Training ISO 26000: Manfaat, Materi, dan Program CSR
DITULIS OLEH
Irhan Hisyam Dwi Nugroho
DIREVIEW OLEH
Sudah Direview Oleh Expert
Dibuat pada 5 Okt 2026
Diubah pada 5 Okt 2026
16
Training ISO 26000 adalah pelatihan untuk memahami panduan social responsibility berdasarkan ISO 26000. Pelatihan ini membantu Anda mengenali prinsip tanggung jawab sosial dan penerapannya dalam perusahaan.
Melalui pelatihan ini, Anda bisa mempelajari manfaat, materi utama, hingga kaitannya dengan kebutuhan stakeholder. Pemahaman tersebut dapat menjadi dasar untuk menyusun program CSR yang lebih relevan dan terarah.
Kalau ingin menerapkannya dalam program nyata, Program CSR Dibimbing dapat membantu dari tahap perancangan hingga evaluasi. Yuk, pahami training ISO 26000 dan kaitannya dengan program CSR perusahaan.
Baca Juga: Program CSR Perusahaan: Manfaat, Contoh, dan Strateginya
Apa Itu Training ISO 26000?
Training ISO 26000 adalah pelatihan untuk membantu peserta memahami konsep dan panduan tanggung jawab sosial berdasarkan ISO 26000. Materinya dapat mencakup prinsip social responsibility, keterlibatan stakeholder, subjek inti, hingga cara menerapkannya dalam aktivitas organisasi.
ISO 26000 ditujukan untuk berbagai jenis organisasi tanpa melihat ukuran maupun lokasinya. Standar ini membahas konsep, prinsip, praktik, subjek inti, keterlibatan stakeholder, serta komunikasi terkait tanggung jawab sosial.
Jadi, training ini tidak hanya mengenalkan istilah CSR. Peserta juga perlu memahami bagaimana tanggung jawab sosial terhubung dengan keputusan bisnis, dampak organisasi, serta hubungan dengan masyarakat.
Apakah ISO 26000 Bisa Disertifikasi?
ISO 26000 pada dasarnya digunakan sebagai panduan bagi organisasi dalam menjalankan tanggung jawab sosial.
Standar ini membantu perusahaan memahami aspek yang perlu diperhatikan, mulai dari tata kelola hingga hubungan dengan masyarakat dan lingkungan.
Karena sifatnya sebagai panduan, ISO 26000 tidak digunakan sebagai dasar sertifikasi. Jadi, training ISO 26000 lebih berfokus pada pemahaman prinsip dan cara menerapkannya dalam kebijakan maupun program perusahaan.
Baca Juga: Apa Itu CSR Perusahaan? Peran dan Penerapannya dalam Bisnis
Apa Tujuan Training ISO 26000?
Pelatihan ISO 26000 membantu perusahaan memahami bagaimana tanggung jawab sosial dapat diterapkan secara lebih sistematis. Peserta juga dapat melihat hubungan antara aktivitas organisasi, stakeholder, dan dampaknya terhadap masyarakat maupun lingkungan.
Beberapa tujuan training ISO 26000 antara lain:
- Memahami Konsep Social Responsibility
- Peserta memahami prinsip dasar tanggung jawab sosial serta kaitannya dengan aktivitas organisasi.
- Mengenali Stakeholder
- Perusahaan dapat mengidentifikasi pihak yang terkena dampak atau memiliki kepentingan terhadap aktivitas bisnis.
- Memahami Isu Sosial dan Lingkungan
- Peserta dapat mengenali isu yang berkaitan dengan manusia, lingkungan, konsumen, hingga masyarakat.
- Menentukan Prioritas Program
- Organisasi dapat menentukan isu yang paling relevan dengan dampak dan tujuan perusahaan.
- Mendukung Perencanaan CSR
- Pemahaman ISO 26000 dapat digunakan sebagai referensi saat merancang training program CSR maupun bentuk pemberdayaan lainnya.
Apa Saja Materi Training ISO 26000?
Sumber: Desain oleh Dibimbing
Salah satu bagian utama ISO 26000 adalah tujuh core subjects atau subjek inti tanggung jawab sosial. Ketujuh area tersebut mencakup tata kelola hingga pengembangan masyarakat.
1. Organizational Governance
Organizational governance berkaitan dengan bagaimana organisasi membuat serta menjalankan keputusan. Tata kelola yang baik membantu tanggung jawab sosial terintegrasi ke dalam strategi dan aktivitas perusahaan.
