Dibimbing - Corporate Training Coretax & PPh 21 Assegaf Hamzah & Partners
Blog
Corporate Training

Corporate Training Coretax & PPh 21 Assegaf Hamzah & Partners

Author

DITULIS OLEH 

Irhan Hisyam Dwi Nugroho

Reviewer

DIREVIEW OLEH 

Sudah Direview Oleh Expert

Dibuat pada 1 Sep 2026

Diubah pada 1 Sep 2026

20

Image Thumbnail

Perubahan sistem Coretax DJP dan mekanisme penghitungan PPh 21 menuntut tim perusahaan untuk terus memperbarui kompetensinya. Melalui training Coretax dan PPh 21, karyawan dapat memahami proses penghitungan serta pelaporan pajak secara lebih terarah.

Assegaf Hamzah & Partners (AHP), salah satu firma hukum di Indonesia, turut membekali karyawannya dengan pemahaman perpajakan yang relevan. 

Pelatihan ini membantu peserta mempelajari Coretax, PPh 21, dan PPN melalui materi yang dekat dengan pekerjaan sehari-hari.

Bersama Corporate Training Dibimbing, pelatihan tersebut diselenggarakan dalam dua sesi intensif selama lebih dari tujuh jam. Yuk, baca sampai akhir untuk melihat proses dan manfaat pelatihannya bagi tim AHP!

Baca Juga: Jasa Corporate Training Indonesia Terbaik & Terpercaya


Apa Itu Training Coretax dan PPh 21 Reporting?

Training Coretax dan PPh 21 Reporting adalah program pelatihan untuk membantu karyawan memahami sistem administrasi pajak serta proses penghitungan dan pelaporan PPh 21. Program ini relevan bagi tim HR, payroll, finance, pajak, dan fungsi lain yang menangani data penghasilan karyawan.

Coretax DJP merupakan sistem inti administrasi perpajakan yang melayani registrasi, penyampaian SPT, pembayaran, dan layanan perpajakan. 

Menurut Direktorat Jenderal Pajak, sistem tersebut mulai melayani administrasi perpajakan untuk masa Januari 2025 dan seterusnya.

Karena sistem dan proses bisnisnya terintegrasi, karyawan tidak cukup hanya memahami tombol atau menu. Tim juga perlu mengetahui data yang digunakan, alur pemeriksaan, dasar perhitungan, dan hubungan antara aktivitas payroll dengan pelaporan pajak.

Baca Juga: Training Payroll Reporting: Mekari x Dibimbing, Tingkat Kepuasan 95%


Mengapa Assegaf Hamzah & Partners Mengadakan Pelatihan Ini?

Perusahaan membutuhkan proses perpajakan yang akurat, konsisten, dan dapat ditelusuri. Ketika regulasi atau sistem berubah, pengetahuan tim perlu diperbarui agar pekerjaan tetap berjalan sesuai prosedur.

Dalam video pelatihan, peserta membahas Mastering Coretax, PPh 21, dan PPN. Cuplikan kelas juga memperlihatkan pembahasan Tarif Pasal 17 PPh Orang Pribadi serta komponen yang berkaitan dengan asuransi, JKK, dan BPJS Kesehatan.

Materi tersebut dekat dengan aktivitas administratif perusahaan. Artinya, pelatihan tidak hanya membahas konsep, tetapi juga membantu peserta menghubungkan regulasi dengan situasi yang ditemui dalam pekerjaan.


Apa Tantangan yang Dihadapi Tim Perusahaan?

apa-tantangan-yang-dihadapi-tim-perusahaan

Transisi sistem dan perubahan mekanisme perhitungan dapat menimbulkan tantangan baru bagi tim perusahaan. Berikut beberapa area yang perlu mendapat perhatian agar proses adaptasi berjalan lebih lancar.


1. Adaptasi terhadap Coretax

Karyawan perlu memahami alur kerja Coretax, mulai dari akses akun hingga pengelolaan kewajiban pajak. 

