Dibimbing - Tableau Dashboard: Pengertian, Contoh, dan Cara Membuat
Blog
Data Science & Data Analyst

Tableau Dashboard: Pengertian, Contoh, dan Cara Membuat

Author

DITULIS OLEH 

Irhan Hisyam Dwi Nugroho

Reviewer

DIREVIEW OLEH 

Sudah Direview Oleh Expert

Dibuat pada 2 Nov 2026

Diubah pada 3 Nov 2026

11

Image Thumbnail

Tableau Dashboard adalah tampilan visual interaktif yang menggabungkan grafik, tabel, dan indikator dalam satu halaman. Fitur ini membantu kamu menganalisis data dan memantau kinerja bisnis dengan lebih mudah.

Warga Bimbingan, ingin membuat dashboard profesional tetapi bingung mulai dari mana? Nah, kamu bisa mempelajarinya melalui Bootcamp Data Analyst Dibimbing.

Masih penasaran dengan fitur dan cara menggunakan Tableau Dashboard? Tenang, MinDi akan membahas pengertian, fungsi, contoh, hingga cara membuatnya, jadi yuk, baca sampai akhir!


Apa Itu Tableau Dashboard?

Tableau Dashboard adalah fitur dalam Tableau yang memungkinkan pengguna menggabungkan beberapa visualisasi data ke dalam satu tampilan interaktif. Melalui dashboard interaktif, pengguna dapat membandingkan indikator dan menemukan pola tanpa perlu membuka banyak laporan.

Menurut dokumentasi resmi Tableau, dashboard merupakan kumpulan beberapa tampilan visual yang digunakan untuk membandingkan berbagai data secara bersamaan.

Dalam praktiknya, Tableau Dashboard dapat menampilkan beberapa komponen utama, yaitu:

  1. Key Performance Indicator (KPI): Menampilkan metrik penting, seperti total penjualan, keuntungan, dan jumlah pelanggan.
  2. Charts dan Graphs: Menyajikan tren atau perbandingan menggunakan grafik.
  3. Interactive Filters: Memungkinkan pengguna menyaring data berdasarkan periode, wilayah, atau kategori.
  4. Data Tables: Menampilkan informasi terperinci untuk mendukung analisis.
  5. Dashboard Actions: Menghubungkan interaksi antarvisualisasi agar pengguna dapat mengeksplorasi data.

Sebagai contoh, perusahaan ritel dapat membuat dashboard untuk memantau omzet bulanan, kategori produk terlaris, dan wilayah dengan penjualan tertinggi.

Baca Juga: Visualisasi Data dengan Tableau: Panduan dan Keunggulannya

Apa Saja Fungsi Tableau Dashboard?

Tableau Dashboard membantu perusahaan mengubah data menjadi informasi yang relevan untuk pengambilan keputusan.

Berikut lima fungsi Tableau Dashboard yang dapat membantu proses analisis dan pelaporan.

1. Memantau Kinerja Bisnis

Dashboard memungkinkan perusahaan memantau pencapaian indikator bisnis melalui satu tampilan.

Misalnya, tim penjualan dapat melihat total pendapatan, jumlah transaksi, dan persentase pencapaian target tanpa memeriksa beberapa laporan secara terpisah.

2. Mempermudah Analisis Data

Tableau Dashboard membantu pengguna mengenali pola, tren, dan perubahan melalui visualisasi.

Melalui visualisasi data Tableau, kamu bisa membandingkan penjualan antarbulan atau menemukan kategori produk yang mengalami penurunan performa.

3. Mendukung Pengambilan Keputusan

Data yang tersaji secara visual membantu manajemen memahami kondisi bisnis sebelum menentukan tindakan.

Sebagai contoh, perusahaan dapat mengevaluasi wilayah dengan penjualan rendah untuk menentukan strategi pemasaran yang lebih sesuai.

4. Menyederhanakan Pelaporan

Dashboard menggabungkan berbagai indikator sehingga penyampaian laporan menjadi lebih praktis.

