dibimbing.id - Siklus Akuntansi Manufaktur​: Prinsip, Tahapan, hingga Contoh

Siklus Akuntansi Manufaktur​: Prinsip, Tahapan, hingga Contoh

Farijihan Putri

02 February 2026

160

Image Banner

Dunia manufaktur punya ritme akuntansi yang khas, dan memahami siklus akuntansi manufaktur adalah kunci utamanya. MinDi akan ajak kamu melihat prinsip dasarnya yang berbeda dari perusahaan jasa.

Kemudian, kita telusuri tahapan-tahapannya yang detail, mulai dari pencatatan biaya bahan baku hingga harga pokok produksi. Tidak lupa, MinDi berikan contoh konkritnya biar kamu makin paham alur kerjanya. 

Dengan menguasai siklus ini, skillmu langsung relevan untuk berbagai industri pengembangan produk. Kamu juga bisa belajar di Bootcamp Finance & Accounting Dibimbing agar lebih siap kerja di bidang akuntansi!


Apa Itu Siklus Akuntansi Manufaktur?

Secara konsep, siklus akuntansi di perusahaan manufaktur mirip dengan jenis perusahaan lain, tapi fokusnya sangat berbeda. MinDi jelaskan intinya, ini adalah proses khusus untuk mencatat, mengklasifikasi, dan melaporkan seluruh transaksi dalam produksi barang.

Aktivitas utamanya berpusat pada pelacakan dan penghitungan semua biaya yang terlibat, mulai dari bahan baku hingga menjadi barang jadi. Tujuannya, untuk mendapatkan nilai persediaan yang akurat dan menghitung Harga Pokok Produksi.

Nah, informasi inilah yang menjadi fondasi laporan keuangan dan pengambilan keputusan manajemen. Jadi, siklus akuntansi manufaktur adalah jantung dari pengendalian biaya dan profitabilitas di industri manufaktur.

Baca Juga: Kursus Finance Online Terbaik, Siap Kerja 6 Bulan!


Prinsip Dasar Akuntansi Manufaktur

Setelah tahu pengertiannya, Warga Bimbingan harus pahami prinsip dasarnya. Prinsip ini yang membedakan akuntansi manufaktur dengan yang lain.

  1. Prinsip Akumulasi Biaya: Semua biaya produksi (bahan baku, tenaga kerja, overhead) harus dikumpulkan dan diakui pada periode terjadinya.
  2. Prinsip Penelusuran (Traceability): Biaya harus dapat ditelusuri langsung ke produk tertentu agar perhitungan biayanya akurat.
  3. Prinsip Alokasi yang Wajar: Biaya overhead yang tidak bisa ditelusuri langsung harus dialokasikan ke produk berdasarkan dasar yang rasional, seperti jam mesin.
  4. Prinsip Konsistensi: Metode penghitungan biaya dan penilaian persediaan harus diterapkan secara konsisten dari periode ke periode.


Apa Saja Komponen Utama Akuntansi Perusahaan Manufaktur?

Komponen ini akan selalu kamu temui sebagai akun-akun khusus dalam pembukuan perusahaan manufaktur.

Persediaan (Inventory):

  1. Bahan Baku: Material utama yang diolah menjadi produk, contohnya kayu untuk furnitur atau semiconductor untuk elektronik.
  2. Barang Dalam Proses: Produk yang masih berada di lini produksi dan belum melalui seluruh tahap pengerjaan.
  3. Barang Jadi: Produk akhir yang sudah selesai diproduksi dan siap dikirim ke pelanggan.

Biaya Produksi (Manufacturing Costs):

  1. Biaya Bahan Baku: Seluruh anggaran yang dikeluarkan untuk memperoleh material utama produksi.
  2. Biaya Tenaga Kerja Langsung: Kompensasi untuk pekerja yang langsung menangani pembuatan produk di pabrik.
  3. Biaya Overhead Pabrik: Semua biaya produksi tidak langsung, seperti listrik pabrik, sewa gedung, dan gaji supervisor.


Rumus-Rumus Penting

Nah, untuk menghitung kinerja produksi, beberapa rumus ini wajib kamu kuasai.

  1. Total Biaya Produksi = Biaya Bahan Baku + Biaya Tenaga Kerja Langsung + Biaya Overhead Pabrik
  2. Harga Pokok Produksi (HPP/COGM) = Barang Dalam Proses Awal + Total Biaya Produksi - Barang Dalam Proses Akhir
  3. Harga Pokok Penjualan (COGS) = Persediaan Barang Jadi Awal + Harga Pokok Produksi - Persediaan Barang Jadi Akhir


Apa Saja Tahapan Akuntansi Perusahaan Manufaktur?

Sumber: Freepik

Mari kita breakdown proses akuntansi perusahaannya secara lengkapnya agar kamu punya gambaran yang utuh.


1. Penerimaan dan Pengumpulan Dokumen

Tahap awal dimulai dari mengoleksi semua bukti transaksi produksi, seperti faktur pembelian kain atau slip gaji operator mesin. Tanpa dokumen ini, pencatatan tidak bisa dimulai.


2. Pencatatan (Penjurnalan)

Di sinilah siklus akuntansi manufaktur mulai berjalan dengan mencatat setiap transaksi ke dalam jurnal. Pembelian bahan baku, pembayaran upah, dan pemakaian listrik pabrik semuanya di jurnal untuk memetakan alur biaya.


