OSI Layer Adalah: Fungsi, 7 Lapisan, dan Contoh Lengkap
Irhan Hisyam Dwi Nugroho
•
20 November 2025
•
375
Memahami OSI layer adalah hal penting buat warga bimbingan yang mau mulai belajar dunia jaringan. Model ini bantu kamu lihat gimana data berpindah dengan cara yang simple dan terstruktur.
Dengan ngerti OSI layer, kamu jadi lebih mudah menganalisis masalah jaringan dan paham alur komunikasi antar perangkat. Jadi nggak cuma teori, tapi praktiknya juga makin kebayang.
Di sini MinDi bakal jelasin fungsi OSI layer, 7 lapisannya, dan contoh penerapannya yang sering kamu temui. Yuk simak dan pahami dasar jaringan dengan cara yang santai tapi tetap lengkap!
Apa Itu OSI Layer?
OSI Layer adalah model referensi jaringan yang membagi proses komunikasi data menjadi tujuh lapisan agar lebih mudah dipahami dan dianalisis.
Model ini dibuat oleh ISO untuk membantu berbagai perangkat dan sistem yang berbeda bisa saling berkomunikasi dengan cara yang terstandarisasi.
Setiap lapisan memiliki tugas spesifik yang mendukung proses pengiriman data dari satu perangkat ke perangkat lainnya.
Dengan memahami OSI Layer, kamu bisa lebih mudah memetakan masalah jaringan dan memahami alur komunikasi secara menyeluruh.
Baca juga: Panduan Lengkap Memilih Bootcamp Network Engineer 2025
Fungsi OSI Layer
Sumber: Canva
Model OSI bukan hanya sekadar teori, tetapi panduan penting untuk memahami bagaimana data bisa berpindah dari satu perangkat ke perangkat lain dengan rapi dan terstruktur. Berikut fungsi utama OSI Layer yang perlu kamu pahami:
1. Menstandarisasi Komunikasi Antar Perangkat
OSI layer memberikan standar universal agar berbagai perangkat dari vendor berbeda tetap bisa saling terhubung.
Dengan standar ini, proses komunikasi menjadi lebih mudah dipahami dan diatur. Hasilnya, sistem jaringan bisa bekerja lebih konsisten dan efisien.
2. Mempermudah Troubleshooting Jaringan
Pembagian 7 lapisan membuat kita lebih gampang menemukan bagian mana yang mengalami masalah.
Ketika ada gangguan, teknisi hanya perlu mengecek lapisan tertentu tanpa menebak-nebak seluruh sistem. Ini membuat proses perbaikan lebih cepat dan terarah.
3. Menjelaskan Alur Pengiriman Data secara Terstruktur
OSI layer membagi proses pengiriman data menjadi langkah-langkah urut dari bawah ke atas.
Setiap lapisan mengolah data sesuai tugasnya sebelum diteruskan ke lapisan selanjutnya. Dengan cara ini, alur komunikasi menjadi lebih mudah dipelajari dan dipahami.
4. Memisahkan Tugas Jaringan Sesuai Lapisan
Setiap lapisan OSI memiliki tugas spesifik, mulai dari mengatur sinyal fisik, memastikan data bebas error, hingga menyiapkan informasi agar bisa digunakan aplikasi.
Pemisahan tugas ini membuat pengembangan, perawatan, dan peningkatan jaringan jadi jauh lebih terstruktur dan mudah dikelola.
Dengan struktur ini, perubahan atau masalah di satu lapisan tidak akan mengganggu lapisan lain, sehingga sistem tetap stabil dan efisien.
5. Mendukung Perkembangan Teknologi Jaringan
Dengan struktur yang jelas, OSI layer memudahkan teknologi baru untuk dikembangkan tanpa merusak sistem yang sudah ada.
Produsen perangkat atau software bisa berinovasi berdasarkan lapisan tertentu. Hasilnya, kompatibilitas jaringan tetap terjaga meskipun teknologi terus berkembang.
Baca juga: Panduan Belajar Network Engineer Lengkap untuk 2025
7 Lapisan OSI Layer dan Tugasnya
Model OSI membagi proses komunikasi data menjadi tujuh lapisan yang masing-masing punya tugas spesifik.
Dengan memahami tiap lapisan, kamu bisa melihat bagaimana data bergerak dari perangkat pengirim sampai ke perangkat penerima secara runtut dan terstruktur.
1. Physical Layer
Physical layer adalah lapisan paling bawah yang menangani bentuk fisik dari koneksi jaringan, termasuk kabel, sinyal, dan perangkat keras. Lapisan ini memastikan data dapat diubah menjadi sinyal listrik, cahaya, atau gelombang radio agar bisa dikirimkan.
Lapisan ini juga mengatur bagaimana bit dikirimkan antara perangkat tanpa interpretasi. Tanpa physical layer, komunikasi antar perangkat tidak dapat dilakukan sama sekali.
2. Data Link Layer
Data Link layer bertugas memastikan data dapat melewati jaringan lokal dengan aman dan bebas error. Lapisan ini mengatur framing, addressing fisik (MAC), dan deteksi kesalahan dasar.
Lapisan ini juga memungkinkan komunikasi antar perangkat dalam satu jaringan lokal berjalan lebih stabil. Jika terjadi error kecil, lapisan ini dapat memperbaikinya sebelum data diteruskan ke lapisan berikutnya.
3. Network Layer
Network layer mengatur bagaimana data diarahkan (routing) dari satu jaringan ke jaringan lainnya. Di lapisan ini, alamat IP digunakan untuk menentukan rute terbaik menuju tujuan.
Lapisan ini penting untuk memastikan data dapat sampai ke lokasi yang tepat meski melewati banyak jaringan. Tanpa routing yang benar, data bisa salah alamat atau gagal terkirim.
4. Transport Layer
Transport layer bertanggung jawab memastikan data dikirim dengan aman, lengkap, dan berurutan. Lapisan ini menggunakan protokol seperti TCP atau UDP untuk mengatur keandalan pengiriman.
Lapisan ini juga membagi data menjadi segmen yang lebih kecil agar lebih mudah dikirim. Ketika sampai di tujuan, segmen-segmen tersebut akan disatukan kembali dengan urutan yang benar.
5. Session Layer
Session layer mengatur pembukaan, pemeliharaan, dan penutupan sesi komunikasi antara dua perangkat. Lapisan ini memastikan kedua perangkat tetap terhubung selama proses pertukaran data.
Lapisan ini juga bertugas memulihkan sesi apabila terjadi gangguan sementara. Dengan begitu, komunikasi dapat dilanjutkan tanpa harus memulai dari awal.
6. Presentation Layer
Presentation layer bertugas mengubah format data agar bisa dipahami oleh aplikasi di sisi pengirim dan penerima. Lapisan ini melakukan encoding, decoding, kompresi, hingga enkripsi.
Lapisan ini memastikan data yang dikirim tetap kompatibel meskipun perangkat memakai format berbeda. Tanpa lapisan ini, data bisa rusak atau tidak terbaca.
7. Application Layer
Application layer adalah lapisan paling atas yang berinteraksi langsung dengan pengguna melalui aplikasi seperti browser, email, dan media sosial. Di lapisan ini, protokol seperti HTTP, FTP, dan SMTP bekerja.
Lapisan ini menyediakan antarmuka agar pengguna bisa mengirim dan menerima data secara mudah. Semua proses jaringan yang kamu lihat di aplikasi berawal dari lapisan ini.
Baca juga: Panduan untuk Switch Career ke Network Engineer 2026
Contoh Penerapan OSI Layer
Model OSI bukan hanya teori, tetapi dipakai setiap hari dalam aktivitas digital yang kita lakukan. Berikut beberapa contoh penerapan OSI Layer dalam kehidupan sehari-hari:
1. Mengirim Email
Saat kamu mengirim email, data akan melewati semua lapisan OSI untuk memastikan pesan terkirim ke alamat tujuan dengan benar.
Application layer mengelola protokol seperti SMTP untuk memproses pengiriman. Sementara network dan transport layer memastikan email dikirim melalui rute terbaik dan tiba tanpa error.
2. Browsing Website
Ketika kamu membuka sebuah website, browser bekerja melalui application layer menggunakan HTTP atau HTTPS. Data permintaanmu dikirim ke server melalui berbagai lapisan, termasuk network layer yang memilih jalur pengiriman.
Setelah itu, server mengembalikan data ke perangkatmu, lalu presentation layer memastikan formatnya dapat ditampilkan dengan benar.
3. Streaming Video atau Musik
Saat menonton video atau mendengarkan musik secara online, transport layer memastikan data streaming dikirim secara terus-menerus dan stabil.
Network layer mengelola jalur data agar pemutaran tidak terputus. Sementara application layer menampilkan konten dalam format yang bisa diputar dengan lancar.
