dibimbing.id - 5 Tahapan Lengkap Siklus Akuntansi Perusahaan Manufaktur

5 Tahapan Lengkap Siklus Akuntansi Perusahaan Manufaktur

Farijihan Putri

17 April 2026

57

Image Banner

Siklus akuntansi perusahaan manufaktur adalah rangkaian proses sistematis mencatat transaksi, mengelola biaya produksi (bahan baku, tenaga kerja, overhead), hingga pelaporan keuangan.

Warga Bimbingan yang mengincar posisi finance staff di pabrik atau industri pengolahan wajib paham alur ini karena beda banget sama akuntansi perusahaan dagang.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan sektor manufaktur Indonesia tumbuh 5,30% sepanjang 2025, melampaui ekonomi nasional yang berada di angka 5,11% . Pertumbuhan ini bikin kebutuhan finance staff yang ngerti siklus akuntansi manufaktur makin tinggi.

MinDi bakal kupas tuntas enam tahapan siklus akuntansi manufaktur dan tantangannya di era digital biar Warga Bimbingan makin pede melamar kerja.

Baca Juga: Bootcamp Akuntansi Pemula, Bantu Siap Kerja dalam 6 Bulan


Tahapan Siklus Akuntansi Perusahaan Manufaktur

Sumber: Freepik

Nah, setelah paham gambaran besarnya, sekarang MinDi ajak Warga Bimbingan menyelami satu per satu tahapan yang bakal dihadapi sehari-hari sebagai finance staff di pabrik.


1. Pencatatan Transaksi dan Penjurnalan

Tahap pertama dimulai begitu ada transaksi masuk. Di perusahaan manufaktur, transaksi yang muncul nggak cuma jual beli barang jadi, lho!

Kamu juga akan berhadapan dengan pembelian bahan baku, pemakaian bahan diproduksi, pembayaran upah buruh pabrik, sampai biaya listrik dan perawatan mesin. Semua itu wajib dicatat dalam jurnal umum sesuai urutan kejadian.

Riset Setiawan dan Salsabilah (2025) di PT Komodo Textile Mills menunjukkan kalau pencatatan transaksi di perusahaan tekstil tersebut sudah pakai sistem komputer. Tapi tetap aja ketelitian input data jadi kunci utama.

Salah masang angka di jurnal pembelian bahan baku, efeknya bisa merembet ke perhitungan harga pokok produksi nantinya.

Poin penting yang perlu Warga Bimbingan catat:

  1. Pembelian bahan baku dicatat sebagai debit Persediaan Bahan Baku, bukan langsung ke Beban Pokok Penjualan.
  2. Pemakaian bahan baku ke produksi di jurnal dengan mendebit Barang Dalam Proses (BDP).
  3. Biaya tenaga kerja langsung dan overhead pabrik juga masuk ke akun BDP.


2. Posting ke Buku Besar dan Neraca Saldo

Setelah semua transaksi masuk jurnal, giliran dipindahkan ke buku besar masing-masing akun. Siklus akuntansi perusahaan manufaktur punya akun khas yang nggak ditemui di perusahaan dagang, antara lain:

  1. Persediaan Bahan Baku
  2. Persediaan Barang Dalam Proses (WDP)
  3. Persediaan Barang Jadi
  4. BOP Dibebankan
  5. BOP Sesungguhnya
  6. Harga Pokok Produksi

Dari buku besar, saldo tiap akun dikumpulin menjadi neraca saldo. Fungsinya buat ngecek apakah total debit dan kredit sudah seimbang. Kalau belum, berarti ada transaksi yang salah jurnal atau kelewat posting.

Studi di PT Cafe Huo Jaya Abadi Samarinda (Lukman, 2025) nemuin kendala klasik di tahap ini. Perusahaan masih kesulitan misahin komponen biaya produksi karena belum menerapkan akuntansi biaya yang terstruktur. Akibatnya saldo akun BDP sering nggak akurat dan bikin laporan keuangan meleset.


3. Jurnal Penyesuaian Khas Manufaktur

Tahap ketiga ini yang paling bikin pusing tapi juga paling krusial. Jurnal penyesuaian di perusahaan manufaktur lebih kompleks karena melibatkan akun-akun spesifik produksi. Warga Bimbingan kudu teliti di sini.