Tim tidak perlu menjelaskan seluruh tabel data satu per satu karena informasi utama sudah disusun berdasarkan kebutuhan audiens.

5. Memudahkan Eksplorasi Data

Fitur interaktif memungkinkan pengguna mengeksplorasi informasi dengan memilih kategori tertentu.

Misalnya, manajer dapat memilih wilayah Surabaya untuk melihat performa penjualan khusus wilayah tersebut.

Apa Saja Fitur Utama Tableau Dashboard?

Warga Bimbingan, fitur Tableau Dashboard membantu kamu membuat tampilan data yang interaktif dan informatif.

Berikut beberapa fitur yang perlu kamu pahami.

Fitur

Fungsi

Drag-and-Drop

Menyusun visualisasi tanpa menulis kode untuk setiap grafik

Filters

Menyaring data berdasarkan kategori atau periode

Dashboard Actions

Menghubungkan interaksi antarvisualisasi

Tooltips

Menampilkan informasi tambahan ketika pengguna mengarahkan kursor

Parameters

Membuat kontrol untuk mengubah nilai atau pilihan analisis

Device Layouts

Menyesuaikan tampilan untuk desktop, tablet, dan ponsel

Salah satu fitur yang menarik adalah Use as Filter, yaitu kemampuan menggunakan satu grafik untuk menyaring informasi pada grafik lainnya.

Misalnya, ketika pengguna memilih kategori elektronik pada grafik penjualan, visualisasi lain dapat menampilkan informasi khusus kategori tersebut.

Baca Juga: 10 BI Tools Terbaik untuk Visualisasi dan Analisis Data

Apa Saja Jenis Tableau Dashboard?

Sumber: Desain oleh Dibimbing

Berdasarkan tujuan penggunaannya, dashboard dapat dikelompokkan menjadi tiga jenis utama.

1. Operational Dashboard

Operational dashboard digunakan untuk memantau aktivitas operasional dalam periode yang relatif singkat.

Contoh: Dashboard layanan pelanggan yang menampilkan jumlah tiket masuk, tiket selesai, dan waktu respons rata-rata.

2. Analytical Dashboard

Analytical dashboard berfokus pada analisis data untuk menemukan pola, hubungan, atau penyebab perubahan kinerja.

Contoh: Dashboard pemasaran yang membandingkan biaya kampanye, tingkat konversi, dan performa setiap saluran pemasaran.

3. Strategic Dashboard

Strategic dashboard digunakan untuk memantau indikator yang berkaitan dengan tujuan bisnis jangka menengah atau panjang.

Contoh: Dashboard manajemen yang menampilkan pertumbuhan pendapatan, profitabilitas, dan pencapaian target tahunan.

Pembagian tersebut merupakan klasifikasi berdasarkan fungsi, bukan tiga fitur produk Tableau yang berbeda.

Baca Juga: Contoh Visualisasi Data Paling Sering Digunakan & Cara Membuatnya!

Apa Saja Contoh Tableau Dashboard?

Tableau Dashboard dapat diterapkan di berbagai bidang sesuai jenis data dan kebutuhan analisis.

Berikut empat contoh Tableau Dashboard yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan setiap tim.

1. Sales Dashboard

Sales dashboard membantu perusahaan memantau performa penjualan dan pencapaian target bisnis.

Beberapa indikator yang ditampilkan meliputi:

  1. Total penjualan dan keuntungan.
  2. Pertumbuhan pendapatan bulanan.
  3. Produk dengan penjualan tertinggi.
  4. Pencapaian target setiap wilayah.

Sebagai ilustrasi, perusahaan mencatat penjualan Rp240 juta dari target Rp300 juta sehingga pencapaiannya sebesar 80%. Jika grafik juga menunjukkan penurunan penjualan di wilayah tertentu, tim dapat menelusuri kategori produk atau periode yang memengaruhi hasil tersebut.

Pada dashboard penjualan, KPI total penjualan dapat ditempatkan di bagian atas, diikuti grafik tren bulanan dan perbandingan wilayah. Tambahkan filter periode agar pengguna dapat melihat data sesuai rentang waktu yang dibutuhkan.

