalur dengan jumlah lompatan lebih sedikit akan diprioritaskan.

RIP relatif mudah dipahami, tetapi memiliki keterbatasan untuk jaringan besar. Proses penyesuaian terhadap perubahan jaringan juga cenderung lebih lambat dibandingkan protokol modern.


2. OSPF

Open Shortest Path First atau OSPF merupakan protokol link-state yang banyak digunakan dalam jaringan internal organisasi. Protokol ini menghitung jalur berdasarkan biaya atau cost menuju tujuan.

OSPF dapat membagi jaringan menjadi beberapa area. Struktur tersebut membantu mengelola pertukaran informasi dalam jaringan berskala menengah hingga besar.


3. EIGRP

Enhanced Interior Gateway Routing Protocol atau EIGRP menggunakan beberapa informasi untuk memilih jalur. Protokol ini dikenal memiliki proses konvergensi yang cepat dalam lingkungan yang mendukungnya.

EIGRP biasanya digunakan untuk pertukaran rute dalam satu sistem atau organisasi.


4. IS-IS

Intermediate System to Intermediate System atau IS-IS merupakan protokol link-state. Protokol ini banyak digunakan pada jaringan penyedia layanan dan infrastruktur berskala besar.

Cara kerjanya memiliki sejumlah kemiripan dengan OSPF, meskipun struktur paket dan penerapannya berbeda.


5. BGP

Border Gateway Protocol atau BGP digunakan untuk bertukar informasi rute antarsistem otonom di internet. Sistem otonom merupakan jaringan atau kelompok jaringan yang berada di bawah kebijakan routing yang sama.

BGP sering disebut sebagai protokol routing internet karena membantu menentukan bagaimana lalu lintas bergerak melewati berbagai organisasi dan penyedia jaringan.


Apa Perbedaan Static Routing dan Dynamic Routing?

Perbedaan keduanya terletak pada cara rute dibuat, diperbarui, dan dikelola. Berikut perbandingannya:

Aspek

Static Routing

Dynamic Routing

Konfigurasi

Dilakukan secara manual

Dipelajari melalui protokol

Pembaruan rute

Harus dilakukan administrator

Dapat dilakukan otomatis

Kompleksitas

Rendah pada jaringan kecil

Lebih kompleks

Skalabilitas

Cocok untuk jaringan sederhana

Cocok untuk jaringan besar

Penggunaan sumber daya

Relatif rendah

Relatif lebih tinggi

Adaptasi gangguan

Tidak otomatis

Dapat mencari rute lain

Kontrol jalur

Dikendalikan langsung

Bergantung konfigurasi dan protokol

Pemilihannya perlu disesuaikan dengan ukuran, topologi, tingkat perubahan, dan kebutuhan operasional jaringan. Pada praktiknya, sebuah organisasi juga dapat menggunakan keduanya secara bersamaan.


Apa Perbedaan Routing dan Switching?

Routing dan switching sama-sama mengatur perpindahan data, tetapi beroperasi pada konteks yang berbeda.

Switching umumnya digunakan untuk meneruskan data antarperangkat dalam jaringan lokal. Switch memanfaatkan alamat MAC untuk menentukan perangkat tujuan dalam segmen jaringan.

Sementara itu, routing digunakan untuk mengirimkan paket antara jaringan yang berbeda. Router membaca alamat IP dan menggunakan routing table untuk menentukan jalur penerusan.

Berikut ringkasannya:

Aspek

Routing

Switching

Perangkat utama

Router

Switch

Alamat yang digunakan

Alamat IP

Alamat MAC

Cakupan

Antarjaringan

Dalam jaringan lokal

Informasi penerusan

Routing table

Tabel alamat MAC

Lapisan utama

Network layer

Data link layer

Tujuan

Menentukan rute jaringan

Menghubungkan perangkat lokal


Apa Contoh Routing dalam Kehidupan Sehari-hari?

Salah satu contoh paling sederhana terjadi ketika kamu membuka sebuah website. Perangkatmu mengirimkan permintaan melalui router rumah, kemudian paket diteruskan ke jaringan penyedia internet.

Paket dapat melewati beberapa router milik penyedia jaringan sebelum mencapai server website. Respons dari server kemudian dikirim kembali melalui sejumlah jaringan hingga tampil pada perangkatmu.

Contoh penerapan lainnya meliputi:

  1. Menghubungkan jaringan kantor pusat dengan kantor cabang.
  2. Mengarahkan perangkat rumah menuju internet.
  3. Menghubungkan jaringan perusahaan dengan pusat data.
  4. Mengirimkan data antara beberapa subnet.
  5. Menyediakan jalur cadangan ketika koneksi utama terputus.
  6. Mengatur komunikasi antara jaringan privat dan layanan cloud.


Mengapa Routing Penting?

Tanpa routing, komunikasi hanya dapat berlangsung secara terbatas dalam satu jaringan lokal. Perangkat tidak mempunyai mekanisme untuk menemukan dan mencapai jaringan lain.

Routing juga menjadi fondasi penting dalam pengoperasian internet. Setiap paket harus diarahkan melalui rangkaian jaringan yang saling terhubung sebelum sampai ke tujuan.

Selain itu, konfigurasi routing yang tepat dapat membantu meningkatkan:

  1. Ketersediaan jaringan
  2. Efisiensi jalur komunikasi
  3. Skalabilitas infrastruktur
  4. Kontrol lalu lintas
  5. Keamanan jaringan
  6. Kecepatan pemulihan ketika terjadi gangguan

Namun, routing tidak otomatis menjamin jaringan menjadi cepat atau aman. Hasil akhirnya tetap dipengaruhi oleh desain topologi, kapasitas koneksi, kebijakan keamanan, konfigurasi perangkat, dan kondisi lalu lintas.

