Dibimbing - Testimoni Effective Communication Training Agrinesia Raya x Dibimbing
Blog
Corporate Training

Testimoni Effective Communication Training Agrinesia Raya x Dibimbing

Author

DITULIS OLEH 

Irhan Hisyam Dwi Nugroho

Reviewer

DIREVIEW OLEH 

Sudah Direview Oleh Expert

Dibuat pada 23 Sep 2026

Diubah pada 29 Sep 2026

46

Image Thumbnail

Komunikasi yang efektif membantu tim memahami kebutuhan pelanggan dan menyampaikan insight dengan lebih jelas. Hal ini penting agar solusi bisnis tidak hanya berangkat dari asumsi.

Warga Bimbingan, kemampuan tersebut juga menjadi fokus dalam training yang diikuti tim Agrinesia Raya bersama Dibimbing. Peserta diajak memahami pelanggan sebelum menentukan solusi.

Materinya mencakup Design Thinking, riset pelanggan, Empathy Mapping, dan Customer Journey. Sesi juga dilengkapi diskusi serta praktik langsung.

Perusahaan yang ingin mengembangkan kemampuan serupa bisa mengikuti Soft Skill Training Dibimbing. Yuk, baca artikel ini sampai akhir untuk melihat materi, metode, dan pelaksanaan training Agrinesia Raya bersama Dibimbing.

Baca Juga: Prudential Indonesia: Impactful Corporate Training bersama Dibimbing


Tantangan yang Dihadapi Agrinesia Raya

Agrinesia Raya memiliki beberapa brand dengan karakter pelanggan yang berbeda. Karena itu, tim perlu memahami kebutuhan konsumen sebelum menentukan solusi bisnis. Tantangan utamanya meliputi:


1. Memahami Kebutuhan Pelanggan secara Lebih Mendalam

Tim perlu memahami apa yang benar-benar dirasakan, dibutuhkan, dan diharapkan pelanggan. Informasi tersebut nggak cukup hanya berdasarkan asumsi internal, tetapi perlu didukung oleh riset dan pengalaman pelanggan. 

Dalam training, beberapa brand Agrinesia digunakan sebagai konteks untuk membantu peserta melihat perspektif konsumen secara lebih nyata.


2. Mengubah Temuan Pelanggan Menjadi Insight

Data dan komentar pelanggan perlu diolah menjadi insight yang dapat digunakan untuk pengambilan keputusan. 

Peserta perlu mampu mengenali pain point, kebutuhan, serta peluang dari pengalaman pelanggan. Karena itu, training memperkenalkan metode seperti Empathy Mapping, Customer Persona, dan Customer Journey.


3. Menyampaikan Insight kepada Tim dan Stakeholder

Memahami pelanggan saja belum cukup jika hasil temuannya sulit dikomunikasikan kepada tim internal. Kebutuhan pelanggan perlu disampaikan secara jelas agar setiap pihak memiliki pemahaman yang sama. 

Dengan komunikasi yang lebih terstruktur, tim dapat menentukan solusi berdasarkan masalah yang benar-benar relevan.

Baca Juga: Corporate Training Communication: 7 Materi & Rekomendasi


Solusi yang Diberikan dalam Effective Communication Training Dibimbing

Training bersama Dibimbing menggunakan pendekatan “Understanding Before Solving” agar peserta terbiasa memahami pelanggan sebelum menentukan solusi. 

Materinya menggabungkan konsep dengan praktik sehingga pembelajaran dapat dikaitkan langsung dengan konteks bisnis Agrinesia Raya. Berikut beberapa materi yang dipelajari peserta.


1. Design Thinking dan Human-Centered Design

Peserta diperkenalkan pada Design Thinking sebagai pendekatan pemecahan masalah yang berpusat pada manusia. Prosesnya mencakup empathize, define, ideate, prototype, hingga test.

Materi juga membahas prinsip Human-Centered Design, mulai dari people centered, solving the right problem, everything is a system, hingga small and simple intervention. 

Pendekatan tersebut membantu peserta melihat masalah secara lebih menyeluruh sebelum menentukan solusi.


2. Memahami Pelanggan melalui Empati

Empati menjadi bagian penting karena membantu peserta memahami perspektif, perasaan, motivasi, dan kebutuhan pelanggan. 

Dengan begitu, proses pengembangan produk atau layanan dapat lebih berangkat dari pengalaman pengguna.

Materi training menekankan bahwa merancang dengan empati berarti menempatkan diri pada posisi pengguna. Pemahaman tersebut kemudian menjadi dasar dalam menentukan langkah berikutnya.


3. Riset Primer dan Sekunder

Peserta juga mempelajari cara memperoleh informasi pelanggan melalui riset primer maupun sekunder. Riset primer dapat dilakukan melalui interview, FGD, usability testing, concept testing, hingga survei.

Sementara itu, riset sekunder dapat memanfaatkan data media sosial, data internal perusahaan, perilaku pelanggan, atau informasi publik. 

Kedua pendekatan ini membantu tim membangun pemahaman berdasarkan informasi yang lebih konkret.


4. Empathy Mapping

Temuan dari pelanggan kemudian dapat diolah menggunakan Empathy Map. Metode ini membantu peserta menyusun hasil observasi sekaligus memahami kebutuhan psikologis dan emosional pelanggan.

Empathy Mapping juga membantu anggota tim memiliki pemahaman yang lebih selaras mengenai pelanggan. 

Dengan demikian, perspektif pelanggan dapat tetap menjadi pertimbangan saat mendiskusikan produk atau layanan.


5. Customer Persona

Peserta mempelajari Customer Persona untuk menggambarkan siapa pelanggan berdasarkan temuan riset. Persona membantu tim memahami profil, tujuan, kebiasaan, serta pain point pelanggan.

Hal yang penting, persona perlu dibangun berdasarkan riset dan bukan sekadar asumsi. Pendekatan ini membantu solusi yang dikembangkan menjadi lebih sesuai dengan kebutuhan pengguna.


6. Customer Journey

Materi dilanjutkan dengan Customer Journey untuk melihat perjalanan pelanggan ketika berinteraksi dengan produk atau layanan. Peserta memetakan touchpoint, emosi pada setiap tahap, pain point, hingga peluang pengembangan.

Melalui metode ini, pengalaman pelanggan dapat dilihat secara lebih utuh. Tim pun bisa mengenali titik mana yang sudah berjalan baik dan area mana yang masih memiliki peluang perbaikan.


7. Six Thinking Hats

Memahami pelanggan belum cukup apabila insight sulit disampaikan kepada tim internal. Karena itu, peserta juga diperkenalkan dengan Six Thinking Hats untuk membantu mengarahkan pembahasan dari beberapa perspektif.

Pendekatannya mencakup:

  1. Topi Putih: Fokus pada fakta dan data objektif.
  2. Topi Merah: Membahas perasaan dan intuisi.
  3. Topi Hitam: Mengidentifikasi risiko dan masalah.
  4. Topi Kuning: Melihat manfaat dan nilai positif.
  5. Topi Hijau: Mengembangkan ide dan kreativitas.
  6. Topi Biru: Mengelola proses berpikir dan diskusi.

Pembagian tersebut membantu tim memisahkan fakta, risiko, emosi, manfaat, serta ide ketika berdiskusi. Dengan begitu, komunikasi internal dapat berlangsung lebih terstruktur.


8. Praktik Empathy Map

Training nggak hanya berisi penyampaian materi. Peserta juga melakukan praktik Empathy Map secara berkelompok dengan pembagian tugas sebagai pewawancara, pencatat insight, hingga anggota yang mengelompokkan hasil riset.

Setiap kelompok menggunakan brand Agrinesia sebagai konteks latihan dan mempresentasikan hasilnya. Aktivitas tersebut membantu peserta langsung menerapkan metode yang sebelumnya dipelajari.

Baca Juga: Jasa Corporate Training Indonesia Terbaik & Terpercaya


Dampak Pelatihan bagi Tim Agrinesia Raya

Kegiatan berlangsung secara interaktif dengan antusiasme peserta selama sesi pembelajaran. Peserta aktif berdiskusi, berbagi pengalaman, dan mempraktikkan metode untuk memahami perilaku serta kebutuhan pelanggan.

Adapun kemampuan yang menjadi fokus pengembangan melalui training ini antara lain:

  1. Pemahaman pelanggan lebih mendalam melalui pendekatan empati dan riset.
  2. Keputusan lebih berbasis data karena peserta dilatih menggali informasi sebelum menarik kesimpulan.
  3. Insight pelanggan lebih terstruktur melalui Empathy Map, Customer Persona, dan Customer Journey.
  4. Masalah dapat dilihat dari perspektif pelanggan sebelum tim menentukan solusi.
  5. Komunikasi internal lebih terarah melalui penyampaian kebutuhan pelanggan kepada tim dan stakeholder.
  6. Kolaborasi lebih sistematis dengan penggunaan berbagai perspektif ketika mendiskusikan masalah bisnis.

Pendekatan praktik juga membuat peserta tidak berhenti pada pemahaman konsep. Mereka dapat langsung menghubungkan materi dengan brand dan pelanggan yang memang dihadapi dalam aktivitas bisnis sehari-hari.

Baca Juga: RedDoorz X Dibimbing: Training Ambidextrous Leadership untuk Karyawan


Apa Kata Peserta tentang Corporate Training Agrinesia Raya?

Dalam rangkaian Corporate Training Agrinesia Raya bersama Dibimbing, peserta juga memberikan respons mengenai penerapan komunikasi dalam pekerjaan.

Zata Yumni S, Corporate Treasury Manager PT Agrinesia Raya, menyampaikan:

“Saya jadi lebih tahu terkait teknik komunikasi yang efektif di dalam perusahaan, baik dengan atasan maupun dengan tim saya.”

