Dibimbing - Cara Memulai Vibe Coding untuk Pemula dari Nol
Blog
Full Stack Web Development

Cara Memulai Vibe Coding untuk Pemula dari Nol

Author

DITULIS OLEH 

Irhan Hisyam Dwi Nugroho

Dibuat pada 30 Jun 2026

Diubah pada 27 Jul 2026

125

Image Thumbnail

Vibe coding menjadi cara baru untuk membuat aplikasi dengan bantuan AI. Lewat pendekatan ini, kamu bisa membangun program tanpa harus menulis semua kode dari nol.

Bagi pemula, vibe coding bisa membantu memahami proses coding dengan lebih cepat. Jika ingin belajar lebih terarah, Dibimbing juga memiliki program Bootcamp Offline Full Stack Web Developer Jakarta Selatan.

Meski begitu, kamu tetap perlu tahu cara memulainya agar hasilnya sesuai kebutuhan. Yuk, simak cara memulai vibe coding untuk pemula dari nol berikut ini.


Apa Itu Vibe Coding?

Vibe coding adalah pendekatan pengembangan software yang memanfaatkan kecerdasan buatan (AI) untuk membantu membuat, memperbaiki, dan menjelaskan kode melalui perintah atau prompt dalam bahasa sehari-hari. 

Alih-alih menulis seluruh kode secara manual, pengguna cukup menjelaskan kebutuhan aplikasi yang ingin dibuat, lalu AI akan menghasilkan kode yang sesuai. 

Pendekatan ini membuat proses pengembangan menjadi lebih cepat dan mudah, terutama bagi pemula yang belum memiliki banyak pengalaman dalam pemrograman. 

Karena kemampuannya tersebut, vibe coding semakin populer di kalangan developer, mahasiswa, hingga orang non-teknis yang ingin mulai membangun aplikasi dengan bantuan AI.

Baca juga: 7 Rekomendasi Full Stack Development Course Terbaik 2026


Tools Vibe Coding yang Populer

Saat ini, terdapat banyak tools AI yang dapat membantu proses vibe coding. Mulai dari membuat kode, memperbaiki error, hingga membangun aplikasi dari perintah bahasa alami. Berikut 5 tools vibe coding yang paling populer.


1. ChatGPT

ChatGPT adalah AI assistant yang dapat membantu membuat, menjelaskan, dan memperbaiki kode dalam berbagai bahasa pemrograman. 

Tool ini banyak digunakan oleh pemula karena mudah digunakan dan tidak memerlukan instalasi tambahan. Selain itu, ChatGPT dapat membantu menjelaskan konsep coding yang sulit dipahami.

Kelebihan:

  1. Mendukung banyak bahasa pemrograman.
  2. Cocok untuk belajar coding dari nol.
  3. Membantu debugging dan menjelaskan kode.


2. Cursor

Cursor merupakan code editor berbasis AI yang dikembangkan dari Visual Studio Code. Tool ini memungkinkan pengguna membuat dan mengedit kode menggunakan instruksi bahasa alami. Cursor menjadi salah satu tools yang paling identik dengan tren vibe coding.

Kelebihan:

  1. Terintegrasi langsung dengan editor kode.
  2. Mampu memahami banyak file sekaligus.
  3. Mempercepat proses pengembangan aplikasi.


3. GitHub Copilot

GitHub Copilot adalah AI coding assistant yang memberikan saran kode secara real-time saat pengguna mengetik. 

Tool ini dapat membantu menyelesaikan fungsi, membuat boilerplate code, dan meningkatkan produktivitas developer. Copilot banyak digunakan oleh programmer profesional maupun pemula.

Kelebihan:

  1. Auto-complete kode secara otomatis.
  2. Terintegrasi dengan berbagai IDE populer.
  3. Membantu meningkatkan produktivitas coding.


4. Claude

Claude merupakan AI assistant yang dikenal memiliki kemampuan reasoning dan analisis kode yang kuat. 

Tool ini sering digunakan untuk debugging, refactoring, dan membuat aplikasi berdasarkan instruksi teks. Claude juga mampu memahami konteks percakapan yang panjang dengan baik.

Kelebihan:

  1. Unggul dalam analisis dan debugging.
  2. Mampu memahami konteks yang kompleks.
  3. Cocok untuk proyek dengan banyak file.


5. Replit

Replit adalah platform coding berbasis browser yang dilengkapi fitur AI untuk membantu pengembangan aplikasi. 

Pengguna dapat membuat, menjalankan, dan menghosting aplikasi tanpa perlu melakukan setup lingkungan pengembangan. Hal ini membuat Replit populer di kalangan pemula.

Kelebihan:

  1. Tidak memerlukan instalasi.
  2. Bisa langsung coding dari browser.
  3. Cocok untuk membuat proyek dan portofolio.

Baca juga: Jenis-Jenis Full Stack Developer Tools yang Wajib Diketahui


Cara Memulai Vibe Coding untuk Pemula

Sumber: Desain oleh Dibimbing

Setelah memahami apa itu vibe coding dan tools yang digunakan, sekarang saatnya mulai praktik. 

Jika menggunakan Claude, fokus utama bukan menulis kode sendiri, tetapi memberi instruksi yang jelas dan memahami hasil yang diberikan AI.