Sumber: Tableau, Create a Dashboard (contoh tampilan dan penyusunan visualisasi).

2. Marketing Dashboard

Marketing dashboard membantu tim memantau hasil kampanye dan melihat perkembangan calon pelanggan dari waktu ke waktu.

Indikator yang dapat ditampilkan mencakup jumlah pengunjung, conversion rate, biaya akuisisi pelanggan, dan Return on Ad Spend (ROAS).

Dashboard ini membantu tim membandingkan performa pemasaran berdasarkan saluran atau periode tertentu.

Sumber: Dibimbing, dikutip dari Tableau (contoh dashboard KPI pemasaran).

3. Human Resources Dashboard

Human Resources dashboard membantu tim HR memahami kondisi tenaga kerja melalui data yang tersaji dalam satu tampilan. 

Contohnya, dashboard berikut menunjukkan jumlah karyawan aktif, karyawan yang keluar, serta perubahan jumlah karyawan di berbagai lokasi.

Sumber: Dibimbing, dikutip dari Tableau (contoh dashboard perubahan jumlah karyawan).

4. Financial Dashboard

Financial dashboard membantu tim keuangan memantau kondisi bisnis dan membandingkan hasil aktual dengan anggaran.

Informasi yang dapat ditampilkan meliputi pendapatan, pengeluaran, laba, serta perbandingan realisasi anggaran dengan target.

Sumber: Dibimbing, dikutip dari Tableau (contoh perbandingan anggaran dan realisasi).

Baca Juga: Cara Mudah Membuat Dashboard Interaktif di Excel: Lengkap & Menarik

Bagaimana Cara Membuat Tableau Dashboard?

Warga Bimbingan, cara membuat Tableau Dashboard bisa dimulai dari dataset sederhana, seperti laporan penjualan dalam Excel atau CSV.

Berikut tujuh langkah yang dapat kamu ikuti.

1. Siapkan Dataset

Langkah pertama adalah menyiapkan data yang ingin dianalisis.

Sebagai contoh, gunakan dataset penjualan dengan kolom tanggal transaksi, wilayah, kategori produk, jumlah penjualan, dan keuntungan.

Periksa terlebih dahulu apakah terdapat data kosong, duplikat, atau format yang tidak konsisten.

2. Hubungkan Data ke Tableau

Buka Tableau, lalu pilih sumber data yang ingin digunakan melalui menu Connect. Kamu dapat menggunakan file Excel, CSV, atau sumber data lain yang didukung.

Setelah terhubung, periksa nama kolom dan tipe data agar sesuai dengan kebutuhan analisis.

3. Buat Worksheet Visualisasi

Mulailah dengan membuat beberapa worksheet Tableau dari data penjualan. Setiap worksheet dapat menjawab pertanyaan yang berbeda, seperti perkembangan penjualan dari waktu ke waktu atau perbandingan antarwilayah.

Untuk grafik tren, tarik kolom tanggal transaksi ke Columns dan jumlah penjualan ke Rows, lalu pilih tampilan bulanan. Untuk membandingkan wilayah, buat worksheet baru, tarik wilayah ke Rows dan jumlah penjualan ke Columns, lalu pilih grafik batang.

Kamu juga dapat membuat worksheet KPI dengan menyeret jumlah penjualan ke Text pada kartu Marks. Nama kolom bisa berbeda sesuai dataset yang digunakan.

4. Gabungkan Worksheet ke Dashboard

Setelah visualisasi selesai, klik ikon New Dashboard di bagian bawah workbook untuk membuka halaman dashboard baru. Dari panel Sheets di sebelah kiri, tarik worksheet yang sudah kamu buat ke area dashboard.

Susun grafik berdasarkan informasi yang ingin dilihat terlebih dahulu, misalnya KPI penjualan di atas dan grafik tren di bawahnya. Kamu bisa menggunakan layout container untuk mengelompokkan visualisasi agar posisinya lebih rapi dan mudah dibaca.