Sementara itu, Gibran Saleh Ely, Brand Manager PT Agrinesia Raya, menekankan pentingnya komunikasi yang berjalan di seluruh level perusahaan:

“Horenso itu harus dimengerti dan dilakukan oleh semua orang, dari atas ke bawah maupun sebaliknya.”

Kedua testimoni tersebut menunjukkan bahwa komunikasi bukan sekadar kemampuan menyampaikan informasi. Koordinasi juga membutuhkan pemahaman bersama agar pesan dapat mengalir dengan baik antara tim, atasan, maupun level organisasi lainnya.

Baca Juga: Training Project Management: Evermos X Dibimbing


Kesimpulan

Agrinesia Raya bersama Dibimbing membantu peserta memahami pelanggan sebelum menentukan solusi melalui empati, riset, dan berbagai metode seperti Empathy Mapping.

Peserta juga belajar mengolah insight dan menyampaikannya kepada tim secara lebih terarah untuk mendukung komunikasi dan kolaborasi.


Tingkatkan Komunikasi Tim bersama Corporate Training Dibimbing

Program Agrinesia Raya x Dibimbing: Effective Communication Training menunjukkan bagaimana pelatihan komunikasi dapat membantu karyawan memahami kebutuhan pelanggan, menyampaikan insight, dan berkolaborasi secara lebih terarah. 

Pendekatan serupa juga dapat disesuaikan dengan tantangan komunikasi yang dihadapi perusahaan Anda.

Melalui Corporate Training Dibimbing, perusahaan dapat merancang pelatihan komunikasi sesuai kebutuhan tim, level peserta, dan target bisnis. Materinya dapat mencakup komunikasi efektif, active listening, business writing, presentation skill, komunikasi persuasif, hingga negosiasi.

Keunggulan Corporate Training Dibimbing:

  1. Kurikulum dapat disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan dan peserta.
  2. Dipercaya lebih dari 200 mitra perusahaan dari berbagai industri.
  3. Telah menjangkau lebih dari 1.200 sesi intensif untuk pengembangan kompetensi.
  4. Tingkat kepuasan peserta mencapai 93% berdasarkan evaluasi program.
  5. Menggunakan metode berbasis praktik melalui studi kasus, simulasi, dan diskusi.
  6. Didukung mentor profesional sesuai bidang pelatihan.
  7. Tersedia secara fleksibel dalam format online, offline, maupun hybrid.

Ingin membangun komunikasi tim yang lebih efektif seperti program Agrinesia Raya bersama Dibimbing? 

Konsultasikan kebutuhan Corporate Training perusahaan Anda bersama tim Dibimbing dan rancang program yang sesuai dengan tantangan serta target bisnis.


FAQ

1. Apa itu Effective Communication Training Agrinesia Raya?

Effective Communication Training Agrinesia Raya bersama Dibimbing membantu peserta memahami pelanggan sebelum menentukan solusi. Materinya menggabungkan empati pelanggan, riset, dan komunikasi internal.

2. Apa materi yang dipelajari dalam pelatihan komunikasi karyawan ini?

Peserta mempelajari Design Thinking, Empathy Mapping, Customer Persona, hingga Customer Journey. Materi tersebut membantu tim memahami kebutuhan pelanggan secara lebih terstruktur.

3. Apa manfaat Design Thinking bagi karyawan?

Design Thinking membantu karyawan melihat masalah dari perspektif pelanggan sebelum membuat solusi. Pendekatan ini mendorong keputusan yang lebih berorientasi pada kebutuhan pengguna.

4. Mengapa empati pelanggan penting dalam komunikasi internal?

Empati pelanggan membantu tim memahami kebutuhan dan tantangan konsumen dengan lebih baik. Insight tersebut kemudian dapat dikomunikasikan kepada tim dan stakeholder untuk menyamakan pemahaman.

5. Apakah Dibimbing menyediakan corporate training untuk perusahaan?

Ya, Dibimbing menyediakan program corporate training yang dapat digunakan untuk pengembangan kompetensi karyawan. Materinya dapat disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan, termasuk pelatihan komunikasi karyawan dan pengembangan soft skill.

Kategori:

Share:

Penulis

Penulis Image

Irhan Hisyam Dwi Nugroho

Irhan Hisyam Dwi Nugroho is an SEO Specialist and Content Writer with 4 years of experience in optimizing websites and writing relevant content for various brands and industries. Currently, I also work as a Content Writer at Dibimbing.id and actively share content about technology, SEO, and digital marketing through various platforms.

Reviewer

Reviewer Image

Sudah Direview Oleh Expert

Setiap artikel yang berlabel "Sudah Direview Oleh Expert" telah melalui proses peninjauan oleh praktisi atau mentor yang berpengalaman di bidangnya untuk memastikan informasi yang disajikan berkualitas, akurat, dan relevan bagi pembaca.

Hi!👋
Kalau kamu butuh bantuan,
hubungi kami via WhatsApp ya!