2. Human Rights
Bagian ini membahas penghormatan terhadap hak asasi manusia. Organisasi perlu mempertimbangkan dampak kebijakan dan aktivitasnya terhadap individu maupun kelompok yang berkaitan dengan perusahaan.
3. Labour Practices
Labour practices mencakup berbagai isu yang berkaitan dengan tenaga kerja. Contohnya adalah kondisi kerja, hubungan kerja, perlindungan sosial, keselamatan kerja, hingga pengembangan manusia di tempat kerja.
4. Environment
Organisasi juga perlu mempertimbangkan dampaknya terhadap lingkungan. Pembahasannya mencakup penggunaan sumber daya, pencegahan polusi, perubahan iklim, hingga perlindungan lingkungan.
5. Fair Operating Practices
Fair operating practices membahas bagaimana organisasi menjalankan aktivitas secara bertanggung jawab. Area ini dapat mencakup antikorupsi, persaingan yang sehat, dan perilaku etis dalam hubungan bisnis.
6. Consumer Issues
Bagian ini berkaitan dengan tanggung jawab organisasi terhadap konsumen. Isunya dapat mencakup informasi yang adil, keamanan, privasi, pelayanan, dan konsumsi berkelanjutan.
7. Community Involvement and Development
Bagian ini sangat dekat dengan pelaksanaan CSR di masyarakat. Topiknya mencakup pendidikan, pengembangan keterampilan, penciptaan lapangan kerja, kesehatan, teknologi, hingga investasi sosial.
Apa Manfaat Training ISO 26000 bagi Perusahaan?
Pemahaman ISO 26000 membantu perusahaan melihat tanggung jawab sosial secara lebih luas. CSR tidak hanya dipahami sebagai donasi atau bantuan sesaat, tetapi juga bagaimana organisasi bertindak terhadap masyarakat, karyawan, konsumen, dan lingkungan.
Beberapa manfaatnya antara lain:
- Membantu menentukan arah CSR: Perusahaan lebih mudah memilih isu yang relevan dengan tujuan organisasi.
- Meningkatkan pemahaman stakeholder: Tim dapat mengetahui pihak yang perlu dilibatkan.
- Mendukung pengambilan keputusan: Dampak sosial dan lingkungan dapat ikut dipertimbangkan.
- Membantu menyusun program: Kebutuhan penerima manfaat dapat dihubungkan dengan tujuan CSR.
- Meningkatkan koordinasi internal: Tim CSR, HR, ESG, maupun manajemen memiliki pemahaman yang lebih selaras.
- Mendukung evaluasi program: Target dan dampak dapat mulai dirancang sejak awal.
ISO 26000 juga mendorong organisasi untuk mempertimbangkan konteks sosial, lingkungan, budaya, hukum, hingga kondisi organisasinya masing masing.
Bagaimana Cara Menerapkan ISO 26000 dalam Program CSR?
Setelah memahami konsepnya, perusahaan perlu menerjemahkan panduan ISO 26000 menjadi langkah yang sesuai dengan kebutuhan organisasi dan penerima manfaat.
1. Identifikasi Stakeholder
Tentukan pihak yang berkaitan dengan aktivitas perusahaan, seperti karyawan, masyarakat sekitar, konsumen, komunitas, institusi pendidikan, atau UMKM.
Cari tahu kebutuhan mereka sebelum program dibuat. Dengan begitu, perusahaan tidak merancang CSR hanya berdasarkan asumsi.
2. Tentukan Isu Prioritas
Hubungkan kebutuhan stakeholder dengan isu sosial yang relevan. Misalnya, ditemukan kesenjangan kemampuan digital pada kelompok pencari kerja.
Perusahaan kemudian dapat mengarahkan CSR pada pelatihan keterampilan maupun program kesiapan kerja.
3. Tentukan Tujuan Program
Setiap program CSR sebaiknya mempunyai target yang jelas. Indikatornya nggak harus hanya berupa jumlah peserta atau banyaknya kegiatan.
Perusahaan juga dapat mengukur peningkatan kompetensi, penyerapan kerja, perkembangan UMKM, atau hasil lain yang sesuai dengan tujuan program.
4. Rancang Aktivitas
Pilih bentuk aktivitas berdasarkan masalah yang ingin diselesaikan. Program dapat berupa pelatihan, beasiswa, pendampingan UMKM, inkubasi bisnis, atau kompetisi.
Durasi, materi, dan metode juga perlu disesuaikan dengan profil penerima manfaat.