Perbedaan antara proses lama dan sistem baru dapat menimbulkan kebingungan saat pelaporan. Pembelajaran yang terarah membantu tim beradaptasi dan menggunakan setiap fitur secara lebih tepat.


2. Pemahaman Perhitungan PPh 21

PPh 21 berkaitan dengan penghasilan, status pegawai, komponen pengurang, serta metode penghitungan yang berlaku. 

Pemerintah menetapkan penyesuaian melalui PP Nomor 58 Tahun 2023 untuk menyederhanakan proses pemotongan PPh 21. Tim tetap perlu memahami penggunaan Tarif Efektif Rata-rata dan penghitungan akhir tahun agar mampu memeriksa kewajaran hasilnya.


3. Konsistensi Data Payroll dan Pajak

Data gaji, tunjangan, status pegawai, BPJS, dan potongan lainnya harus selaras sebelum digunakan dalam pelaporan. 

Kesalahan pada satu komponen dapat memengaruhi penghitungan pajak dan dokumen yang diterima karyawan. Karena itu, tim HR, payroll, dan pajak perlu menggunakan sumber data serta prosedur pemeriksaan yang konsisten.


4. Penyelesaian Kasus di Lapangan

Setiap perusahaan dapat menghadapi kasus perpajakan yang berbeda berdasarkan struktur remunerasi dan kondisi pegawainya. 

Materi umum saja belum tentu cukup untuk menjawab seluruh persoalan yang muncul dalam pekerjaan. Oleh sebab itu, pelatihan perlu menyediakan diskusi kasus agar peserta dapat mempelajari solusi yang sesuai dengan situasi nyata.

Baca Juga: Kursus Basic Financial Accounting untuk Karyawan


Apa Saja Materi yang Dibahas dalam Pelatihan?

Berdasarkan cuplikan video, pelatihan mencakup pembahasan sistem, perhitungan, dan penerapan pajak dalam aktivitas perusahaan. Ruang lingkupnya meliputi:

  1. Pengenalan Coretax DJP. Peserta memahami fungsi sistem dan kaitannya dengan administrasi perpajakan perusahaan.
  2. PPh 21 dan PPN. Materi membantu peserta membedakan kewajiban serta konteks penerapannya.
  3. Tarif Pasal 17 PPh Orang Pribadi. Peserta melihat lapisan penghasilan kena pajak dan tarif yang digunakan dalam penghitungan.
  4. Tarif Efektif Rata-rata. Skema TER membantu menyederhanakan pemotongan PPh 21 pada masa pajak selain masa pajak terakhir, sebagaimana dijelaskan dalam materi.
  5. Komponen payroll. Pembahasan mencakup hubungan penghasilan, asuransi, JKK, BPJS Kesehatan, dan komponen pengurang.
  6. Penerapan pada kasus kerja. Peserta dapat membawa pertanyaan yang berkaitan dengan aktivitas pajak di perusahaan.

Materi dapat disesuaikan dengan kondisi organisasi. Penyesuaian ini penting karena struktur penghasilan, proses persetujuan, dan pembagian tanggung jawab setiap perusahaan belum tentu sama.


Bagaimana Metode Pelatihannya?

Video memperlihatkan kombinasi presentasi, pembahasan materi, diskusi, dan sesi tanya jawab. Mentor tidak hanya menyampaikan materi melalui layar, tetapi juga menjelaskan contoh menggunakan papan serta menanggapi pertanyaan peserta.

Pelatihan berlangsung dalam dua sesi dengan total durasi lebih dari tujuh jam. Format intensif tersebut memberikan waktu bagi peserta untuk memahami konsep sekaligus mendiskusikan masalah yang ditemukan dalam pekerjaan.