5. Tambahkan Filter Interaktif

Gunakan fitur Show Filter untuk memungkinkan pengguna memilih informasi tertentu. Contohnya, tambahkan filter periode, wilayah, dan kategori produk agar dashboard dapat menampilkan data sesuai pilihan pengguna.

Kamu juga dapat mengaktifkan Use as Filter untuk menghubungkan grafik satu dengan lainnya.

6. Sesuaikan Tampilan Dashboard

Atur ukuran dashboard, warna, judul, dan format angka agar informasi lebih mudah dipahami.

Pastikan KPI utama terlihat jelas dan gunakan warna secara konsisten. Kamu juga bisa menyiapkan device layout agar dashboard lebih nyaman digunakan melalui perangkat berbeda.

7. Simpan dan Bagikan Dashboard

Setelah selesai, periksa kembali tampilan, akurasi angka, dan fungsi interaktifnya.

Dashboard dapat dibagikan melalui Tableau Cloud, Tableau Server, atau Tableau Public sesuai kebutuhan serta hak akses yang tersedia.

Penting: Jangan memublikasikan data pribadi atau informasi rahasia perusahaan ke Tableau Public karena konten yang dipublikasikan bersifat publik.

Baca Juga: 5 Ide Proyek Data Analyst untuk Portofolio, Pemula Wajib Cek

Apa Perbedaan Worksheet, Dashboard, dan Story di Tableau?

Ketiga istilah tersebut memiliki fungsi berbeda, meskipun digunakan dalam satu workbook Tableau.

Komponen

Fungsi

Contoh

Worksheet

Membuat satu tampilan visualisasi

Grafik penjualan bulanan

Dashboard

Menggabungkan beberapa visualisasi

Laporan penjualan interaktif

Story

Menyusun urutan visualisasi untuk menyampaikan narasi

Presentasi analisis pertumbuhan bisnis

Dengan memahami perbedaannya, kamu dapat memilih format yang sesuai untuk eksplorasi data, pemantauan performa, atau presentasi hasil analisis.

Baca Juga: Nekat Switch Career, Anak Teknik Ini Jadi Data Analyst dalam 4 Bulan

Apa Saja Tips Membuat Tableau Dashboard yang Efektif?

Dashboard yang menarik belum tentu membantu pengguna mengambil keputusan. Karena itu, kamu perlu memperhatikan kejelasan informasi dan kebutuhan audiens.

Berikut lima tips yang dapat diterapkan.

  1. Tentukan KPI Utama: Pilih indikator yang benar-benar berkaitan dengan tujuan analisis, seperti pendapatan atau tingkat konversi.
  2. Gunakan Visualisasi yang Tepat: Pilih grafik garis untuk tren waktu dan grafik batang untuk membandingkan kategori.
  3. Batasi Elemen Visual: Hindari terlalu banyak grafik, warna, atau filter yang membuat dashboard sulit dibaca.
  4. Perhatikan Akurasi Data: Periksa perhitungan, filter, dan periode pelaporan sebelum dashboard digunakan.
  5. Uji dengan Pengguna: Pastikan audiens dapat memahami informasi dan menjalankan fitur interaktif dengan mudah.

Sebagai ilustrasi, dashboard penjualan sebaiknya menampilkan pencapaian target dan tren utama terlebih dahulu. Informasi lebih rinci dapat ditempatkan pada grafik tambahan atau ditampilkan melalui filter.

Baca Juga: Testimoni Alumni Dibimbing Bootcamp Data Analyst

Ingin Mengembangkan Kemampuan Analisis Data?

Membuat Tableau Dashboard membantu kamu menyajikan data agar lebih mudah dipahami. Untuk menghasilkan informasi yang relevan, kamu juga perlu memahami cara menyiapkan data, memilih metrik, dan menjelaskan temuan kepada audiens.

Jika ingin mempelajari proses tersebut secara lebih terarah, Bootcamp Data Analyst Dibimbing dapat menjadi salah satu pilihan. Kamu bisa mengeksplorasi kurikulum, latihan, dan proyeknya untuk melihat kesesuaiannya dengan kebutuhan belajar atau tujuan kariermu.