5. Lakukan Evaluasi
Evaluasi membantu perusahaan melihat apakah program benar benar mencapai target. Hasilnya kemudian dapat digunakan untuk memperbaiki program berikutnya.
Apa Hubungan ISO 26000 dengan Program CSR Perusahaan?
ISO 26000 memberikan panduan mengenai tanggung jawab sosial organisasi. Sementara itu, program CSR perusahaan menjadi salah satu bentuk penerjemahan prinsip tersebut ke dalam aktivitas nyata.
Misalnya, aspek community involvement and development dapat diwujudkan melalui program pendidikan, pelatihan keterampilan, pemberdayaan UMKM, maupun peningkatan kesiapan kerja.
Karena itu, perusahaan tetap membutuhkan desain program yang sesuai kebutuhan penerima manfaat. ISO 26000 menjadi landasan, sedangkan implementasinya perlu disesuaikan dengan konteks dan tujuan perusahaan.
Apa Contoh Training Program CSR?
Program berbasis pelatihan bisa menjadi salah satu bentuk CSR ketika tujuannya menjawab kebutuhan keterampilan atau pemberdayaan masyarakat.
Contoh training program CSR antara lain:
- Pelatihan keterampilan digital bagi pencari kerja.
- Pelatihan bisnis dan pendampingan UMKM.
- Beasiswa sekaligus program persiapan kerja.
- Pelatihan kompetensi dan sertifikasi.
- Program inkubasi bisnis.
- Pelatihan teknologi dan kompetisi inovasi.
CSR yang efektif sebaiknya tidak hanya dilihat dari jumlah kegiatan. Perusahaan juga perlu menentukan siapa penerima manfaat, masalah yang ingin diselesaikan, dan perubahan apa yang diharapkan.
Siapa yang Perlu Mengikuti Training ISO 26000?
Training ISO 26000 dapat relevan bagi profesional yang terlibat dalam tanggung jawab sosial, keberlanjutan, tata kelola, maupun pengembangan masyarakat.
Beberapa posisi yang dapat mempelajarinya meliputi:
- Tim CSR.
- Tim ESG atau Sustainability.
- Human Resources.
- Corporate Affairs.
- Public Relations.
- Community Development.
- Risk dan Compliance.
- Manajemen perusahaan.
Kebutuhan setiap fungsi tentu berbeda. Karena itu, materi serta studi kasus sebaiknya disesuaikan dengan peran peserta dalam organisasi.
Bagaimana Memilih Training ISO 26000?
Pelatihan sebaiknya nggak hanya membahas teori. Pilih program yang membantu peserta menghubungkan konsep ISO 26000 dengan situasi bisnis dan sosial yang nyata.
Beberapa hal yang dapat diperhatikan:
- Membahas konsep social responsibility.
- Menjelaskan tujuh core subjects.
- Membahas identifikasi serta keterlibatan stakeholder.
- Menggunakan studi kasus penerapan.
- Menghubungkan materi dengan strategi atau program CSR.
- Tidak menjanjikan sertifikasi ISO 26000 sebagai standar sertifikasi.
Poin terakhir penting karena ISO menegaskan bahwa ISO 26000 memberikan panduan dan tidak memuat persyaratan untuk sertifikasi.
Baca Juga: Jasa Corporate Training Indonesia Terbaik & Terpercaya
Apa Itu Program CSR Dibimbing?
Setelah memahami ISO 26000, langkah berikutnya adalah menerjemahkan prinsip tanggung jawab sosial menjadi program yang nyata. Perusahaan dapat menjalankannya melalui Program CSR Dibimbing yang dapat disesuaikan dengan visi perusahaan, target penerima manfaat, dan skala program.
Program CSR Dibimbing berfokus pada pemberdayaan melalui keterampilan industri sekaligus membuka akses ke peluang kerja dan wirausaha.
Pada halaman resminya, Dibimbing mencantumkan 1.100+ mitra perusahaan, 10.000+ talenta yang diberdayakan, dan 500+ program yang berhasil dieksekusi.
Apa Keunggulan Program CSR Dibimbing?
Program CSR Dibimbing dirancang dengan pendekatan yang berorientasi pada hasil dan indikator dampak. Skala program juga dapat disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan.
Beberapa keunggulannya antara lain:
- Kolaborasi berorientasi hasil: Program menggunakan metrik keberhasilan yang jelas.
- Rekam jejak penyerapan kerja: Dibimbing mencantumkan rekam jejak 96% alumni program pelatihan berhasil mendapatkan pekerjaan.
