Pajak Freelance: Cara Hitung, Tarif, dan Kewajibannya
DITULIS OLEH
Farijihan Putri
Dibuat pada 23 Jun 2026
Diubah pada 27 Jul 2026
149
Pajak freelance menjadi topik yang semakin sering dibahas seiring bertambahnya jumlah pekerja lepas di Indonesia. Banyak freelancer sudah fokus mencari klien, meningkatkan penghasilan, dan membangun portofolio, tetapi masih bingung soal kewajiban perpajakan.
Padahal, memahami pajak freelance sama pentingnya dengan mengembangkan skill profesional agar karier tetap berjalan dengan baik dan sesuai regulasi.
MinDi paham urusan pajak memang tidak selalu menarik untuk dipelajari, tetapi pemahaman ini bisa membantu kamu mengelola penghasilan dengan lebih tenang.
Di sisi lain, Warga Bimbingan juga perlu terus mengasah kemampuan melalui program belajar yang relevan, termasuk berbagai pilihan Bootcamp Dibimbing yang mendukung perkembangan karier di berbagai bidang.
Oke, langsung saja. MinDi akan menjelaskan bagaimana aturan pajak freelance, cara menghitungnya, hingga contoh perhitungan yang sering membuat freelancer bingung.
Apakah Freelancer Wajib Membayar Pajak?
Pertanyaan ini menjadi salah satu yang paling sering ditanyakan oleh freelancer pemula. Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah pekerja informal di Indonesia mencapai sekitar 59,40% dari total angkatan kerja pada Februari 2025, termasuk di dalamnya pekerja lepas atau freelancer.
Kondisi tersebut menunjukkan semakin banyak masyarakat yang memperoleh penghasilan di luar hubungan kerja formal sehingga pemahaman pajak menjadi semakin penting.
Selain itu, Direktorat Jenderal Pajak juga menegaskan freelancer yang memperoleh penghasilan di Indonesia tetap memiliki kewajiban perpajakan sesuai ketentuan yang berlaku. Nah, inilah 3 alasan utamanya.
1. Freelancer Tetap Termasuk Wajib Pajak
Meskipun tidak bekerja sebagai karyawan tetap, freelancer yang memperoleh penghasilan tetap memiliki kewajiban membayar pajak sesuai peraturan perpajakan Indonesia. Status pekerja lepas tidak otomatis membuat seseorang terbebas dari kewajiban tersebut.
2. Penghasilan Menjadi Dasar Utama
Besarnya kewajiban pajak bergantung pada jumlah penghasilan yang diterima selama satu tahun pajak. Oleh karena itu, pencatatan pemasukan menjadi hal penting yang sebaiknya mulai dibiasakan sejak awal.
3. Memiliki NPWP Membantu Administrasi Pajak
NPWP membantu proses pelaporan dan pembayaran pajak menjadi lebih mudah. Selain itu, beberapa klien atau perusahaan juga biasanya meminta freelancer memiliki NPWP saat bekerja sama.
Baca Juga: 19 Bootcamp dengan Magang untuk Karier Lebih Siap
Pajak Freelance Berapa Persen?
Sebelum membahas angka, Warga Bimbingan perlu untuk memahami bahwa tarif pajak freelancer tidak selalu sama untuk setiap orang.
1. Pajak Freelancer Menggunakan Ketentuan PPh
Secara umum, freelancer yang menerima penghasilan dari pemberi kerja dapat dikenakan PPh Pasal 21. Besarnya pajak yang dipotong akan disesuaikan dengan penghasilan bruto dan ketentuan perpajakan yang berlaku.
2. Tarif Pajak Mengikuti Lapisan Penghasilan
Saat ini tarif PPh Orang Pribadi di Indonesia menggunakan sistem progresif. Artinya, semakin besar penghasilan yang diterima, semakin besar pula tarif pajak yang dikenakan.
3. Pajak Freelance Berapa Persen untuk Freelancer?
Pertanyaan pajak freelance berapa persen sebenarnya tidak memiliki satu jawaban pasti karena bergantung pada jumlah penghasilan dan status perpajakan masing-masing individu. Dalam praktiknya, perhitungan biasanya mengikuti ketentuan tarif progresif yang berlaku untuk wajib pajak orang pribadi.
Bagaimana Cara Menghitung Pajak Freelance?
Sumber: Pexels
Bagian ini sering membuat freelancer merasa pusing. Padahal, konsep dasarnya cukup mudah dipahami. Yuk, simak penjelasan MinDi!
1. Hitung Total Penghasilan Setahun
Langkah pertama adalah menjumlahkan seluruh penghasilan yang diperoleh selama satu tahun pajak. Penghasilan tersebut dapat berasal dari berbagai klien maupun proyek yang dikerjakan.
2. Kurangi dengan Ketentuan yang Berlaku
Setelah total penghasilan diketahui, nilai tersebut akan disesuaikan dengan berbagai komponen yang diperbolehkan dalam aturan perpajakan. Hasil akhirnya akan menjadi dasar perhitungan pajak terutang.
3. Simpan Bukti Pembayaran dan Potong Pajak
Dokumen seperti bukti transfer, invoice, dan bukti potong pajak perlu disimpan dengan baik. Data tersebut akan sangat membantu saat proses pelaporan pajak tahunan.
Baca Juga: Benarkah Ada Bootcamp Garansi Kerja? Simak Fakta & Tipsnya!
Contoh Perhitungan PPh 21 Freelance
Supaya lebih mudah dipahami, yuk lihat simulasi sederhananya.