Beberapa pendekatan yang terlihat dalam program antara lain:

  1. Pemaparan konsep: peserta memperoleh fondasi mengenai sistem dan ketentuan pajak.
  2. Pembahasan contoh: materi teknis dijelaskan melalui tabel dan simulasi.
  3. Diskusi interaktif: peserta dapat mengklarifikasi bagian yang belum dipahami.
  4. Kontekstualisasi kasus: pertanyaan dikaitkan dengan kebutuhan perusahaan.
  5. Umpan balik: peserta menyampaikan pengalaman serta masukan setelah sesi.


Apa Kata Peserta tentang Pelatihan Ini?

Kak Chika Bella Nindra K, Billing Executive di Assegaf Hamzah & Partners, menjelaskan bahwa program membahas Mastering Coretax serta perpajakan untuk PPh 21 dan PPN. Pernyataan tersebut menegaskan bahwa materi mencakup sistem sekaligus aspek pajak yang dibutuhkan dalam pekerjaan.

Peserta lain menyampaikan bahwa pertanyaan yang sebelumnya muncul di kantor mendapatkan pembahasan dalam kelas. 

Ada pula peserta yang menilai materi dapat dibagikan kepada rekan kerja sehingga manfaat pelatihan tidak berhenti pada orang yang mengikuti sesi.

Komentar peserta juga menyoroti ketepatan waktu dan relevansi materi. Hal ini penting dalam pelatihan B2B karena perusahaan membutuhkan program yang terstruktur tanpa mengabaikan kebutuhan praktis peserta.

Kolaborasi Assegaf Hamzah & Partners bersama Dibimbing menunjukkan bahwa corporate training dapat disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan. Dengan pelatihan yang relevan, kompetensi tim pajak, HR, dan payroll dapat berkembang secara lebih terarah.


Apa Manfaat Pelatihan Coretax Karyawan?

Pelatihan Coretax karyawan dapat membantu perusahaan membangun pemahaman yang lebih seragam. Berikut manfaat yang bisa ditargetkan melalui program yang terarah.


1. Meningkatkan Akurasi Pelaporan

Peserta memahami hubungan antara data payroll, penghitungan PPh 21, dan proses pelaporan melalui Coretax. 

Pengetahuan ini membantu tim melakukan pemeriksaan sebelum data diproses lebih lanjut. Hasil pelaporan pun menjadi lebih akurat dan sesuai dengan data pendukung.


2. Mengurangi Risiko Kesalahan

Karyawan dibekali pemahaman mengenai dasar perhitungan pajak, bukan hanya langkah operasional dalam sistem. 

Dengan begitu, hasil yang muncul tidak langsung diterima tanpa pengecekan. Potensi kesalahan input, perhitungan, dan pelaporan juga dapat ditekan sejak awal.


3. Mempercepat Penyelesaian Masalah

Diskusi berbasis kasus membantu peserta mengenali penyebab persoalan dan menentukan tindak lanjut yang tepat. 

Tim pun memiliki kerangka yang lebih jelas ketika menghadapi kendala serupa. Proses penyelesaian masalah bisa dilakukan lebih cepat tanpa selalu menunggu arahan pihak lain.


4. Menjaga Konsistensi Tim

PPh 21 training membantu tim HR, payroll, dan pajak menggunakan pemahaman serta acuan kerja yang selaras. 

Koordinasi menjadi lebih mudah karena setiap fungsi memahami peran dan data yang dibutuhkan. Konsistensi ini juga mengurangi risiko perbedaan informasi selama proses penghitungan dan pelaporan.


5. Mendukung Pengembangan Kompetensi

Payroll tax training memperkuat kemampuan teknis karyawan dalam menangani penggajian dan kepatuhan pajak perusahaan. 

Kompetensi tersebut dapat diterapkan untuk mendukung proses kerja yang lebih tertib. Perusahaan pun memiliki tim internal yang lebih siap menghadapi perubahan sistem dan ketentuan perpajakan.