1. Tentukan Proyek Pertama

Jangan langsung membuat aplikasi yang terlalu besar. Mulailah dari proyek sederhana seperti To-Do List, Expense Tracker, Habit Tracker, atau Website Portofolio.

Target pertama bukan membuat aplikasi sempurna, tetapi menyelesaikan satu proyek hingga selesai. Dengan cara ini, kamu bisa memahami alur pengembangan software secara bertahap.


2. Buat Folder Proyek

Sebelum meminta Claude membuat kode, siapkan folder kerja terlebih dahulu. Cara ini akan membuat proyek lebih rapi dan mudah dikembangkan.

Contoh:

vibe-coding/

├── todo-app/

├── expense-tracker/

├── portfolio-website/

└── notes/

Folder notes dapat digunakan untuk menyimpan prompt, dokumentasi, dan catatan hasil belajar.


3. Minta Claude Menjadi Mentor

Jangan langsung meminta kode. Minta Claude bertindak sebagai mentor yang menjelaskan langkah demi langkah.

Contoh prompt:

Saya pemula. Bertindak sebagai mentor Full Stack Developer. Bantu saya membuat aplikasi To-Do List menggunakan React dari nol. Jelaskan setiap langkah dengan bahasa sederhana.

Dengan cara ini, kamu belajar sambil membangun proyek.


4. Bangun Aplikasi Sedikit Demi Sedikit

Hindari prompt seperti:

Buatkan aplikasi To-Do List lengkap.

Lebih baik pecah menjadi beberapa bagian:

1. Buat struktur folder.

2. Buat halaman utama.

3. Buat form tambah tugas.

4. Buat fitur hapus tugas.

5. Simpan data ke Local Storage.

Hasilnya biasanya lebih rapi dan lebih mudah dipahami.


5. Gunakan Claude untuk Debugging

Ketika muncul error, jangan panik dan jangan langsung mencari tutorial lain. Salin pesan error ke Claude dan minta penjelasan.

Contoh prompt:

Jelaskan error ini seperti saya mahasiswa semester pertama dan berikan langkah memperbaikinya.

Cara ini membuat proses belajar jauh lebih cepat dibanding hanya copy-paste solusi.


6. Simpan Semua Proyek di GitHub

Setiap proyek yang selesai sebaiknya diunggah ke GitHub. Selain sebagai backup, GitHub juga bisa menjadi portofolio saat melamar kerja.

Struktur yang disarankan:

GitHub

├── To-Do List App

├── Expense Tracker

├── Personal Portfolio

├── Weather App

└── Notes App

Targetkan minimal 5 proyek sederhana sebelum beralih ke proyek yang lebih kompleks.


7. Naikkan Tingkat Kesulitan Secara Bertahap

Setelah berhasil membuat aplikasi sederhana, mulai tambahkan fitur yang lebih menantang. Misalnya login, database, API, dashboard admin, atau pembayaran.

Dengan pola ini, Claude menjadi partner belajar sekaligus asisten coding. Semakin banyak proyek yang dibuat, semakin cepat pemahaman coding dan kemampuan membangun aplikasi berkembang.


Ingin Menjadi Full Stack Web Developer?

Setelah memahami vibe coding, kini saatnya mengembangkan skill web development secara lebih terarah. Kamu perlu memahami frontend, backend, database, hingga deployment agar siap membangun aplikasi nyata.

Yuk, ikuti Bootcamp Offline Fullstack Web Development Dibimbing! Dibimbing membuka kelas offline di Jakarta Selatan agar kamu bisa belajar langsung bersama mentor berpengalaman dan praktik melalui proyek industri.

Dengan 1.100+ hiring partner dan 96% tingkat keberhasilan lulusan, peluang kariermu di bidang teknologi semakin terbuka.

Daftar sekarang disini dan mulai perjalananmu menjadi Full Stack Web Developer profesional! #BimbingSampeJadi!


FAQ

1. Apa itu vibe coding?

Vibe coding adalah cara membuat aplikasi dengan bantuan AI menggunakan perintah bahasa alami tanpa harus menulis semua kode secara manual.

2. Apakah vibe coding cocok untuk pemula?

Ya. Vibe coding membantu pemula membuat proyek lebih cepat sambil mempelajari dasar-dasar pemrograman.

3. Tools apa yang sering digunakan untuk vibe coding?

Beberapa tools populer adalah ChatGPT, Claude, Cursor, GitHub Copilot, dan Replit.

4. Apakah vibe coding harus bisa coding?

Tidak harus. Namun, memahami dasar logika pemrograman akan membantu menghasilkan aplikasi yang lebih baik.

5. Proyek apa yang cocok untuk belajar vibe coding?

Kamu bisa mulai dari To-Do List, Notes App, Expense Tracker, atau Website Portofolio.

Share:

Penulis

Penulis Image

Irhan Hisyam Dwi Nugroho

Irhan Hisyam Dwi Nugroho is an SEO Specialist and Content Writer with 4 years of experience in optimizing websites and writing relevant content for various brands and industries. Currently, I also work as a Content Writer at Dibimbing.id and actively share content about technology, SEO, and digital marketing through various platforms.

Hi!👋
Kalau kamu butuh bantuan,
hubungi kami via WhatsApp ya!