1. Freelancer dengan Penghasilan dari Perusahaan
Misalnya seorang freelancer menerima honorarium sebesar Rp10.000.000 dari sebuah perusahaan untuk satu proyek. Dalam kondisi tertentu, perusahaan dapat melakukan pemotongan PPh 21 sesuai ketentuan yang berlaku sebelum pembayaran diterima freelancer.
2. Contoh Perhitungan PPh 21 Freelance Sederhana
Sebagai ilustrasi, jika penghasilan bruto seorang freelancer dalam satu tahun mencapai Rp120.000.000, maka penghitungan pajaknya akan memperhitungkan Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP) dan tarif progresif yang berlaku. Oleh karena itu, hasil akhirnya bisa berbeda antara satu freelancer dengan freelancer lainnya.
3. Mengapa Hasil Perhitungannya Bisa Berbeda?
Status pernikahan, jumlah tanggungan, NPWP, hingga jenis penghasilan dapat memengaruhi besarnya pajak yang harus dibayar. Inilah alasan mengapa pertanyaan contoh perhitungan PPh 21 freelance sering membutuhkan konteks tambahan sebelum dapat dijawab secara akurat.
Apa yang Sering Dilupakan Freelancer Terkait Pajak?
Selain menghitung pajak, ada beberapa hal yang cukup sering terlewat. Nah, MinDi sudah merangkum 3 hal yang sering disepelekan freelancer.
1. Tidak Mencatat Penghasilan Secara Rutin
Banyak freelancer baru mulai merekap penghasilan menjelang pelaporan pajak. Akibatnya, proses perhitungan menjadi lebih rumit karena data tidak tersimpan dengan rapi.
2. Menganggap Pajak Hanya untuk Karyawan
Masih banyak pekerja lepas yang mengira kewajiban pajak hanya berlaku untuk pegawai tetap. Padahal, aturan perpajakan juga berlaku bagi individu yang memperoleh penghasilan dari pekerjaan bebas.
3. Tidak Memisahkan Keuangan Pribadi dan Pekerjaan
Mencampur seluruh transaksi dalam satu rekening sering membuat pencatatan menjadi lebih sulit. Pemisahan rekening pribadi dan bisnis dapat membantu proses administrasi menjadi lebih tertata.
Menariknya, kebiasaan mengelola data dan pencatatan secara rapi juga menjadi skill yang banyak digunakan dalam dunia profesional. Baik saat mengikuti bootcamp online maupun saat bekerja di perusahaan, kemampuan mengelola data sering menjadi nilai tambah yang penting.
Hal serupa juga berlaku bagi peserta yang mengikuti program bootcamp offline Jakarta, terutama pada bidang yang banyak menggunakan analisis data dan pengambilan keputusan berbasis informasi.
Bahkan dalam beberapa program bootcamp offline Surabaya, peserta juga dibiasakan menyusun laporan, mengelola data, dan memahami proses bisnis yang terstruktur. Skill tersebut ternyata tidak hanya berguna untuk pekerjaan, tetapi juga membantu mengelola aspek administratif seperti pajak dan keuangan pribadi.
Baca Juga: Alamat & Lokasi Resmi Bootcamp Offline Dibimbing Surabaya
Ingin Meningkatkan Skill Karier Sekaligus Lebih Siap Mengelola Penghasilan?
Memahami pajak freelance memang penting agar penghasilan yang kamu peroleh tetap sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Namun, membangun karier tidak berhenti pada urusan administrasi saja. Skill yang relevan dengan kebutuhan industri tetap menjadi faktor utama untuk meningkatkan peluang kerja dan penghasilan di masa depan.
Melalui Program Bootcamp Dibimbing, kamu bisa memilih berbagai bidang sesuai target kariermu, mulai dari Finance, Data, IT & Software Development, Business & Marketing, hingga Product & Design.
Tersedia pilihan kelas weekdays maupun weekends, serta format online maupun offline yang lebih fleksibel untuk mahasiswa, fresh graduate, maupun karyawan aktif.
Belajar bersama Dibimbing terasa lebih worth it karena didukung oleh:
- 475+ Mentor Terbaik & Berkualitas
- Dedicated Class Manager untuk Kenyamanan Belajar
- Panduan Karier Personalized 1-on-1 Selamanya
- Kesempatan Mengulang Gratis 1 Batch
- Pengalaman Magang Nyata dan Final Project
- Program Penyaluran Kerja ke 1.100+ Hiring Partner
Menariknya lagi, 96% alumni Dibimbing telah berhasil mendapatkan pekerjaan setelah menyelesaikan program yang sesuai dengan target karier mereka.
Kalau masih punya pertanyaan seperti:
- "Bootcamp apa yang cocok untuk target karier saya?"
- "Apakah saya bisa mengikuti bootcamp sambil bekerja sebagai freelancer?"
Konsultasi gratis saja di sini! Dibimbing siap #BimbingSampeJadi freelancer andal!
FAQ
1. Apakah freelancer wajib memiliki NPWP?
Tidak selalu wajib sejak awal, tetapi memiliki NPWP akan memudahkan proses administrasi dan pelaporan pajak.
2. Pajak freelance berapa persen?
Besarnya pajak bergantung pada jumlah penghasilan dan ketentuan perpajakan yang berlaku untuk wajib pajak orang pribadi.
3. Apakah freelancer harus melaporkan SPT Tahunan?
Ya, freelancer yang memenuhi ketentuan perpajakan tetap perlu melaporkan SPT Tahunan sesuai aturan yang berlaku.
Referensi
- Kewajiban Perpajakan Freelancer [Buka]
Kategori:
