Software Engineer Versus Software Developer - dibimbing.id

Kezia Margaretha

29 November 2022

3796

Image Banner


Bagi kamu yang ingin bekerja di sektor IT, saat ini terdapat banyak sekali pilihan profesi yang tersedia. Nah, dua profesi yang seringkali diminati adalah Software Engineer dan Software Developer. Dikarenakan nama yang cukup mirip, seringkali kedua profesi tersebut membingungkan banyak dari kaum awam. 


Sebenarnya kedua profesi tersebut sangat berbeda baik dari segi tugas maupun tanggung jawab. Dapat diibaratkan Software Engineer merupakan arsiteknya, dan software developer merupakan tukang bangunannya. Keduanya berkaitan dan bekerja dalam satu proyek yang sama, namun memiliki perbedaan pekerjaan. 


Oleh karena itu, biar ga menyesatkan lagi, kali ini MinDi mau jelasin perbedaan dari kedua profesi tersebut. Berikut perbedaan dari Software Engineer dan Software Developer yang perlu kalian ketahui. 


Software Engineer 



Siapa Engineer dalam software

Siapa Engineer dalam software/ Sumber: IDS Digital College


Software Engineer merupakan seorang profesional dalam bidang IT yang merancang, mengembangkan, memelihara, menguji, dan mengevaluasi software dari sebuah komputer. Seorang Engineer juga dapat dikatakan sebagai orang yang memiliki pangkat tertinggi dalam karir dunia IT. 


Software Engineer juga memasukkan analitik, pengujian, penskalaan, dan komunikasi di dalam pekerjaan mereka. 



Software Developer


Siapa Developer dalam Software?

Siapa Developer dalam Software?/ Sumber: AsiaQuest Indonesia


Berbeda dengan Software Engineer, Software Developer merupakan orang yang membuat software yang digunakan dalam berbagai macam jenis komputer. Mereka biasanya menggunakan bahasa pemrograman seperti C dan Java untuk menulis kode dari awal. 

 

Selain itu, mereka juga bekerja untuk mendokumentasikan software serta mengujinya sebelum diberikan kepada konsumen. Sebagai Software Engineer, kamu juga perlu untuk terlibat dalam penelitian, pengembangan, pengujian, dan peluncuran produk tersebut. 


Dikarenakan cakupannya yang sangat luas, Software Developer biasanya memiliki fokus pekerjaan masing-masing. Misalnya, beberapa Developer bekerja untuk pengembangan aplikasi mobile dan yang lainnya berfokus dalam pengerjaan Internet of Things (IoT).


Perbedaan Software Engineer dan Soft Developer 


Perbedaan dari kedua profesi dalam IT


Perbedaan dari kedua profesi dalam IT/ Sumber: UPES Blog



  1. Tugas 


Sebagai seorang Software Engineer kamu memegang beberapa tugas penting dalam dunia IT. Seperti yang telah dibahas sebelumnya, kamu akan bertugas dalam merancang sampai dengan mengevaluasi software tersebut. Selain itu, kamu juga perlu berkomunikasi dengan pelanggan untuk menentukan desain dan spesifikasi dari software yang akan dibuat. 


Dikarenakan harus merancang software tersebut, Engineer biasanya juga bekerja dalam menganalisis kebutuhan user dari software yang telah ditangani. 


Mereka juga memiliki peran untuk berkoordinasi dengan berbagai tim lain yang terlibat dalam pengembangan produk agar hasil yang diinginkan dapat sesuai dengan keinginan perusahaan atau pelanggan. 


Cukup berbeda, tugas dari seorang Software Developer biasanya lebih berfokus dalam menciptakan suatu software yang bekerja dengan baik. 


  1. Skills


Dengan bekerja dalam bidang IT, baik Software Engineer dan Software Developer tentunya membutuhkan skills tertentu untuk mendukung pekerjaannya. 


Untuk menjadi Software Engineer, biasanya dibutuhkan berbagai keahlian teknis seperti menguasai bahasa pemrograman, mampu dalam melakukan pengujian dengan berbagai tools, dapat menganalisa dan mendesain sebuah program software, serta tau cara merawat arsitektur IT. 


Selain itu, soft-skill seperti dapat bekerja tepat waktu, efisien, dan efektif juga tidak kalah penting agar kerjaanmu dapat selesai dengan maksimal. 


Seorang Software Developer biasanya juga menguasai keahlian teknis seperti menguasai bahasa pemrograman, dapat menggunakan tool open source, dan bisa memahami logika dari berbagai bahasa pemrograman. 


Mereka juga perlu memiliki berbagai soft skill yaitu kemampuan komunikasi yang baik, teliti, dan dapat bekerja sama dalam sebuah tim. 


  1. Tantangan


    Antara kedua profesi tersebut, terdapat tantangan-tantangan yang mungkin sulit untuk dihadapi. 