- Skala fleksibel: Program dapat dibuat untuk kelas kecil hingga pemberdayaan dalam jumlah besar.
- Selaras dengan visi perusahaan: Inisiatif dapat disesuaikan dengan nilai dan tujuan organisasi.
- Dampak skala besar: Program dapat menjangkau sekitar 100 hingga 1.000+ peserta.
Apa Saja Program CSR Dibimbing?
Perusahaan dapat memilih skema pemberdayaan berdasarkan tujuan CSR dan profil penerima manfaat.
1. Long-Term Impact Program
Program ini menyediakan pendampingan intensif selama 6 hingga 9 bulan. Fokusnya adalah meningkatkan kesiapan karier sekaligus membantu peningkatan pendapatan penerima manfaat.
2. Mass Upskilling & Certification
Program ini dirancang untuk pengembangan keterampilan dalam skala besar. Dibimbing mencantumkan kapasitas hingga 1.000 peserta dengan keterampilan praktis dan sertifikasi resmi.
3. UMKM Incubator & Business Accelerator
Program ini berfokus pada pengembangan UMKM melalui pelatihan terstruktur. Tujuannya adalah memperkuat performa operasional serta perkembangan bisnis peserta.
4. Corporate Scholarship Program
Perusahaan juga dapat menjalankan program pendidikan melalui skema beasiswa. Program diarahkan untuk membantu mahasiswa mengembangkan kompetensi hingga lebih siap memasuki dunia kerja.
Bagaimana Implementasi Program CSR Dibimbing?
Program CSR membutuhkan pengelolaan sejak tahap perencanaan hingga evaluasi. Pada halaman layanannya, Dibimbing membagi implementasi menjadi empat tahapan utama.
1. Perancangan Inisiatif CSR
Program dirancang berdasarkan visi perusahaan dan indikator dampak yang ingin dicapai. Tahap ini membantu menentukan target, penerima manfaat, dan bentuk program.
2. Kurasi dan Seleksi Peserta
Peserta kemudian dikurasi berdasarkan profil penerima manfaat yang sesuai dengan tujuan program. Proses ini membantu perusahaan menjangkau kelompok yang relevan.
3. Eksekusi dan Metodologi Pelatihan
Tahap berikutnya mencakup pengelolaan aktivitas pelatihan dari sisi logistik hingga proses pembelajaran. Dengan begitu, pelaksanaan program tidak seluruhnya menjadi beban operasional internal perusahaan.
4. Evaluasi dan Pengukuran Dampak
Program kemudian dievaluasi secara terstruktur. Tujuannya untuk melihat tingkat keberhasilan sekaligus menjaga akuntabilitas program.
Contoh Implementasi Program CSR Dibimbing
Dibimbing telah menjalankan beberapa program CSR bersama organisasi dan perusahaan. Implementasinya mencakup pelatihan kerja, kompetisi inovasi, hingga pengembangan keterampilan digital.
1. Human Initiative: Training & Development Program
Kolaborasi dengan Human Initiative berfokus pada pengembangan keterampilan dan kesiapan kerja. Anda bisa melihat detail implementasinya pada artikel CSR Human Initiative dan Dibimbing.
Program ini menjangkau 120+ peserta dan berlangsung selama dua tahun. Dibimbing menyebut program tersebut membantu mentransformasi talenta tanpa penghasilan menjadi tenaga kerja profesional dengan pendapatan hingga Rp4 juta per bulan.
2. Samsung Indonesia: Training & Competition Program
Bersama Samsung Indonesia, Dibimbing menjalankan Training & Competition Program. Detail program dan implementasinya dapat dilihat pada artikel CSR Samsung Electronics Indonesia dan Dibimbing.
Program ini menginkubasi 1.665 talenta muda dan menghasilkan 535 ide inovasi teknologi untuk menjawab berbagai masalah nyata. Pada halaman CSR Dibimbing, program tersebut tercatat menjangkau 1.600+ peserta dalam periode lima bulan.
3. Asar Humanity: Digital Marketing Scholarship
Kolaborasi bersama Asar Humanity dijalankan melalui Digital Marketing Scholarship. Anda bisa membaca detail programnya melalui artikel Pelatihan Digital Marketing Yatim Academy dan Dibimbing.
Program ini melibatkan penerima manfaat dari 26 institusi dan menghasilkan 20 talenta dengan pendapatan berkelanjutan. Program tersebut berlangsung selama 10 bulan dan tercatat menjangkau 20+ peserta.