Bagaimana Memilih Corporate Training di Indonesia

Perusahaan perlu memilih program yang relevan dengan proses bisnis dan kemampuan awal peserta. Gunakan beberapa kriteria berikut sebelum menentukan pelatihan:

  1. Materi dapat disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan.
  2. Mentor memiliki pengalaman praktis di bidang pajak atau payroll.
  3. Pelatihan menyediakan simulasi dan pembahasan kasus.
  4. Peserta memiliki ruang untuk bertanya serta berdiskusi.
  5. Terdapat evaluasi untuk mengukur pemahaman peserta.
  6. Metode pelaksanaan dapat disesuaikan secara online, offline, atau hybrid.

Perusahaan juga perlu memetakan tujuan sejak awal. Tujuan yang jelas akan membantu penyedia pelatihan memilih materi, durasi, dan metode evaluasi yang sesuai.


Bagaimana Mengukur Keberhasilan Pelatihan?

Keberhasilan pelatihan tidak cukup diukur dari tingkat kehadiran atau kepuasan peserta. Perusahaan perlu melihat apakah pemahaman yang diperoleh benar-benar mempengaruhi ketepatan proses kerja setelah kelas selesai.

Evaluasi dapat dimulai melalui pre-test dan post-test untuk melihat perkembangan pengetahuan peserta. Setelah itu, atasan atau penanggung jawab proses dapat memantau penerapan materi dalam pekerjaan selama beberapa minggu.

Beberapa indikator yang dapat digunakan antara lain:

  1. Peningkatan skor pemahaman sebelum dan setelah pelatihan.
  2. Berkurangnya koreksi pada data pajak serta payroll.
  3. Meningkatnya ketepatan pengisian dan pemeriksaan dokumen.
  4. Waktu penyelesaian masalah administrasi menjadi lebih singkat.
  5. Koordinasi antara tim HR, payroll, finance, dan pajak semakin jelas.
  6. Peserta mampu menjelaskan kembali materi kepada rekan kerja.

Perusahaan juga dapat meminta peserta mencatat kasus yang berhasil diselesaikan menggunakan materi pelatihan. 

Catatan tersebut membantu tim L&D atau HR menilai dampak program berdasarkan perubahan yang terlihat, bukan hanya kesan sesaat setelah kelas.


Tingkatkan Kompetensi Karyawan dengan Corporate Training Dibimbing

Pelatihan Coretax dan PPh 21 membantu karyawan meningkatkan akurasi penghitungan serta mengurangi risiko kesalahan pelaporan. Materi berbasis praktik juga membuat tim lebih siap menghadapi kasus perpajakan sehari-hari.

Kalau perusahaan Anda ingin meningkatkan kemampuan tim dalam menggunakan Coretax dan mengelola PPh 21, Corporate Training Dibimbing dapat menjadi solusi pelatihan yang terarah. Program bisa disesuaikan dengan kebutuhan tim HR, payroll, keuangan, maupun pajak.

Seperti yang dibahas dalam Assegaf Hamzah & Partners: Training Coretax & PPh 21, materi pelatihan dapat dirancang berdasarkan persoalan yang ditemui peserta dalam pekerjaan. Pembahasannya dapat mencakup sistem Coretax DJP, perhitungan PPh 21, Tarif Efektif Rata-rata, pelaporan pajak, hingga studi kasus payroll.

Dengan pendekatan berbasis praktik, peserta tidak hanya memahami teori perpajakan. Karyawan juga berkesempatan berlatih, berdiskusi, dan mencari solusi atas kasus yang relevan dengan kebutuhan perusahaan.


Keunggulan Corporate Training Dibimbing

  1. Kurikulum dapat disesuaikan: Materi dirancang berdasarkan kebutuhan perusahaan, level peserta, dan target kompetensi tim.
  2. Dipercaya 200+ mitra perusahaan: Program telah digunakan oleh berbagai perusahaan untuk mendukung pengembangan karyawan.
  3. Lebih dari 1.200 sesi intensif: Pelatihan telah diselenggarakan untuk beragam kebutuhan dan tantangan bisnis.
  4. Tingkat kepuasan hingga 93%: Program mendapatkan respons positif dari para peserta.
  5. Berbasis praktik: Peserta belajar melalui studi kasus, diskusi, simulasi, dan aktivitas hands-on.
  6. Mentor berpengalaman: Pelatihan dibawakan oleh praktisi yang memahami penerapan materi di lingkungan kerja.
  7. Metode fleksibel: Program dapat dilaksanakan secara online, offline, maupun hybrid.


Pilihan Corporate Training di Dibimbing

  1. Soft Skill Training: Komunikasi, kepemimpinan, kolaborasi, problem solving, dan manajemen waktu.
  2. Digital Skill Training: Digital marketing, UI/UX, web development, data, kecerdasan buatan, dan Microsoft Office.
  3. Customizable Training: Materi dapat dirancang khusus berdasarkan kebutuhan, tujuan, dan tantangan perusahaan.

Melalui pelatihan Coretax karyawan dan PPh 21 training, perusahaan dapat membangun tim yang lebih siap mengelola penghitungan serta pelaporan pajak. Kompetensi tersebut membantu meningkatkan akurasi kerja sekaligus mengurangi risiko kesalahan operasional.

Yuk, konsultasikan kebutuhan tim melalui Corporate Training Dibimbing dan rancang program pelatihan Coretax serta PPh 21 yang sesuai dengan kebutuhan perusahaan Anda!


FAQ

1. Apa itu pelatihan Coretax karyawan?

Pelatihan Coretax karyawan merupakan program yang membantu tim memahami penggunaan sistem Coretax DJP untuk menjalankan administrasi perpajakan. Materinya dapat mencakup alur penggunaan sistem, pengelolaan data, hingga simulasi pelaporan pajak.

2. Mengapa perusahaan membutuhkan training Coretax?

Training Coretax perusahaan membantu karyawan beradaptasi dengan sistem dan prosedur perpajakan yang berlaku. Pelatihan ini juga dapat mengurangi risiko kesalahan saat mengelola data dan menyampaikan laporan pajak.

3. Apa saja yang dipelajari dalam PPh 21 training?

PPh 21 training biasanya membahas komponen penghasilan, Tarif Efektif Rata-rata, penghitungan akhir tahun, dan pelaporan PPh 21. Materi dapat disesuaikan dengan kasus karyawan serta kebijakan penggajian perusahaan.

4. Siapa yang perlu mengikuti payroll tax training?

Payroll tax training cocok untuk tim HR, payroll, keuangan, dan pajak yang menangani penggajian serta kewajiban PPh 21. Program ini membantu setiap fungsi menggunakan data dan pemahaman perhitungan yang selaras.

5. Apakah pelatihan pajak perusahaan dapat disesuaikan?

Ya, pelatihan pajak perusahaan melalui program corporate training dapat disesuaikan dengan kebutuhan, level peserta, dan kasus yang dihadapi perusahaan. Materi, metode pembelajaran, serta durasi pelatihan juga dapat dirancang berdasarkan target kompetensi tim.

Kategori:

Share:

Penulis

Penulis Image

Irhan Hisyam Dwi Nugroho

Irhan Hisyam Dwi Nugroho is an SEO Specialist and Content Writer with 4 years of experience in optimizing websites and writing relevant content for various brands and industries. Currently, I also work as a Content Writer at Dibimbing.id and actively share content about technology, SEO, and digital marketing through various platforms.

Reviewer

Reviewer Image

Sudah Direview Oleh Expert

Setiap artikel yang berlabel "Sudah Direview Oleh Expert" telah melalui proses peninjauan oleh praktisi atau mentor yang berpengalaman di bidangnya untuk memastikan informasi yang disajikan berkualitas, akurat, dan relevan bagi pembaca.

Hi!👋
Kalau kamu butuh bantuan,
hubungi kami via WhatsApp ya!