Seorang Engineer biasanya dihadapi beberapa tantangan seperti meningkatnya permintaan pasar, berurusan dengan aplikasi baru yang membutuhkan lebih lagi kompleksitas software, dan keragaman sistem software


Software Developer juga mengalami tantangan tersendiri yang tidak kalah sulit. Mereka sering kali salah dalam menginterpretasikan kebutuhan pengguna, tidak mampu menghadapi perubahan yang semakin signifikan, banyaknya penemuan-penemuan yang baru ditemukan setelah sebuah proyek penting selesai, dan buruknya kualitas software yang digunakan. 


  1. Skala Cakupan Kerja


Keduanya memiliki skala cakupan kerja yang berbeda. Singkatnya seorang Software Engineer mengerjakan sesuatu dalam skala yang besar dan Software Developer mengerjakan hal yang sama namun dalam skala yang terbatas. 


Dikarenakan perbedaan skala kerja, masing-masing profesi tersebut memiliki cara kerja yang unik. Seorang Engineer biasanya harus lebih berpikir sistematis dibandingkan dengan kreatif. 


Sedangkan, Developer biasanya bekerja dengan lebih kreatif daripada sistematis untuk menghasilkan sebuah solusi. 


  1. Tipe Aktivitas Kerja 


Kedua profesi tersebut sebenarnya memiliki jenis tipe aktivitas kerja yang sangat berbeda. Sebagai seorang Software Engineer, kamu dituntut untuk bekerja dalam aktivitas tim. Kamu juga perlu bekerja sama dalam pembuatan sebuah produk dengan anggota tim-tim lainnya. 


Berbanding terbalik, seorang Software Developer biasanya bekerja sendiri dalam mengembangkan software tertentu. 


  1. Penggunaan Tools 


Membahas mengenai penggunaan tools, perbedaan antara kedua profesi tersebut terlihat sangat mencolok. 


Software Engineer biasanya merupakan orang yang bertugas dalam membuat tools untuk mengembangkan software


Selanjutnya, Software Developer merupakan orang yang menggunakan tools tersebut untuk mengembangkan web, aplikasi mobile, dan aplikasi desktop. 


  1. Latar Belakang Pendidikan


Sebagai seorang Software Engineer dan Software Developer, latar belakang pendidikan merupakan salah satu yang cukup diperhatikan. 


Seorang Engineer biasanya memegang gelar sarjana atau magister di bidang ilmu komputer atau Software Engineering. Sedangkan, untuk seorang Software Developer, gelar sarjana di bidang ilmu komputer dan Software Engineering seringkali telah cukup untuk mendapatkan pekerjaan yang baik. 


Namun, terdapat juga latar belakang pendidikan kedua profesi tersebut yang bukan berasal dari pendidikan formal. Misalnya adalah kelas-kelas online atau bootcamp yang mempelajari materi-materi seperti Web Development. 


  1. Gaji 


Seorang Software Engineer dan Software Developer dapat dikatakan memiliki gaji yang cukup besar dan merupakan salah satu profesi yang mapan. 


Di Amerika Serikat, seorang Engineer biasanya mendapatkan gaji sebesar $105,861 dolar AS setiap tahunnya. Rata-rata dari gaji seorang Software Developer juga tidak berbeda jauh dan cukup besar yaitu $92,830 dolar AS setiap tahunnya. 


Berikut beberapa perbedaan yang perlu kamu ketahui tentang Software Engineer dan Software Developer. Setelah membaca artikel ini, MinDi harap kamu jadi tau ya apa saja perbedaan dari Software Engineer dan Software Developer. Bahkan, kamu mungkin saja dapat menjelaskannya ke orang-orang di sekitarmu yang masih kebingungan dengan perbedaan kedua profesi tersebut. 


Bagi kamu yang juga tertarik untuk mengembang salah satu dari profesi yang dijelaskan, yuk raih cita-cita-mu bersama dengan Dibimbing.id 


Di Dibimbing.id terdapat bootcamp Web Development yang dapat kamu ikuti bersama teman-temanmu. 


Bersama Dibimbing.id, kamu akan dibimbing untuk mempelajari web development mulai dari nol sampai kamu bisa menjadi expert seperti para mentor-mentornya. 


Nantinya, kamu tidak hanya mendapatkan teori saja, melainkan juga mempelajari praktik-praktik-nya melalui tugas dan pemberian final project yang diberikan oleh para mentor. Hasil dari final project juga bisa kamu masukkan ke dalam portofolio-mu, lho


Apabila kinerja kamu baik selama mengikuti bootcamp, nantinya juga akan ada kesempatan untuk mendapatkan pekerjaan melalui penyaluran kerja ke perusahaan-perusahaan ternama. 


Udah, jangan berlama-lama lagi segera upgrade karier dirimu bersama dengan Dibimbing.id!


Share

Author Image

Kezia Margaretha

Content writer yang (masih) banyak pengen tau ini itu.

Hi!👋

Kalau kamu butuh bantuan,

hubungi kami via WhatsApp ya!