4. Video Call atau Meeting Online
Selama video call, data audio dan video dikirim real-time melalui network dan transport layer agar komunikasi tetap lancar.
Presentation layer berperan mengompresi data agar lebih ringan. Di sisi aplikasi, video call ditampilkan melalui application layer, memungkinkan komunikasi dua arah yang jernih.
Baca juga: Gaji Network Engineer 2025: Junior hingga Senior
Perbedaan OSI Layer dan TCP/IP
Meskipun sama-sama digunakan untuk memahami cara kerja komunikasi jaringan, OSI Layer dan TCP/IP sebenarnya adalah dua model yang berbeda. Berikut perbedaan utama antara OSI Layer dan TCP/IP:
1. Jumlah Lapisan
OSI Layer memiliki 7 lapisan yang lebih detail dan terstruktur, mulai dari Physical hingga Application. Sementara itu, TCP/IP hanya memiliki 4 lapisan karena beberapa fungsi OSI digabungkan.
Perbedaan ini membuat TCP/IP lebih sederhana, tetapi OSI lebih mudah dipakai sebagai model pembelajaran.
2. Tujuan Penggunaan
OSI dibuat sebagai model referensi teori untuk menjelaskan alur komunikasi jaringan secara lengkap. TCP/IP justru merupakan model yang digunakan langsung dalam implementasi jaringan internet di dunia nyata.
Artinya, OSI lebih banyak dipakai untuk belajar, sedangkan TCP/IP dipakai dalam operasional jaringan sebenarnya.
3. Cara Kerja Lapisan
Pada OSI, setiap lapisan memiliki tugas yang sangat jelas dan tidak saling tumpang tindih. TCP/IP lebih fleksibel karena beberapa fungsi lapisannya bisa saling berhubungan. Ini membuat TCP/IP lebih praktis saat diterapkan, tetapi OSI lebih rapi untuk proses analisis.
4. Protokol yang Digunakan
OSI tidak menetapkan protokol tertentu, hanya menjelaskan konsep dan alurnya saja. TCP/IP memiliki protokol bawaan seperti TCP, UDP, IP, dan HTTP yang digunakan secara langsung di internet. Hal ini yang membuat TCP/IP menjadi standar utama komunikasi global.
5. Tingkat Penggunaan di Industri
OSI sering dipakai sebagai pedoman troubleshooting karena pembagian lapisannya sangat detail.
Sementara TCP/IP paling banyak digunakan dalam implementasi jaringan modern, termasuk internet, router, dan server. Jadi, memahami keduanya memberi kamu pemahaman lengkap antara teori dan praktik.
Baca juga: 7 Rekomendasi Bootcamp Network Engineer Terbaik 2025
Ingin Jadi Network Engineer Profesional?
Setelah memahami konsep dasar seperti OSI Layer, kini saatnya kamu melangkah lebih jauh dan membangun skill teknis yang dibutuhkan di dunia jaringan modern!
Yuk, ikuti Bootcamp Network Engineer di dibimbing.id! Di sini, kamu akan belajar mulai dari dasar jaringan, konfigurasi perangkat, routing & switching, sampai praktik nyata menggunakan tools dan teknologi yang dipakai di industri.
Kamu akan dibimbing langsung oleh mentor berpengalaman dengan kurikulum aplikatif yang memudahkan kamu memahami jaringan dari konsep hingga praktik.
Metode pembelajarannya dirancang agar kamu bisa langsung siap kerja sebagai Network Engineer, NOC Engineer, hingga IT Support Specialist.
Dengan lebih dari 840+ hiring partner dan tingkat keberhasilan alumni mencapai 96%, peluang kariermu di dunia IT Infrastruktur semakin terbuka lebar — apalagi kebutuhan Network Engineer terus meningkat setiap tahun!
Jadi, tunggu apa lagi? Hubungi di sini dan daftar sekarang di dibimbing.id, lalu mulai perjalananmu menjadi seorang Network Engineer profesional. #BimbingSampeJadi!
Referensi
- What is OSI Model? - Layers of OSI Model [Buka]
Tags
Irhan Hisyam Dwi Nugroho
Irhan Hisyam Dwi Nugroho is an SEO Specialist and Content Writer with 4 years of experience in optimizing websites and writing relevant content for various brands and industries. Currently, I also work as a Content Writer at Dibimbing.id and actively share content about technology, SEO, and digital marketing through various platforms.