3. Posting ke Buku Besar

Data dari berbagai jurnal kemudian dipindahkan dan dikelompokkan ke dalam akun-akun buku besar yang relevan, seperti Bahan Baku, Persediaan dalam Proses, dan Biaya Overhead.


4. Penyusunan Neraca Saldo

Sebelum penyesuaian, semua saldo di buku besar dirangkum untuk memastikan keseimbangan antara sisi debit dan kredit. Tahapan penyusunan neraca saldo seperti "checkpoint" pertama.


5. Membuat Jurnal Penyesuaian

Tahap krusial dalam siklus akuntansi manufaktur ini mencatat biaya yang belum terbayar atau pemakaian perlengkapan pabrik. Penyusutan mesin produksi, contohnya, selalu dicatat di tahap ini agar beban periode tepat.


6. Penyusunan Laporan Keuangan

Setelah penyesuaian, laporan laba rugi (dengan rincian Harga Pokok Produksi), neraca, dan laporan arus kas bisa disusun. Laporan inilah yang menggambarkan hasil akhir dari seluruh proses produksi dan penjualan.


7. Pembuatan Jurnal Penutup

Akun-akun nominal seperti pendapatan dan seluruh beban produksi ditutup dan dipindahkan ke akun modal. Tujuannya, menyiapkan pembukuan untuk periode akuntansi yang baru.


8. Penyusunan Neraca Saldo Penutup

Dilakukan setelah penutupan, neraca saldo ini hanya berisi akun-akun riil (aset, utang, modal) yang saldonya akan terbawa ke periode berikutnya.


9. Jurnal Pembalik (Opsional)

Beberapa perusahaan melakukan langkah terakhir siklus akuntansi manufaktur ini dengan membalik jurnal penyesuaian tertentu, seperti utang gaji, untuk mempermudah pencatatan di bulan depan.

Baca Juga: Contoh Portofolio Fresh Graduate Akuntansi Terbaik & Tips


Contoh Siklus Akuntansi Perusahaan Manufaktur

Yuk, kita lihat praktiknya dengan contoh konkrit dari sebuah perusahaan garmen, "PT Fashion Prime". Mereka memproduksi kaos dan celana untuk pasar retail.

Selama bulan April, beberapa transaksi kunci mereka adalah:

  1. Pembelian Bahan: PT Fashion Prime membeli kain katun dan benang senilai Rp 800 juta secara kredit.
  2. Biaya Produksi: Perusahaan membayar gaji karyawan bagian jahit dan potong sebesar Rp 350 juta.
  3. Overhead Pabrik: Biaya listrik, air, dan sewa mesin untuk bulan April diakui sebesar Rp 180 juta.
  4. Penjualan: PT Fashion Prime berhasil menjual satu batch produk jadi senilai Rp 1,5 miliar, dengan pembayaran tunai 60% dan sisanya kredit.

Dari transaksi di atas, akuntan akan menjurnal setiap kejadian, mengalokasikan biaya overhead, menghitung nilai persediaan kain yang terpakai, dan akhirnya menentukan berapa sebenarnya biaya untuk memproduksi kaos dan celana yang terjual. 

Proses inilah yang membuat laporan keuangan mereka akurat dan bisa dijadikan patokan untuk menetapkan harga jual berikutnya.

Baca Juga: Bootcamp Finance and Accounting Dibimbing, Jaminan Internship


Mulai Karier di Bidang Finance bersama Dibimbing!

Menguasai detail siklus akuntansi manufaktur adalah nilai jual yang tinggi untuk kariermu di industri apapun. Ingin langsung bisa praktik dan siap kerja? Yuk, gabung ke Bootcamp Finance & Accounting Dibimbing!

Kamu akan dapat praktek nyata menggunakan studi kasus langsung untuk portofolio, didampingi konsultasi 1-on-1 dengan mentor ahli dari praktisi industri. Kamu juga akan meraih Sertifikasi Penguasaan Software Akuntansi dan magang selama 3 bulan untuk mengasah pengalaman. Tenang, bisa gratis mengulang kelas kalau kamu butuh pendalaman materi.

Hasilnya terbukti, 96% alumni sudah bekerja berkat penyaluran ke 840+ hiring partners kami. Apakah bootcamp ini cocok untuk pemula? Atau butuh panduan memulai karier switch? Konsultasi gratis sekarang juga! Dibimbing pasti #BimbingSampeJadi impianmu!


FAQ

1. Apakah saya bisa ikut bootcamp ini tanpa latar belakang akuntansi?

Tentu bisa! Bootcamp ini dirancang untuk pemula. Materi diajarkan dari dasar secara bertahap, dan kamu akan dibimbing penuh oleh mentor hingga paham.

2. Software akuntansi apa saja yang akan dipelajari?

Kamu akan mendapatkan sertifikasi pada software akuntansi yang paling banyak digunakan di industri, sehingga skillmu sangat relevan dengan kebutuhan pasar kerja.

3. Bagaimana mekanisme penyaluran kerja ke hiring partners?

Tim karier kami akan aktif memandu kamu menyusun CV, simulasi interview, dan mengirimkan profil terbaikmu ke database hiring partners sesuai dengan posisi dan kompetensi yang kamu miliki.

Tags

Share

Author Image

Farijihan Putri

Farijihan is a passionate Content Writer with 3 years of experience in crafting compelling content, optimizing for SEO, and developing creative strategies for various brands and industries.

Hi!👋
Kalau kamu butuh bantuan,
hubungi kami via WhatsApp ya!