Kesimpulan
Training ISO 26000 membantu perusahaan memahami prinsip tanggung jawab sosial dan menghubungkannya dengan program CSR yang lebih terarah. Materinya dapat menjadi dasar untuk menentukan isu, penerima manfaat, serta bentuk program yang sesuai.
Agar implementasinya benar-benar berdampak, perusahaan tetap perlu menyiapkan perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi yang jelas. Dengan begitu, program CSR tidak hanya berjalan sebagai kegiatan, tetapi juga memiliki tujuan dan hasil yang lebih terukur.
Rekomendasi Program CSR Perusahaan Terbaik dari Dibimbing
Kalau perusahaan Anda ingin menjalankan CSR yang lebih terarah, kegiatan sosial saja belum cukup. Program juga perlu memiliki target penerima manfaat, indikator keberhasilan, proses pelaksanaan, hingga evaluasi dampak yang jelas.
Program CSR Dibimbing membantu perusahaan merancang dan menjalankan program pemberdayaan yang dapat disesuaikan dengan visi, kebutuhan, serta skala perusahaan. Programnya mencakup peningkatan keterampilan, pengembangan UMKM, beasiswa, hingga persiapan karier.
Program CSR Dibimbing:
- Perancangan Program: Inisiatif CSR disusun sesuai visi perusahaan dan target dampak yang ingin dicapai.
- Kurasi Peserta: Penerima manfaat dipilih berdasarkan profil dan tujuan program.
- Training & Development: Program dapat diarahkan pada peningkatan keterampilan dan kesiapan kerja.
- Mass Upskilling: Pelatihan dapat dijalankan dalam skala besar hingga 1.000+ peserta.
- UMKM Incubator: Tersedia program pelatihan dan pendampingan untuk membantu pengembangan bisnis UMKM.
- Corporate Scholarship: Perusahaan dapat menghadirkan program beasiswa sekaligus pengembangan kompetensi peserta.
- Evaluasi Dampak: Hasil program dipantau melalui indikator dan evaluasi yang lebih terstruktur.
- Rekam Jejak: Dibimbing mencatat 1.100+ mitra perusahaan, 10.000+ talenta diberdayakan, dan 500+ program telah dieksekusi.
Siap Menjalankan Program CSR Terbaik untuk Perusahaan?
Program CSR yang baik tidak hanya selesai saat kegiatan berakhir, tetapi juga menghasilkan dampak yang sesuai dengan tujuan perusahaan dan kebutuhan penerima manfaat. Karena itu, perencanaan hingga evaluasinya perlu dilakukan secara terstruktur.
Yuk, konsultasikan kebutuhan perusahaan melalui Program CSR Dibimbing dan wujudkan program CSR terbaik yang lebih relevan, terukur, dan berdampak. #BimbingSampeJadi!
FAQ
1. Apa Itu Training ISO 26000?
Training ISO 26000 adalah pelatihan untuk membantu peserta memahami prinsip social responsibility berdasarkan ISO 26000. Materinya biasanya membahas konsep, stakeholder, subjek inti, hingga penerapannya dalam organisasi.
2. Apa Manfaat ISO 26000 bagi Perusahaan?
Manfaat ISO 26000 antara lain membantu perusahaan memahami tanggung jawab sosial secara lebih terstruktur, menentukan isu prioritas, dan merancang program CSR perusahaan yang lebih relevan dengan kebutuhan penerima manfaat.
3. Apa Saja Materi ISO 26000?
Materi ISO 26000 mencakup tujuh core subjects, yaitu organizational governance, human rights, labour practices, environment, fair operating practices, consumer issues, serta community involvement and development.
4. Bagaimana Penerapan ISO 26000 dalam CSR Perusahaan?
Penerapan ISO 26000 bisa dimulai dari identifikasi stakeholder, penentuan isu prioritas, perancangan program, hingga evaluasi dampak. Pendekatan ini membantu CSR perusahaan berjalan lebih terarah dan terukur.
5. Apa Hubungan Training Program CSR dengan ISO 26000?
Training program CSR dapat menjadi salah satu bentuk implementasi prinsip ISO 26000, terutama pada aspek pengembangan masyarakat dan peningkatan keterampilan. Program tersebut tetap perlu disesuaikan dengan tujuan perusahaan serta kebutuhan penerima manfaat.
Kategori:
Penulis
Irhan Hisyam Dwi Nugroho is an SEO Specialist and Content Writer with 4 years of experience in optimizing websites and writing relevant content for various brands and industries. Currently, I also work as a Content Writer at Dibimbing.id and actively share content about technology, SEO, and digital marketing through various platforms.