Program Bootcamp Data Analyst Dibimbing:

  1. 61+ Live Class: Ikuti pembelajaran interaktif bersama mentor berpengalaman pada program Online Weekday.
  2. 25+ Assignment: Latih kemampuan analisis dan visualisasi melalui berbagai tugas praktis.
  3. Kurikulum Berbasis Industri: Pelajari Excel, SQL, Python, Tableau, Power BI, dan Business Metrics.
  4. Final Project: Bangun portofolio melalui proyek analisis data berbasis kebutuhan bisnis.
  5. Live Coding Test: Persiapkan keterampilan teknis untuk menghadapi seleksi pekerjaan.
  6. Career Preparation: Dapatkan pendampingan CV, LinkedIn, portofolio, serta latihan wawancara.
  7. Program Penyaluran Kerja: Akses dukungan karier melalui jaringan 1.100+ perusahaan mitra sesuai ketentuan program.

Mulai Belajar Sesuai Tujuanmu

Coba tentukan kemampuan yang ingin kamu perdalam, misalnya mengolah data atau membuat visualisasi untuk portofolio. Selanjutnya, periksa materi dan bentuk latihan dalam Bootcamp Data Analyst Dibimbing untuk melihat apakah programnya sesuai dengan kebutuhanmu.

Masih bingung menentukan langkah awal? Konsultasikan rencana belajarmu dengan tim Dibimbing dan kenali programnya lebih lanjut. #BimbingSampeJadi!

FAQ:

1. Apakah Tableau Dashboard Bisa Digunakan Gratis?

Bisa, kamu dapat menggunakan Tableau Public untuk belajar membuat dan membagikan visualisasi. Namun, visualisasi yang dipublikasikan di Tableau Public dapat diakses masyarakat sehingga tidak cocok untuk data rahasia.

2. Apakah Membuat Tableau Dashboard Harus Bisa Coding?

Tidak harus. Tableau menyediakan fitur drag-and-drop untuk membuat visualisasi dan dashboard tanpa menulis kode untuk setiap grafik. Meski begitu, kemampuan SQL dan perhitungan data dapat membantu analisis yang lebih kompleks.

3. Apa Perbedaan Tableau Dashboard dan Power BI?

Keduanya merupakan perangkat business intelligence untuk analisis dan visualisasi data. Perbedaannya terdapat pada ekosistem, pendekatan pengembangan, fitur, serta pilihan lisensi yang perlu disesuaikan dengan kebutuhan organisasi.

4. Apakah Tableau Dashboard Bisa Menggunakan Data Excel?

Ya, Tableau mendukung penggunaan file Excel sebagai sumber data. Kamu dapat menghubungkan file, membuat visualisasi dari kolom yang tersedia, kemudian menggabungkannya menjadi dashboard.

5. Apakah Tableau Dashboard Cocok untuk Portofolio Data Analyst?

Ya, Tableau Dashboard dapat digunakan untuk menunjukkan kemampuan analisis, visualisasi, dan penyampaian informasi bisnis. Agar portofolio lebih kuat, jelaskan tujuan analisis, sumber data, KPI yang digunakan, serta rekomendasi berdasarkan hasilnya.

Share:

Penulis

Penulis Image

Irhan Hisyam Dwi Nugroho

Irhan Hisyam Dwi Nugroho is an SEO Specialist and Content Writer with 4 years of experience in optimizing websites and writing relevant content for various brands and industries. Currently, I also work as a Content Writer at Dibimbing.id and actively share content about technology, SEO, and digital marketing through various platforms.

Reviewer

Reviewer Image

Sudah Direview Oleh Expert

Setiap artikel yang berlabel "Sudah Direview Oleh Expert" telah melalui proses peninjauan oleh praktisi atau mentor yang berpengalaman di bidangnya untuk memastikan informasi yang disajikan berkualitas, akurat, dan relevan bagi pembaca.

Hi!👋
Kalau kamu butuh bantuan,
hubungi kami via WhatsApp ya!