Penyesuaian yang wajib dilakukan antara lain:

  1. Persediaan bahan baku akhir periode (kalau pakai metode fisik).
  2. Persediaan barang dalam proses akhir yang belum selesai produksi.
  3. Selisih BOP antara yang dibebankan dan yang sesungguhnya terjadi.
  4. Penyusutan aset tetap pabrik kayak mesin, gedung pabrik, dan kendaraan operasional.
  5. Beban dibayar di muka seperti asuransi pabrik atau sewa gudang.

Jurnal JKPIM (Larasati & Hwihanus, 2023) menyebut kalau metode pengendalian modern kayak Just in Time (JIT) bikin frekuensi penyesuaian persediaan makin dinamis. Makanya finance staff manufaktur masa kini kudu adaptif sama sistem produksi yang terus berubah.


4. Neraca Lajur dan Laporan Keuangan

Kalau jurnal penyesuaian udah beres, saatnya menyusun neraca lajur alias kertas kerja. Siklus akuntansi perusahaan manufaktur di tahap ini menghasilkan empat laporan utama:

  1. Laporan Harga Pokok Produksi: Laporan khas manufaktur yang nggak ada di perusahaan dagang. Isinya rincian bahan baku dipakai, biaya tenaga kerja langsung, overhead pabrik, dan perubahan barang dalam proses.
  2. Laporan Laba Rugi: Menampilkan penjualan dikurangi Harga Pokok Penjualan (HPP) buat dapetin laba kotor. HPP manufaktur dihitung dari barang jadi awal ditambah harga pokok produksi dikurangi barang jadi akhir.
  3. Neraca: Menyajikan aset lancar dengan tiga lapis persediaan: bahan baku, barang dalam proses, barang jadi.
  4. Laporan Arus Kas: Memisahkan arus kas operasi (produksi), investasi (beli mesin), dan pendanaan (pinjaman bank).

Data Industry Outlook 2026 mengingatkan kalau penutupan tahun buku per 31 Maret 2026 makin kompleks.

Perusahaan manufaktur wajib menilai persediaan pakai metode FIFO atau rata-rata, mengecek net realizable value, dan bikin provisi buat stok usang. Belum lagi amandemen PSAK terbaru yang kudu dipatuhi.


5. Jurnal Penutup dan Jurnal Pembalik

Setelah laporan keuangan rampung, akun-akun nominal kayak pendapatan, beban, dan ikhtisar laba rugi ditutup biar saldonya nol. Tahap ini menandai akhir periode akuntansi.

Langkah penutupan meliputi:

  1. Menutup akun pendapatan ke Ikhtisar Laba Rugi.
  2. Menutup akun beban ke Ikhtisar Laba Rugi.
  3. Menutup Ikhtisar Laba Rugi ke Laba Ditahan.
  4. Menutup Prive ke Laba Ditahan (kalau ada).

Keeseokan harinya, jurnal pembalik dibuat buat akun-akun tertentu biar pencatatan periode baru lebih rapi. Misalnya beban dibayar di muka yang sudah menjadi beban, atau pendapatan diterima di muka yang sudah diakui.

Baca Juga: Rekomendasi Bootcamp Finance Accounting Online Bersertifikat


Bagaimana Tantangan Siklus Akuntansi di Era Digital dan Solusinya?

Satu hal yang penting untuk refleksi Warga Bimbingan yang mau terjun langsung adalah memahami tantangan dan solusinya. Perusahaan manufaktur modern sekarang banyak yang pakai ERP terintegrasi, tapi bukan berarti tanpa masalah.

Tantangan utama yang muncul:

  1. Integrasi data produksi real-time dengan sistem akuntansi. Misalnya, sering delay atau nggak sinkron.
  2. Pengendalian internal yang longgar karena terlalu percaya sistem otomatis.
  3. Kompetensi SDM yang belum terbiasa dengan software akuntansi manufaktur.

Studi di PT Cafe Huo Jaya Abadi merekomendasikan penyusunan alur siklus bisnis tertulis dan penguatan pengendalian internal persediaan.