Baca Juga:

  1. Kursus Network Administrator: Materi, Biaya, dan Rekomendasinya
  2. Rekomendasi Kursus Network Engineer untuk Pemula
  3. Panduan Switch Career ke Network Engineer
  4. Prospek Karier Network Engineer: Gaji dan Skill


Kesimpulan

Routing adalah proses menentukan jalur pengiriman paket data dari jaringan asal menuju jaringan tujuan. Proses ini melibatkan router, alamat IP, routing table, serta metode seperti static routing, dynamic routing, dan default routing.

Dengan memahami fungsi, jenis, dan cara kerja routing, kamu dapat mempelajari jaringan komputer dengan lebih terarah. Pengetahuan ini juga penting sebagai dasar untuk mendalami bidang network engineering, administrasi jaringan, dan keamanan siber.


Rekomendasi Bootcamp Full Stack Web Developer Terbaik: Dibimbing

Kalau kamu ingin berkarier sebagai web developer, memahami konsep pemrograman saja belum cukup. Kamu juga perlu menguasai front-end, back-end, basis data, API, deployment, serta praktik pengembangan aplikasi melalui studi kasus nyata.

Bootcamp Full Stack Web Developer Dibimbing dirancang untuk membantu kamu meningkatkan keterampilan melalui kelas interaktif, sesi praktik, proyek, dan pendampingan langsung dari mentor ahli. Program ini cocok untuk mahasiswa, fresh graduate, maupun profesional yang ingin upskill atau beralih karier ke bidang teknologi.


Program Bootcamp Full Stack Web Developer Dibimbing:

  1. Live Class & Practical Session: 70+ live class dan 10+ sesi praktik bersama mentor ahli.
  2. Assignment & Mini Project: 15+ tugas mingguan dan mini project untuk membangun portofolio.
  3. Final Project: Proyek akhir berbasis studi kasus nyata di bidang full stack development.
  4. Mentoring: Pendampingan fasilitator dan mentor berdedikasi yang tersedia 24/7.
  5. Peluang Karier: Persiapan untuk berbagai peran, seperti front-end developer, back-end developer, dan full-stack developer.
  6. Penyaluran Kerja: Program graduation dan penyaluran kerja ke 840+ perusahaan.
  7. Konsultasi: One-on-one mentoring tanpa batas bersama instruktur ahli.
  8. Komunitas: Akses ke komunitas Full Stack Web Developer.


Siap Berkarier sebagai Full Stack Web Developer?

Kalau kamu ingin meningkatkan kemampuan pemrograman sekaligus membangun portofolio yang relevan dengan kebutuhan industri, Bootcamp Full Stack Web Developer Dibimbing bisa menjadi pilihan yang tepat. Yuk, mulai perjalanan kariermu di bidang web development bersama Dibimbing!


FAQ

1. Apa pengertian routing dalam jaringan komputer?

Pengertian routing adalah proses menentukan jalur yang digunakan untuk mengirimkan paket data dari jaringan asal menuju jaringan tujuan. Proses ini dilakukan oleh router berdasarkan alamat IP dan informasi yang tersimpan dalam tabel routing.

2. Apa fungsi routing dan bagaimana cara kerja routing?

Fungsi routing adalah menghubungkan jaringan yang berbeda serta memastikan paket data sampai ke tujuan yang tepat. Cara kerja routing dimulai saat router membaca alamat IP tujuan, memeriksa tabel routing, memilih jalur terbaik, lalu meneruskan paket ke next hop.

3. Apa saja jenis routing dalam jaringan komputer?

Jenis routing yang umum digunakan meliputi routing statis, routing dinamis, dan default routing. Routing statis dikonfigurasi manual, sedangkan routing dinamis mempelajari serta memperbarui rute secara otomatis melalui protokol routing.

4. Apa yang dimaksud dengan protokol routing dan tabel routing?

Protokol routing adalah aturan yang digunakan antar-router untuk bertukar dan memperbarui informasi rute, seperti RIP, OSPF, EIGRP, dan BGP. Sementara itu, tabel routing merupakan daftar jaringan tujuan, next hop, antarmuka keluar, dan metrik yang digunakan untuk menentukan jalur paket.

5. Apa perbedaan routing dan switching?

Perbedaan routing dan switching terletak pada cakupan jaringan serta alamat yang digunakan. Routing mengirimkan paket antarjaringan berdasarkan alamat IP, sedangkan switching meneruskan data antarperangkat dalam jaringan lokal berdasarkan alamat MAC.

Share:

Penulis

Penulis Image

Irhan Hisyam Dwi Nugroho

Irhan Hisyam Dwi Nugroho is an SEO Specialist and Content Writer with 4 years of experience in optimizing websites and writing relevant content for various brands and industries. Currently, I also work as a Content Writer at Dibimbing.id and actively share content about technology, SEO, and digital marketing through various platforms.

Reviewer

Reviewer Image

Sudah Direview Oleh Expert

Setiap artikel yang berlabel "Sudah Direview Oleh Expert" telah melalui proses peninjauan oleh praktisi atau mentor yang berpengalaman di bidangnya untuk memastikan informasi yang disajikan berkualitas, akurat, dan relevan bagi pembaca.

Hi!👋
Kalau kamu butuh bantuan,
hubungi kami via WhatsApp ya!