Solusi lain yang bisa kamu siapkan dari sekarang: pelatihan akuntansi biaya terstruktur, penguasaan tools kayak Accurate atau Odoo, plus pemahaman audit internal dasar.

Dengan 1.236 perusahaan manufaktur baru siap beroperasi di 2026 menurut data BPS, peluang finance staff yang paham siklus akuntansi manufaktur dari hulu ke hilir semakin terbuka lebar.

Baca Juga: Bukan Lulusan Akuntansi? Intip Cara Kak Rizky Tembus Dunia Finance!


Kuasai Siklus Akuntansi Manufaktur Bareng Bootcamp Finance & Accounting Dibimbing

Warga Bimbingan udah paham kan betapa kompleksnya siklus akuntansi perusahaan manufaktur? Teori di atas bakal lebih nempel kalau langsung dipraktikin dengan studi kasus nyata. 

Bootcamp Finance & Accounting dari Dibimbing hadir buat ngebantu Warga Bimbingan yang pengen kuasai siklus akuntansi manufaktur secara tuntas, dari pencatatan transaksi sampai penyusunan laporan keuangan.

Program ini ngasih benefit segambreng yang bikin proses belajar makin optimal:

  1. 42+ Live Class dan 12 Sesi Praktek 
  2. Sertifikasi Penguasaan Software Akuntansi (Accurate)
  3. 20+ Assignment buat bangun portofolio profesional dari nol sampai siap dipamerin ke perekrut.
  4. Konsultasi 1-on-1 tanpa batas dengan instruktur expert buat ngebahas materi yang masih bikin bingung.
  5. 3 Bulan Pengalaman Magang di hiring company Dibimbing khusus paket Job Connect.
  6. Gratis mengulang kelas

Hasilnya, 96% alumni udah berhasil kerja berkat program graduation dan penyaluran kerja ke 1.100+ Hiring Partners yang aktif merekrut lulusan Dibimbing.

Kalau masih ada pertanyaan, "Apakah bootcamp ini cocok buat non-akuntansi?" atau "Gimana cara pilih paket yang sesuai budget?", konsultasi gratis di sini sekarang!

MinDi berharap Warga Bimbingan bisa memulai karier di bidang finance dan accounting dengan bekal skill yang langsung kepake di dunia kerja.


FAQ

1. Apa perbedaan utama siklus akuntansi manufaktur dengan perusahaan dagang?

Perbedaan utamanya terletak pada keberadaan akun persediaan tiga lapis (bahan baku, barang dalam proses, barang jadi) dan perhitungan Harga Pokok Produksi. Perusahaan dagang cuma punya satu akun persediaan barang dagangan dan HPP dihitung langsung dari pembelian.

2. Software akuntansi apa yang paling banyak dipakai perusahaan manufaktur Indonesia?

Accurate, SAP Business One, dan Odoo termasuk yang paling umum. Accurate jadi favorit UMKM dan perusahaan menengah karena fiturnya lengkap untuk modul manufaktur dan harganya terjangkau.

3. Apakah finance staff manufaktur harus paham proses produksi?

Paham alur produksi sangat membantu karena biaya produksi muncul dari aktivitas pabrik. Finance staff yang ngerti proses produksi bisa lebih akurat mengalokasikan biaya overhead dan mendeteksi inefisiensi operasional.


Referensi

  1. Industri Manufaktur Melesat, Jadi Mesin Baru Ekonomi Indonesia Menuju 8 Persen [Buka]
  2. Manufacturing Sector FY-End Checklist 2026: Closing Strong for Growth [Buka]
  3. Gambaran Umum Administrasi dan Implementasi Siklus Akuntansi di PT Komodo Textile Mills [Buka]
  4. Siklus Bisnis Manufaktur Pada PT Cafe Huo Jaya Abadi Samarinda [Buka]
  5. Peran Sistem Informasi Akuntansi Aktivitas Pengendalian dan Siklus Produksi Dalam Perusahaan Manufaktur [Buka]

Tags

Share

Author Image

Farijihan Putri

Farijihan is a passionate Content Writer with 3 years of experience in crafting compelling content, optimizing for SEO, and developing creative strategies for various brands and industries.

Hi!👋
Kalau kamu butuh bantuan,
hubungi kami via WhatsApp ya!